On Fri, 29 Oct 2010 08:54 ICT whe - en wrote:
>Tenang mas Janu,
>*saya takut koq dengan gank anda yang dibekingi oleh orang2 yang terpandang
>di milis ini hehehehehehhe*
>*uppssss............. sorry, terlalu berani ya saya menentang pendapat anda?
>:-) :-)*
>**
>Mas Janu adalah orang kedua setelah mas Heriyadi ketika menjudge buruk
>seseorang akan tetap pada prasangkanya, padahal sudah diterangkan saya tidak
>pernah membela SBY,
>yang saya lakukan adalah, saya bosan dengan keluh kesah orang yang tidak
>henti hentinya
>karena keluh kesah tok ga kasih solusi adalah energi negatif bagi semua
>orang
>Saya bosan dengan cara anda mengeles :harapan tentang seorang pemimpin" tapi
>kata kata mas janu dan rekan rekan sama sekali tidak menunjukkan harapan, no
>wish on ur sentences, no hope, tidak ada "harapan saya", tidak ada
>"keinginan saya", namun yang jaga image lach, yang mumpug ada kesempatan
>lach, lebay lach, dsb..... dan itu sama sekali bukan harapan.
>dimana harapannya?
>
>OK mas janu,
>jika saya dianggap salah karena mengingatkan anda agar jangan sampai jatuh
>pada ghibah yang dilarang
>silahkan diteruskan
>silahkan ajak rekan rekan mas janu yang sealiran heheheheh
>cukup saya mengingatkan,
>saya yakin semua tahu koq mana kalimat harapan mana kalimat su'udzon, mana
>yang sekedar mencela, dsb
>saya pernah sekolah loch mas Janu (heheheh, walaupun sekolah saya ga tingi
>tinggi amat, ya lumayan lach kalau analisa kalimat saya bisa)
>
>cukup saya mengingatkan, saya berlepas diri seumpama pembicaraan mas Janu
>dan rekan rekan mas Janu jatuh pada ghibah yang dilarang agama karena
>tabirnya begitu tipis.
>silahkan diteruskan,
>
>hanya ini yang bisa saya sampaikan di QS Al Hujuraat (49) : 12
>tapi seruan Allah ini hanya untuk orang yang beriman koq mas janu, yang
>tidak beriman saya kurang tahu:
>
>
>QS Al Hujuraat 49 :12
>
>Hai orang-orang yang beriman:
>
>*jauhilah kebanyakan purba-sangka* , karena sebagian dari purba-sangka itu
>dosa.
>
>*Dan janganlah mencari-cari keburukan orang*
>
>*dan janganlah menggunjingkan satu sama lain*.
>
>*Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah
>mati?* Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada
>Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.
>
>
>
>*"Dari Abu Hurairah Radhiyallahu'anhu sesungguhnya Rasulullah
>shalallahu'alaihi wa Sallam bersabda: "Tahukah kalian apa ghibah itu? Para
>shahabat berkata: "Allah dan Rasul-Nya yang lebih tahu." Kemudian beliau ?
>bersabda: "Engkau menyebutkan sesuatu yang ada pada saudaramu yang dia
>membecinya. Ditanyakan (salah seorang dari para sahabat bertanya
>–pen),"Bagaimana halnya jika apa yang aku katakan itu terdapat pada
>saudaraku?" Beliau shalallahu'alaihiwasalam menjawab : "Jika yang engkau
>sebutkan tadi benar-benar ada pada saudaramu sungguh engkau telah berbuat
>ghibah, sedangkan jika itu tidak benar maka engkau telah membuat kedustaan
>atasnya."** *(HR. Muslim ( 2577 ) dalam Al-Birr wa ash-Shilah wa al-Adaab.
>Lihat Bulughul Mahram cet. pustaka as-Sunnah 2007 .Hal 734)
>Mas Janu dan Mas Heriyadi,
>ketika anda membicarakan pak SBY dan yang lainnya, pernahkah terpikir untuk
>apa membicarakannya?
>Saya tidak menggurui, saya yakin anda berdua lebih tahu agama dibanding saya
>termasuk hadits di bawah ini
>
>
>
>sabda Rasulullah *shalallahu'alaihiwasalam* dari shahabat Sa'id bin Zaid *
>radiyallu'anhu*,
>*"Sesungguhnya termasuk riba yang paling besar (dalam riwayat lain: termasuk
>dari sebesar besarnya dosa besar) adalah memperpanjang dalam membeberkan aib
>saudaranya muslim tanpa alasan yang benar."* (HR. Abu Dawud no. 4866-4967)
>
>
>
>Apa alasannya?
>
>termasuk dalam hal yang diperbolehkan oleh Allah dan Rasul-Nya, atau sekedar
>membuka aib? karena itu dilarang Allah & Rasul-Nya:
>
>
>
>Imam Nawawi menjelaskan bahwa Ghibah yang dibolehkan ini ada enam sebab:
>
> 1. Mengadukan kezaliman orang kepada hakim, raja atau siapa saja yang
> mempunyai wewenang dan kemampuan untuk menolongnya. Seperti dengan
> mengatakan: *"Si Fulan menganiaya saya dengan cara demikian."*
> 2. Meminta bantuan orang demi mengubah kemungkaran dan mengembalikan
> pelaku maksiat agar kembali kepada kebenaran. Seperti dengan mengatakan:
> *"Si Fulan telah melakukan demikian maka cegahlah dia dari perbuatan
> itu!"* atau ungkapan semisalnya. Tujuan dibalik pengaduan itu adalah demi
> menghilangkan kemungkaran, kalau dia tidak bermaksud demikian maka hukumnya
> tetap haram.
> 3. Meminta fatwa. Seperti dengan mengatakan kepada seorang mufti (ahli
> fatwa): *"Ayahku menganiayaku."* atau *"Saudaraku telah menzalimiku."*Atau
> *"Suamiku telah menzalimiku."* Meskipun tindakan yang lebih baik dan
> berhati-hati ialah dengan mengatakan: *"Bagaimana pendapat anda terhadap
> orang yang melakukan perbuatan demikian dan demikian (tanpa menyebut
> namanya)?"*
> 4. Memperingatkan kaum muslimin dari kejelekan sebagian orang dan dalam
> rangka menasihati mereka. Seperti mencela para periwayat hadits dan saksi,
> hal ini diperbolehkan berdasarkan kesepakatan kaum muslimin, bahkan hukumnya
> wajib karena kebutuhan umat terhadapnya.
> 5. Menyebutkan kejelekan pelaku maksiat yang berterang-terangan dalam
> melakukan dosa atau bid'ahnya, seperti orang yang meminum khamr di depan
> khalayak, merampas harta secara paksa dan sebagainya, dengan syarat
> kejelekan yang disebutkan adalah yang terkait dengan kemaksiatannya tersebut
> dan bukan yang lainnya.
> 6. Untuk memperkenalkan jati diri orang. Seperti contohnya apabila ada
> orang yang lebih populer dengan julukan Al-A'raj (yang pincang), Al-Ashamm
> (yang tuli), Al-A'ma (yang buta) dan lain sebagainya. Akan tetapi hal ini
> diharamkan apabila diucapkan dalam konteks penghinaan atau melecehkan.
> Seandainya ada ungkapan lain yang bisa dipakai untuk memperkenalkannya maka
> itulah yang lebih utama (lihat *Riyadhush Shalihin*, dicetak bersama *Syarah
> Syaikh Utsaimin*, 4/98-99. penerbit Darul Bashirah)
>
>
>
>Mohon maaf jika saya terpaksa mengambil dalil dalil tersebut,
>
>saya tahu mas heriyadi ataupun mas Janu ataupun rekan rekan mas berdua yang
>sealiran selalu menuduh saya membela SBY,
>
>namun bukan karena dalam rangka membela SBY saya sampaikan, namun karena
>rasa sayang saya kepada sesama muslim
>
>saya tidak ingin saudara saudara muslim saya jatuh kepada hal hal yang
>dilarang Allah : menghibah yang dilarang.
>
>
>
>Silahkan dikaji termasuk ghibah yang diperbolehkan nomor berapakah ketika
>kita membicarakan seseorang, SBY ataupun wakil rakyat.
>
>
>
>Demikian dari saya.
>
>Semoga rasa merasa benar sendiri dari mas mas yang selalu menjudge saya
>membela SBY, dsb bisa anda akui salah secara ksatria, walaupun saya tidak
>yakin mas mas berani mengakui kesalahan,
>
>berkaca dari pengalaman orang yang ilmu agamanya banyak pun takut mengakui
>kesalahan.
>
>Karena sikap ksatria ternyata tidak berbanding lurus dengan umur, tidak
>berbanding lurus dengan ilmu yang dimiliki.
>
>
>
>Jika dengan penjelasan ini mas mas masih juga berprasangka jelek terhadap
>saya,
>
>saya menyerahkan kepada Allah agar memberi balasan yang setimpal kepada mas
>janu dan rekan rekan mas Janu dengan praduga mas janu dan rekan rekan mas
>Janu karena Allah sudah berfirman ada dosa disana.
>
>2010/10/29 Janu <janu@janu.web.id>
>
>> menurut saya nggak apa, biarin biar puas, mumpung ada kesempatan, mumpung
>> jadi DPR, paling kalo kita protes juga ada anggota milis ini yg mbleian,
>> capek capek ngabisin energi aja
>>
>>
>> Janu
>>
>> -----Original Message-----
>> From: milis_iqra@googlegroups.com [mailto:milis_iqra@googlegroups.com] On
>> Behalf Of subandrio
>> Sent: Thursday, October 28, 2010 6:32 PM
>> To: Milis_Iqra
>> Subject: [Milis_Iqra] Diam-diam Rombongan Komisi V DPR Terbang ke Italia
>>
>> Ini bukan mengenai pak ESBEYE namun perilaku anggota Dewan yang
>> terhormat, ada coment?
>>
>>
>>
>> http://us.detiknews.com/read/2010/10/27/174540/1476857/10/diam-diam-rombonga
>> n-komisi-v-dpr-terbang-ke-italia?991101605
>>
>>
>> Rabu, 27/10/2010 17:45 WIB
>>
>>
>> Diam-diam Rombongan Komisi V DPR Terbang ke Italia
>>
>> Rachmadin Ismail - detikNews
>>
>>
>>
>> --
>>
>~~~~~
>Whe~en
>http://wheen.blogsome.com/
>
>"Tuhanku, lapangkanlah untukku dadaku, dan mudahkanlah untukku urusanku, dan
>lepaskanlah kekakuan dari lidahku, supaya mereka mengerti perkataanku." (QS
>20 : 25-28)
>"Ya Allah jadikan Aku hamba yang selalu bersyukur dan penyabar"
>
>--
>-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
>Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
>dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
>
>Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
>
>Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
> Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
> Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
> Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
>-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
--
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
No comments:
Post a Comment