Tuesday, November 9, 2010

Re: [Milis_Iqra] Mediasi untuk Mbak Whe-En dan Pak Andri.,

Mbak Whe-En.,
Saya minta kita fokus saja dulu dengan masalah yang ada antara Mbak dan Pak Andri, bukan bermaksud untuk menyepelekan kasus yang lain tetapi dalam hal ini saya melihat bahwa Pak Andri memang sangat ingin masalah ini diklarifikasi sama Mbak mengenai sesuatu yang justru buat saya memang tidak paham apa sesuatu itu sendiri.

Saya tidak tahu apakah ini benar-benar sebuah masalah yang sepele atau berat namun semestinya adanya upaya untuk menjembatani ketidak kondusifan perdiskusian yang ada mendapatkan apresiasi. Semoga Pak Andri sebagai orang yang lebih tua tidak merasa bahwa Mbak juga sedang menyepelekan beliau hanya karena Mbak menganggap masalah ini sepele.

Dimilis ini tidak ada member VVIP, semuanya sama. Bahkan sayapun tidak berbeda dengan siapapun yang ada disini. Eksistensi saya hanyalah karena "kebetulan saja" digerakkan Allah untuk mengcreate milis ini pada 2006 lalu. Itu saja. Jadi tidak ada yang VIP., VVIP atau apapunlah itu.

Saya tidak ingin berkomentar lebih jauh lagi, saya hanya menawarkan diri untuk memediasi antara Mbak dan Pak Andri, kalau memang hal ini kurang berkenan, saya minta maaf, tetapi saya juga minta dengan hormat pada Pak Andri dan Mbak Whe-En agar masalah ini tidak lagi dibawa keforum umum atau juga menjadikan polemik ini sebagai mediator pihak ketiga untuk menambah ketidak kondusifan milis kita dengan tanggapan, celetukan atau semacamnya.



2010/11/10 whe - en <whe.en9999@gmail.com>
hahahahahha
tidak masalah mas Arman ada dimana,
tapi bersikap adillah
silahkan trace dari mulai ketika saya didzalimi, jangan cuma masalah sepele kaya gini yang dimediasi
kalau boleh pinjam istilah salah satu member "lebay" heheheheh
atau karena saya yang didzalimi mau diputihkan?? ga masalah juga sich mas Arman,
ga penting lagi semuanya buat saya heheheheheh

Namun bukankah yang bersangkutan menulis sudah selesai?
maksudnya sudah selesai itu "belum selesai dengan keikhlasan atau bagaimana? :-D
koq diteruskan?

atau????
apakah memang ada VVIP member mas arman?
yang seharusnya saya perlakukan istimewa tapi saya tidak tahu?
heheheheheheh
soalnya mas Arman dan mas dani sudah berbuat demikian, tapi karena saya tidak tahu, saya kejatuhan salah berkali kali



2010/11/10 Armansyah <armansyah.skom@gmail.com>
Sabar ya Mbak ... 
Kemana saya ketika semua ini terjadi ... seperti yang saya bilang, ini salah saya.
Saya ada disini mbak, tapi saya memang sedang tidak bisa fokus kesetiap perdiskusian yang masuk kemilis karena memang saya sedang memiliki kesibukan kerja, mengajar, mempersiapkan materi presentasi, dakwah dan lain sebagainya. Milis ini memiliki 4 moderator selain saya, disini ada Mbak Whe-En, ada Mas Dani Permana, ada Mas Hendy dan mas Aris Hardinanto (nah mod yang terakhir ini entah apa kabarnya sekarang .... mungkin juga sedang terlibat kesibukan kerjanya).

Dengan eksistensi para moderator tersebut diatas, maka saya percaya bahwa milis ini mestinya bisa berjalan baik sekalipun tanpa kehadiran saya sebagaimana beberapa waktu yang lalu. Kadang mbak, saya online melalui hp gsm saya yang tentu saja semuanya menggunakan pulsa yang tidak sedikit sementara untuk meload halaman milis ini, meload email yang masuk maka pulsa saya niscaya akan jeblok habis-habisan nih, jujur agak sulit buat kantong saya yang hanya berpenghasilan perbulan. Maka dari itu kita bekerjasama dalam pelayanan umat, kita maksimalkan semua sumber daya dan potensi yang ada.

Demikian mengenai keberadaan saya dan ini tidak perlu menjadi topik bahasan, sekarang saya benar-benar ingin fokus pada inti masalah yang dituntut oleh Pak Andri sama Mbak Whe-En itu dimana ? Klarifikasi apa yang diminta oleh beliau ini ... itulah yang saya masih kesulitan mentracenya mbak ... maaf.



2010/11/10 whe - en <whe.en9999@gmail.com>

Mas Arman,
Silahkan merefer email saya ke Mba Sugi Arti,
saya sudah bicara banyak disitu walalupun mungkin belum semuanya.
Intinya, kadang2 kita harus menyentil seseorang atau dengan kata kasar memberi pelajaran, bagaimana jika kita diperlakukan seperti apa yang kita perlakukan kepada orang lain.
namun memang sikap manusia egois, selalu merasa benar dan orang lainlah yang selalu salah.
Namun tidak perlu khawatir, seperti hadits nabi, saya menghindari perdebatan dan lebih baik diam walaupun ada beberapa orang mencari cari kesempatan nimbrung membuat kesan saya selalu salah.

Seperti kata mas arman, selama itu hanya kamuflase di mulut saja, masalah ini tidak akan pernah berhenti, karena saya tentusaja akan terus bersikap memilih diam daripada berkata buruk jika beberapa orang memulai dengan kebiasaan buruknya.

Dan seperti biasa, di depan mata kita, orang yang melaksanakan hadits nabi disalah salahkan.

Demikian mas Arman.

Semoga mediasi mas Arman ini berlaku untuk semua kasus bukan memilih milih orang,
jujur saya katakan, saya sebenarnya ingin sekali bertanya dimana mas arman selama ini?
dimana saat saya diserbu habis2an sampai judul forward-an saja seakan akan menjadi tanggungjawab saya.
dimana mas arman saat saya di-buruk sangkai dengan persepsi mereka?
dimana mas Arman ketika saya tabbayun namun yang keluar justru kalimat saya mudah tersinggung, tidak perlu dimeriahkan dengan bertanya siapa yang dimaksud, kalau tidak luka tidak sakit, kelainan psicology dsb?
hhehehehehhe (lucu sekali sebenarnya)
sedangkan di kasus yang sangat sepele sekali ini muncul mediasi?

apapun itu, saya sangat menghargai usaha mas arman, saya sangat respect dengan apa yang mas Arman lakukan.
terimakasih mas Arman

Namun bukankah dengan begini kita akan tahu,
sekali lagi, seseorang bisa dinilai baik, dinilai bijaksana, dsb
namun, kita akan tahu sebenarnya ketika kita pernah berurusan langsung dari cara orang tersebut menangani dan memperlakukan orang yang berurusan dengannya.
itulah hikmahnya,
silahkan yang mau ambil hikmahnya, silahkan yang mau menutup mata

Dan karena dari awal, saya tidak ada masalah apa apa, tentusaja kali inipun saya juga tidak ada masalah :-)
begitu kira kira mas Arman




2010/11/10 Armansyah <armansyah.skom@gmail.com>
Salamun 'ala manittaba al Huda
Semoga kita semua diberi petunjuk oleh Allah dan ditetapkan kesabaran dihati kita.,

Pak Andri, dengan tidak mengurangi rasa hormat saya pada Bapak, saya beberapa kali secara sepintas (maaf) masalah semacam ini selalu muncul kepermukaan meski dengan topik yang berbeda. Jadi mungkin ini bukan lagi masalah kita ingin memperpanjang atau sebatas maaf dan memaafkan yang berat sekali untuk saya tuliskan disini bahwa sekali lagi tanpa bermaksud apapun kepada siapa saja, lebih banyak hanya sebatas ceremony kata. 

Kita punya masalah dan ini harus diselesaikan secara kekeluargaan dan penuh kebaikan, sehingga kedepannya hal-hal ini tidak lagi menjadi persinggungan dalam topik yang lain.

Saya percaya bahwa kebijakan yang ada pada diri Bapak dan juga keilmuan yang ada pada sosok Mbak Whe-En dapat mengantarkan kita pada sebuah keniscayaan ukhuwah. Saya secara pribadi sebagai orang yang mendirikan milis ini pertama kali merasa ikut bertanggung jawab dan merasa berdosa atas kelalaian saya memonitoring perdiskusian disini.

Jika ini masalah Syi'ah dan Ahmadinejad, saya pikir waktu itu sudah selesai bahasannya meski jujur saya masih belum melihat ada satu kesimpulan dari perdiskusian tersebut. Jika sekarang berkembang pada kasus SBY dan Merapi bahkan pada Mbah Maridjan, Klenik di Yogya (koreksi jika salah) lalu mulai bermunculan "perseteruan" antara Mbak Whe-En seorang diri dengan beberapa orang dimilis ini maka inilah yang saya akhirnya terjebak dalam kebingungan tracing akar masalahnya. Sekali lagi ini salah saya.

Saya hanya ingin lebih jelas dulu mengetahui duduk masalahnya apa dan dimana ... 
Jika diperhatikan, selama beberapa waktu terakhir ini sayapun mencoba menahan diri untuk tidak memposting dulu berita-berita seputar perkembangan Timur Tengah, selain karena memang untuk lebih menghormati sense musibah yang sedang melanda negeri kita saat ini, saya juga tidak ingin posting-posting tersebut menambah masalah baru dan ditanggapi berbeda, walaupun saya tidak punya maksud apapun dalam mempostingnya.

Kadang diamnya saya disamping karena adanya faktor kesibukan rutinitas, adalah juga untuk memberikan kesempatan pada semua milister untuk bisa aktif dan dinamis melakukan dialog, pertukaran berita dan informasi sehingga milis tidak berjalan satu arah dari saya sehingga seolah-olah nantinya ada anggapan karena mentang-mentang saya owner maka saya bisa bebas suka-suka melakukan diskusi dan posting. Jauh dari pikiran saya hal-hal semacam itu.

Demikian yang bisa saya sampaikan saat ini,.
Tidak ada yang lain harapan saya selain agar ukhuwah ini tetap terjalin dan tersambung tanpa adanya sakit hati, kekecewaan, terluka atau tersinggung,


2010/11/10 andri subandrio <subandrio.andri@gmail.com>

Wa'alikum salam warahmatullaahi wabarakatuuh,

Terima kasih mas Armansyah atas kesediaan mas untuk me-mediasi masalah yang sebetulnya tidak perlu mediasi, dan pada postingan dengan mas Heriyadi, saya karena Allah sudah menyatakan masalah ini tidak perlu diperpanjang lagi, untuk itu maka tidak mungkin saya untuk mencabut pernyataan saya, jadi kepada mas Armansyah disampig saya mengucapkan terima kasih, saya juga menyatakan karena Allah masalah ini tidak perlu diperpanjang atau dibuka kembali.

Demikian mas Armansyah, dan semoga Milis ini menjadi normal seperti sedia kala.

Wasalamu'alaikum warahmatullaahi wabarakatuuh.

2010/11/10 Armansyah <armansyah.skom@gmail.com>

Assalamu'alaykum Wr. Wb.,

Pak Andri yang saya hormati dan muliakan.,
Mbak Whe-En yang saya hormati dan kasihi.

Saya sebenarnya tidak terlalu jelas permasalahan yang ada antara bapak dan mbak Whe-En itu mengenai apa persisnya karena memang beberapa waktu terakhir ini saya bisa dikatakan tidak benar-benar fokus pada diskusi dimilis dan saya minta maaf untuk itu. Saya mencoba mentrace akar masalah ini ada dimana namun saya kesulitan karena memang email yang masuk terhadap beberapa topik perdiskusian ternyata banyak sekali, mulai dari yang bersifat celetukan, tanggapan, tanggapan diatas tanggapan, artikel dan lain sebagainya. 

Jadi agar masalah ini tidak berkembang menjadi preseden yang kurang baik antara Mbak Whe-En dan Pak Andri, maka jika berkenan saya akan memediasi masalah ini dan kita coba untuk islah sehingga kesalah pahaman yang ada bisa mencair. Saya angkat saja langsung kemilis secara terbuka karena memang ini sudah diketahui oleh publik disini. 

Dan saya mohon untuk member lain, untuk tidak menjadikan ini polemik yang berkepanjangan dan hanya akan membuat suhu semakin tidak kondusif. Oleh karena itu maka saya persilahkan dulu pak Andri untuk mencoba menyampaikan dulu akar permasalahannya apa baru  kemudian saya InsyaAllah akan mencoba dengan semua hormat meminta klarifikasi dari Mbak Whe-En.

Ada satu pesan dari Imam Ali bin Abi Thalib yang sangat bagus menurut saya, beliau berkata : Kesabaran itu sesungguhnya ada dua macam yaitu sabar atas sesuatu yang tidak kita ingini dan sabar menahan diri dari sesuatu yang sangat kita ingini,  apabila sesuatu yang kita senangi tidak terjadi, maka senangilah apa yang terjadi.

Mari kita mencoba belajar untuk berbesar jiwa atas apapun yang terjadi kepada kita ... dari semuanya kita bisa belajar menjadi lebih baik dan bijak InsyaAllah.

2010/11/9 andri subandrio <subandrio.andri@gmail.com>
Intinya betul mbak Sugiarti, dan terima kasih mbak atas masukannya, Tapi saya perlu jawaban tegas dari yang bersangkutan dan ternyata belum dijawab hingga sekarang, saya tidak mengemis jawaban, tapi saya minta pertanggung jawaban, sifat seorang muslim bila berbuat harus berani bertanggung jawab, apakah sulitnya untuk menyatakan iya atau tidak?

Dan dalam aturan milis inipun tidak ada satu pasal yang melarang anggota untuk mengejar jawaban atas suatu pertanyaan, dan kalau pertanyaan saya ini menjadikan miliser yang lain merasa tidak nyaman saya mohon maaf, tapi apakah harus saya yang harus dijadikan alasan ketidak nyamanan, bukankah saya hanya perlu jawaban, kenapa tidak ada satupun yang mencoba untuk membuat pihak yang ditanya mengeluarkan jawaban.

Apakah karena  hanya pertanyaan seorang tua yang tak perlu dijawab dan nantinya akan capek dengan sendirinya?, kemudian dengan mengabaikan pertanyaan terus mengajarkan tabayun kepada orang lain?, itu yang perlu saya luruskan bukankah Allah berfirman: Hai orang-orang yang beriman, mengapa kamu mengatakan apa yang tidak kamu perbuat? Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tiada kamu kerjakan. [Ash Shaf : 2-3]

Dengan saya mengejar jawaban, bukankah saya sedang berusaha menghidarkan ybs dari kebencian Allah sesuai dengan Firman tersebut diatas, apakah saya keliru kalau ingin menyelamatkan sesorang dari kebenciaan Allah?

Jawaban bukan penting atau tidak penting tetapi memberi tahu orang untuk bertanggung
jawab atas apa yang telah dilakukan adalah merupakan hal penting dan bagian dari saling
menasehati, sesuai dengan firman Allah dalam surat Wal Asyr.

Namun yang saya menjadi tidak mengerti, kenapa menjadi saya yang ditanya apakah
jawabannya penting atau tidak penting, kenapa bukan Mbak Whe en yang ditanya apakah
menjawab pertanyaan P Andri Bukan hal yang penting?

Saya memang orang tua dan berapa kali sudah saya katakan bahwa ilmu dan hal lain,
miliser jauh lebih pandai dari saya, hal yang saya miliki yang tidak bisa disaingi oleh miliser
lainnya adalah saya berpengalaman menjadi muda sedangkan miliser yang lain belum punya
pengalaman menjadi tua, itu saja.

Dan saya memang bukan siapa-siapa, oleh karena itu jawaban dari sesiapa menjadi penting
bagi saya untuk mengisi kebukan siapaan saya untuk menjadi sesiapa.

Disamping itu dalam mengejar jawaban ini sayapun masih selalu menjaga tata kerama serta
sopan santun baik dalam bersikap maupun dalam bertutur kata, serta tetap menjaga etika
dan tidak kelura dari koridor Quran dan Sunnah, mohon dikoreksi bila keliru.

However, saya berterima kasih kepada mbak Sugiarti yang telah ikut memberi masukan
berharga kepada saya, semoga Allah membalas budi baik mbak, dan semoga intensitas saya
dalam mengejar sesuatu menjadi semangat mbak buat meraih hal yang lebih positif demi
mengubah generasi ke depan untuk menjadi generasi yang bertanggung jawab yakni generasi
yang berani mengakui kesalahan/kekeliruan kalau memang itu keliru
dan juga berani mengatakan kebenaran kalau itu benar.

Sekali lagi saya memang bukan siapa-siapa maka jawaban atas satu hal menjadi
sangat penting buat saya untuk mengisi kebukan sesiapan saya agar saya dapat menjadi
sesiapa.


2010/11/9 sugi arti <bunda.sugi@gmail.com>

Mohon maaf jika saya (warga baru milis iqra)ikut berkomentar,

Pak Andri yang saya hormati, saya lihat pak Andri sudah menuliskan sebagai berikut

Padahal jawabannya sederhana yakni "ya" dan "tidak" dan masalah saya anggap selesai, seandainya ya, krn Allah sy membuka pintu maaf meski belum diminta, seandainya tidak krn Allah pula sy memohon maaf atas ketidak nyamanan pertanyaan ini, namun sy sdh memperoleh gambaran jelas mengenai permasalahnnya

menurut saya jika bapak sudah menuturkan hal diatas apakah menjadi sangat penting sekali ya untuk mengetahui jawaban dari Mba Wheen (betul ga penulisan namanya), apalagi jika di trace postingan asal dari pertanyaan pak Andri itu ya memang jelas berasal dari Mba Wheen. kan berarti jawabannya 'ya' dan kalau ya menurut pak Andri krn Allah sy membuka pintu maaf meski belum diminta. terus apalagi yang dikejar ya pak...mohon maaf saya tidak pandai dalam agama ini.. dan juga saya tidak paham tentang niat baik pak Andri yang terus meminta konfirmasi...
kan mungkin saja mba Wheen punya alasan baik kenapa tidak menjawab saat-saat  ini...Wallahu 'Alam


sekali lagi mohon maaf ya Pak...

buat mba Wheen...jawab ajalah mba...hehehe




Pada 9 November 2010 17.15, andri subandrio <subandrio.andri@gmail.com> menulis:

Assalamua'alaikum,

Apakah mbak Whe en sendiri sudah tabayun atau hanya menganjurkan orang lain untuk tabayun?

Kalau sudah tabayun hasil tabayun itu apa, apakah dengan tidak menjawab pertanyaan saya itu cermin dari tabayun?, apakah tidak membaca perintah Allah:
Mengapa kamu suruh orang lain (mengerjakan) kebajikan, 
sedang kamu melupakan diri (kewajiban) mu sendiri, padahal
kamu membaca Al Kitab (Taurat)? Maka tidakkah kamu berpikir?
 [Al Baqarah : 44]

Terima kasih

Wasalamu'alaikum




2010/11/9 whe - en <whe.en9999@gmail.com>

Dear All,
saya ambil dari milis sebelah,
semoga bermanfaat bagi yang ingin tabbayun

---------- Forwarded message ----------
From: Nugroho Laison <nugon19@yahoo.com>
Mohon maaf mengganggu, mohon izinnya...



Karena bencana Merapi ini...mau tidak mau nama Mbah Marijan pun dibicarakan...walau orangnya telah meninggal dunia.

Banyak ucapan, dari yg positif, hingga negatif...seolah berlomba memberi justifikasi dan penghakiman kpd Mbah Marijan.

Seperti...

Seberapa kental Mbah Marijan dgn nuansa kejawen-nya?
Kenapa Mbah Marijan mau menerima tawaran iklan salah satu minuman berenergi?
Apa benar Mbah Marijan nyeker (jalan kaki tanpa alas kaki), semua pada ikut nyeker?
Apakah Mbah Marijan sholat?
Apakah Mbah Marijan muslim atau bukan?

Bila ingin tabayyun (cross-check) dan melihat sisi lain dari Mbah Marijan, ikuti wawancara Tarbawi dengan salah seorang putri dari Mbah Marijan pd edisi terkini.

Insya Allah, prasangka yang ada, terutama yang negatif, bisa terkurangi...terlepas dari kekurangan yg dimiliki oleh Mbah Marijan.



Wassalam,




Nugon

Kebanyakan sumber permasalahan adalah cara berkomunikasi!!!

http://nugon19.blogs.friendster.com/my_blog/
http://nugon19.multiply.com/journal


__,_._,___



--
~~~~~


--
~~~~~
Whe~en
http://wheen.blogsome.com/
 
"Tuhanku, lapangkanlah untukku dadaku, dan mudahkanlah untukku urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, supaya mereka mengerti perkataanku." (QS 20 : 25-28)
"Ya Allah jadikan Aku hamba yang selalu bersyukur dan penyabar"

--
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
 
Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
 
Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-



--
Salamun 'ala manittaba al Huda



ARMANSYAH

--
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
 
Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
 
Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-

No comments:

Post a Comment