Monday, November 8, 2010

Re: [Milis_Iqra] Warga Yogya Gelar Upacara Tolak Bala Korban Merapi

Wa'alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh
Terimakasih banyak atas pembelaan kepada umat islam Jogjakarta ya mas,
maklum lach, banyak orang mengatasnamakan orang lain sekarang, hehehehehehe

Ibarat sudah jatuh tertimpa tangga,
Kalau saja pernah melihat keadaan pengungsi di Muntilan, Maguwoharjo, dsb, mungkin empati kita bisa lebih tumbuh

untung bukan media, karena kalau media harus minta maaf ya mas jen
trus dilarang tayang dech

kalau di MI
Jadi tinggal ralat, ga pake minta maaf segala hehehehe

2010/11/9 Ayahnya Hana <djenny@bukopin.co.id>

Assalamu'alaikum Wr.Wb

Paguyuban Tri Tunggal dan Romo

itu kalo dr namanya nasrani mas

maaf sekedar nanya

Wassalamu'alaikum Wr.Wb
-------------------------------------------
Ilahi lastu lilfirdausi ahlan, walaa aqwa 'ala naaril jahiimi
Fahabli taubatan waghfir dzunubi, fainnaka ghafirudz- dzanbil 'adzimi....

**Pembayaran/Janas KPO**
----- Original Message ----- From: "Dani Permana" <adanipermana@gmail.com>
To: <milis_iqra@googlegroups.com>
Sent: Tuesday, November 09, 2010 11:41 AM
Subject: [Milis_Iqra] Warga Yogya Gelar Upacara Tolak Bala Korban Merapi



Beginilah Islam kejawen... padahal hal tersebut diharamkan dalam agama....
lihat 2 artikel sebelumnya yang telah dikirim....

TEMPO Interaktif, YOGYAKARTA -  Ratusan masyarakat yang tergabung dalam
Paguyuban Tri Tunggal melakukan upacara tolak bala di Tugu Yogyakarta.
Upacara tolak bala ini dilakukan agar tak ada lagi korban bencana Merapi dan
lahar dingin.

"Tolak bala ini kami lakukan karena masyarakat Yogyakarta dalam kepanikan,"
kata Romo Sapto, coordinator Paguyuban Tri Tunggal di Tugu, Senin, (8/11).
Dengan menolak bala kepanikan, dia berharap akan tercipta ketentraman di
DIY. Tolak bala juga dilakukan agar tak ada lagi korban bencana alam akibat
letusan Gunung Merapi dan ancaman banjir lahar dingin.

Titik Tugu Yogyakarta sengaja dipilih karena dianggap terhubung dengan
Gunung Merapi dan Pantai Selatan. Menurut Romo Sapto, upacara tolak bala
merupakan tradisi kebudayaan Jawa yang bertujuan membuat harmoni kehidupan.
Ruwat tolak bala ini dinamakan Mahesa Lawung dengan sesaji Raja Sonya.

Upacara diawali dengan gamelan yang disertai tarian srimpi. Tak berapa lama
seekor kerbau ditutup kain putih. Kerbau itu disembelih dan dibawa ke desa
Hargobinangun, Kaliurang. "Kepala kerbau akan ditanam dan dagingnya
dibagi-bagikan kepada pengungsi," ujarnya. Banyak warga yang kebetulan
melintas di Tugu Yogyakarta menyaksikan dan mengabadikan upacara ini. Sumber
:
http://www.tempointeraktif.com/hg/jogja/2010/11/09/brk,20101109-290437,id.ht
ml






--
--
~~~~~
Whe~en
http://wheen.blogsome.com/
 
"Tuhanku, lapangkanlah untukku dadaku, dan mudahkanlah untukku urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, supaya mereka mengerti perkataanku." (QS 20 : 25-28)
"Ya Allah jadikan Aku hamba yang selalu bersyukur dan penyabar"

--
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
 
Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
 
Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-

No comments:

Post a Comment