sosok yang sederhana. Pak Hidayat layak jadi presiden mendatang...
On 10/28/10, Nandang Sudrajat <aendangzr@yahoo.co.id> wrote:
> di tengah ketidak kepercayaan masyarakat terhadap pejabat eksekutif,
> legislatif dan yudikatf, mungkin di negara kita masih ada sosok yg bisa
> amanah seperti bapak yg satu dibawah ini?
>
>
> AIR MATA SAYA MENETES DI RUMAH DR HIDAYAT NURWAHID
> Penulis: Nabil Almusawa
> e: nabielfuad@yahoo.com
> BismiLLAAHir RAHMAANir RAHIIM,
> Beberapa hari yang lalu saya berkesempatan untuk ikut dalam acara buka
> bersama dengan Ketua MPR-RI, DR Muhammad Hidayat Nurwahid, MA di rumah
> dinasnya, kompleks Widya Chandra dengan beberapa ikhwah.
> Ketika saya masuk ke rumah dinas beliau tsb, maka dalam
> hati saya bergumam sendiri: Alangkah sederhananya isi
> rumah ini. Saya melihat lagi dengan teliti, meja, kursi2,
> asesori yg ada, hiasan di dinding. SubhanaLLAH, lebih
> sederhana dari rumah seorang camat sekalipun.
> Ketika saya masuk ke rumah tsb saya memandang ke
> sekeliling, kebetulan ada disana Ketua DPR Agung
> Laksono, Wk Ketua MPR A.M Fatwa, Menteri Agama, dan
> sejumlah Menteri dari PKS (Mentan & Menpera) serta
> anggota DPR-RI, serta pejabat2 lainnya.
> Lagi2 saya bergumam: Alangkah sederhananya pakaian
> beliau, tidak ada gelang dan cincin (seperti yg dipakai teman2
> pejabat yg lain disana). Ternyata beliau masih ustaz
> Hidayat yg saya kenal dulu, yg membimbing tesis S2 saya
> dg judul: Islam & Perubahan Sosial (kasus di Pesantren
> PERSIS Tarogong Garut).
> Terkenang kembali saat2 masa bimbingan penulisan tesis
> tsb, dimana saya pernah diminta datang malam hari
> setelah seharian aktifitas penuh beliau sebagai
> Presiden PKS, dan saya 10 orang tamu yg menunggu ingin
> bertemu. Saya kebagian yg terakhir, ditengah segala
> kelelahannya beliau masih menyapa saya dg senyum : MAA
> MAADZA MASAA'ILU YA NABIIL?
> Lalu saya pandang kembali wajah beliau, kelihatan
> rambut yg makin memutih, beliau bolak-balik menerima tamu, saat
> berbuka beliau hanya sempat sebentar makan kurma &
> air, karena setelah beliau memimpin shalat magrib terus
> banyak tokoh yg berdatangan, ba'da isya & tarawih kami semua
> menyantap makanan, tapi beliau menerima antrian wartawan dalam & luar
> negeri yang ingin wawancara.
> Tdk terasa airmata ana menetes, alangkah jauhnya ya
> ALLAH jihad ana dibandingkan dg beliau, saya masih punya
> kesempatan bercanda dg keluarga, membaca kitab dsb,
> sementara beliau benar2 sudah kehilangan privasi
> sebagai pejabat publik, sementara beliaupun lebih berat ujian
> kesabarannya untuk terus konsisten dlm kebenaran dan membela rakyat.
> Tidaklah yg disebut istiqamah itu orang yg bisa
> istiqamah dlm keadaan di tengah2 berbagai kitab Fiqh dan Hadits
> seperti ana yg lemah ini. Adapun yg disebut istiqamah
> adalah orang yg mampu tetap konsisten di tengah
> berbagai kemewahan, kesenangan, keburukan, suap-menyuap dan
> lingkungan yang amat jahat dan menipu.
> Ketika keluar dari rumah beliau saya melihat beberapa
> rumah diseberang yang mewah bagaikan hotel dg asesori lampu2
> jalan yg mahal dan beberapa buah mobil mewah, lalu ana bertanya pd supir DR
> Hidayat : Rumah siapa saja yg diseberang itu? Maka jawabnya : Oh, itu rumah
> pak
> Fulan dan pak Fulan Menteri dari beberapa partai besar.
> Dalam hati saya berkata: AlhamduliLLAH bukan menteri PKS.
> Saat pulang saya menyempatkan bertanya pd ustaz Hidayat:
> Ustaz, apakah nomor HP antum masih yg dulu? Jawab beliau:
> Benar ya akhi, masih yg dulu, tafadhal antum SMS saja
> ke ana, cuma afwan kalo jawabannya bisa beberapa hari
> atau bahkan beberapa minggu, maklum SMS yang masuk tiap hari ratusan
> ke saya.
> Kembali airmata saya menetes. alangkah beratnya cobaan beliau & khidmah
> beliau untuk ummat ini, benarlah nabi SAW yang bersabda bahwa orang
> pertama yg dinaungi oleh ALLAH SWT di Hari
> Kiamat nanti adalah Pemimpin yang Adil. Sambil berjalan pulang saya
> berdoa : Ya ALLAH, semoga beliau dijadikan pemimpin yg adil & dipanjangkan
> umur serta diberikan kemudahan dlm memimpin negara ini. Aaamiin ya RABB.
>
> --
> -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
> Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
> dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
>
> Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang
> berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
>
> Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
> Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
> Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
> Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
> -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
--
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
No comments:
Post a Comment