Selain itu, hal ini juga sesuai dengan perintah langsung dari Rasulullah. Secara syariat, ketika jemaah haji menunaikan wukufnya di Arafah, maka umat Islam yang tidak menunaikan haji dianjurkan melakukan puasa sunnah.
"Puasa itu bagi orang yang bersenang-senang dengan umrah sampai datangnya waktu haji, sampai hari Arafah." (HR. Bukhari dari Aisyah dan Ibnu Umar)
Dari Abu Qatadah, ia berkata : Rasulullah Saw bersabda, "Puasa Arafah dapat menghapus dosa selama dua tahun. Tahun yang lalu dan yang akan datang." (HR. Jama'ah kecuali Bukhari dan Tirmidzi).
Siapa yang mau mengikuti kebenaran maka inilah kebenaran itu, tapi jika mereka lalai dari kebenaran, maka kelak mereka akan diminta pertanggung jawaban dihari akhir.
Dari Anas, bahwa Nabi Saw melarang puasa lima hari dalam setahun, yaitu : hari raya fithri, hari raya adha dan tiga hari tasryiq. (HR. Daraquthni)
Dari Abu said dari Rasulullah Saw, bahwa ia melarang puasa dua hari, yaitu pada hari raya fith...ri dan hari raya adha. (HR. Ahmad, Bukhari dan Muslim)
Firman Allah : Dan tidakkah patut bagi laki-laki yang mu'min dan tidak (pula) bagi perempuan yang mu'min, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barang siapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata. (QS. AL-Ahzaab (33) :36)
"Kewajiban seorang muslim adalah mendengar dan taat dalam melakukan perintah yang disukai ataupun yang tidak disukai, kecuali bila diperintahkan melakukan maksiat. Bila dia diperintah melakukan maksiat, maka tidak ada kewajiban untuk mendengar serta taat" (HR. Muslim)
Maksiat yang kita coba kaitkan disini adalah mengajak kepada jalan selain jalan Allah dan Rasul-Nya. Sebagaimana hal ini disampaikan oleh Imam Ali bin Abi Thalib, "Tidak ada ketaatan kepada seorang makhluk yang dapat dibenarkan jika hal itu berupa perbuatan maksiat terhadap al-Khaliq"
Jadi bila ulil amri salah maka tidak ada kewajiban untuk mengikuti mereka dijalan kesalahan tersebut. Mohon maaf bila kurang berkenan.
Dari Abu said dari Rasulullah Saw, bahwa ia melarang puasa dua hari, yaitu pada hari raya fith...ri dan hari raya adha. (HR. Ahmad, Bukhari dan Muslim)
Firman Allah : Dan tidakkah patut bagi laki-laki yang mu'min dan tidak (pula) bagi perempuan yang mu'min, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barang siapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata. (QS. AL-Ahzaab (33) :36)
"Kewajiban seorang muslim adalah mendengar dan taat dalam melakukan perintah yang disukai ataupun yang tidak disukai, kecuali bila diperintahkan melakukan maksiat. Bila dia diperintah melakukan maksiat, maka tidak ada kewajiban untuk mendengar serta taat" (HR. Muslim)
Maksiat yang kita coba kaitkan disini adalah mengajak kepada jalan selain jalan Allah dan Rasul-Nya. Sebagaimana hal ini disampaikan oleh Imam Ali bin Abi Thalib, "Tidak ada ketaatan kepada seorang makhluk yang dapat dibenarkan jika hal itu berupa perbuatan maksiat terhadap al-Khaliq"
Jadi bila ulil amri salah maka tidak ada kewajiban untuk mengikuti mereka dijalan kesalahan tersebut. Mohon maaf bila kurang berkenan.
kita tetap punya parameter yang tegas bahwa kepatuhan pada penguasa adalah selama mereka juga mengembalikan pengaturan hak rakyatnya yang muslim kepada tuntunan Allah dan Rasul. Al-Qur'an disisi lain memberikan petunjuk bila jumlah orang ti...daklah menentukan nilai kebenaran yang mereka serukan (suara mayoritas tidak selalu berarti suara kebenaran) :
Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang yang dimuka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan-Nya dan Dia lebih mengetahui tentang orang-orang yang mendapat petunjuk. (QS Al-An'am (6) :116)
Adapun makna Al-Jama'ah dimana menurut Imam Ahmad bin Hanbal dengan perkataannya "Tangan Allah Swt bersama Al-Jama'ah", secara lughat berarti kumpulan, himpunan atau persatuan. Salah seorang sahabat Nabi bernama Ibnu Mas'ud diriwayatkan pernah berkata kepada Amr bin Maimun : "Al-Jama'ah adalah apa-apa yang bersesuaian dengan kebenaran walaupun engkau sendirian". Dikesempatan lain, beliau juga berkata, "Jama'ah itu adalah apa-apa yang bersesuaian dengan ketaatan pada Allah Azza Wajalla" . Imam Alipun diriwayatkan berkata, "Jama'ah itu, demi Allah, adalah kumpulan orang-orang ahli kebenaran walaupun mereka itu sedikit" .
Jadi al-Jama'ah itu bisa dimaknai sebagai kebersatuan dengan nilai-nilai kebenaran. Dalam hal ini adalah kumpulan satu atau lebih orang yang taat pada Allah. Sesuai firman Allah :
Katakanlah: "Sesungguhnya aku hendak memperingatkanmu pada satu hal, yaitu supaya kamu menghadap Allah berdua-dua atau sendiri-sendiri". (QS. Saba (34) :46)
Persatuan umat bukan menjadi alasan untuk mengabaikan nash-nash agama yang telah pasti kecuali bila memang untuk melakukannya dibatasi oleh situasi dan kondisi (misalnya seperti dalam masa Orde Baru).
Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang yang dimuka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan-Nya dan Dia lebih mengetahui tentang orang-orang yang mendapat petunjuk. (QS Al-An'am (6) :116)
Adapun makna Al-Jama'ah dimana menurut Imam Ahmad bin Hanbal dengan perkataannya "Tangan Allah Swt bersama Al-Jama'ah", secara lughat berarti kumpulan, himpunan atau persatuan. Salah seorang sahabat Nabi bernama Ibnu Mas'ud diriwayatkan pernah berkata kepada Amr bin Maimun : "Al-Jama'ah adalah apa-apa yang bersesuaian dengan kebenaran walaupun engkau sendirian". Dikesempatan lain, beliau juga berkata, "Jama'ah itu adalah apa-apa yang bersesuaian dengan ketaatan pada Allah Azza Wajalla" . Imam Alipun diriwayatkan berkata, "Jama'ah itu, demi Allah, adalah kumpulan orang-orang ahli kebenaran walaupun mereka itu sedikit" .
Jadi al-Jama'ah itu bisa dimaknai sebagai kebersatuan dengan nilai-nilai kebenaran. Dalam hal ini adalah kumpulan satu atau lebih orang yang taat pada Allah. Sesuai firman Allah :
Katakanlah: "Sesungguhnya aku hendak memperingatkanmu pada satu hal, yaitu supaya kamu menghadap Allah berdua-dua atau sendiri-sendiri". (QS. Saba (34) :46)
Persatuan umat bukan menjadi alasan untuk mengabaikan nash-nash agama yang telah pasti kecuali bila memang untuk melakukannya dibatasi oleh situasi dan kondisi (misalnya seperti dalam masa Orde Baru).
2010/11/9 whe - en <whe.en9999@gmail.com>
Insya Allah saya mengikuti ketetapan dari pemerintah mas Wawan yakni tanggal 17 November.
Mas wawan sendiri bagaimana?
alasan saya karena walaupun di Arab sudah masuk waktu wukuf, di Indonesia belum masuk waktunya,
karena mathla tiap negara berbeda beda
trus dalil berhari raya dengan pemerintah
Mas wawan ada masukan? terimakasih
-=-=-=-
--
Salamun 'ala manittaba al Huda
ARMANSYAH
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
No comments:
Post a Comment