Khazaee: Resolusi Anti-Iran, Kesalahan Historis DK PBB
http://indonesian.irib.ir/index.php/berita/berita/22600-khazaee-resolusi-anti-iran-kesalahan-historis-dk-pbb.html
Setelah melalui proses negosiasi panjang selama lima bulan, Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa, kemarin (Rabu, 9/6) akhirnya mengesahkan Resolusi 1929 berisi sanksi tambahan bagi Iran menyangkut program pengembangan nuklir negara pimpinan Presiden Mahmoud Ahmadinejad itu. Sanksi baru ini diloloskan setelah diperlunak dalam perundingan dengan Rusia dan Cina pada hari Selasa (8/6).
Tidak semua anggota Dewan Keamanan setuju terhadap sanksi baru yang diprakarsai oleh AS dan sekutunya itu. Pada pemungutan suara yang berlangsung di Markas Besar PBB, New York, dua dari 15 negara anggota, yakni Brazil dan Turki menolak resolusi sementara Lebanon memilih abstain.
Resolusi ini merupakan resolusi putaran keempat yang dijatuhkan terhadap Iran terkait program nuklirnya dan diklaim sebagai resolusi "yang paling signifikan" dibanding sebelumnya. Namun, Turki dan Brazil menentang resolusi terbaru itu. kedua negara itu mengkritik AS dan sekutunya lantan tidak memberikan kesempatan terhadap implementasi Deklarasi Tehran.
Utusan Tetap Brazil untuk PBB Maria Luiza Ribeiro Viotti mengatakan, "Kami tidak melihat sanksi merupakan alat efektif dalam kasus ini. Sanksi itu hanya akan membuat warga Iran menderita dan menjadi kemenangan bagi pihak-pihak yang memang tidak mau berdialog."
Sementara itu Utusan Tetap Turki untuk PBB Ertugrul Apakan sangat prihatin dengan dijatuhkannya sanksi baru terhadap Iran dan menilai langkah itu hanya akan berdampak negatif.
Iran sebelumnya berupaya menghilangkan kekhawatiran dunia internasional dengan menyetujui satu kesepakatan dengan Turki dan Brasil lewat perilisan Deklrasi Tehran. Berdasarkan kesepakatan itu, Iran sepakat mengirim 1.200 kg uranium berkadar rendah (LEU) ke Turki untuk ditukar dengan bahan bakar reaktor nuklir riset Tehran, yang memproduksi isotop medis untuk pasien kanke.
Ahmadinejad: Resolusi Anti-Iran Tidak Ada Artinya!
Presiden Republik Islam Iran Mahmoud Ahmadinejad mereaksi keras disahkannya resolusi sanksi tambahan terhadap Iran di Dewan Keamanan PBB. Ahmadinejad menegaskan, "Bagi Bangsa Iran, resolusi tersebut tidak ada artinya". Kantor Berita ISNA melaporkan, Presiden Ahmadinejad di sela-sela lawatannya di Tajikistan menyatakan, "Mereka yang memiliki dan menggunakan bom atom, serta memanfaatkannya untuk mengancam pihak lain, kini mengeluarkan resolusi melawan kami dengan dalih kemungkinan Iran di masa mendatang bakal membuat bom atom".
Sembari menegaskan tidak bernilainya resolusi tersebut, Ahmadinejad menandaskan, "Ranah politik saat ini sudah menjadi ajang penipuan, agresi, dan ekspansionisme. Sebab di ranah ini, akhlak dan cinta telah disingkirkan dari hubungan sosial".
Sebelumnya, Presiden Ahmadinejad memperingatkan bakal menghentikan perundingan soal program nuklir Iran jika AS bersama sekutunya bertekad mengeluarkan sanksi baru terhadap Tehran. Ia juga menegaskan bahwa perilisan sanksi baru tidak akan mengubah kebijakan nuklir Iran.
Sementara itu, mengomentari sanksi tambahan Dewan Keamanan PBB terhadap Iran, Menteri Luar Negeri Republik Islam Iran, Manochehr Mottaki yang kini tengah berkunjungan ke Dublin, Irlandia menyatakan, "Langkah semacam itu merupakan kekeliruan. Dan dengan langkah itu, Barat sebenarnya menekan dirinya sendiri".
Seperti diketahui, Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa pada Rabu (9/6) mengesahkan Resolusi 1929 berisi sanksi tambahan bagi Iran menyangkut program pengembangan nuklir negara pimpinan Presiden Mahmoud Ahmadinejad itu.
Tidak semua anggota Dewan Keamanan setuju terhadap sanksi baru tersebut sehingga pada pemungutan suara yang berlangsung di Markas Besar PBB, New York, dua dari 15 negara anggota, yakni Brazil dan Turki menolak resolusi sementara Lebanon memilih abstain.
Wakil Tetap Republik Islam Iran di PBB, Mohammad Khazaee menilai resolusi anti-Iran sebagai kesalahan historis Dewan Keamanan PBB. Sebagaimana diberitakan IRNA, Mohammad Khazaee, Rabu malam (9/6) menjelaskan, kinerja Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB)membuktikan bahwa kita masih menghadapi sebuah sistem internasional yang diskriminatif dan tidak adil yang berlandaskan pada hegemoni negara-negara kuat.
Segera setelah disahkannya sanksi tambahan DK PBB terhadap Iran, Khazaee menandaskan, "Penggunaan standar ganda secara sembarangan dan memprihatinkan yang diterapkan DK PBB, suatu hari nanti pasti bakal berakhir". Di tambahkannya, "Di masa itu, sebagian kekuatan anggota Dewan Keamanan harus menjawab pertanyaan sah opini publik dunia soal perilkau keliru mereka di DK PBB"
Sementara itu, Sekretaris Dewan Tertinggi Keamanan Nasional Iran memperingatkan sejumlah negara kuat Dewan Keamanan PBB bahwa pemilihan opsi konfrontasi akan dijawab dengan sikap tegas Iran. Ia menjelaskan, "Jalan konfrontasi dengan bangsa Iran merupakan jalan buntu dan bagi para pelakunya bakal menelan ongkos yang mahal dan kesia-siaan".
--
Salamun 'ala manittaba al Huda
ARMANSYAH
--
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
No comments:
Post a Comment