Saya mau sedikit komentar mengenai pernyataan :
"SUATU BENDA AKAN BERGERAK KARENA ADA GAYA, BAIK ITU OLEH ANGIN ATAU APAPUN, DARI ILMU YG SAYA PELAJARI KALAU JARAK MOMEN AKIBAT GAYA ITU LEBIH BESAR MAKA BEDA AKAN BERGULING, BUKAN BERGESER, ORANG SUJUD ITU KAN LEBIH TINGGI DARI PADA WAKTU POSISI BERBARING MERINGKUK IYA KAN??? SEHARUSNYA DIA AKAN TERGULING BUKAN BERGESER KALAU ADA GAYA, TERSERAH GAYA DARI MANA; ANGIN KEQ, TANGAN, KEQ OLEH DEMIT KEQ GITU LHOH,...
1. Benda akan bergerak bila dikenai gaya yg lebih besar dari inersia benda tersebut, tidak hanya krn ada gaya. Kalau ada gaya, tapi kecil, benda akan tetap diam.
2. Untuk kasus mbah Maridjan, kita tidak tahu "gaya-gaya" (baik searah atau berlawanan) yang resultannya (hasil akhirnya) membuat jasad si mbah dalam posisi sujud. Bisa saja tubuhnya tertahan meja/kursi/benda2 apa saja yg akhirnya membuat posisi akhir seperti itu.
Salam,
Andhy
(dulu pernah belajar teknik sedikit-sedikit)
From: janu@janu.web.id
To: milis_iqra@googlegroups.com
Subject: RE: [Milis_Iqra] Gaji Mbah Maridjan
Date: Wed, 3 Nov 2010 14:15:39 +0700
From: milis_iqra@googlegroups.com [mailto:milis_iqra@googlegroups.com] On Behalf Of whe - en
Sent: Wednesday, November 03, 2010 12:10 PM
To: milis_iqra@googlegroups.com
Subject: Re: [Milis_Iqra] Gaji Mbah Maridjan
tapi jangan lari dari masalah
topiknya adalah meninggalnya mbah Marijan dalam posisi sujud
bukan apa yang dilakukan mbah Marijan selagi beliau masih hidup
dan lagi tidak mempemasalahkan kenapa mbah marijan tidak turun
FOCUS FOCUS FOCUS FOCUS FOCUS FOCUS
susah amat
yang mendorong angin mas, bukan manusia, jadi beda
manusia mendorong dengan 2 tangannya yang kecil
angin seperti apa? apa pernah mas janu meneliti angin wedhus gembel?
apa semua jenis angin sama?
air saja ketika tsunami bisa terbelah tidak merusak yang ditengah
tahu apa kita tentang kekuasaan Allah
Wedhus gembel itu besarnya bisa melebihi gunung itu sendiri dari satu sisi
kalau tidak percaya
datang saja mas ke merapi
tanya saja orang orang disana sebesar apa anginnya,
tangan bukan apa apanya
yang males juga ga mas janu sendiri
sayapun males dengan mas janu
memaksakan pendapat seperti mas janu itulah yang paling benar sendiri
tak lunch dulu mas
biar mas janu bisa focus masalah apa yang sebenarnya dibahas
bisar ga membabi buta menyalahkan orang
:-)
sebenarnya males diskusi sama mbak whe en, pertanyaan saya saja tempo lalu blm dijawab mbak whe en,,..eh mbak whe en malah balik nanya saya dgn topik yg berbeda,..padahal saya mau belajar dari mbak when en lhoh, yg katanya idealis, bijaksana dan selalu ga pernah salah hehehe,... maap yah becandaoke sekarang serius neh,...mbak whe en pernah baca nggak atau nonton di tv bahwa mbah marijan sering disebut2 berkomunikasi dgn makhluk penunggu merapi, bahkan tahun 2006 yg lalu beliau bilang penunggu merapi nggak akan meledakan gunung tsb, menurut mbak when en yg punya kehendak meledakkan merapi penunggu merapi atau Allah? hal itu berusak akidah bukan mbak?yg kedua menurut saya tindakan mbah marijan adalah bunuh diri, krn alam sudah menunjukan tanda2 bahwa gunung tsb mau meletus tp beliau tetap nggak mau ngungsi,..dan sayangnya banyak orang yg percaya dgn mbah marijan ikut nggak mau ngungsi, kalau yg ini bagai mana menurut mbak whe en? apakah tindakannya masih dibenarkan agama?kalaupun mamang posisi sujud mbah marijan bergeser karena angin,..kenapa jasad beliau tdk terguling?(saya orang sipil enginer, kalau menurut ilmu yg saya pelajari, dari posisi sujud lebih tinggi thd sisi badan orang, jadi kalau tertiup angin dia pasti terguling dulu baru bergeser, coba mbak praktekkan mbak sujud trus minta orang utk dorong mbak, pasti akan jatuh terguling dari pada tergeser, sekarang ganti posisi mbak miring meringkuk spt sujud lalu minta orang utk dorong mbak pasti akan tergeser)dan intinya tempat sholatnya itu lhoh di kamar mandi?!? boleh yah sholat di kamar mandi? kalau boleh sih alasan yg lain jd tidak penting apakah dia menghadap timur atau barat mungkin memang posisinya sujudnya tergeser karena angin, itu jg kemungkinannya kecil emang didalam ruangan msh kenceng anginnya??sekali lagi mbak whe en kita lagi nggak membahas orang nya ya tapi tindakkannyajangan lupa hutang ke saya yg lalu blm terjawab yaJanu
From: milis_iqra@googlegroups.com [mailto:milis_iqra@googlegroups.com] On Behalf Of whe - en
Sent: Wednesday, November 03, 2010 10:10 AMSubject: Re: [Milis_Iqra] Gaji Mbah MaridjanMas janu,
ngomong ngomong memang faktanya apa ya mas?
fakta topik yang mana mas Janu?
tolong donk dirangkum
trus yang menyalahi aqidah yang mana?
soalnya saya tetep ga ngerti yang lagi diomongin masalah yang mana
Yang dicomplain mas tarno adalah membicarakan analisa meninggalnya mBah Marijan itu loch mas
Soalnya bagaimana bisa menduga duga kalau tidak berada di tempat kejadian
maksudnya mas tarno begitu mas Janu
memang meninggal dalam posisi sujud itu menyalahi aqidah ya mas?
dalil yang ma ya yang dilanggar meninggal dalam posisi sujud?
koq jadi lari ke labuhan merapi dsb.
coba dech mas janu juga fokus ke topik yang dicomplain
biar kesannya bukan mas tarno yang disalahin
trus salah ya mas untuk tetap berhusnudzon dengan cara kematian mbah marijan dalam posisi sujud lha wong memang benar2 tidak ada yang tahu
memang mas Janu tahu kecepatan anginnya berapa?
kalau tembok saja runtuh, memang posisi orang tidak bisa bergeser?
posisi barang tidak bisa bergeser dsb?
menurut perkiraan kecepatan wedhus gembel dari puncak 300 km/jam
kalau dari atas direm, dalam jarak 4 sampai 5 km kecepatannya maksimum masih berapa mas Janu?
dengan kemiringan gunung tersebut? dengan kecepatan seperti itu masih mungkin ga menggeser posisi barang, menggeser posisi orang dengan berat seperti mbah marijan, dsb
koq ga dipakai ya analisa itu?
bagaimana mas Janu?
jangan gampang percaya donk dengan hal hal yang menjelekkan orang
soalnya tren di milis ini, lebih sering membicaraka kekurangan orang kecuali satu tentunya.
2010/11/3 Janu <janu@janu.web.id>
Setuju mas Dani, mungkin karena itulah kenapa Islam nggak maju2, kita gampang dijajah dan diadu domba, jangan dikit2 ngomong husnudzhon kalau memang faktanya sudah jelas, apalagi kalau sudah menyangkut akidah kita harus tegas, itu saja menurut sayaJanu
Sent: Wednesday, November 03, 2010 8:22 AMMaaf Mas Yoyo,
Bisa di bedakan antara Aqidah dan Mua'malah ? mohon pencerahannya…
Karena dari segi muamalah saya juga salut dengan Amanah yang di emban oleh mbah Marijan, namun dari sisi syariat jangan sampai mu'amalah bertentangan dengan Aqidah kan? Kemudian kalau berbicara dari segi Aqidah, malah saya merasa kasian kepada orang-orang yang memuji Mbah Marijan…. Bahwa dia hebat, punya kesaktian dsb…. Masih banyak alim ulama yang lebih berhak dipuji karena aqidahnya dan mu'amalahnya serta ilmunya…. Bagi saya pribadi menilai orang harus dari segala arah sebelum dia disebut baik atau dia buruk.
Kemudian husnudzhan itu berlaku jika kita belum mengetahui hal yang sebenarnya, namun setelah mengetahui hal yang sebenarnya maka Pengetahuan itu yang dipakai untuk menilai.
Contoh : Seseorang yang berkelakuan baik dan sering bersedekah, ketika awal bertemu dengan orang yg sering bersedekah itu kita bisa saja berbaik sangka dan mengatakan sifulan baik dan dermawan. Namun di kemudian hari kita mengetahui bahwa hasil uang yang diperolehnya adalah dari Korupsi dan telah di buktikan hasil korupsinya itu, lalu pertanyaannya "Apakah kita harus berhusnuzhon terus? Ketika ada Pengetahuan yang kita peroleh.
Dalam islam untuk menilai sesuatu memiliki kaidah-kaidah yang tidak boleh ditinggalkan, jika kaidah2 itu di tinggalkan… sikap kritis dalam Islam akan hilang dengan sendirinya…
From: milis_iqra@googlegroups.com [mailto:milis_iqra@googlegroups.com] On Behalf Of Yoyo D'Commander
Sent: Tuesday, November 02, 2010 4:37 PM
To: milis_iqra@googlegroups.com
Subject: Re: [Milis_Iqra] Gaji Mbah Maridjan
Maaf ikut nimbrung, sy terenyuh melihat pekerjaan dengan gaji yg sedemikian rupa, tapi tentunya, kalau kita membicarakan orang lain pakai hati lah. Ga punya rasa kasihan apa ? Apa tega kalau orang tua kita sendiri digunjingkan begini ? Sudahlah tutup pembicaraan debat kusir yg hanya memancing emosi pihak lain dan menarik iba orang lain.
Jadikan milis ini kaya akan husnuzhon kepada orang lain terlebih yang sudah meninggal, adapun perbuatan2 yg berbau klenik2 barulah boleh dibahas dari segi syariat, tapi tidak usah sebut2 nama deh. Kasihan.
Kasian kasian kasian (upin ipin mode ON)Pada 2 November 2010 14.25, Dani Permana <adanipermana@gmail.com> menulis:
[Dani] Dari hadist tersebut diatas, bagaimana tindakan Mbah Marijan terutama masalah "ritual Labuhan Merapi" apakah bisa diterima secara syar'i ? sekali lagi saya tidak membahas Who is Mbah Marijan" tapi yang ingin dibahas adalah tindakannya?
[Sutarno] Maaf saya tidak tahu " Ritual Labuhan Merapi " itu apa ?, bisa minta tolong dijelaskan ? dan data tersebut apakah benar-benar valid ?[Dani] Mas Tarno bisa cari di google dan di youtobe… so simple….
From: milis_iqra@googlegroups.com [mailto:milis_iqra@googlegroups.com] On Behalf Of Dani Permana
Sent: Tuesday, November 02, 2010 2:06 PM
To: milis_iqra@googlegroups.com
Subject: RE: [Milis_Iqra] Gaji Mbah Maridjan
[Dani] Apakah Mas Tarno Yaqin dengan ayat ini bahwa Mbah Marijan termasuk "dalam golongan hamba-hamba-Ku dan masuklah ke dalam surga-Ku" ?
[Sutarno]WallahuA'lam
[Dani] Kalau jawabannya wallahu'alam mengapa Mas tarno menyampaikan surat "(Qs. Al-Fajr : 27-30)"
[Dani] Nah kalau ada pertanyaan "kenapa Mas Tarno tidak sepakat dengan penulis", kalau bisa dengan analisanya serta latar belakangnya?
[Sutarno] Analisa saya simple saja,Pada saat kejadian apakah penulis ada dilokasi.Dan apabila analisa salah,maka yang membaca tulisannya akan menjadi saksi besok di akhirat."
[Dani] termasuk Mas Tarno yah, karena membaca tulisannya…. J , jika teliti membacanya di artikel itu ada tulisan "Semua ini hanyalah perkiraan berdasarkan informasi yang beredar." Jadi sudah jelas beliau tidak ada di lokasi…..
[Sutarno]
Hadis riwayat Anas bin Malik ra., ia berkata:
Ketika iring-iringan membawa jenazah lewat, orang-orang memuji jenazah dengan kebaikan, kemudian Nabi saw. bersabda: Wajib, wajib, wajib. Lalu lewat pula iringan jenazah lain, orang-orang mencelanya dengan keburukan, kemudian Nabi saw. bersabda: Wajib, wajib, wajib. Umar berkata: Menjadi penebusmu, ayah dan ibuku! Ada iringan jenazah lewat dan orang-orang memujinya sebagai orang baik, lalu engkau mengatakan: Wajib, wajib, wajib. Lewat pula iringan jenazah lain yang disifati sebagai orang jahat, lalu engkau mengatakan: Wajib, wajib, wajib. Apa artinya itu? Rasulullah saw. bersabda: Orang yang kalian puji sebagai orang baik, maka wajib baginya surga, sedangkan orang yang kalian katakan sebagai jahat, maka wajib baginya neraka. Kalian adalah para saksi Allah di bumi. Kalian adalah para saksi Allah di bumi. Kalian adalah para saksi Allah di bumi. (Shahih Muslim No.1578) "
[Dani] Dari hadist tersebut diatas, bagaimana tindakan Mbah Marijan terutama masalah "ritual Labuhan Merapi" apakah bisa diterima secara syar'i ? sekali lagi saya tidak membahas Who is Mbah Marijan" tapi yang ingin dibahas adalah tindakannya?
[Sutarno] Maaf saya tidak tahu " Ritual Labuhan Merapi " itu apa ?, bisa minta tolong dijelaskan ?
--
--
~~~~~Whe~en
http://wheen.blogsome.com/
"Tuhanku, lapangkanlah untukku dadaku, dan mudahkanlah untukku urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, supaya mereka mengerti perkataanku." (QS 20 : 25-28)
"Ya Allah jadikan Aku hamba yang selalu bersyukur dan penyabar"
--
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
--
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
--
http://wheen.blogsome.com/
"Tuhanku, lapangkanlah untukku dadaku, dan mudahkanlah untukku urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, supaya mereka mengerti perkataanku." (QS 20 : 25-28)
"Ya Allah jadikan Aku hamba yang selalu bersyukur dan penyabar"
--
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
--
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
No comments:
Post a Comment