Wednesday, November 3, 2010

[Milis_Iqra] (Forum-Pembaca-KOMPAS] SBY bermental priyayi dan pemuja klenik

hanya informasi
benarkah artikel ini ? wallahu'alam
 

Forum-Pembaca-KOMPAS] SBY bermental priyayi dan pemuja klenik

Muhammad Idris
Mon, 06 Jul 2009 15:04:10 -0700
 
Sejak dulu, SBY dikenal sebagai priyayi yang tak pernah berkeringat. Selain  punya sifat peragu yang tak mampu mengambil keputusan, ia maunya terima bersih  dan semuanya ingin terima jadi tanpa berani mengambil resiko. Setiap langkah  diayunkan dengan hati-hati. Setiap kata yang meluncur diukur untuk menciptakan  citra sebagai manusia sempurna. Padahal, semua itu dilakukannya untuk menutupi  kelemahan diri dalam mengambil keputusan. Sungguh, SBY tak punya jiwa kepemimpinan.  Langkah, gaya bicara, gerak tubuh (gesture), bahasa tubuh (body language) telah  diatur sedemikian rupa menjadi sebuah kepalsuan. Ia pun bukanlah seorang yang  punya iman (faith). Hal ini diperlukan SBY untuk menutupi jati diri yang  sebenarnya: ia adalah seorang pemuja KLENIK, menghamba pada dukun, benda-benda  keramat dan ritual yang syirik.  Seorang bekas kolega satu angkatan dan pernah tugas sama-sama di Timor Timur,  menyatakan bahwa SBY jarang memutuskan langkah secara tegas layaknya seorang  komandan lapangan. Ia seperti seorang pengamat saja.  Padahal, dalam situasi pertempuran, sikap tegas dan percaya diri menghadapi  musuh itu penting. Ia juga dianggap berperilaku seperti priyayi, ingin dilayani  dan semua orang harus ikut kemauannya tanpa dasar yang jelas. Belakangan baru  diketahui bahwa dasar tindakan SBY adalah klenik atau kepercayaan yang  didasarkan pada perdukunan dan hal-hal yang berbau animisme dinamisme.  Ada dua contoh tindakan SBY di lapangan yang dinilai ragu-ragu, bermental  priyayi dan klenik itu. Pertama, saat ia memimpin sebuah kompi yang akan  mengepung basis gerakan Falintil (pasukan anti integrasi yang melawan TNI) di  Timor Timur. Kompi lain dipimpin Kapten Endriartono Sutarto dan Kapten Suaidi  Marasabessy sudah masuk kancah pertempuran, namun kompi pimpinan SBY terus  menunggu dan menunggu, tidak maju-maju. Ia menghitung saat itu kurang untuk melakukan pertempuran. Belakangan baru diketahui bahwa perhitungan SBY bukanlah  perhitungan rasional, ia ternyata selalu memakai primbon Jawa. Seorang  pensiunan perwira tinggi mengatakan, SBY selalu berpedoman pada nogodino (hari  yang paling baik). Segala sesuatunya dikaitkan dengan nogodino, padahal  seringkali yang namanya pertempuran terjadi dadakan, tak direncanakan.  Contoh kedua adalah ketika bersama Batalyon 744 yang dipimpinnya, SBY  ditugaskan menyerbu kubu Fretilin di Aituha kompleks, Ainaro. Selain Batalyon  744, yang diperintahkan menyerbu juga Batalyon 330 pimpinan Mayor Djamari  Chaniago, Batalyon 303 pimpinan Mayor Kivlan Zen dan Batalyon 745 pimpinan  Mayor Willem da Costa. Tapi, ketika mereka diperintahkan menyerbu, pasukan di  bawah SBY, Batalyon 744, tidak segera melaksanakan perintah itu. Anak buah SBY  gelisah, karena Batalyon lain sudah bergerak dan sudah kontak senjata dengan pasukan  musuh. Lagi-lagi, SBY menganggap saatnya belum tepat karena nogodino tadi.  Akibat kurangnya dukungan dari pasukan SBY, beberapa prajurit dari batalyon  lain tewas menjadi korban Falintil. Atas peristiwa itu, SBY dimarahi oleh  Komandan Korem Wiradharma, Kolonel Yunus Yosfiah.  Belakangan SBY juga dianggap terlalu lembek kepada anak buahnya sehingga sempat  terjadi pemberontakan sejumlah bintara di batalyon itu. Karena dianggap kurang  berhasil memimpin batalyon (pasukan), SBY lalu ditarik menjadi Perwira pembantu  muda operasi di Kodam Udayana sampai kemudian belajar di Seskoad (Sekolah Staf Komando Angkatan Darat). "Sebenarnya dia dibuang," kata Yunus Yosfiah.  Dengan modal SBY, PD dapat didongkrak perolehan suaranya menjadi lebih dari 7%.  Perilaku klenik SBY ternyata bukan berkurang, justru makin gencar.  Selain rekayasa opini yang luar biasa termasuk polling yang menguntungkan SBY,  juga dikerahkan dukun-dukun.  Pengamat militer MT Arifin pernah mengatakan bahwa calon presiden SBY mengerahkan 982 jaringan paranormal untuk membantu partainya memperoleh suara.  "Saya melihat pada malam pencoblosan, para paranormal itu berkonsentrasi di  lima kota yakni Banten, Jakarta, Bogor, Pacitan dan Jombang, selain kota-kota  di luar Pulau Jawa," kata Arifin. Menurut Arifin, ratusan paranormal dikerahkan untuk mempengaruhi pemilih agar  memilih partai SBY. "Mereka membentuk persepsi bahwa partai itu adalah yang  terbaik." Selain itu, SBY sendiri memanfaatkan jasa jin untuk menjaga  keselamatannya. "Dia dikawal satu jin. Saya tidak tahu, dia dapat darimana,"  kata Arifin. Ritual lain yang dilakukan SBY adalah puasa mutih, ngebleng dan  mandi kungkum.  SBY didukung beberapa orang penasehatnya seperti Pitut Suharto, juga gencar  berburu tosan aji, benda pusaka berupa keris, tombak dan pedang kuno. Baru-baru  ini ia berhasil mendapatkan benda pusaka peninggalan dari zaman Majapahit yang  dibelinya ratusan juta. Karena berani mengkritik dan membongkar perilaku klenik  SBY, pengamat militer MT Arifin berkali-kali diserang para dukun SBY dengan santet dan ilmu gaibnya. Dengan banyak zikir dan doa-doa dari Al Qur'an,  akhirnya MT Arifin berhasil disembuhkan dan malah menyerang balik dukun-dukun  SBY.  Majalah Sabili No. 21 th. XI 7 Mei 2004/17 Rabiul Awal 1425 menulis laporan  utama tentang KLENIK SBY. Tanpa sungkan, tim SBY misalnya meminta paranormal  Edi Sudiran ikut mengerahkan makhluk halus memenangkan PD dengan imbalan yang  bersangkuran jadi angora DPR. Edi setuju dan ia melakukan ritual patek wali,  patek nabi atau patek jin, yakni meditasi meminta bantuan jin.  SBY juga sangat fanatik dengan angka 9. Partai Demokrat dideklarasikan tanggal  9 bulan 9 (September) 2001. Deklarasi ini memang disesuaikan dengan ulang tahun  SBY, tanggal 9 bulan 9, 1949. Saat partai berdiri, tim perumus berjumlah 9  orang termasuk SBY.  Saat ditandatangani, pendiri partai berjumlah 99 orang. Saat didaftarkan ke  notaries, partai ini juga dapat nomor 9. Dalam lembaran Depkeh HAM, PD masuk  dengan nomor 81 (8+1=9). Lebih hebat lagi, saat pengundian nomor urut parpol di  KPU, para dukun dan jin dikerahkan agar mendapatkan nomor 9. Entah kebetulan  atau memang dukun-dukun nya yang hebat, PD berhasil memperoleh nomor urut 9. Yang jelas, pada saat bersamaan, ada 9 dukun yang dikerahkan di Kantor Partai  Demokrat.  Perilaku klenik SBY ini sudah diperingatkan oleh beberapa ulama dan kyai, salah  satunya KH Abdullah Syukri Zarkasy, pemimpin Pondok Pesantren Modern Gontor,  Ponorogo. Ketika SBY berkunjung ke Gontor, 11 Mei 2004, KH Abdullah Syukri di  atas mimbar silaturahmi yang dihadiri ratusan peserta mengingatkan, "Jika  seluruh dunia ingin memanfaatkan kita, maka tidak akan bisa kecuali seizin  Allah. Dan kalau seluruh dunia ini ingin menjatuhkan kita, tidak bisa kecuali seizin Allah." Namun ia mengingatkan bahwa ada satu syarat untuk mendapatkan  izin Allah, yakni tak boleh berbuat syirik. "Pemimpin bangsa harus menghindar  jauh-jauh dari klenik, dukun, mistik dan semacamnya," kata sang Kyai dengan  tegas. "Ini soal aqidah, soal kepercayaan terhadap Allah.  " Akankah Anda rela kita dipimpin oleh Presiden yang sangat percaya dan pemuja  klenik?!?!      

--
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
 
Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
 
Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-

No comments:

Post a Comment