konsep trinitas itu 1 pribadi memecah diri jadi 3 ya? kaya shadow clone
di naruto itu ya?
Atau ada konsep yang lain? Kalau di naruto ada konsep lain kalau nggak
salah konsep pain(musuhnya naruto), jadi di konsep pain ini dia tetep
ada di suatu tempat yang tidak terlihat musuh, dan untuk ketemu musuh
atau temannya sendiri dia membuat wujud yang berbeda-beda, dan tiap
wujud mempunyai kemampuan masing-masing yang dikontrol sama pain di
tempat lain. Atau kaya gitu ya konsepnya?
Btw aku nanya lho ini zal karena aku nggak ngerti tentang agamamu.
On Mon, 2010-06-14 at 20:00 -0700, rizal lingga wrote:
> Saya sudah capek menjelaskan tentang Trinitas kepada kalian Muslim.
> Jadi akhirnya saya memutuskan mengatakan saja apa yang saya percayai.
> Yang jelas kita mempermasalahkan jumlah Tuhan yang tidak terlihat itu.
> Menurut Islam tuhan yang benar itu jumlahnya satu, titik. Menurut
> Kristen Tuhan yang benar itu juga jumlahnya satu tapi menyatakan
> dirinya dengan 3 cara. Tuhan yang terlihat dan pernah menjadi manusia
> hanyalah Yesus Kristus. Dialah Firman Tuhan, gambaran yang tepat dari
> Tuhan yang tidak kelihatan. Dialah yang akan menghakimi seluruh
> manusia dan setan-setan nanti pada waktu Kiamat. Didalam Nama Yesus
> Keselamatan manusia diberikan, didalam nama Yesus penyakit-penyakit
> disembuhkan, didalam nama Yesus setan-setan diusir. Itulah sebabnya
> Dia itu TUHAN. Saya sudah melihat dan mengalami sendiri kuasa nama
> Yesus ini. AMIN.
>
> --- On Tue, 6/15/10, Muhammad Amir Rosyidi <rosyid2007@gmail.com>
> wrote:
>
>
> From: Muhammad Amir Rosyidi <rosyid2007@gmail.com>
> Subject: Re: Rizal Lingga : Sedikitnya ada 2 Tuhan [Re:
> [Milis_Iqra] Re: Orang Kristen Masuk Sorga?]
> To: milis_iqra@googlegroups.com
> Date: Tuesday, June 15, 2010, 9:27 AM
>
> 2 jempol deh buat rizal yang sudah to the point, nggak
> berputar-putar
> seperti biasanya.
>
> On Tue, 2010-06-15 at 09:16 +0700, Armansyah wrote:
> > Alhamdulillah, anda sudah membenarkan bila Kristen
> sebenarnya punya
> > sedikitnya 2 oknum Tuhan yang memang berbeda. Pernyataan
> anda terbaru
> > mengenai penambahan satu lagi yaitu Roh Kudus membuatnya
> semakin
> > lengkap, 3 Tuhan yang berbeda.
> >
> > Terimakasih Rizal atas kejujurannya, saya harap dari sini
> maka para
> > sahabat dan rekan-rekan milis_Iqra sekalian, khususnya yang
> Muslim,
> > beliau sudah mengakui tentang konsepsi tuhan yang diyakini
> oleh Rizal
> > dalam kekristenannya. Jadi, ini sudah cukup rasanya dengan
> sendirinya
> > menjawab semua polemik yang seakan tidak berkesudahan selama
> ini
> > menyangkut Trinitas.
> >
> > Dibawah ini adalah artikel lama saya mengenai hal tersebut
> yang
> > Alhamdulillah akhirnya mendapat titik terang
> kebenarannya ... Semoga
> > anda mendapatkan petunjuk kedalam Islam, Rizal.
> >
> >
> >
> >
> > 2010/6/14 rizal lingga <nyomet123@yahoo.com>
> >
> > YA, BENAR. Satu lagi tidak pernah bisa
> dilihat: Roh
> > Kudus. Tiga Oknum SATU Hakikat.
> >
> > --- On Mon, 6/14/10, Armansyah
> > <armansyah.skom@gmail.com> wrote:
> >
> >
> > From: Armansyah
> <armansyah.skom@gmail.com>
> >
> > Subject: Rizal Lingga : Sedikitnya
> ada 2 Tuhan
> > [Re: [Milis_Iqra] Re: Orang Kristen
> Masuk
> > Sorga?]
> >
> > To: milis_iqra@googlegroups.com
> >
> > Date: Monday, June 14, 2010, 9:36 AM
> >
> >
> >
> > 2010/6/11 rizal lingga
> <nyomet123@yahoo.com>
> >
> > Dia (Bapa) melihat saja
> penghakiman
> > yang dilakukan oleh anakNya,
> Yesus
> > Hakim Manusia. mengapa Yesus
> yang
> > menjadi hakim manusia
> disebabkan
> > karena Dia pernah menjadi
> manusia,
> > jadi mengerti segala aspek
> yang ada
> > pada manusia.
> >
> >
> >
> >
> > [Arman] : Hm, Rizal, Maaf jika tidak
> berkenan.
> > sebentar saya tergelitik untuk
> sedikit
> > memberikan komentar ...
> >
> > Jadi dari kalimat anda diatas ini,
> sedikitnya
> > Tuhan yang ada dalam konsepsi
> Kristen yang
> > anda percayai ada 2 oknum yaitu Bapa
> dan Anak.
> > Jelas dari kalimat anda sendiri
> tersebut
> > diatas, Tuhan Bapa dan Tuhan anak
> berbeda.
> > Benar ?
> >
> > Anda cukup menjawab benar atau tidak
> saja kali
> > ini karena semuanya sudah jelas,
> saya hanya
> > meminta ketegasan anda terhadap
> kata-kata anda
> > sendiri.
> >
> >
> > --
> > Salamun 'ala manittaba al Huda
> >
> >
> >
> > ARMANSYAH
> >
> > --
> >
> -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
> > Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan
> hikmah dan
> > pelajaran yang baik
> > dan bantahlah mereka dengan cara
> yang lebih
> > baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
> >
> > Berilah mereka pelajaran, dan
> katakanlah
> > kepada mereka perkataan yang
> berbekas pada
> > jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
> >
> > Gabung :
> Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
> > Keluar :
> >
> Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
> > Situs 1 :
> >
> http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
> > Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
> >
> -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
> >
> >
> >
> >
> >
> > Analisa Doktrin Trinitas
> > Oleh : Armansyah
> > ----------------------------
> >
> > Salamun 'ala manittaba al Huda
> > Keselamatan kepada mereka yang mengikuti petunjuk
> >
> > Telah umum dalam pemahaman orang-orang Kristen bahwa Tuhan
> dikonsepkan
> > menjadi 3 oknum, yaitu : Tuhan Bapa (God the Father), Tuhan
> anak
> > (Jesus the Christ) dan Tuhan Roh Kudus (The Holy Spirit);
> Dan
> > ketiga-tiga oknum ini didalam keyakinan mereka merupakan
> sehakikat dan
> > satu dalam kesatuannya.
> >
> > Adanya kehadiran Jesus yang disebut sebagai Tuhan anak (The
> Son of
> > God) didalam salah satu unsur ke-Tuhanan Kristen, tidak
> hanya
> > dipandang sebagai kiasan (metafora), namun lebih cenderung
> dalam arti
> > yang sebenarnya. Oleh karena perkataan Tuhan anak disini
> digunakan
> > dalam arti yang sebenarnya, maka perkataan "Tuhan Bapa"
> disini
> > seharusnya juga digunakan pula dalam arti "Bapa" yang
> sesungguhnya,
> > sebab dengan demikian pemahaman ini menjadi benar.
> >
> > Namun hal ini akan menjadikan suatu hal yang mustahil untuk
> dapat
> > diterima oleh akal sehat !
> >
> > Karena diri "anak" yang sebenarnya dari sesuatu, adalah
> mustahil akan
> > memiliki suatu zat dengan diri sang "Bapa" yang sesungguhnya
> dari
> > sesuatu itu juga.
> >
> > Sebab pada ketika "zat" yang satu itu disebut anak, tidak
> dapat ketika
> > itu juga "zat" yang satu ini disebut sebagai Bapa.
> Begitupula
> > sebaliknya, yaitu pada ketika zat yang satu itu disebut
> sebagai Bapa,
> > tidak dapat ketika itu kita sebut zat yang sama ini sebagai
> anak dari
> > Bapa itu.
> >
> > Ketika zat yang satu ini kita sebut sebagai Bapa, maka
> dimanakah zat
> > anak ?
> > Tentunya kita semua sepakat bahwa kata apapun yang kita
> pakai dalam
> > membicarakan Tuhan itu semata sebagai pengganti kata DIA
> (yaitu kata
> > ganti yang tentu saja memang ada kata yang digantikannya),
> dan kata
> > ZAT dalam konteks pembicaraan kita disini bukanlah kata zat
> yang dapat
> > dibagi menjadi zat zair, padat dan gas.
> >
> > Oleh karena dunia Kristen memiliki konsep pluralitas Tuhan
> dalam satu
> > zat, maka disini telah terjadi suatu dilema yang sukar dan
> untuk
> > menjawab hal ini, mereka selalu melarikan diri pada
> jawaban :
> > "Misteri Tuhan yang sulit diungkapkan."
> >
> > Suatu pernyataan yang mencoba menutupi ketidak berdayaan
> penganut
> > Kristen didalam memberikan pemahaman mengenai doktrin
> keTuhanan mereka
> > yang bertentangan dengan akal sehat.
> >
> > Disatu sisi mereka memberikan kesaksian akan ke-Esaan dari
> Allah,
> > namun pada sisi lain mereka juga dipaksa untuk menerima
> kehadiran
> > unsur lain sebagai Tuhan selain Allah yang satu itu,
> logikanya adalah,
> > jika disebut zat Tuhan Bapa lain dari zat Tuhan anak, maka
> akan nyata
> > pula bahwa Tuhan itu tidak Esa lagi tetapi sudah menjadi dua
> (dualisme
> > keTuhanan dan bukan Monotheisme).
> >
> > Begitu pula dengan masuknya unsur ketuhanan yang ketiga,
> yaitu Roh
> > Kudus, sehingga semakin menambah oknum ketuhanan yang satu
> menjadi
> > tiga oknum yang berbeda satu dengan yang lainnya sehingga
> mau tidak
> > mau pengakuan tentang ke-Esaan Tuhan (prinsip Monotheisme)
> akan
> > menjadi sirna.
> >
> > Khusus mengenai diri Tuhan Roh Kudus sendiri, didalam kitab
> Bible
> > (di-Indonesia sering disebut al-kitab) kadangkala
> digambarkan sebagai
> > api, sebagai burung dan lain sebagainya. Dan Tuhan Roh Kudus
> ini
> > menurut kitab Perjanjian Lama (bagian awal dari al-Kitab)
> sudah
> > seringkali hadir ditengah-tengah manusia, baik sebelum
> kelahiran
> > Jesus, masa keberadaan Jesus ditengah para murid-muridnya
> hingga
> > masa-masa setelah ketiadaan Jesus pasca penyaliban.
> >
> > Dan menghadapi hal ini, kembali kita sebutkan bahwa unsur
> Tuhan sudah
> > terpecah kedalam tiga zat yang berbeda. Sebab jika tetap
> dikatakan
> > masih dalam satu zat (satu kesatuan), maka ketika itu juga
> terjadilah
> > zat Tuhan Bapa adalah zat Tuhan anak kemudian zat Tuhan anak
> dan zat
> > Tuhan Bapa itu adalah juga zat dari Tuhan Roh Kudus.
> >
> > Pertanyaannya sekarang, sewaktu zat yang satu disebut Bapa,
> dimanakah
> > anak ?
> > Dan sewaktu zat yang yang satu disebut sebagai Tuhan anak,
> maka
> > dimanakah Tuhan Bapa serta Tuhan Roh Kudus ? Oleh sebab itu
> haruslah
> > disana terdapat tiga wujud Tuhan dalam tiga zat yang
> berbeda.
> >
> > Sebab yang memperbedakan oknum yang pertama dengan oknum
> yang kedua
> > adalah 'keanakan' dan 'keBapaan'. Sedang anak bukan Bapa dan
> Bapa
> > bukan anak !
> > Jadi nyata kembali bahwa Tuhan sudah tidak Esa lagi.
> >
> > Oleh karena itulah setiap orang yang mau mempergunakan akal
> pikirannya
> > dengan baik dan benar akan menganggap bahwa ajaran Trinitas,
> bukanlah
> > bersifat Monotheisme atau meng-Esakan Tuhan melainkan lebih
> condong
> > kepada paham Polytheisme (sistem kepercayaan banyak Tuhan).
> >
> > Dengan begitu, maka nyata sudah bahwa ajaran itu
> bertentangan dengan
> > ajaran semua Nabi-nabi yang terdahulu yang mengajarkan bahwa
> Tuhan itu
> > adalah Esa dalam arti yang sebenarnya.
> >
> > Kita dapati dari kitab Perjanjian Lama, Perjanjian Baru
> (khususnya 4
> > Injil) sampai kepada kitab suci umat Islam yaitu al-Qur'an,
> tidak
> > didapati konsep pluralitas ketuhanan sebagaimana yang ada
> pada dunia
> > Kristen itu sendiri.
> >
> > Pada masanya, Adam tidak pernah menyebut bahwa Tuhan itu ada
> tiga,
> > demikian pula dengan Abraham, Daud, Musa, dan nabi-nabi
> sebelum mereka
> > sampai pada Jesus sendiri juga tidak pernah mengajarkan asas
> > ke-Tritunggalan Tuhan, apalagi dengan apa yang diajarkan
> oleh Nabi
> > Muhammad Saw.
> >
> > Lebih jauh lagi bila kita analisa konsep Trinitas ini
> menyebutkan
> > bahwa oknum Tuhan yang pertama terbeda dengan Ke-Bapaan,
> karena itu ia
> > disebut sebagai Tuhan Bapa (Dia dianggap sebagai Tuhan yang
> lebih
> > tua), sementara oknum Tuhan kedua terbeda dengan Keanakan
> yang lahir
> > menjadi manusia bernama Jesus dalam pengertian singkatnya
> bahwa Tuhan
> > anak baru ada setelah adanya Tuhan Bapa, karena itu ia
> disebut sebagai
> > sang anak.
> >
> > Hal yang paling menarik lagi adalah tentang oknum Tuhan
> ketiga yaitu
> > Roh Kudus yang justru terbeda sifatnya dengan keluarnya
> bagian dirinya
> > dari Tuhan Bapa dan Tuhan anak, sehingga Bapa bukan anak dan
> anak
> > bukan pula Bapak atau Roh Kudus.
> >
> > Apabila sesuatu menjadi titik perbedaan sekaligus titik
> keistimewaan
> > pada satu oknum, maka perbedaan dan keistimewaan itu harus
> juga ada
> > pada zat oknum tersebut. Misalnya, satu oknum memiliki
> perbedaan dan
> > keistimewaan menjadi anak, maka zatnya harus turut menjadi
> anak.
> >
> > Artinya zat itu adalah zat anak, sebab oknum tersebut tidak
> dapat
> > terpisah daripada zatnya sendiri. Apabila perbedaan dan
> keistimewaan
> > itu ada pada zatnya, maka ia harus adapula pada zat Tuhan,
> karena zat
> > keduanya hanya satu.
> >
> > Oleh karena sesuatu tadi menjadi perbedaan dan keistimewaan
> pada satu
> > oknum maka ia tidak mungkin ada pada oknum yang lain.
> >
> > Menurut misal tadi, keistimewaan menjadi anak tidak mungkin
> ada pada
> > oknum Bapa.
> > Apabila ia tidak ada pada oknum Bapa, maka ia tidak ada pada
> zatnya.
> > Apabila ia tidak ada pada zatnya, maka ia tidak ada pada zat
> Allah.
> > Karena zat Bapa dengan zat Tuhan adalah satu (unity).
> >
> > Dengan demikian terjadilah pada saat yang satu, ada sifat
> keistimewaan
> > tersebut pada zat Tuhan dan tidak ada sifat keistimewaan itu
> pada zat
> > Tuhan.
> >
> > Misalnya, Tuhan anak lahir menjadi manusia.
> > Apabila Tuhan anak menjadi manusia, maka zat Tuhan Bapa
> harus menjadi
> > manusia karena zat mereka satu (sesuai dengan prinsip
> Monotheisme).
> > Namun kenyataannya menurut dunia kekristenan bahwa Tuhan
> Bapa tidak
> > menjadi manusia. Dengan demikian berarti zat Tuhan Allah
> tidak menjadi
> > manusia.
> >
> > Maka pada saat zat Tuhan Allah akan disebut menjadi manusia
> dan zat
> > Tuhan Allah tidak menjadi manusia, maka ini menjadi dua yang
> > bertentangan dan suatu konsep yang mustahil.
> >
> > Ajaran Trinitas yang mengakui adanya Tuhan Bapa, Tuhan anak
> dan Tuhan
> > Roh Kudus hanya dapat dipelajari dan dapat diterima secara
> baik hanya
> > jika dunia Kristen mendefenisikannya sebagai 3 sosok Tuhan
> yang
> > berbeda dan terlepas satu sama lainnya, dalam pengertian
> diakui bahwa
> > Tuhan bukan Esa, melainkan tiga (Trialisme).
> >
> > Siapapun tidak akan menolak bahwa Tuhan bersifat abadi,
> Alpha dan
> > Omega, tidak berawal dan tidak berakhir, namun keberadaan
> Tuhan yang
> > menjadi anak dan lahir dalam wujud manusia telah memupus
> keabadian
> > sifat Tuhan didalam dunia Kristen, karena nyata ada Bapa dan
> ada anak
> > alias telah ada Tuhan pertama yang lebih dulu ada yang
> disebut sebagai
> > Tuhan tertinggi dan ada pula Tuhan yang baru ada setelah
> Tuhan yang
> > pertama tadi ada.
> >
> > Akal manusia dapat membenarkan, jika Bapa dalam pengertian
> yang
> > sebenarnya harus lebih dahulu ada daripada anaknya.
> >
> > Akal manusia akan membantah bahwa anak lebih dahulu daripada
> Bapa atau
> > sang anak bersama-sama ada dengan Bapa, sebab bila demikian
> adanya
> > tentu tidak akan muncul istilah Bapa maupun anak.
> >
> > Apabila Tuhan Bapa telah terpisah dengan Tuhan anak dari
> keabadiannya,
> > maka Tuhan anak itu tidak dapat disebut 'diperanakkan' oleh
> Tuhan
> > Bapa. sebab Tuhan Bapa dan Tuhan anak ketika itu sama-sama
> abadi,
> > Alpha dan Omega, sama-sama tidak berpermulaan dan tidak ada
> yang lebih
> > dahulu dan yang lebih kemudian hadirnya.
> >
> > Apabila ia disebut diperanakkan, maka yang demikian
> menunjukkan bahwa
> > ia adanya terkemudian daripada Bapa. Karena sekali lagi,
> anak yang
> > sebenarnya harus ada terkemudian daripada Bapa yang
> sebenarnya.
> >
> > Apabila antara Tuhan Bapa serta Tuhan anak telah terbeda
> dari
> > kekekalan, maka Tuhan Roh Kudus pun telah terbeda pula dari
> > kekekalannya masing-masing, mereka bukan satu kesatuan
> tetapi 3 unsur
> > yang berbeda.
> >
> > Kenyataan ini justru didukung penuh oleh kitab Perjanjian
> Baru
> > sendiri, bukti pertama bisa kita baca dalam Injil karangan
> Matius
> > pasal 3 ayat 16 sampai 17 :
> >
> > "Sesudah dibaptis, Jesus segera keluar dari air dan pada
> waktu itu
> > juga langit terbuka dan ia (Jesus) melihat Roh Allah seperti
> burung
> > merpati hinggap ke atasnya, lalu terdengarlah suara dari
> sorga (apakah
> > sorga = langit? :-red) yang mengatakan: "Inilah Anak-Ku yang
> Kukasihi,
> > kepada-Nyalah Aku berkenan." (Matius 3:16-17)
> >
> > Pada ayat diatas secara langsung kita melihat keberadaan 3
> oknum dari
> > zat Tuhan yang berbeda secara bersamaan, yaitu satu dalam
> wujud
> > manusia bernama Jesus dengan status Tuhan anak, satu
> berwujud seperti
> > burung merpati (yaitu Tuhan Roh Kudus) dan satunya lagi
> Tuhan Bapa
> > sendiri yang berseru dari sorga dilangit yang sangat tinggi.
> >
> > Dengan berdasar bukti dari pemaparan Matius diatas,
> bagaimana bisa
> > sampai dunia Kristen mempertahankan argumentasi paham
> Monotheisme
> > didalam sistem ketuhanan mereka ?
> >
> > Bukti lainnya yang menunjukkan perbedaan antara
> masing-masing zat
> > Tuhan didalam dunia Kristen yang semakin membuktikan
> keterpisahan
> > antara Tuhan yang satu dengan Tuhan yang lainnya dalam
> kemanunggalan
> > mereka.
> >
> > "Maka kata Jesus sekali lagi: Damai sejahtera bagi kamu!
> Sama seperti
> > Bapa mengutus aku, demikian juga sekarang aku mengutus
> kamu !; dan
> > sesudah berkata demikian, ia (Jesus) menghembusi mereka dan
> berkata:
> > "Terimalah Roh Kudus" !." (Johanes 20:21-22)
> >
> > Ayat Johanes diatas sebagaimana juga Matius pasal 3 ayat 16
> dan 17,
> > memaparkan mengenai keterbedaan zat Tuhan anak dan Tuhan Roh
> Kudus
> > sehingga semakin jelas bahwa antara Tuhan Bapa, Tuhan anak
> dan Tuhan
> > Roh Kudus tidak ada ikatan persatuan dan tidak dapat disebut
> Tuhan
> > yang Esa, masing-masing Tuhan memiliki pribadinya sendiri,
> inilah
> > sistem kepercayaan banyak Tuhan (Pluralisme ketuhanan)
> sebagaimana
> > juga yang diyakini oleh orang-orang Yunani maupun Romawi
> tentang
> > keragaman dewa-dewa mereka.
> >
> > Konsep ini sama dengan konsep 3 makhluk bernama manusia, ada
> si Amir
> > sebagai Bapa, ada si Jhoni sebagai anak dan adapula si
> Robin,
> > ketiganya berbeda pribadi namun tetap memiliki kesatuan,
> yaitu satu
> > dalam wujud, sama-sama manusia, tetapi apakah ketiganya
> sama ? Tentu
> > saja tidak, mereka tetaplah 3 orang manusia.
> >
> > Tuhan Bapa, Tuhan anak maupun Tuhan Roh Kudus adalah
> sama-sama Tuhan
> > namun mereka tetap 3 sosok Tuhan yang berbeda, inilah
> sebenarnya
> > konsep yang terkandung dalam paham Trinitas atau Tritunggal
> pada dunia
> > Kristen.
> >
> > Sebagai akhir dari Bab ini, maka kita kemukakan dua hal
> penting lain
> > sebagai pengantar pemikiran kritis bagi orang-orang yang
> meyakini ide
> > Trinitas dan mempercayai akan kemanunggalan Jesus dengan
> Allah.
> >
> > Pertama, dunia Kristen Trinitas meyakini bahwa Jesus
> merupakan anak
> > Tuhan sekaligus Tuhan itu sendiri yang lahir menjadi manusia
> untuk
> > menerima penderitaan diatas kayu salib demi menebus
> kesalahan Adam
> > yang telah membuat jarak yang jauh antara Tuhan dengan
> manusia.
> >
> > Sekarang, bila memang demikian adanya, bisakah anda
> menyatakan bahwa
> > pada waktu penyaliban terjadi atas diri Jesus maka pada saat
> yang sama
> > Tuhan Bapa (Allah) telah ikut tersalibkan ?
> >
> > Hal ini perlu diangkat sebagai acuan pemikiran yang benar,
> bahwa
> > ketika Tuhan telah memutuskan diri-Nya untuk terlahir dalam
> bentuk
> > manusia oleh perawan Mariah maka secara otomatis antara
> Jesus dengan
> > Tuhan Bapa tidak berbeda, yang disebut Jesus hanyalah phisik
> > manusiawinya saja tetapi isi dari ruhnya adalah Tuhan
> sehingga hal ini
> > menjadikan diri Jesus disebut Tuhan anak.
> >
> > Dalam keadaan apapun selama tubuh jasmani Jesus masih hidup
> dan
> > melakukan aktivitas layaknya manusia biasa, pada waktu itu
> Ruh Tuhan
> > pun tetap ada dalam badan jasmani tersebut dan tidak bisa
> dipisahkan,
> > sebab jika Ruh Tuhan telah keluar dari badan kasarnya maka
> saat itu
> > juga Jesus mengalami kematian, karena tubuh jasmani telah
> ditinggalkan
> > oleh ruhnya.
> >
> > Jadi logikanya, sewaktu tubuh jasmaniah Jesus disalibkan,
> maka zat
> > Tuhan juga telah ikut tersalib, artinya secara lebih
> gamblang, Tuhan
> > Bapa telah ikut disalib pada waktu bersamaan (sebab mereka
> satu
> > kesatuan).
> >
> > Pada waktu tubuh jasmani Jesus bercakap-cakap dengan para
> murid serta
> > para sahabat lainnya maka pada waktu yang bersamaan
> sebenarnya
> > Tuhan-lah yang melakukannya dibalik wadag tersebut.
> >
> > Dan sekarang bila Jesus mengalami kejadian-kejadian tertentu
> seperti
> > mengutuki pohon Ara karena rasa laparnya namun ia tidak
> menjumpai
> > apa-apa disana selain daun (Matius 21:18-19) maka hal ini
> menyatakan
> > ketidak tahuan dari diri Jesus mengenai segala sesuatu dan
> > implikasinya bahwa Tuhan yang mengisi jiwa dari wadag
> manusia Jesus
> > pun bukanlah Tuhan yang sebenarnya, sebab ia tidak bersifat
> maha
> > mengetahui sedangkan pencipta alam semesta ini haruslah
> Tuhan yang
> > mengenal ciptaan-Nya sekalipun itu dalam wujud makhluk
> paling kecil
> > dan hitam yang tidak tampak secara kasat mata berjalan pada
> malam yang
> > paling kelam sekalipun.
> >
> > Dan pada waktu Jesus merasa sangat ketakutan sampai peluhnya
> membasahi
> > sekujur tubuhnya bagaikan titik-titik darah yang berjatuhan
> ketanah
> > (Lukas 22:44) maka pada saat yang sama kita menyaksikan
> Tuhan yang
> > penuh kecacatan, betapa tidak, Tuhan justru frustasi dan
> kecewa sampai
> > Dia mau mati (Matius 26:38) akibat ketakutan-Nya kepada
> serangan para
> > makhluk ciptaan-Nya sendiri yang seharusnya justru menjadi
> lemah dan
> > bukan ancaman menakutkan dimata Tuhan.
> >
> > Dan didetik-detik tersebut kita dapati pada Matius pasal 26
> ayat 36
> > sampai 39 Jesus telah memanjatkan doa yang ditujukan kepada
> Tuhan.
> > Sungguh suatu kejanggalan yang sangat nyata sekali, betapa
> Tuhan telah
> > menjadi makhluk dalam bentuk manusia dan Tuhan itu masih
> memerlukan
> > bantuan dari pihak lain (dalam hal ini Tuhan itu butuh
> bantuan Tuhan
> > juga), disinilah sebenarnya kita melihat kenyataan bahwa
> Jesus itu
> > sendiri bukan Tuhan, dia hanyalah makhluk dan sebagai
> makhluk maka
> > seluruh dirinya terlepas dari unsur-unsur ketuhanan, baik
> jasmani
> > maupun rohaninya.
> >
> > Karena itu dia pasti membutuhkan bantuan Tuhan yang
> sebenarnya, Tuhan
> > yang Maha Tahu, Tuhan yang Maha Berkuasa atas segala sesuatu
> dari
> > ciptaan-Nya serta Tuhan yang Maha Gagah.
> >
> > Silahkan anda sebagai penganut paham Trinitas memikirkan
> hal-hal ini
> > secara lebih kritis lagi. Adapun sekarang hal kedua yang
> ingin saya
> > kemukakan sebagai penutup Bab pertama ini adalah sehubungan
> kembali
> > dengan dakwaan Trinitas akan kemanunggalan Jesus dengan
> Tuhan dan
> > mereka itu dianggap sebagai satu kesatuan, sehingga Jesus
> disebut
> > sebagai Tuhan itu sendiri (makanya dikenal sebagai Tuhan
> Jesus).
> >
> > Dalam banyak kitab dan pasal pada Perjanjian Baru, kita
> sebut saja
> > misalnya Matius 26:64, Kisah Para Rasul 7:55-56, Roma 8:34
> dan
> > sebagainya telah disebut bahwa Jesus sebagai Tuhan anak
> telah duduk
> > disebelah kanan Tuhan Bapa, artinya mereka berdua (antara
> Tuhan Bapa
> > dengan Tuhan anak) merupakan dua Tuhan yang berbeda,
> tidakkah ini
> > menyalahi sendiri konsep kemanunggalan Jesus pada Tuhan Bapa
> yang
> > diklaim oleh pihak Trinitas sendiri ?
> >
> > Bukankah semakin jelas kita melihat ada dua Tuhan dan bukan
> satu
> > Tuhan, dan jika paham satu Tuhan disebut sebagai Tauhid atau
> > Monotheisme maka sistem banyak Tuhan (lebih dari satu Tuhan)
> disebut
> > sebagai Pluralisme Tuhan atau Polytheisme.
> >
> > Semoga hal ini bisa membawa anda kepada pemikiran yang
> benar, logis
> > serta penuh kedamaian kembali kepada ajaran yang bisa anda
> terima
> > secara lurus... ISLAM.
> >
> >
> >
> >
> >
> > ARMANSYAH
> >
> > http://arsiparmansyah.wordpress.com
> >
> > http://www.facebook.com/armansyah
> >
> >
> > Catatan : Posting ini boleh diteruskan kemana saja selama
> itu
> > bermanfaat bagi kemaslahatan umat Islam dan pencerahan
> kepada semua
> > orang yang membutuhkannya dengan tetap menyertakan sumber
> > pengambilannya dengan lengkap agar siapapun yang ingin
> secara langsung
> > mendiskusikan ataupun melakukan sanggahan-sanggahan dapat
> > menghubungi penulis secara langsung dan tidak membuatnya
> bingung yang
> > bisa jadi menghalangi semangat pembelajarannya terhadap
> kebenaran yang
> > sudah sampai.
> >
> > Copyright hanya ada pada ALLAH, sumber semua kebenaran
> >
> >
> >
> >
> > --
> > Salamun 'ala manittaba al Huda
> >
> >
> >
> > ARMANSYAH
> >
> >
> > --
> >
> -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
> > Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran
> yang baik
> > dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16
> an-Nahl :125
> >
> > Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka
> perkataan yang
> > berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
> >
> > Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
> > Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
> > Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
> > Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
> >
> -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
>
>
> --
> -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
> Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang
> baik
> dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16
> an-Nahl :125
>
> Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka
> perkataan yang berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
>
> Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
> Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
> Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
> Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
> -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
>
>
>
>
> --
> -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
> Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
> dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
>
> Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang
> berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
>
> Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
> Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
> Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
> Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
> -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
--
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
No comments:
Post a Comment