VIVAnews - Joko Supriyanto (20) tak pernah menyangka dusunnya di Wonokerso, Argomulyo, Cangkringan akan porak-poranda diterjang awan panas.
Apalagi, jaraknya cukup jauh dari puncak Merapi, 18 kilometer.
Diceritakan Joko, sekitar pukul 23.00, Kamis 4 November 2010, pengeras suara mengumumkan, warga harus segera dievakuasi.
Setengah jam kemudian, ia meluncur ke rumah kakek dan neneknya. Meminta mereka bersiap untuk dievakuasi.
"Karena Mbah Kakung [kakek] saya kena stroke, butuh mobil. Jadi saya mencari mobil evakuasi," kata Djoko ditemui di RS Sardjito, Yogyakarta, Jumat 5 November 2010.
Sekitar pukul 00.30 WIB, tiba-tiba awan panas meluncur. Dengan mata kepala sendiri, ia melihat penampakan 'wedhus gembel'.
"Ia berupa kabut putih di tengahnya ada bercak-bercak merah api," jelas Joko.
Di antara hidup dan mati, Djoko lalu memacu motornya menuruni lereng. Ia lalu terjun ke got di kampungnya, lalu berlindung di kolong jembatan kecil (buk).
Beberapa saat kemudian, ia keluar, motor yang ia tinggalkan terbakar dan hangus.
Saat kembali, dusunnya masih diselimuti awan yang bercampur dengan percik api. Hanya lebih tipis.
Joko menemukan neneknya meninggal di depan rumah dengan kondisi badan terbakar. "Saat saya masuk ke rumah, kakek saya selamat, hanya mengalami luka bakar," kata dia.
Joko menduga masih ada korban lain di dusunnya. "Apalagi, saat kejadian, warga masih menunggu mobil evakuasi menjemput."
(Laporan: Juna Sanbawa | Yogyakarta, umi)
Ajaib, Nenek Selamat dari Wedhus Gembel
Jum'at, 5 November 2010 - 08:47 wib
Fahmi Firdaus - Okezone
JAKARTA - Tuhan kembali memperlihatkan kuasanya. Kali ini seorang nenek berusia 80 tahun selamat dari wedhus gembel atau awan panas Merapi.
Nenek tersebut sempat terjebak di dalam rumahnya di Dusun Jiwan, Cangkringan, Sleman.
"Kami temukan dengan kondisi selamat di dalam rumahnya. Ssedangkan keluarganya pergi," kata Subur relawan Pos Keadilan Peduli Umat (PKPU) kepada okezone, Jumat (5/11/2010).
Menurut Subur, nenek tersebut sakit dan harus dibopong dari dalam rumahnya. "Kondisi rumahnya terkunci terpaksa kami dobrak," tambahnya.
Subur mengatakan, nenek tersebut dibawa ke RS Sadjito untuk dirawat lebih lanjut ."Kami membawanya ke Rumah Sakit, untuk kondisinya masih selamat," tutupnya.
Selain mengevakuasi nenek malang itu, Subur dan relawan lainnya mendapatkan satu keluarga tewas terpanggang tidak jauh dari rumah sang nenek.
(crl)
--
===========================
Mempermudah Haji dan Umroh klik :
http://www.archive.org/download/AudioHaji/DigitalAudioHaji-L.jpg
No comments:
Post a Comment