Mbak When :
when :
Legal Disclaimer: The information contained in this message may be privileged and confidential. It is intended to be read only by the individual or entity to whom it is addressed or by their designee. If the reader of this message is not the intended recipient, you are on notice that any distribution of this message, in any form, is strictly prohibited. If you have received this message in error, please immediately notify the sender and delete or destroy any copy of this message
Zina?
bagaimana perbuatan disebut zina?
berapa saksinya? dsb
silahkan dikaji dulu, tanpa unsur2nya terpenuhi, hakin tidak boleh sembarangan menjatuhkan hukuman karena zina.
Tarno :Saya gak begitu tahu hukum mbak,kira -kira hukum mau memberi makan gak anak yang mereka kandung,Pengadilan didunia memang bisa di mainkan mbak,tapi Pengadilan Allah Maha Adil.
When :Ini bukannya saya tidakpunya empati, tapi itulah kenyataannya, tidak bisa main hakimsendiri.
Harus melihat aspek2 yang ada
Tarno : iya karena itu tidak menimpa keluarga kita,teman atau sahabat kita
When :Kenapa sich kerja bhakti saja jadi masalah buat bapak?
lagian kenapa bapak hobby kerjabhakti? hehehhehehe
Tarno : Keliahatan sekali Sosialnya gak ada,saya yakin mbak tahu banyak dalil tentang hablum minannass,cuman dalam prakteknya,bisa dilihat sifat individual ini didiri mbak,dari komentar2 nya.
Tarno : Keliahatan sekali Sosialnya gak ada,saya yakin mbak tahu banyak dalil tentang hablum minannass,cuman dalam prakteknya,bisa dilihat sifat individual ini didiri mbak,dari komentar2 nya.
Acara akikahan?
ada ikhtilat ga pak acara makan makannya? jangan jangan campur baur bapak bapak, ibu ibu ga sengaja senggolan karena tempat agak sempit dsb,
Tarno : Meskipun saya bukan orang salafy,saya sedikit-dikit tahu masalah agama,mbak boleh membaca kitab Uqudullujain itu yang saya terapkan pada keluarga,kalau mbak blom tahu silahkan dicari dulu kitabnya dibaca,baru komentar.
yuk ach dilihat dari dua sisi, jangan sampai penilaian ga adil, lihat ayat diatas?
Gak adilnya yg mana lha wong itu kenyataanya kayak begitu
No comments:
Post a Comment