Tuesday, June 1, 2010

[Milis_Iqra] Pemerintah Obama Bersikap Lunak, Tanpa Mengutuk Israel

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON--Pemerintahan Obama tampak tak bersikap
keras dalam merespon penyerangan pasukan Israel pada kapal misi
kemanusiaan yang mencoba menembus blokade Gaza, Senin (31/5). Amerika
Serikat (AS) hanya mendesak para pemimpin Israel untuk memberikan
lebih banyak bantuan ke wilayah barikade, tapi menolak untuk
mengkritik Israel dalam penggunaan senjataa mematikan.

Presiden Barack Obama, Selasa (1/6) melakukan pembicaraan dengan
Perdana Menteri Turki untuk mengungkapkan rasa duka cita untuk korban
tewas serta terluka pada kapal berbendera Turki dan meminta
investigasi menyeluruh.

Menteri Luar Negeri AS, Hillarry Clinton mengungkapkan dukungan
terhadap Dewan Keamanan PBB yang mengutuk aksi yang menyebabkan
kematian dari sembilan relawan pro-Palestina di lepas pantai Gaza.
Namun, pemerintah AS tidak mengatakan mereka akan menahan Israel atau
aktivis yang bertanggungjawab dari pertumpahan darah tersebut.

Penyerangan pasukan Israel itu membuat Obama berada dalam situasi yang
sulit antara menekan Israel untuk mengurangi kekerasan di jalur Gaza
dan pada saat yang sama mendukung usaha untuk menghentikan
penyelundupan senjata ke Gaza yang dapat digunakan untuk menyerang
Israel.

Pertaruhan untuk tingkat yang lebih dalam adalah pemerintahan Obama
untuk menghidupkan kembali perundingan perdamaian Israel-Palestina
yang terhenti, tugas yang sulit bahkan di saat yang terbaik sekalipun.

Untuk mencapai tujuan tersebut, AS berusaha untuk fokus pada memulai
permbicaran, akhirnya mencapai janji damai untuk Israel dan sebuah
tanah air bagi rakyat Palestina.

Pada hari Selasa (1/6), pejabat AS mendapat kecaman dari berbagai
pihak. Wakil Duta Besar PBB, Alejandro Wolff mengatakan, laporan dari
beberapa relawan yang berada di dalam kapal yang diserang mungkin
mencoba untuk memicu respons Israel yang keras sebagai "penghentian
sementara."

Disisi lain, bagai sebuah tamparan pada Israel, Hillary Clinton
mengatakan kehidupan dibawah blokade di Gaza seharusnya "tidak
berkelanjutan dan tidak dapat diterima".

PBB kemudian mengadakan investigasi yang cept dan bisa dipercaya pada
insiden yang menimpa kapal berisi bantuan kemanusiaan dan ratusan
relawan yang sebagian besar berasal dari Turki.

Obama menyetujui penyelidikan tersebut saat percakapannya dengan PM
Turki, Recep Tayyip Erdogan yang mengkritik tajam serangan israel,
menurut Gedung Putih.

Pihak Gedung Putih juga menyatakan, tengah berdiskusi tertutup dengan
Israel untuk membantu pembebasan relawan, termasuk yang tewas dan
terluka, serta pembebasan kapal tersebut.

"Presiden menegaskan pentingnya untuk mencari jalah yang terbaik untuk
menyediakan bantuan kemanusiaan untuk masyarakat Gaza tanpa pengawasan
dari keamanan Israel," ujar pernyataan tersebut.

Pernyataan itu juga mengatakan, Presiden Obama menggarisbawahi
pentingnya persetujuaan perdamaian yang dapat menetapkan sebuah negara
Palestina yang independen dan layak sebagai cara untuk mengatasi
situasi keseluruhan dan AS terus berkomitmen untuk meraih tujuan itu
dengan Turki, Israel dan negara lain untuk keamanan dan stabilitas
negara-negara Timur Tengah.
Red: Ririn Sjafriani
http://www.republika.co.id/berita/breaking-news/internasional/10/06/02/118127-pemerintah-obama-bersikap-lunak-tanpa-mengutuk-israel

--
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125

Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63

Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-

No comments:

Post a Comment