oleh Yusuf Mansur Network pada 10 November 2010 jam 12:14
Mengurus anak dengan baik itu butuh keinsyafan tingkat tinggi. Butuh
pengelolaan emosi yang handal. Butuh ketenangan dan kecerdasan, baik
kecerdasan emosi maupun kecerdasan taktis strategis. Dan sebagai
manusia, tentu saja kita tidak melulu dalam keadaan emosi yang baik,
yang stabil. Disinilah seninya saya rasa. Pada titik inilah kecerdasan
kita diuji.
Jika kita berhasil melewati waktu-waktu emosional itu dengan solutif
maka kecerdasan kita akan naik peringkatnya, namun jika kita menuruti
hawa nafsu, kedzolimanlah yang terjadi. Dan rasakanlah bahwa hati
segera menjadi keruh dan butuh waktu dan energi yang cukup banyak
untuk menjernihkannya. Maka, tahanlah hawa nafsu sedapat mungkin kita
mampu. Tetaplah berpikir jernih. Perbanyaklah lafadz istighfar dan
ta'awudz.
"Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran TuhanNya dan
menahan diri dari (keinginan) hawa nafsunya, maka sungguh surgalah
tempat tinggal(nya)." (QS. An-Nazi'at:40-41).
"Dan bersegeralah kamu mencari ampunan dari Tuhanmu dan mendapatkan
surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang-
orang yang bertakwa, (yaitu) orang yang berinfak, baik di waktu lapang
dan sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan
(kesalahan) orang lain. Dan Alloh mencintai orang yang berbuat
kebaikan,."(QS. Ali 'Imran: 133-134)
Menjadi orang tua yang sukses tentu menjadi salah satu jalan kita
mendapatkan surga. Dan sudah dari dulu semua tahu, mendapat surga
memang tidak murah. Jangankan surga, mau menikmati fasilitas hotel
mewah saja harus merogoh kocek lebih dalam kan? Sementara ada makhluk
yang tidak akan rela begitu saja saat kita meniti jalan menuju surga.
Merekalah yang senantiasa menghalang-halangi, merekalah yang membuat
kita menganggap baik meledaknya amarah kita. Dan jumlah mereka banyak.
Jangan turuti langkah-langkah syetan, sesungguhnya merekalah musuh
yang nyata. A'udzubilllahiminasysyaithonnirrodzhimi min hamdzihi
wanafkhihi wanafsihi.
Namun, jika amarah sudah terlanjur diperturutkan, lengan sang anak
sudah kadung biru karena dicubit, jiwa anak sudah terlanjur luka
dengan rengkuhan kasar kita, hati mereka sudah tertoreh umpatan dan
tatapan kasar kita.
Maka, bersegeralah minta maaf padanya, dengan penuh keikhlasan.
Berjanjilah padanya untuk tidak mengulanginya. Mohonlah ampun pada
Alloh atas perbuatan kita yang telah menyia-nyiakan amanahNya.
"dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau
menzalimi diri sendiri, (segera) mengingat Alloh, lalu memohon ampunan
atas dosa-dosanya, dan siapa (lagi) yang dapat mengampuni dosa selain
Alloh? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan dosa itu sedang mereka
mengetahui." (QS. Ali 'Imran:135)
Senantiasa ingatkan diri kita, betapa marahnya Rasulullullah (salawat
dan salam baginya) mendapati sikap kasar seorang ibu. Ketika Ummu
Fadhl secara kasar merenggut bayi dari gendongan Nabi (salawat dan
salam baginya) lantaran sang bayi pipis dan membasahi pakaian Rasul
(salawat dan salam baginya).
Maka Rasululloh shalallahu 'alaihi wassalam menegur,
"Pakaian yang basah ini dapat dibersihkan dengan air. Tetapi apa yang
dapat menghilangkan kekeruhan jiwa anak ini akibat renggutan yang
kasar itu?"
Astaghfirullohal'adzhim. Entahlah, apa yang mampu menghilangkan
kekeruhan jiwa mereka. Semoga dengan permintaan maaf yang ikhlas
kepada sang anak dan taubat kita kepada Alloh, Allohlah yang akan
menyembuhkan jiwa-jiwa suci mereka yang terluka itu. Berazzamlah untuk
tidak mengulanginya lagi.
Karena pada jiwa-jiwa itulah kita menitipkan bermiliar-miliar harapan,
kita lantunkan jutaan doa. Dan jika Alloh menghendaki, jiwa-jiwa
itulah yang mereka bawa dua puluh lima tahun yang akan datang untuk
menjadi pribadi dewasa untuk melanjutkan estafet perjuangan ini.
Bertekadlah untuk meluaskan dada kita saat mereka menyulitkan kita,
maafkanlah mereka. Karena Rasulullah bersabda,
"Sesungguhnya Alloh merahmati orang tua yang membantu anaknya berbakti
kepadanya, kata Nabi saw.. Orang-orang di sekeliling beliau bertanya,
"Bagaimana cara orang tua membantu anaknya, ya Rasulullullah?" Nabi
saw. Menjawab, "Dia menerima yang sedikit darinya, memaafkan yang
menyulitkannya, tidak membebaninya, dan tidak memakinya."
Bersikap lembutlah pada mereka, tidak hanya pada saat mereka
menampakkan senyum lucu yang manis, atau ketika ia berceloteh
menggemaskan. Dalam keadaan membuat kita susah pun, kelembutan itu
tetap ada pada kita.
Sesungguhnya, kelembutan adalah sifat yang dicintai Alloh dan Rasul-
Nya. Rasulullah saw. pernah bersabda kepada Asyaj Abdul Qais,
"Sesungguhnya di dalam dirimu terdapat dua sifat yang dicintai Alloh,
yaitu sifat lembut dan berbudi luhur." (HR. Muslim)
Dalam hadits yang lain, Rasululloh saw. Pernah bersabda kepad
istrinya, A'isyah radhiallahu'anha. Kata Nabi saw.,
"Wahai A'isyah, milikilah sifat ramah dan kasih sayang karena
sesungguhnya apabila Alloh menghendaki kebaikan dalam sebuah penghuni
rumah, Allah akan menunjukkan kepada mereka sifat ramah." (HR. Ahmad).
Berkaitan dengan kasih sayang terhadap anak, Rasululloh menegaskan,
"Sesungguhnya pada setiap pohon terdapat buah dan buahnya hati adalah
anak. Sesungguhnya Alloh tidak akan mengasihi mereka yang tidak
mengasihi anaknya. Dan demi nyawaku yang berada di tanganNya, tidak
akan masuk surga kecuali orang yang memiliki sifat kasih sayang." (HR
Al-Bazzaar)
Sesungguhnya, Alloh tidak akan mengasihi mereka yang tidak mengasihi,
begitu Rasulullah saw. memperingatkan kita atas anak-anak yang kita
lahirkan. Rasululloh saw. telah memberi contoh tentang bagaimana
memperlakukan anak-anak kita.
Acapkali terjadi, Rasululloh turun dari mimbarnya menyongsong al-Hasan
dan al-Husain, lalu menggendong dan menciumi mereka seraya mendoakan.
Kasih sayang dan perhatian yang besar, juga diberikan kepada putrinya
terkasih, Fathimatuz Zahra.
Aisyah menceritakan kepada kita salah satu fragmen kehidupan
Rasululloh saw.. Kata Aisyah r.a., "Tidak ada orang yang paling mirip
dengan Rasululloh saw. dalam cara bicara, berjalan, dan duduknya
selain Fathimah. Bila Fathimah datang, Rasulullah saw. menyambutnya
dengan berdiri. Ia memegang tangan Fathimah dan menciumnya. Lalu
didudukkannya di majlisnya."
Begitu Nabi memperlakukan anak dan cucunya. Rasulullah saw.
memperlihatkan kepada kita bagaimana harus memperlakukan anak-anak
kita sehingga antara anak dan orang tua bisa terjalin hubungan yang
sangat akrab dan mesra.
Di antara persoalan-persoalan pendidikan anak, termasuk kasus-kasus
remaja yang melakukan tindakan kriminal, ternyata banyak yang berasal
dari kurang mesranya hubungan orang tua dan anak. Na'udzubillahi min
dzalik. Semoga kita tidak termasuk mereka yang terlambat dan menyesal
di kemudian hari.
Semoga Alloh selalu memberikan kita hidayah taufik. Semoga tidak ada
lagi mata yang membelalak ketika anak-anak kita bersuara keras,
lantaran memanggil berkali-kali tidak kita sahut dengan baik.
Ya, karena seberapa besar keikhlasan, rasa cinta, dan tanggung jawab
orang tua terhadap sang anaklah yang akan menjadi ukuran seberapa
besar tabungan kebaikan kita pada mereka, kelak itu pula yang akan
kita tuai, di dunia dan di akhirat.
"Bantulah anak-anakmu untuk berbakti. Siapa yang menghendaki, dia
dapat melahirkan kedurhakaan melalui anaknya." (HR. Ath Thabrani).
Demikian Nabi saw. menasehati.
Menghasilkan anak yang berkualitas itu bukan perkara mudah sebagaimana
menjadi orang tua yang baik juga bukan hal yang gampang. Namun, bukan
hal yang mustahil. Dengan kehendakNya, jika kita mau dan sungguh-
sungguh untuk terus belajar dan belajar. Anak adalah hasil orang
tuanya. Kernanya, kaki jangan pernah surut ke belakang, sebab masih
banyak ilmu yang harus dicari dan masih banyak kearifan yang harus
diselami.
Ummu Mesia (Eva Rahayu); Ibu dari dua putra;
Mesia Abdulloh (2th 6bl) dan Utruj Robbani (1th 4bl);
--
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
No comments:
Post a Comment