Monday, June 14, 2010

Re: Rizal Lingga : Sedikitnya ada 2 Tuhan [Re: [Milis_Iqra] Re: Orang Kristen Masuk Sorga?]

2 jempol deh buat rizal yang sudah to the point, nggak berputar-putar
seperti biasanya.

On Tue, 2010-06-15 at 09:16 +0700, Armansyah wrote:
> Alhamdulillah, anda sudah membenarkan bila Kristen sebenarnya punya
> sedikitnya 2 oknum Tuhan yang memang berbeda. Pernyataan anda terbaru
> mengenai penambahan satu lagi yaitu Roh Kudus membuatnya semakin
> lengkap, 3 Tuhan yang berbeda.
>
> Terimakasih Rizal atas kejujurannya, saya harap dari sini maka para
> sahabat dan rekan-rekan milis_Iqra sekalian, khususnya yang Muslim,
> beliau sudah mengakui tentang konsepsi tuhan yang diyakini oleh Rizal
> dalam kekristenannya. Jadi, ini sudah cukup rasanya dengan sendirinya
> menjawab semua polemik yang seakan tidak berkesudahan selama ini
> menyangkut Trinitas.
>
> Dibawah ini adalah artikel lama saya mengenai hal tersebut yang
> Alhamdulillah akhirnya mendapat titik terang kebenarannya ... Semoga
> anda mendapatkan petunjuk kedalam Islam, Rizal.
>
>
>
>
> 2010/6/14 rizal lingga <nyomet123@yahoo.com>
>
> YA, BENAR. Satu lagi tidak pernah bisa dilihat: Roh
> Kudus. Tiga Oknum SATU Hakikat.
>
> --- On Mon, 6/14/10, Armansyah
> <armansyah.skom@gmail.com> wrote:
>
>
> From: Armansyah <armansyah.skom@gmail.com>
>
> Subject: Rizal Lingga : Sedikitnya ada 2 Tuhan
> [Re: [Milis_Iqra] Re: Orang Kristen Masuk
> Sorga?]
>
> To: milis_iqra@googlegroups.com
>
> Date: Monday, June 14, 2010, 9:36 AM
>
>
>
> 2010/6/11 rizal lingga <nyomet123@yahoo.com>
>
> Dia (Bapa) melihat saja penghakiman
> yang dilakukan oleh anakNya, Yesus
> Hakim Manusia. mengapa Yesus yang
> menjadi hakim manusia disebabkan
> karena Dia pernah menjadi manusia,
> jadi mengerti segala aspek yang ada
> pada manusia.
>
>
>
>
> [Arman] : Hm, Rizal, Maaf jika tidak berkenan.
> sebentar saya tergelitik untuk sedikit
> memberikan komentar ...
>
> Jadi dari kalimat anda diatas ini, sedikitnya
> Tuhan yang ada dalam konsepsi Kristen yang
> anda percayai ada 2 oknum yaitu Bapa dan Anak.
> Jelas dari kalimat anda sendiri tersebut
> diatas, Tuhan Bapa dan Tuhan anak berbeda.
> Benar ?
>
> Anda cukup menjawab benar atau tidak saja kali
> ini karena semuanya sudah jelas, saya hanya
> meminta ketegasan anda terhadap kata-kata anda
> sendiri.
>
>
> --
> Salamun 'ala manittaba al Huda
>
>
>
> ARMANSYAH
>
> --
> -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
> Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan
> pelajaran yang baik
> dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih
> baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
>
> Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah
> kepada mereka perkataan yang berbekas pada
> jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
>
> Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
> Keluar :
> Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
> Situs 1 :
> http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
> Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
> -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
>
>
>
>
>
> Analisa Doktrin Trinitas
> Oleh : Armansyah
> ----------------------------
>
> Salamun 'ala manittaba al Huda
> Keselamatan kepada mereka yang mengikuti petunjuk
>
> Telah umum dalam pemahaman orang-orang Kristen bahwa Tuhan dikonsepkan
> menjadi 3 oknum, yaitu : Tuhan Bapa (God the Father), Tuhan anak
> (Jesus the Christ) dan Tuhan Roh Kudus (The Holy Spirit); Dan
> ketiga-tiga oknum ini didalam keyakinan mereka merupakan sehakikat dan
> satu dalam kesatuannya.
>
> Adanya kehadiran Jesus yang disebut sebagai Tuhan anak (The Son of
> God) didalam salah satu unsur ke-Tuhanan Kristen, tidak hanya
> dipandang sebagai kiasan (metafora), namun lebih cenderung dalam arti
> yang sebenarnya. Oleh karena perkataan Tuhan anak disini digunakan
> dalam arti yang sebenarnya, maka perkataan "Tuhan Bapa" disini
> seharusnya juga digunakan pula dalam arti "Bapa" yang sesungguhnya,
> sebab dengan demikian pemahaman ini menjadi benar.
>
> Namun hal ini akan menjadikan suatu hal yang mustahil untuk dapat
> diterima oleh akal sehat !
>
> Karena diri "anak" yang sebenarnya dari sesuatu, adalah mustahil akan
> memiliki suatu zat dengan diri sang "Bapa" yang sesungguhnya dari
> sesuatu itu juga.
>
> Sebab pada ketika "zat" yang satu itu disebut anak, tidak dapat ketika
> itu juga "zat" yang satu ini disebut sebagai Bapa. Begitupula
> sebaliknya, yaitu pada ketika zat yang satu itu disebut sebagai Bapa,
> tidak dapat ketika itu kita sebut zat yang sama ini sebagai anak dari
> Bapa itu.
>
> Ketika zat yang satu ini kita sebut sebagai Bapa, maka dimanakah zat
> anak ?
> Tentunya kita semua sepakat bahwa kata apapun yang kita pakai dalam
> membicarakan Tuhan itu semata sebagai pengganti kata DIA (yaitu kata
> ganti yang tentu saja memang ada kata yang digantikannya), dan kata
> ZAT dalam konteks pembicaraan kita disini bukanlah kata zat yang dapat
> dibagi menjadi zat zair, padat dan gas.
>
> Oleh karena dunia Kristen memiliki konsep pluralitas Tuhan dalam satu
> zat, maka disini telah terjadi suatu dilema yang sukar dan untuk
> menjawab hal ini, mereka selalu melarikan diri pada jawaban :
> "Misteri Tuhan yang sulit diungkapkan."
>
> Suatu pernyataan yang mencoba menutupi ketidak berdayaan penganut
> Kristen didalam memberikan pemahaman mengenai doktrin keTuhanan mereka
> yang bertentangan dengan akal sehat.
>
> Disatu sisi mereka memberikan kesaksian akan ke-Esaan dari Allah,
> namun pada sisi lain mereka juga dipaksa untuk menerima kehadiran
> unsur lain sebagai Tuhan selain Allah yang satu itu, logikanya adalah,
> jika disebut zat Tuhan Bapa lain dari zat Tuhan anak, maka akan nyata
> pula bahwa Tuhan itu tidak Esa lagi tetapi sudah menjadi dua (dualisme
> keTuhanan dan bukan Monotheisme).
>
> Begitu pula dengan masuknya unsur ketuhanan yang ketiga, yaitu Roh
> Kudus, sehingga semakin menambah oknum ketuhanan yang satu menjadi
> tiga oknum yang berbeda satu dengan yang lainnya sehingga mau tidak
> mau pengakuan tentang ke-Esaan Tuhan (prinsip Monotheisme) akan
> menjadi sirna.
>
> Khusus mengenai diri Tuhan Roh Kudus sendiri, didalam kitab Bible
> (di-Indonesia sering disebut al-kitab) kadangkala digambarkan sebagai
> api, sebagai burung dan lain sebagainya. Dan Tuhan Roh Kudus ini
> menurut kitab Perjanjian Lama (bagian awal dari al-Kitab) sudah
> seringkali hadir ditengah-tengah manusia, baik sebelum kelahiran
> Jesus, masa keberadaan Jesus ditengah para murid-muridnya hingga
> masa-masa setelah ketiadaan Jesus pasca penyaliban.
>
> Dan menghadapi hal ini, kembali kita sebutkan bahwa unsur Tuhan sudah
> terpecah kedalam tiga zat yang berbeda. Sebab jika tetap dikatakan
> masih dalam satu zat (satu kesatuan), maka ketika itu juga terjadilah
> zat Tuhan Bapa adalah zat Tuhan anak kemudian zat Tuhan anak dan zat
> Tuhan Bapa itu adalah juga zat dari Tuhan Roh Kudus.
>
> Pertanyaannya sekarang, sewaktu zat yang satu disebut Bapa, dimanakah
> anak ?
> Dan sewaktu zat yang yang satu disebut sebagai Tuhan anak, maka
> dimanakah Tuhan Bapa serta Tuhan Roh Kudus ? Oleh sebab itu haruslah
> disana terdapat tiga wujud Tuhan dalam tiga zat yang berbeda.
>
> Sebab yang memperbedakan oknum yang pertama dengan oknum yang kedua
> adalah 'keanakan' dan 'keBapaan'. Sedang anak bukan Bapa dan Bapa
> bukan anak !
> Jadi nyata kembali bahwa Tuhan sudah tidak Esa lagi.
>
> Oleh karena itulah setiap orang yang mau mempergunakan akal pikirannya
> dengan baik dan benar akan menganggap bahwa ajaran Trinitas, bukanlah
> bersifat Monotheisme atau meng-Esakan Tuhan melainkan lebih condong
> kepada paham Polytheisme (sistem kepercayaan banyak Tuhan).
>
> Dengan begitu, maka nyata sudah bahwa ajaran itu bertentangan dengan
> ajaran semua Nabi-nabi yang terdahulu yang mengajarkan bahwa Tuhan itu
> adalah Esa dalam arti yang sebenarnya.
>
> Kita dapati dari kitab Perjanjian Lama, Perjanjian Baru (khususnya 4
> Injil) sampai kepada kitab suci umat Islam yaitu al-Qur'an, tidak
> didapati konsep pluralitas ketuhanan sebagaimana yang ada pada dunia
> Kristen itu sendiri.
>
> Pada masanya, Adam tidak pernah menyebut bahwa Tuhan itu ada tiga,
> demikian pula dengan Abraham, Daud, Musa, dan nabi-nabi sebelum mereka
> sampai pada Jesus sendiri juga tidak pernah mengajarkan asas
> ke-Tritunggalan Tuhan, apalagi dengan apa yang diajarkan oleh Nabi
> Muhammad Saw.
>
> Lebih jauh lagi bila kita analisa konsep Trinitas ini menyebutkan
> bahwa oknum Tuhan yang pertama terbeda dengan Ke-Bapaan, karena itu ia
> disebut sebagai Tuhan Bapa (Dia dianggap sebagai Tuhan yang lebih
> tua), sementara oknum Tuhan kedua terbeda dengan Keanakan yang lahir
> menjadi manusia bernama Jesus dalam pengertian singkatnya bahwa Tuhan
> anak baru ada setelah adanya Tuhan Bapa, karena itu ia disebut sebagai
> sang anak.
>
> Hal yang paling menarik lagi adalah tentang oknum Tuhan ketiga yaitu
> Roh Kudus yang justru terbeda sifatnya dengan keluarnya bagian dirinya
> dari Tuhan Bapa dan Tuhan anak, sehingga Bapa bukan anak dan anak
> bukan pula Bapak atau Roh Kudus.
>
> Apabila sesuatu menjadi titik perbedaan sekaligus titik keistimewaan
> pada satu oknum, maka perbedaan dan keistimewaan itu harus juga ada
> pada zat oknum tersebut. Misalnya, satu oknum memiliki perbedaan dan
> keistimewaan menjadi anak, maka zatnya harus turut menjadi anak.
>
> Artinya zat itu adalah zat anak, sebab oknum tersebut tidak dapat
> terpisah daripada zatnya sendiri. Apabila perbedaan dan keistimewaan
> itu ada pada zatnya, maka ia harus adapula pada zat Tuhan, karena zat
> keduanya hanya satu.
>
> Oleh karena sesuatu tadi menjadi perbedaan dan keistimewaan pada satu
> oknum maka ia tidak mungkin ada pada oknum yang lain.
>
> Menurut misal tadi, keistimewaan menjadi anak tidak mungkin ada pada
> oknum Bapa.
> Apabila ia tidak ada pada oknum Bapa, maka ia tidak ada pada zatnya.
> Apabila ia tidak ada pada zatnya, maka ia tidak ada pada zat Allah.
> Karena zat Bapa dengan zat Tuhan adalah satu (unity).
>
> Dengan demikian terjadilah pada saat yang satu, ada sifat keistimewaan
> tersebut pada zat Tuhan dan tidak ada sifat keistimewaan itu pada zat
> Tuhan.
>
> Misalnya, Tuhan anak lahir menjadi manusia.
> Apabila Tuhan anak menjadi manusia, maka zat Tuhan Bapa harus menjadi
> manusia karena zat mereka satu (sesuai dengan prinsip Monotheisme).
> Namun kenyataannya menurut dunia kekristenan bahwa Tuhan Bapa tidak
> menjadi manusia. Dengan demikian berarti zat Tuhan Allah tidak menjadi
> manusia.
>
> Maka pada saat zat Tuhan Allah akan disebut menjadi manusia dan zat
> Tuhan Allah tidak menjadi manusia, maka ini menjadi dua yang
> bertentangan dan suatu konsep yang mustahil.
>
> Ajaran Trinitas yang mengakui adanya Tuhan Bapa, Tuhan anak dan Tuhan
> Roh Kudus hanya dapat dipelajari dan dapat diterima secara baik hanya
> jika dunia Kristen mendefenisikannya sebagai 3 sosok Tuhan yang
> berbeda dan terlepas satu sama lainnya, dalam pengertian diakui bahwa
> Tuhan bukan Esa, melainkan tiga (Trialisme).
>
> Siapapun tidak akan menolak bahwa Tuhan bersifat abadi, Alpha dan
> Omega, tidak berawal dan tidak berakhir, namun keberadaan Tuhan yang
> menjadi anak dan lahir dalam wujud manusia telah memupus keabadian
> sifat Tuhan didalam dunia Kristen, karena nyata ada Bapa dan ada anak
> alias telah ada Tuhan pertama yang lebih dulu ada yang disebut sebagai
> Tuhan tertinggi dan ada pula Tuhan yang baru ada setelah Tuhan yang
> pertama tadi ada.
>
> Akal manusia dapat membenarkan, jika Bapa dalam pengertian yang
> sebenarnya harus lebih dahulu ada daripada anaknya.
>
> Akal manusia akan membantah bahwa anak lebih dahulu daripada Bapa atau
> sang anak bersama-sama ada dengan Bapa, sebab bila demikian adanya
> tentu tidak akan muncul istilah Bapa maupun anak.
>
> Apabila Tuhan Bapa telah terpisah dengan Tuhan anak dari keabadiannya,
> maka Tuhan anak itu tidak dapat disebut 'diperanakkan' oleh Tuhan
> Bapa. sebab Tuhan Bapa dan Tuhan anak ketika itu sama-sama abadi,
> Alpha dan Omega, sama-sama tidak berpermulaan dan tidak ada yang lebih
> dahulu dan yang lebih kemudian hadirnya.
>
> Apabila ia disebut diperanakkan, maka yang demikian menunjukkan bahwa
> ia adanya terkemudian daripada Bapa. Karena sekali lagi, anak yang
> sebenarnya harus ada terkemudian daripada Bapa yang sebenarnya.
>
> Apabila antara Tuhan Bapa serta Tuhan anak telah terbeda dari
> kekekalan, maka Tuhan Roh Kudus pun telah terbeda pula dari
> kekekalannya masing-masing, mereka bukan satu kesatuan tetapi 3 unsur
> yang berbeda.
>
> Kenyataan ini justru didukung penuh oleh kitab Perjanjian Baru
> sendiri, bukti pertama bisa kita baca dalam Injil karangan Matius
> pasal 3 ayat 16 sampai 17 :
>
> "Sesudah dibaptis, Jesus segera keluar dari air dan pada waktu itu
> juga langit terbuka dan ia (Jesus) melihat Roh Allah seperti burung
> merpati hinggap ke atasnya, lalu terdengarlah suara dari sorga (apakah
> sorga = langit? :-red) yang mengatakan: "Inilah Anak-Ku yang Kukasihi,
> kepada-Nyalah Aku berkenan." (Matius 3:16-17)
>
> Pada ayat diatas secara langsung kita melihat keberadaan 3 oknum dari
> zat Tuhan yang berbeda secara bersamaan, yaitu satu dalam wujud
> manusia bernama Jesus dengan status Tuhan anak, satu berwujud seperti
> burung merpati (yaitu Tuhan Roh Kudus) dan satunya lagi Tuhan Bapa
> sendiri yang berseru dari sorga dilangit yang sangat tinggi.
>
> Dengan berdasar bukti dari pemaparan Matius diatas, bagaimana bisa
> sampai dunia Kristen mempertahankan argumentasi paham Monotheisme
> didalam sistem ketuhanan mereka ?
>
> Bukti lainnya yang menunjukkan perbedaan antara masing-masing zat
> Tuhan didalam dunia Kristen yang semakin membuktikan keterpisahan
> antara Tuhan yang satu dengan Tuhan yang lainnya dalam kemanunggalan
> mereka.
>
> "Maka kata Jesus sekali lagi: Damai sejahtera bagi kamu! Sama seperti
> Bapa mengutus aku, demikian juga sekarang aku mengutus kamu !; dan
> sesudah berkata demikian, ia (Jesus) menghembusi mereka dan berkata:
> "Terimalah Roh Kudus" !." (Johanes 20:21-22)
>
> Ayat Johanes diatas sebagaimana juga Matius pasal 3 ayat 16 dan 17,
> memaparkan mengenai keterbedaan zat Tuhan anak dan Tuhan Roh Kudus
> sehingga semakin jelas bahwa antara Tuhan Bapa, Tuhan anak dan Tuhan
> Roh Kudus tidak ada ikatan persatuan dan tidak dapat disebut Tuhan
> yang Esa, masing-masing Tuhan memiliki pribadinya sendiri, inilah
> sistem kepercayaan banyak Tuhan (Pluralisme ketuhanan) sebagaimana
> juga yang diyakini oleh orang-orang Yunani maupun Romawi tentang
> keragaman dewa-dewa mereka.
>
> Konsep ini sama dengan konsep 3 makhluk bernama manusia, ada si Amir
> sebagai Bapa, ada si Jhoni sebagai anak dan adapula si Robin,
> ketiganya berbeda pribadi namun tetap memiliki kesatuan, yaitu satu
> dalam wujud, sama-sama manusia, tetapi apakah ketiganya sama ? Tentu
> saja tidak, mereka tetaplah 3 orang manusia.
>
> Tuhan Bapa, Tuhan anak maupun Tuhan Roh Kudus adalah sama-sama Tuhan
> namun mereka tetap 3 sosok Tuhan yang berbeda, inilah sebenarnya
> konsep yang terkandung dalam paham Trinitas atau Tritunggal pada dunia
> Kristen.
>
> Sebagai akhir dari Bab ini, maka kita kemukakan dua hal penting lain
> sebagai pengantar pemikiran kritis bagi orang-orang yang meyakini ide
> Trinitas dan mempercayai akan kemanunggalan Jesus dengan Allah.
>
> Pertama, dunia Kristen Trinitas meyakini bahwa Jesus merupakan anak
> Tuhan sekaligus Tuhan itu sendiri yang lahir menjadi manusia untuk
> menerima penderitaan diatas kayu salib demi menebus kesalahan Adam
> yang telah membuat jarak yang jauh antara Tuhan dengan manusia.
>
> Sekarang, bila memang demikian adanya, bisakah anda menyatakan bahwa
> pada waktu penyaliban terjadi atas diri Jesus maka pada saat yang sama
> Tuhan Bapa (Allah) telah ikut tersalibkan ?
>
> Hal ini perlu diangkat sebagai acuan pemikiran yang benar, bahwa
> ketika Tuhan telah memutuskan diri-Nya untuk terlahir dalam bentuk
> manusia oleh perawan Mariah maka secara otomatis antara Jesus dengan
> Tuhan Bapa tidak berbeda, yang disebut Jesus hanyalah phisik
> manusiawinya saja tetapi isi dari ruhnya adalah Tuhan sehingga hal ini
> menjadikan diri Jesus disebut Tuhan anak.
>
> Dalam keadaan apapun selama tubuh jasmani Jesus masih hidup dan
> melakukan aktivitas layaknya manusia biasa, pada waktu itu Ruh Tuhan
> pun tetap ada dalam badan jasmani tersebut dan tidak bisa dipisahkan,
> sebab jika Ruh Tuhan telah keluar dari badan kasarnya maka saat itu
> juga Jesus mengalami kematian, karena tubuh jasmani telah ditinggalkan
> oleh ruhnya.
>
> Jadi logikanya, sewaktu tubuh jasmaniah Jesus disalibkan, maka zat
> Tuhan juga telah ikut tersalib, artinya secara lebih gamblang, Tuhan
> Bapa telah ikut disalib pada waktu bersamaan (sebab mereka satu
> kesatuan).
>
> Pada waktu tubuh jasmani Jesus bercakap-cakap dengan para murid serta
> para sahabat lainnya maka pada waktu yang bersamaan sebenarnya
> Tuhan-lah yang melakukannya dibalik wadag tersebut.
>
> Dan sekarang bila Jesus mengalami kejadian-kejadian tertentu seperti
> mengutuki pohon Ara karena rasa laparnya namun ia tidak menjumpai
> apa-apa disana selain daun (Matius 21:18-19) maka hal ini menyatakan
> ketidak tahuan dari diri Jesus mengenai segala sesuatu dan
> implikasinya bahwa Tuhan yang mengisi jiwa dari wadag manusia Jesus
> pun bukanlah Tuhan yang sebenarnya, sebab ia tidak bersifat maha
> mengetahui sedangkan pencipta alam semesta ini haruslah Tuhan yang
> mengenal ciptaan-Nya sekalipun itu dalam wujud makhluk paling kecil
> dan hitam yang tidak tampak secara kasat mata berjalan pada malam yang
> paling kelam sekalipun.
>
> Dan pada waktu Jesus merasa sangat ketakutan sampai peluhnya membasahi
> sekujur tubuhnya bagaikan titik-titik darah yang berjatuhan ketanah
> (Lukas 22:44) maka pada saat yang sama kita menyaksikan Tuhan yang
> penuh kecacatan, betapa tidak, Tuhan justru frustasi dan kecewa sampai
> Dia mau mati (Matius 26:38) akibat ketakutan-Nya kepada serangan para
> makhluk ciptaan-Nya sendiri yang seharusnya justru menjadi lemah dan
> bukan ancaman menakutkan dimata Tuhan.
>
> Dan didetik-detik tersebut kita dapati pada Matius pasal 26 ayat 36
> sampai 39 Jesus telah memanjatkan doa yang ditujukan kepada Tuhan.
> Sungguh suatu kejanggalan yang sangat nyata sekali, betapa Tuhan telah
> menjadi makhluk dalam bentuk manusia dan Tuhan itu masih memerlukan
> bantuan dari pihak lain (dalam hal ini Tuhan itu butuh bantuan Tuhan
> juga), disinilah sebenarnya kita melihat kenyataan bahwa Jesus itu
> sendiri bukan Tuhan, dia hanyalah makhluk dan sebagai makhluk maka
> seluruh dirinya terlepas dari unsur-unsur ketuhanan, baik jasmani
> maupun rohaninya.
>
> Karena itu dia pasti membutuhkan bantuan Tuhan yang sebenarnya, Tuhan
> yang Maha Tahu, Tuhan yang Maha Berkuasa atas segala sesuatu dari
> ciptaan-Nya serta Tuhan yang Maha Gagah.
>
> Silahkan anda sebagai penganut paham Trinitas memikirkan hal-hal ini
> secara lebih kritis lagi. Adapun sekarang hal kedua yang ingin saya
> kemukakan sebagai penutup Bab pertama ini adalah sehubungan kembali
> dengan dakwaan Trinitas akan kemanunggalan Jesus dengan Tuhan dan
> mereka itu dianggap sebagai satu kesatuan, sehingga Jesus disebut
> sebagai Tuhan itu sendiri (makanya dikenal sebagai Tuhan Jesus).
>
> Dalam banyak kitab dan pasal pada Perjanjian Baru, kita sebut saja
> misalnya Matius 26:64, Kisah Para Rasul 7:55-56, Roma 8:34 dan
> sebagainya telah disebut bahwa Jesus sebagai Tuhan anak telah duduk
> disebelah kanan Tuhan Bapa, artinya mereka berdua (antara Tuhan Bapa
> dengan Tuhan anak) merupakan dua Tuhan yang berbeda, tidakkah ini
> menyalahi sendiri konsep kemanunggalan Jesus pada Tuhan Bapa yang
> diklaim oleh pihak Trinitas sendiri ?
>
> Bukankah semakin jelas kita melihat ada dua Tuhan dan bukan satu
> Tuhan, dan jika paham satu Tuhan disebut sebagai Tauhid atau
> Monotheisme maka sistem banyak Tuhan (lebih dari satu Tuhan) disebut
> sebagai Pluralisme Tuhan atau Polytheisme.
>
> Semoga hal ini bisa membawa anda kepada pemikiran yang benar, logis
> serta penuh kedamaian kembali kepada ajaran yang bisa anda terima
> secara lurus... ISLAM.
>
>
>
>
>
> ARMANSYAH
>
> http://arsiparmansyah.wordpress.com
>
> http://www.facebook.com/armansyah
>
>
> Catatan : Posting ini boleh diteruskan kemana saja selama itu
> bermanfaat bagi kemaslahatan umat Islam dan pencerahan kepada semua
> orang yang membutuhkannya dengan tetap menyertakan sumber
> pengambilannya dengan lengkap agar siapapun yang ingin secara langsung
> mendiskusikan ataupun melakukan sanggahan-sanggahan dapat
> menghubungi penulis secara langsung dan tidak membuatnya bingung yang
> bisa jadi menghalangi semangat pembelajarannya terhadap kebenaran yang
> sudah sampai.
>
> Copyright hanya ada pada ALLAH, sumber semua kebenaran
>
>
>
>
> --
> Salamun 'ala manittaba al Huda
>
>
>
> ARMANSYAH
>
>
> --
> -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
> Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
> dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
>
> Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang
> berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
>
> Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
> Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
> Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
> Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
> -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-


--
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125

Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63

Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-

No comments:

Post a Comment