From: milis_iqra@googlegroups.com [mailto:milis_iqra@googlegroups.com] On Behalf Of whe - en
Sent: Wednesday, November 03, 2010 10:10 AM
To: milis_iqra@googlegroups.com
Subject: Re: [Milis_Iqra] Gaji Mbah Maridjan
ngomong ngomong memang faktanya apa ya mas?
fakta topik yang mana mas Janu?
tolong donk dirangkum
trus yang menyalahi aqidah yang mana?
soalnya saya tetep ga ngerti yang lagi diomongin masalah yang mana
Yang dicomplain mas tarno adalah membicarakan analisa meninggalnya mBah Marijan itu loch mas
Soalnya bagaimana bisa menduga duga kalau tidak berada di tempat kejadian
maksudnya mas tarno begitu mas Janu
memang meninggal dalam posisi sujud itu menyalahi aqidah ya mas?
dalil yang ma ya yang dilanggar meninggal dalam posisi sujud?
koq jadi lari ke labuhan merapi dsb.
coba dech mas janu juga fokus ke topik yang dicomplain
biar kesannya bukan mas tarno yang disalahin
trus salah ya mas untuk tetap berhusnudzon dengan cara kematian mbah marijan dalam posisi sujud lha wong memang benar2 tidak ada yang tahu
memang mas Janu tahu kecepatan anginnya berapa?
kalau tembok saja runtuh, memang posisi orang tidak bisa bergeser?
posisi barang tidak bisa bergeser dsb?
menurut perkiraan kecepatan wedhus gembel dari puncak 300 km/jam
kalau dari atas direm, dalam jarak 4 sampai 5 km kecepatannya maksimum masih berapa mas Janu?
dengan kemiringan gunung tersebut? dengan kecepatan seperti itu masih mungkin ga menggeser posisi barang, menggeser posisi orang dengan berat seperti mbah marijan, dsb
koq ga dipakai ya analisa itu?
bagaimana mas Janu?
jangan gampang percaya donk dengan hal hal yang menjelekkan orang
soalnya tren di milis ini, lebih sering membicaraka kekurangan orang kecuali satu tentunya.
Setuju mas Dani, mungkin karena itulah kenapa Islam nggak maju2, kita gampang dijajah dan diadu domba, jangan dikit2 ngomong husnudzhon kalau memang faktanya sudah jelas, apalagi kalau sudah menyangkut akidah kita harus tegas, itu saja menurut sayaJanu
Sent: Wednesday, November 03, 2010 8:22 AMMaaf Mas Yoyo,
Bisa di bedakan antara Aqidah dan Mua’malah ? mohon pencerahannya…
Karena dari segi muamalah saya juga salut dengan Amanah yang di emban oleh mbah Marijan, namun dari sisi syariat jangan sampai mu’amalah bertentangan dengan Aqidah kan? Kemudian kalau berbicara dari segi Aqidah, malah saya merasa kasian kepada orang-orang yang memuji Mbah Marijan…. Bahwa dia hebat, punya kesaktian dsb…. Masih banyak alim ulama yang lebih berhak dipuji karena aqidahnya dan mu’amalahnya serta ilmunya…. Bagi saya pribadi menilai orang harus dari segala arah sebelum dia disebut baik atau dia buruk.
Kemudian husnudzhan itu berlaku jika kita belum mengetahui hal yang sebenarnya, namun setelah mengetahui hal yang sebenarnya maka Pengetahuan itu yang dipakai untuk menilai.
Contoh : Seseorang yang berkelakuan baik dan sering bersedekah, ketika awal bertemu dengan orang yg sering bersedekah itu kita bisa saja berbaik sangka dan mengatakan sifulan baik dan dermawan. Namun di kemudian hari kita mengetahui bahwa hasil uang yang diperolehnya adalah dari Korupsi dan telah di buktikan hasil korupsinya itu, lalu pertanyaannya “Apakah kita harus berhusnuzhon terus? Ketika ada Pengetahuan yang kita peroleh.
Dalam islam untuk menilai sesuatu memiliki kaidah-kaidah yang tidak boleh ditinggalkan, jika kaidah2 itu di tinggalkan… sikap kritis dalam Islam akan hilang dengan sendirinya…
From: milis_iqra@googlegroups.com [mailto:milis_iqra@googlegroups.com] On Behalf Of Yoyo D'Commander
Sent: Tuesday, November 02, 2010 4:37 PM
To: milis_iqra@googlegroups.com
Subject: Re: [Milis_Iqra] Gaji Mbah Maridjan
Maaf ikut nimbrung, sy terenyuh melihat pekerjaan dengan gaji yg sedemikian rupa, tapi tentunya, kalau kita membicarakan orang lain pakai hati lah. Ga punya rasa kasihan apa ? Apa tega kalau orang tua kita sendiri digunjingkan begini ? Sudahlah tutup pembicaraan debat kusir yg hanya memancing emosi pihak lain dan menarik iba orang lain.
Jadikan milis ini kaya akan husnuzhon kepada orang lain terlebih yang sudah meninggal, adapun perbuatan2 yg berbau klenik2 barulah boleh dibahas dari segi syariat, tapi tidak usah sebut2 nama deh. Kasihan.
Kasian kasian kasian (upin ipin mode ON)Pada 2 November 2010 14.25, Dani Permana <adanipermana@gmail.com> menulis:
[Dani] Dari hadist tersebut diatas, bagaimana tindakan Mbah Marijan terutama masalah “ritual Labuhan Merapi” apakah bisa diterima secara syar’i ? sekali lagi saya tidak membahas Who is Mbah Marijan” tapi yang ingin dibahas adalah tindakannya?
[Sutarno] Maaf saya tidak tahu " Ritual Labuhan Merapi " itu apa ?, bisa minta tolong dijelaskan ? dan data tersebut apakah benar-benar valid ?[Dani] Mas Tarno bisa cari di google dan di youtobe… so simple….
From: milis_iqra@googlegroups.com [mailto:milis_iqra@googlegroups.com] On Behalf Of Dani Permana
Sent: Tuesday, November 02, 2010 2:06 PM
To: milis_iqra@googlegroups.com
Subject: RE: [Milis_Iqra] Gaji Mbah Maridjan
[Dani] Apakah Mas Tarno Yaqin dengan ayat ini bahwa Mbah Marijan termasuk “dalam golongan hamba-hamba-Ku dan masuklah ke dalam surga-Ku” ?
[Sutarno]WallahuA'lam
[Dani] Kalau jawabannya wallahu’alam mengapa Mas tarno menyampaikan surat “(Qs. Al-Fajr : 27-30)”
[Dani] Nah kalau ada pertanyaan “kenapa Mas Tarno tidak sepakat dengan penulis”, kalau bisa dengan analisanya serta latar belakangnya?
[Sutarno] Analisa saya simple saja,Pada saat kejadian apakah penulis ada dilokasi.Dan apabila analisa salah,maka yang membaca tulisannya akan menjadi saksi besok di akhirat."
[Dani] termasuk Mas Tarno yah, karena membaca tulisannya…. J , jika teliti membacanya di artikel itu ada tulisan “Semua ini hanyalah perkiraan berdasarkan informasi yang beredar.” Jadi sudah jelas beliau tidak ada di lokasi…..
[Sutarno]
Hadis riwayat Anas bin Malik ra., ia berkata:
Ketika iring-iringan membawa jenazah lewat, orang-orang memuji jenazah dengan kebaikan, kemudian Nabi saw. bersabda: Wajib, wajib, wajib. Lalu lewat pula iringan jenazah lain, orang-orang mencelanya dengan keburukan, kemudian Nabi saw. bersabda: Wajib, wajib, wajib. Umar berkata: Menjadi penebusmu, ayah dan ibuku! Ada iringan jenazah lewat dan orang-orang memujinya sebagai orang baik, lalu engkau mengatakan: Wajib, wajib, wajib. Lewat pula iringan jenazah lain yang disifati sebagai orang jahat, lalu engkau mengatakan: Wajib, wajib, wajib. Apa artinya itu? Rasulullah saw. bersabda: Orang yang kalian puji sebagai orang baik, maka wajib baginya surga, sedangkan orang yang kalian katakan sebagai jahat, maka wajib baginya neraka. Kalian adalah para saksi Allah di bumi. Kalian adalah para saksi Allah di bumi. Kalian adalah para saksi Allah di bumi. (Shahih Muslim No.1578) "
[Dani] Dari hadist tersebut diatas, bagaimana tindakan Mbah Marijan terutama masalah “ritual Labuhan Merapi” apakah bisa diterima secara syar’i ? sekali lagi saya tidak membahas Who is Mbah Marijan” tapi yang ingin dibahas adalah tindakannya?
[Sutarno] Maaf saya tidak tahu " Ritual Labuhan Merapi " itu apa ?, bisa minta tolong dijelaskan ?
--
--
http://wheen.blogsome.com/
"Tuhanku, lapangkanlah untukku dadaku, dan mudahkanlah untukku urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, supaya mereka mengerti perkataanku." (QS 20 : 25-28)
"Ya Allah jadikan Aku hamba yang selalu bersyukur dan penyabar"
--
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
No comments:
Post a Comment