Surabaya - Jika bulan Ramadhan sebelumnya antara PBNU dengan Muhammadiyah selalu berbeda. Namun pada bulan puasa kali ini, PWNU dan PW Muhammadiyah Jatim kompak awal puasa pada Rabu, 11 Agustus 2010.
Hal itu merupakan hasil dari perhitungan Hisab, pada Selasa, 10 Agustus mendatang yang diperkirakan akan terlihat hilal (bulan) di titik 3,38 derajat (di atas garis pandang terbenamnya matahari) dengan lama posisi di ufuk (di posisi matahari terbenam) sekitar 14,32 menit.
Anggota Badan Hisap dan Rukyat PWNU Jatim Sholeh Hayat, Senin (12/7) mengatakan, penetapan tersebut merupakan hasil pembahasan Hisab (perhitungan matematis) dan Rukyat (melihat hilal atau bulan) yang telah dilakukan PWNU.
"Dengan posisi ini, hilal dipastikan akan terlihat sehingga keesokan harinya, atau pada Rabu 11 Agustus bisa ditetapkan sebagai awal Ramadhan. Kalau menjelang Maghrib hilal terlihat, besoknya berarti kan sudah puasa," ungkap Sholeh yang juga Wakil Ketua PWNU Jatim ini.
Selain itu, menurut dia, berdasarkan rujukan dari 21 kitab kuning tentang astronomi yang biasa dipakai NU, bulan Syaban akan berakhir pada 10 Agustus, sehingga pada 11 Agustus sudah masuk bulan Ramadhan.
Kendati demikian, pada 10 Agustus 2010 nanti, PWNU tetap akan melakukan Rukyatul Hilal di beberapa lokasi, di antaranya di menara Masjid Agung Surabaya, Pantai Tanjung Kodok Lamongan, Pantai Kenjeran Surabaya, Pantai Sraung Pacitan, Pantai Ambet Pamekasan, Pantai Plengkung Banyuwangi dan Pantai Serang Blitar. "Melihat hilal akan tetap kita lakukan," tegas Sholeh.
Hal itu merupakan hasil dari perhitungan Hisab, pada Selasa, 10 Agustus mendatang yang diperkirakan akan terlihat hilal (bulan) di titik 3,38 derajat (di atas garis pandang terbenamnya matahari) dengan lama posisi di ufuk (di posisi matahari terbenam) sekitar 14,32 menit.
Anggota Badan Hisap dan Rukyat PWNU Jatim Sholeh Hayat, Senin (12/7) mengatakan, penetapan tersebut merupakan hasil pembahasan Hisab (perhitungan matematis) dan Rukyat (melihat hilal atau bulan) yang telah dilakukan PWNU.
"Dengan posisi ini, hilal dipastikan akan terlihat sehingga keesokan harinya, atau pada Rabu 11 Agustus bisa ditetapkan sebagai awal Ramadhan. Kalau menjelang Maghrib hilal terlihat, besoknya berarti kan sudah puasa," ungkap Sholeh yang juga Wakil Ketua PWNU Jatim ini.
Selain itu, menurut dia, berdasarkan rujukan dari 21 kitab kuning tentang astronomi yang biasa dipakai NU, bulan Syaban akan berakhir pada 10 Agustus, sehingga pada 11 Agustus sudah masuk bulan Ramadhan.
Kendati demikian, pada 10 Agustus 2010 nanti, PWNU tetap akan melakukan Rukyatul Hilal di beberapa lokasi, di antaranya di menara Masjid Agung Surabaya, Pantai Tanjung Kodok Lamongan, Pantai Kenjeran Surabaya, Pantai Sraung Pacitan, Pantai Ambet Pamekasan, Pantai Plengkung Banyuwangi dan Pantai Serang Blitar. "Melihat hilal akan tetap kita lakukan," tegas Sholeh.
2010/7/28 wawan wahyu <wawan.wahyu@gmail.com>
Kalau hal itu menurut saya itu juga sesuatu yang sudah dimengerti para ahlinya mbak, jadi gak perlu kecewa :-), ini contohnya:Badan Hisab dan Rukyat (BHR) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) telah menyusun jadwal Imsakiyah Ramadhan 1431 H/2010 M dan menetapkan awal Ramadhan untuk Sumut, 11 Agustus 2010. Namun untuk menetapkan awal memulai ibadah puasa Ramadhan 1431 H secara resmi masih menunggu pengumuman Kementerian Agama RI .
"Insya Allah tahun ini peluang untuk perbedaan tidak ada. Mudahan-mudahan semuanya sepakat, sesuai perhitungan seluruh aliran ahli hisab di seluruh Indonesia telah terjadinya ijma' atau kesepakatan, awal Ramadhan 1431 H, jatuh pada Rabu, 11 Agustus 2010," ujar Ketua Tim Ahli Badan Hisab dan Rukyat (BHR) Sumut, Arso, tadi malam.Dijelaskan Arso, berdasarkan ijma' diperkirakan, 10 Agustus 2010 dan malam 11 Agustus 2010 hilal sudah berada di atas ufuk. Sesuai kreteria rukyah mabin menentukan jika kurang dari dua derajat, maka 1 Ramadhan jatuh pada, 11 Agustus 2010. Sedangkan untuk, 1 Syawal diperkirakan jatuh pada Jumat, 10 September 2010.
"Tapi sebagai bangsa yang punya pemimpin, kita memerlukan pengumuman resmi dari Kementerian Agama dalam menentukan awal Ramadhan dan Sawal," sebut Arso.
Masih kata Arso, nanti menjelang hari H awal Ramadhan daerah-daerah, termasuk BHR Sumut kembali melakukan rukyah hilal (observasi) di lapangan. BHR Sumut rencananya akan melakukan observasi di Lantai 9 Kantor Gubernur, Jln Diponegoro Medan.
"Rencana kita melakukan rukyah hilal di lantai sembilan kantor gubernur, tapi ada juga yang usul di tempat pembangunan menara ovservasi di Sicanang. Tapi itu, masih belum pasti, karena pembangunanya belum selesai," papar Arso.
2010/7/28 whe - en <whe.en9999@gmail.com>Bukankah itu pertanyaan saya mas wawan :-) hehehehKenapa tidak mengikuti MUI?karena setahu saya, MUI punya alat, punya ahli,hampir semua golongan terwakili di MUImalah ada yang membuat pengumuman sendiri, sebelum MUI mengumumkanJujur, secara pribadi saya kecewa
On 7/28/10, wawan wahyu <wawan.wahyu@gmail.com> wrote:Pendapat pribadi, menggunakan metode hisab, apalagi dengan bantuan teknologi astronomi yang cukup bagus, hukumnya boleh. Silakan saja. Namun, perlu diingat bahwa hisab bukan alat utama untuk menentukan awal dan akhir dari umur bulan hijriah. Tapi tugasnya adalah untuk mendukung rukyat. Misalnya untuk menentukan kapan dimulai melihat hilal bulan baru. Ini penting agar jangan sampai baru tanggal 28 sudah melihat hilal. Karena sudah pasti tidak ketemu, karena yang dilakukannya itu adalah rukyatul qomar alias melihat bulan. Maka, pengerjaan hisab pun, akhirnya memang harus dilakukan oleh ahli rukyat yang handal dan mumpuni di bidangnya supaya antara hisab dan rukyat itu saling mendukung.MUI sudah menggunakan alat-alat yang canggih dan ahli dalam bidang Ru'yah dan Hisab. Jadi hasilnya lebih akurat, jadi mengapa kita tidak mengikutinya?
2010/7/28 whe - en <whe.en9999@gmail.com>
====Mas wawan,bukankah yang jadi masalah adalah : sudah ada MUI yang diberi wewenang oleh pemerintah menentukan awal dan akhir puasa, namun pada menentukan sendiri sendiri karena tidak puas dengan cara MUI (Majelis Islamic Center) memilih metodenya salah satunya, salah lainnya apa ya? :-)yang jelas ada saja reasonnyahehehehehjangan dianggap serius mas wawan,tapi pendapat mas wawan soal ini silahkan dishare jika tidak keberatan :-)
saya tunggu yach
On 7/28/10, wawan wahyu <wawan.wahyu@gmail.com> wrote:--
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
No comments:
Post a Comment