menerangkan bahwa dalam hadits nabi tadi yang dimaksud sebetulnya
adalah organ otak (materi), tapi tidak bertentangan dengan penjelasan
bahwa hati selain materi (organ otak) adalah immateri (memiliki fungsi
immateri). Fungsi immateri ini sendiri juga ada fungsi rasio (`aqal)
ada fungsi emosi, rasa. Jadi penjelasan Nabi adalah penjelasan
tambahan, bahwa selain immateri, hati juga sebetulnya ada materi-nya
yaitu organ akal. Tapi tidak boleh disempitkan bahwa sumber penerima
kebenaran hanya rasio, karena sejatinya fungsi akal juga melibatkan
pertimbangan nurani dan emosi bukan sekedar rasio.
>??????
On 1/21/11, priyo djatmiko <priyodjatmiko@gmail.com> wrote:
> Kembali ke asal mula pertanyaan/kajian, hadits tentang hati dari Nabi saw.
> itu maksudnya hati materi atau immateri?
>
> Kalau melihat redaksi hadits, Nabi memaksudkan bahwa sesuatu yang ada pada
> jasad itu adalah segumpal daging (mudghah) wa hiya al qalb (diterjemahkan
> sebagai: hati).
>
> Imam Ghazali dalam suatu kitab (maaf saya lupa kitab yang mana) menerangkan
> bahwa dalam hadits nabi tadi yang dimaksud sebetulnya adalah organ otak
> (materi), tapi tidak bertentangan dengan penjelasan bahwa hati selain materi
> (organ otak) adalah immateri (memiliki fungsi immateri). Fungsi immateri ini
> sendiri juga ada fungsi rasio (`aqal) ada fungsi emosi, rasa. Jadi
> penjelasan Nabi adalah penjelasan tambahan, bahwa selain immateri, hati juga
> sebetulnya ada materi-nya yaitu organ akal. Tapi tidak boleh disempitkan
> bahwa sumber penerima kebenaran hanya rasio, karena sejatinya fungsi akal
> juga melibatkan pertimbangan nurani dan emosi bukan sekedar rasio.
>
> Dalam penjelasan yang panjang lebar, Imam Ghazali menerangkan bahwa
> kesimpulan beliau terhadap hadits tersebut tidak bertentangan dengan redaksi
> al Quran yang menerangkan bahwa hati (qalb) ada di dalam dada (shudur) yaitu
> ayat "fainnaha la ta`ma al abshar walakin ta`ma al qulub allati fis shudur",
> karena qalb disitu menunjuk kepada fungsi immateri, yaitu merasa, emosi,
> transendensi dsb yng memang naluri kita akan menunjuk tempatnya ada di dalam
> dada.
>
> Selain imam al Ghazali, seingat saya ulama lain yang memiliki penjelasan
> sama adalah Mulla ash Shadr (ulama filosof bermadzhab Syiah), Al Farabi dan
> mungkin juga Ibnu Taimiyah (menurut satu kutipan dari buku Prof. Osman
> Bakar).
>
> Saya sedikit lebih memahami penjelasan Imam Ghazali tersebut setelah
> pengetahuan modern menunjukkan:
> - organ di sebalik dada yaitu hati materi (liver) dan jantung tidak memiliki
> fungsi immateri
> - organ otak ternyata bukan hanya tempat fungsional untuk rasio saja tapi
> juga tempat fungsional untuk emosi, perasaan dan spiritual (transenden)
> meskipun efek dari adanya fungsi perasaan dan spiritual ini lebih banyak
> kita rasakan secara naluri ada di balik dada, bukan di kepala--> lihat
> misalnya penelitian Danah Zohar tentang SQ, .
> Memang ada orang yang belakangan menuduh hadits tadi keliru karena hadits
> Nabi tadi menyebut qalb (yang diterjemahkan hati, tapi bukan hati liver)
> sebagai segumpal daging dalam jasad, menurut mereka qalb adalah immateri
> bukan materi.
>
> Tapi perkembangan ilmu pengetahuan kemudian menunjukkan bahwa fungsi-fungsi
> immateri (berpikir, merasa) itu ternyata ada organ materinya juga.
>
>
>
>> ------------------------------
>>
>> *From: *whe - en <whe.en9999@gmail.com>
>>
>> *Sender: *milis_iqra@googlegroups.com
>>
>> *Date: *Thu, 20 Jan 2011 08:51:46 +0700
>>
>> *To: *<milis_iqra@googlegroups.com>
>>
>> *ReplyTo: *milis_iqra@googlegroups.com
>>
>> *Subject: *Re: [Milis_Iqra] Empat Racun Hati
>>
>>
>>
>> Mas farhan
>>
>> Berikut pembahasan qalbu di dalam al qur'an, seperti yang saya ambil dari
>> artikel berjudul *QALBU DALAM PERSPEKTIF AL-QUR'AN Oleh Muhbib Abdul Wahab
>> *
>>
>> Dari situ jelas bahwa qalbu yang diartikan hati mempunyai penyakit, yang
>> akan mempengaruhi seluruh jiwa kita.
>>
>>
>>
>> Seperti Sabda Rasulullah:
>>
>> Ketahuilah, di dalam tubuh itu ada segumpal daging. Bila ia baik, maka
>> baik
>> pulalah seluruh tubuh. Dan apabila ia rusak, maka rusak pulalah seluruh
>> tubuh. Ketahuilah, itu adalah hati" (HR. Bukhari dan Muslim)
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>> *Fungsi dan Potensi Qalb*
>>
>> * *Seperti dijelaskan di atas, fungsi utama *qalb* adalah
>> sebagai alat untuk memahami realitas (kehidupan) dan nilai-nilai seperti
>> terdapat dalam surat al-Hajj sebagai berikut:
>>
>> * أفلم يسيروا في الأرض فتكون لهم قلوب يعقلون بـها أو آذان يسمعون
>> بـها فإنـها لا تعمى الأبصار ولكن تعمى القلوب التي في الصدور (سورة الحج: **
>> 46**)*
>>
>> * *Artinya: "*Apakah mereka tidak berjalan di muka bumi, lalu
>> mereka mempunyai hati yang dengannya mereka dapat memahami, atau mempunyai
>> telinga yang dengannya mereka dapat mendengar? Karena sesungguhnya
>> bukanlah
>> mata itu yang buta, tetapi yang buta adalah hati yang ada di dalam
>> dada."*(al-Hajj [22]: 46).
>>
>> Dalam ayat tersebut, *qalb* mempunyai potensi yang sama dengan
>> akal, atau yang dimaksud *qalb* di sini mempunyai arti sama dengan akal.
>> *Qalb
>> *secara sadar dapat memutuskan sesuatu atau melakukan sesuatu, dan dari
>> potensi inilah, maka yang harus dipertanggunggjawabkan manusia kepada
>> Tuhannya adalah apa yang disadari oleh *qalb* dan *fu'ad.* Allah
>> berfirman: "*Allah tidak menghukum kamu disebabkan oleh sumpahmu yang
>> tidak dimaksud* (untuk bersumpah), *tetapi Allah menghukum kamu disebabkan
>> *(*sumpahmu*) *yang disengaja *(untuk bersumpah) *oleh hatimu.* *Dan Allah
>> Maha Pengampun lagi Maha Penyantun* (QS. al-Baqarah [2]: 225). Dalam ayat
>> lain Allah juga berfirman: "*Janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak
>> mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan
>> dan
>> hati semuanya itu akan dimintai pertanggungjawabannya* (QS. al-Isra' [17]:
>> 36).
>>
>> Ada beberapa potensi (kemungkinan, kemampuan) *qalb* yang
>> dijelaskan oleh al-Qur'an, yaitu sebagai berikut:
>>
>> 1. * Qalb *dapat berpaling (dari kebenaran), seperti pada QS. al-Taubah:
>> 117.
>>
>> 2. * Qalb* dapat merasa kecewa dan kesal (QS. al-Zumar [39]: 45)
>>
>> 3. *Qalb *secara sengaja memutuskan untuk melakukan sesuatu (QS. al-Ahzab
>> [33]:5 dan al-Baqarah: 225)
>>
>> 4. *Qalb* dapat berprasangka buruk (QS. al-Fath [48]: 12)
>>
>> 5. *Qalb* dapat menolak sesuatu (QS. al-Taubah [9]: 8)
>>
>> 6. * Qalb* dapat mengingkari (QS. al-Nahl [16]: 22)
>>
>> 7. *Qalb* dapat diuji (QS. al-Hujurat [49]: 3)
>>
>> 8. * Qalb* dapat ditundukkan (QS. al-Hajj [22] 54)
>>
>> 9. *Qalb* dapat diperluas dan dipersempit (QS. al-An'am [6]: 125)
>>
>> 10. *Qalb *bahkan dapat ditutup rapat/dikunci mati (QS. al-Baqarah [2]:
>> 7).
>>
>> Selain itu, *qalb* juga mempunyai fungsi untuk mengetahui (mengenal)
>> Pencipta-nya, mencintai, mengesakan dan hanya beribadah kepada-Nya. Hati
>> pula yang membuat seseorang merasa senang mendekatkan diri kepada Allah,
>> ridha, tawakkal, selalu mengingat-Nya, dan tidak suka atau benci terhadap
>> kemaksiatan, sedih dan menyesal ketika berdosa dan tidak melaksanakan
>> perintah Allah dengan sebaik-baiknya (Ibn al-Qayyim, IV, 2000: 185).
>>
>>
>>
>> *Kualitas dan Kandungan Qalb*
>>
>> Selain mempunyai potensi tersebut, *qalb *juga ibarat wadah yang di
>> dalamnya terkandung banyak kualitas dan muatan-muatan yang memperkuat
>> potensi tersebut. Al-Qur'an menyebutkan bahwa di dalam *qalb *terkandung
>> kualitas dan muatan-muatan sebagai berikut:
>>
>> 1. Penyakit (QS. al-Baqarah [2]: 10 dan al-Ahzab [33]: 32). Penyakit
>> hati dalam dua ayat ini masing-masing menunjukkan penyakit lemah keyakinan
>> dan penyakit "kenakalan".
>>
>> 2. Perasaan takut (QS. Ali Imran [3]: 151)
>>
>> 3. Getaran (QS. al-Anfal [8]: 2)
>>
>> 4. Kedamaian (*sakinah*) (QS. al-Fath [48]: 4)
>>
>> 5. Keberanian (QS. Ali Imran [3]: 126)
>>
>> 6. Cinta dan kasih sayang (QS. al-Hadid [57]: 27)
>>
>> 7. Kebaikan (QS. al-Anfal [8]: 70)
>>
>> 8. Iman (QS. al-Hujurat [49]: 7, 14)
>>
>> 9. Kedengkian atau iri hati (QS. al-Hasyr [59]: 10)
>>
>> 10. Kufur (QS. al-Baqarah [2]: 93)
>>
>> 11. Kesesatan (QS. Ali Imran [3]: 7)
>>
>> 12. Penyesalan (QS. Ali Imran [3]: 156)
>>
>> 13. Panas hati (QS. al-Taubah [9]: 15)
>>
>> 14. Keraguan (QS. al-Taubah [9]: 45)
>>
>> 15. Kemunafikan (QS. al-Taubah [9]: 77)
>>
>> 16. Kesombongan (QS. al-Fath [48]: 26)
>>
>>
>>
>> Berdasarkan muatan dan kualitas hati manusia tersebut, dapat ditegaskan
>> bahwa *qalb* itu memang cenderung tidak stabil, berubah-ubah, terkadang
>> didominasi oleh "niat baik", dan terkadang didominasi "niat jahat". Yang
>> membuat hati manusia selalu berubah adalah setan yang selalu menggoda dan
>> membujuk rayu manusia (QS. al-Nas [114]: 4-5) agar mau mengikuti jalan
>> kesesatan dan kehinaan. Oleh karena itu, Islam memerintahkan umatnya agar
>> selalu membaca *ta'awwuzd *dan *basmalah* ketika hendak memulai sesuatu
>> yang baik.
>>
>>
>>
>> *Sifat-sifat Qalb*
>>
>> * **Qalb *manusia itu ternyata mempunyai banyak sifat positif
>> maupun negatif. Al-Qur'an menjelaskan setidak-tidaknya ada 24 empat sifat
>> hati sebagai berkut:
>>
>> 1. Keras dan kasar hati (*Ghalizh al-qalb*) (QS. Ali Imran [3]: 159)
>>
>> 2. Hati yang bersih/sehat (*qalbun salim*) (QS. al-Syu'ara' [26]: 89).
>> Orang yang berhati inilah yang akan dapat bertemu dengan Allah di akherat
>> kelak.
>>
>> 3. Hati yang terkunci mati, tidak dapat menangkap sinyal kebenaran
>> Ilahi (QS. al-Syura [42]: 24 dan al-Mu'min [40]: 33)
>>
>> 4. Hati yang bertaubat (*qalbun munib*) (QS. Qaf [50]: 33)
>>
>> 5. Hati yang berdosa (*atsimun qalbuh*) (QS. al-Baqarah [2]: 283)
>>
>> 6. Hati yang terdindingi, tertutup (QS. al-Anfal [8]: 24)
>>
>> 7. Hati yang tetap tenang (*qalbun muthmainnun*) (QS. al-Nahl [16]:
>> 106).
>>
>> 8. Hati yang lalai (*lahiyah qulubuhum*) (QS. al-Anbiya' [21]: 3)
>>
>> 9. Hati yang menerima petunjuk Tuhan (QS. al-Taghabun [64]: 11)
>>
>> 10. Hati yang teguh (QS. al-Qashash [28]: 10 dan Hud [11]: 20)
>>
>> 11. Hati yang taqwa (QS. al-Hajj [22]: 32)
>>
>> 12. Hati yang buta (QS. al-Hajj [22]: 46)
>>
>> 13. Hati yang terguncang (QS. al-Nur [24]: 37)
>>
>> 14. Hati yang sesak (QS. al-Mu'min [40]: 18)
>>
>> 15. Hati yang tersumbat (QS. al-Baqarah [2]: 88)
>>
>> 16. Hati yang sangat takut (QS. al-Nazi'at [79]: 8)
>>
>> 17. Hati yang condong kepada kebaikan (QS. al-Tahrim [66]: 4)
>>
>> 18. Hati yang keras membatu (QS. al-Baqarah [2]: 74)
>>
>> 19. Hati yang lebih suci (QS. al-Ahzab [22]: 53)
>>
>> 20. Hati yang hancur (QS. al-Taubah [9]: 110)
>>
>> 21. Hati yang ingkar (QS. al-Nahl [16]: 22)
>>
>> 22. Hati yang takut (QS. al-Mu'minun [23]: 60)
>>
>> 23. Hati yang kosong (QS. Ibrahim [14]: 43 dan al-Qashshah [28]: 10)
>>
>> 24. Hati yang terbakar (QS. al-Humazah [104]: 6-7).
>>
>> http://fai.uhamka.ac.id/post.php?idpost=227
>>
>>
>>
>> 2011/1/20 abafarhan <abafarhan@gmail.com>
>>
>> Ketahuilah, di dalam tubuh itu ada segumpal daging. Bila ia baik, maka
>> baik pulalah seluruh tubuh. Dan apabila ia rusak, maka rusak pulalah
>> seluruh tubuh. Ketahuilah, itu adalah hati" (HR. Bukhari dan Muslim
>>
>> Abu Hurairah rådhiyallåhu 'anhu berkata,
>> "Hati adalah raja anggota tubuh. Dan anggota tubuh adalah para
>> prajuritnya. Apabila raja baik, maka baik pulalah para prajuritnya.
>> Dan apabila raja busuk, maka busuk pulalah para prajuritnya."
>>
>> Mba WN Berkata : Dari pemahaman saya qalb mas,
>>
>> Mba WN Berkata : Harus dicari keterangannya di syarahnya dulu mas
>>
>> kalau mau pengin detail dan kebetulan saya belum sempat mencarinya.
>> Kalau yang dibicarakan akhlak tentunya hati yang qalbu, namun jika
>> yang dibicarakan fisik lever.
>>
>> Mba WN, saya enggak bisa memberikan penjelasan apa apa , hanya Allah
>> dan rasulnya yang bisa,..saya hanya bisa menyarankan agar hadist tsb
>> dicari hubungannya dengan alquran,..menjelaskan ayat yang mana??kalau
>> tidak ada cari juga dialquran ttg "qalb","sudur"
>>
>> Alquran, al An'am 25
>> Dan di antara mereka ada orang yang mendengarkan (bacaan) mu, padahal
>> Kami telah meletakkan tutupan di atas hati mereka (sehingga mereka
>> tidak) memahaminya dan (Kami letakkan) sumbatan di telinganya. Dan
>> jika pun mereka melihat segala tanda (kebenaran), mereka tetap tidak
>> mau beriman kepadanya. Sehingga apabila mereka datang kepadamu untuk
>> membantahmu, orang-orang kafir itu berkata: "Al Qur'an ini tidak lain
>> hanyalah dongengan orang-orang dahulu".
>> Mari kita berfikir, apakah "hati" yang dijelaskan Allah melalui lisan
>> Rasulnya sama dengan "hati" yang dijelaskan dihadist tsb, dan yang Mba
>> WN pahami.
>> Apakah hati adalah materi atau immateri??
>>
>> back to alquran,..salamu'alaika mba WN.terimakasih
>>
>>
>>
>> On 1/19/11, whe.en9999@gmail.com <whe.en9999@gmail.com> wrote:
>> > Harus dicari keterangannya di syarahnya dulu mas kalau mau pengin detail
>> dan
>> > kebetulan saya belum sempat mencarinya.
>> >
>> > Kalau yang dibicarakan akhlak tentunya hati yang qalbu, namun jika yang
>> > dibicarakan fisik lever.
>> >
>> > Menurut mas Farhan bagaimana?
>> >
>> > Whe-en
>> >
>> > Sent from my BlackBerry®
>> > powered by Sinyal Kuat INDOSAT
>> >
>> > -----Original Message-----
>> > From: abafarhan <abafarhan@gmail.com>
>> > Sender: milis_iqra@googlegroups.com
>> > Date: Wed, 19 Jan 2011 19:59:47
>> > To: <milis_iqra@googlegroups.com>
>> > Reply-To: milis_iqra@googlegroups.com
>> > Subject: Re: [Milis_Iqra] Empat Racun Hati
>> >
>> > jadi qalb itu sama dengan atau berbentuk segumpal daging??
>> >
>> > On 1/19/11, whe.en9999@gmail.com <whe.en9999@gmail.com> wrote:
>> >> Dari pemahaman saya qalb mas,
>> >> Kalau menurut mas farhan bagaimana?
>> >>
>> >> Whe-en
>> >>
>> >> Sent from my BlackBerry®
>> >> powered by Sinyal Kuat INDOSAT
>> >>
>> >> -----Original Message-----
>> >> From: abafarhan <abafarhan@gmail.com>
>> >> Sender: milis_iqra@googlegroups.com
>> >> Date: Wed, 19 Jan 2011 17:24:15
>> >> To: <milis_iqra@googlegroups.com>
>> >> Reply-To: milis_iqra@googlegroups.com
>> >> Subject: Re: [Milis_Iqra] Empat Racun Hati
>> >>
>> >> Ketahuilah, di dalam tubuh itu ada segumpal daging. Bila ia baik, maka
>> >> baik pulalah seluruh tubuh. Dan apabila ia rusak, maka rusak pulalah
>> >> seluruh tubuh. Ketahuilah, itu adalah hati" (HR. Bukhari dan Muslim)
>> >>
>> >> Maksudnya hadist ini , hati=liver atau hati=qalb??
>> >>
>> >> On 1/19/11, whe - en <whe.en9999@gmail.com> wrote:
>> >>> *Empat Racun Hati*
>> >>>
>> >>> 17 Juni 2010 12:22
>> >>>
>> >>>
>> >>>
>> >>> Segala puji hanya bagi Allah. Shalawat dan salam semoga selalu
>> >>> tercurah
>> >>> kepada Råsulullåh (shållallåhu 'alaihi wa sallam), keluarganya, para
>> >>> sahabat
>> >>> dan para pengikut yang setia sampai hari kiamat. Amma ba'du.
>> >>>
>> >>>
>> >>>
>> >>> Allåh subhanahu wa ta'ala berfirman,
>> >>>
>> >>>
>> >>>
>> >>> Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan
>> >>> tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya
>> itu
>> >>> akan diminta pertanggungjawabnya."(Al-Isra': 36)
>> >>>
>> >>>
>> >>>
>> >>> Sesuatu yang paling mulia pada diri manusia ialah hatinya. Peran hati
>> >>> terhadap seluruh anggota badan, ibarat raja terhadap para prajuritnya.
>> >>> Semua
>> >>> bekerja atas dasar perintahnya dan tunduk kepadanya. Pada kemudian
>> >>> hari
>> >>> nanti, hati akan ditanya tentang para prajuritnya. Sebab setiap
>> pemimpin
>> >>> itu
>> >>> bertanggung jawab atas yang dipimpinnya.
>> >>>
>> >>>
>> >>>
>> >>> Råsulullåh (shållallåhu 'alaihi wa sallam) bersabda, yang artinya:
>> >>>
>> >>>
>> >>>
>> >>> "Ketahuilah, di dalam tubuh itu ada segumpal daging. Bila ia baik,
>> >>> maka
>> >>> baik
>> >>> pulalah seluruh tubuh. Dan apabila ia rusak, maka rusak pulalah
>> >>> seluruh
>> >>> tubuh. Ketahuilah, itu adalah hati" (HR. Bukhari dan Muslim)
>> >>>
>> >>>
>> >>>
>> >>> Abu Hurairah rådhiyallåhu 'anhu berkata,
>> >>>
>> >>>
>> >>>
>> >>> "Hati adalah raja anggota tubuh. Dan anggota tubuh adalah para
>> >>> prajuritnya.
>> >>> Apabila raja baik, maka baik pulalah para prajuritnya. Dan apabila
>> >>> raja
>> >>> busuk, maka busuk pulalah para prajuritnya."
>> >>>
>> >>>
>> >>>
>> >>> Hati adalah raja. Seluruh tubuh adalah pelaksana semua titahnya yang
>> >>> selalu
>> >>> siap untuk menerima arahannya. Aktivitasnya tidak dinilai benar, jika
>> >>> tidak
>> >>> diniatkan dan dimaksudkan oleh sang hati. Pada kemudian hari, hati
>> >>> akan
>> >>> ditanya tentang para prajuritnya. Sebab setiap pemimpin itu
>> >>> bertanggungjawab
>> >>> atas yang dipimpinnya.
>> >>>
>> >>>
>> >>>
>> >>> Maka, memperhatikan dan meluruskan hati merupakan perkara yang paling
>> >>> utama
>> >>> untuk diseriusi oleh orang-orang yang menempuh jalan menuju Allah.
>> >>> Demikian
>> >>> pula, dengan mengkaji penyakit-penyakit hati dan metode mengobatinya,
>> >>> merupakan bentuk ibadah yang utama bagi ahli ibadah.
>> >>>
>> >>>
>> >>>
>> >>> Perumpamaan hati, ialah seperti sebuah benteng. Sedangkan syetan
>> >>> merupakan
>> >>> musuh yang hendak masuk ke dalam benteng tersebut, hendak menguasai
>> >>> dan
>> >>> merebutnya. Benteng tidak akan terlindungi, kecuali dengan menjaga
>> >>> pintu-pintunya. Orang yang tidak mengetahui pintu-pintu itu, tidak
>> >>> akan
>> >>> bisa
>> >>> menjaganya.
>> >>>
>> >>>
>> >>>
>> >>> Jadi, seseorang tidak bisa mengusir syetan kecuali dengan mengetahui
>> >>> pintu-pintu masuk yang dilewati syetan. Pintu-pintu masuk itu adalah
>> >>> sifat-sifat manusia yang jumlahnya sangat banyak. Dan kami akan
>> >>> menyebutkan
>> >>> empat pintu masuk syetan yang paling banyak tersebar dan berbahaya.
>> >>>
>> >>>
>> >>>
>> >>> Ketahuilah, hati dapat rusak sebagaimana halnya badan. Dan setiap
>> >>> kemaksiatan adalah racun hati. Ia menjadi penyebab sakit dan
>> >>> kehancurannya,
>> >>> memalingkan dari kebaikan dan menambah parah penyakitnya.
>> >>>
>> >>>
>> >>>
>> >>> Hati adalah pusat ilmu dan ketaqwaan, cinta dan benci, keragu-raguan
>> dan
>> >>> bencana. Dialah yang tahu tentang Allah, dan jalan menuju kepadaNya.
>> Dan
>> >>> anggota tubuh ini tidak lain hanyalah mengikuti dan berkhidmat
>> kepadanya.
>> >>>
>> >>>
>> >>>
>> >>> Para salaf memperoleh kemenangan yang besar dan sangat unggul. Tidak
>> lain
>> >>> karena kualitas mereka dalam ibadah-ibadah hati. Keistimewaan mereka
>> >>> dalam
>> >>> hal ini tidak ada tandingannya.
>> >>>
>> >>>
>> >>>
>> >>> Abdullah bin Mubarak råhimahullåh bersyair,
>> >>>
>> >>>
>> >>>
>> >>> "Kulihat dosa-dosa itu mematikan hati, Membinasakannya mengakibatkan
>> >>> kehinaan
>> >>>
>> >>> Meninggalkan dosa adalah kehidupan bagi hati, Selalu menjauhinya
>> >>> adalah
>> >>> yang
>> >>> terbaik bagi anda."
>> >>>
>> >>>
>> >>>
>> >>> Allåh subhanahu wa ta'ala berfirman,
>> >>>
>> >>>
>> >>>
>> >>> (yaitu) pada hari harta dan anak-anak tidak bermanfaat, kecuali orang
>> >>> yang
>> >>> datang kepada Allah dengan hati yang selamat. (Asy Syu'ara: 88 - 89)
>> >>>
>> >>>
>> >>>
>> >>> Hati yang sehat adalah hati yang selamat. Hati yang selamat
>> didefinisikan
>> >>> sebagai hati yang terbebas dari setiap syahwat, keinginan yang
>> >>> bertentangan
>> >>> dengan perintah Allah, dan dari setiap syubhat, ketidakjelasan yang
>> >>> menyeleweng dari kebenaran.
>> >>>
>> >>>
>> >>>
>> >>> Maka, barangsiapa menginginkan keselamatan dan kehidupan bagi hatinya,
>> >>> hendaklah ia membersihkan hatinya dari pengaruh racun-racun itu.
>> Kemudian
>> >>> menjaganya, jangan sampai ada racun lain yang menggrogotinya.
>> >>>
>> >>>
>> >>>
>> >>> Adapun jika tanpa sengaja ia mengambil salah satunya, ia mesti
>> bersegera
>> >>> untuk membuangnya dan menghapus pengaruhnya dengan cara bertaubat,
>> >>> beristighfar dan mengerjakan amal shalih yang dapat menghapus
>> kesalahan.
>> >>>
>> >>>
>> >>>
>> >>> Yang dimaksud dengan empat racun hati yaitu:
>> >>>
>> >>>
>> >>>
>> >>> 1 Banyak bicara
>> >>>
>> >>> 2 Banyak memandang
>> >>>
>> >>> 3 Banyak makan dan minum
>> >>>
>> >>> 4 Banyak bergaul dengan sembarang orang
>> >>>
>> >>>
>> >>>
>> >>> Keempat racun ini merupakan sumber yang paling banyak tersebar, dan
>> >>> paling
>> >>> berbahaya bagi kehidupan hati.
>> >>>
>> >>>
>> >>>
>> >>> Hati yang sehat adalah hati yang selamat, yaitu hati yang terbebas
>> >>> dari
>> >>> setiap racun-racun yang membahayakannya. Siapa saja yang menginginkan
>> >>> keselamatan bagi hatinya, hendaklah ia membersihkan hatinya dari
>> pengaruh
>> >>> racun-racun itu, emudian menjaganya. Apa saja racun-racun itu?
>> >>>
>> >>>
>> >>>
>> >>> 1. Banyak Bicara
>> >>>
>> >>>
>> >>>
>> >>> Lidah mempunyai pengaruh yang sangat besar. Keimanan dan kekafiran
>> >>> bisa
>> >>> tampak melalui lihad (syahadat). Barangsiapa melepaskan tali kendali
>> >>> lidahnya, maka syetanpun akan memperdayanya dari segala penjuru,
>> sehingga
>> >>> menggiringnya menuju tepian jurang, kemudian menjatuhkannya sampai ke
>> >>> dasar.
>> >>>
>> >>>
>> >>>
>> >>> Dari Mu'adz rådhiyallåhu 'anhu, dari Råsulullåh (shållallåhu 'alaihi
>> >>> wa
>> >>> sallam) bersabda,
>> >>>
>> >>>
>> >>>
>> >>> "Dan tiadalah yang menelungkupkan wajah atau batang hidung manusia ke
>> >>> dalam
>> >>> api neraka, melainkan karena ulah lidahnya." (HR. At Tirmidzi, Ibnu
>> Majah
>> >>> dan Al Hakim, shahih)
>> >>>
>> >>>
>> >>>
>> >>> Banyak ayat Al Qur'an dan sabda Råsulullåh (shållallåhu 'alaihi wa
>> >>> sallam)
>> >>> serta ucapan salafush shalih yang memperingatkan kita dari bahaya dan
>> >>> kerusakan lidah.
>> >>>
>> >>>
>> >>>
>> >>> Diantaranya firman Allah, yang artinya:
>> >>>
>> >>>
>> >>>
>> >>> "Tiadalah suatu perkataan pun yang diucapkannya, melainkan ada di
>> >>> dekatnya
>> >>> malaikat pengawas yang selalu hadir." (QS Qaf: 18).
>> >>>
>> >>>
>> >>>
>> >>> Dari Sufyan bin Abdillah Ats-Tsaqafi rådhiyallåhu 'anhu berkata,
>> >>>
>> >>>
>> >>>
>> >>> "Aku bertanya, "Ya Råsulullåh (shållallåhu 'alaihi wa sallam), apakah
>> >>> yang
>> >>> paling anda takutkan terhadap diri saya?" Beliau (shållallåhu 'alaihi
>> wa
>> >>> sallam) bersabda, "Ini." sambil memegang lidahnya." (HR. At Tirmidzi,
>> >>> Ibnu
>> >>> Majah, Al Hakim dan Ad Darimi, shahih)
>> >>>
>> >>>
>> >>>
>> >>> Dari Uqbah bin Amir rådhiyallåhu 'anhu berkata,
>> >>>
>> >>>
>> >>>
>> >>> "Ya Råsulullåh (shållallåhu 'alaihi wa sallam), apakah keselamatan
>> itu?"
>> >>> Beliau (shållallåhu 'alaihi wa sallam) bersabda, "Peliharalah
>> lidahmu"."
>> >>> (HR. At-Tirmidzi, Ahmad, Ibnu Mubarak, shahih)
>> >>>
>> >>>
>> >>>
>> >>> Beliau (shållallåhu 'alaihi wa sallam) bersabda pula,
>> >>>
>> >>>
>> >>>
>> >>> "Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata
>> >>> yang
>> >>> baik atau diam." (HR. Bukhari dan Muslim)
>> >>>
>> >>>
>> >>>
>> >>> Dari Abu Hurairah rådhiyallåhu 'anhu , bahwasanya ia mendengar
>> Råsulullåh
>> >>> (shållallåhu 'alaihi wa sallam) bersabda,
>> >>>
>> >>>
>> >>>
>> >>> "Sesungguhnya, seorang hamba berbicara dengan sebuah pembicaraan yang
>> >>> jelas
>> >>> (ia anggap biasa); ternyata hal itu membuat ia tergelincir ke dalam
>> >>> api
>> >>> neraka lebih jauh dari pada jarak timur dan barat." (HR. Bukhari dan
>> >>> Muslim)
>> >>>
>> >>>
>> >>>
>> >>> Dari Abdullah bin Mas'ud rådhiyallåhu 'anhumaa, ia berkata,
>> >>>
>> >>>
>> >>>
>> >>> "Demi Allah, tiada tuhan yang pantas disembah selain Dia. Tiada
>> >>> sesuatu
>> >>> pun
>> >>> yang lebih pantas untuk dipenjara lebih lama, (kecuali) dari lidahku."
>> >>>
>> >>>
>> >>>
>> >>> Beliau rådhiyallåhu 'anhumaa juga berkata,
>> >>>
>> >>>
>> >>>
>> >>> "Wahai lidah, berkatalah yang baik, kamu akan beruntung. Dan Diamlah
>> dari
>> >>> yang buruk, (maka) kamu akan selamat, sebelum kamu menyesal."
>> >>>
>> >>>
>> >>>
>> >>> Dari Abu Darda' rådhiyallåhu 'anhu berkata,
>> >>>
>> >>>
>> >>>
>> >>> "Berlakulah adil terhadap dua telinga dari lidah. Dijadikan untuk anda
>> >>> dua
>> >>> telinga dan satu lidah, supaya anda lebih banyak mendengar daripada
>> >>> berbicara. Bencana lidah yang paling ringan yaitu berbicara tentang
>> >>> sesuatu
>> >>> yang tidak berfaidah."
>> >>>
>> >>>
>> >>>
>> >>> Simak racun hati berikutnya di antara empat racun hati yang sangat
>> >>> berbahaya
>> >>> yaitu banyak memandang. Bagaimana definisi "banyak memandang"?
>> Bagaimana
>> >>> dalil-dalil serta peringatan dari Allah dan Rasul-Nya mengenai hal
>> >>> ini?
>> >>> Bagaimana penjelasan para 'dokter' penyakit hati?
>> >>>
>> >>>
>> >>>
>> >>> 2. Banyak Memandang
>> >>>
>> >>>
>> >>>
>> >>> Yang dimaksud dengan banyak memandang, yaitu melepaskan pandangan
>> kepada
>> >>> sesuatu dengan sepenuh mata, dan memandang kepada yang tidak halal
>> untuk
>> >>> dipandang.
>> >>>
>> >>>
>> >>>
>> >>> Allah subhanahu wa ta'ala berfirman, yang artinya:
>> >>>
>> >>>
>> >>>
>> >>> Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman, "Hendaklah mereka
>> menahan
>> >>> pandangannya dan memelihara kemaluannya"; yang demikian itu adalah
>> lebih
>> >>> suci bagi mereka. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka
>> >>> perbuat"
>> >>>
>> >>>
>> >>>
>> >>> Katakanlah kepada wanita yang beriman, "
>> >>>
>> >>>
>> >>>
>> >>> (1.) Hendaklah mereka menahan pandangan mereka,
>> >>>
>> >>> (2.) dan memelihara kemaluan mereka,
>> >>>
>> >>> (3.) dan janganlah mereka menampakkan perhiasan mereka kecuali yang
>> >>> (biasa)
>> >>> nampak dari mereka.
>> >>>
>> >>> (4.) dan hendaklah mereka menutup kain kudung kedada mereka,
>> >>>
>> >>> (5.) dan janganlah menampakkan perhiasan mereka, kecuali kepada:
>> >>>
>> >>>
>> >>>
>> >>> - suami mereka,
>> >>>
>> >>> - atau ayah mereka,
>> >>>
>> >>> - atau ayah suami mereka,
>> >>>
>> >>> - atau putera-putera mereka,
>> >>>
>> >>> - atau putera-putera suami mereka,
>> >>>
>> >>> - atau saudara-saudara mereka,
>> >>>
>> >>> - (atau) putera-putera saudara laki-laki mereka,
>> >>>
>> >>> - atau putera-putera saudara perempuan mereka,
>> >>>
>> >>> - atau wanita-wanita Islam,
>> >>>
>> >>> - atau budak-budak yang mereka miliki
>> >>>
>> >>> - atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan
>> (terhadap
>> >>> wanita)
>> >>>
>> >>> - atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita.
>> >>>
>> >>>
>> >>>
>> >>> (6.) Dan Janganlah mereka memukulkan kaki mereka agar diketahui
>> perhiasan
>> >>> yang mereka sembunyikan.
>> >>>
>> >>>
>> >>>
>> >>> Dan bertaubatlah kepada Allah, hai orang-orang yang beriman agar kamu
>> >>> beruntung.
>> >>>
>> >>>
>> >>>
>> >>> (QS An-Nur: 30 - 31)
>> >>>
>> >>>
>> >>>
>> >>> Dari Abu Hurairah rådhiyallåhu 'anhu , dari Råsulullåh (shållallåhu
>> >>> 'alaihi
>> >>> wa sallam) bersabda, (yang artinya)
>> >>>
>> >>>
>> >>>
>> >>> Telah ditetapkan kepada manusia bagiannya dari perzinahan, ia pasti
>> >>> melakukan hal itu. Kedua mata, zinanya ialah memandang. Kedua telinga,
>> >>> zinanya adalah mendengar. Lidah, zinanya adalah berbicara, Tangan,
>> >>> zinanya
>> >>> adalah memukul (meraba). Kaki, zinanya adalah melangkah. Hati,
>> >>> berkeinginan
>> >>> dan berangan-angan. Dan yang membenarkan atau menggagalkan semua itu,
>> >>> adalah
>> >>> kemaluan." (HR. Bukhari, Muslim, Abu Dawud, dan Ahmad)
>> >>>
>> >>>
>> >>>
>> >>> Dari Jarir rådhiyallåhu 'anhu berkata, Aku bertanya kepada Råsulullåh
>> >>> (shållallåhu 'alaihi wa sallam) tentang pandangan (haram) yang
>> tiba-tiba
>> >>> (tidak sengaja). Beliau menjawab, (yang artinya), "Alihkan
>> pandanganmu."
>> >>> (HR. Muslim, At-Tirmidzi, Ad-Darimi dan Ahmad)
>> >>>
>> >>>
>> >>>
>> >>> Berlebihan memandang dengan mata, menimbulkan anggapan indah terhadap
>> apa
>> >>> yang dipandang dan mempertautkan hati yang memandang kepadanya.
>> >>> Selanjutnya,
>> >>> terlahirlah berbagai kerusakan dan bencana dalam hatinya, diantaranya:
>> >>>
>> >>>
>> >>>
>> >>> Pandangan adalah anak panah beracun di antara anak panah Iblis
>> >>>
>> >>>
>> >>>
>> >>> Barangsiapa menundukkan pandangannya karena Allah, Dia akan memberikan
>> >>> kepadanya kenikmatan dan kedamaian dalam hatinya, yang ia rasakan
>> sampai
>> >>> bertemu dengan-Nya.
>> >>>
>> >>>
>> >>>
>> >>> Pandangan merupakan pintu masuk syetan
>> >>>
>> >>>
>> >>>
>> >>> Sesungguhnya masuknya syetan lewat jalan ini melebihi kecepatan aliran
>> >>> udara
>> >>> ke ruang hampa. Syetan akan menjadikan wujud yang dipandang
>> >>> seakan-akan
>> >>> indah, menjadikannya sebagai berhala tautan hati.
>> >>>
>> >>>
>> >>>
>> >>> Kemudian mengobral janji dan angan-angan. Lalu syetan menyalakan api
>> >>> syahwat, dan ia lemparkan kayu bakar maksiat. Seseorang tidak mungkin
>> >>> melakukannya tanpa ada gambaran wujud yang dipandangnya.
>> >>>
>> >>>
>> >>>
>> >>> Pandangan menyibukkan hati, menjadikannya lupa terhadap hal-hal yang
>> >>> bermanfaat baginya, dan menjadi penghalang antara keduanya. Akhirnya
>> >>> urusannya pun menjadi kacau. Dia menjadi selalu lalai dan mengakui
>> >>> hawa
>> >>> nafsunya.
>> >>>
>> >>>
>> >>>
>> >>> Allåh subhanahu wa ta'ala berfirman,
>> >>>
>> >>>
>> >>>
>> >>> Dan janganlah kamu taat kepada orang yang telah Kami lalaikan hatinya
>> >>> dari
>> >>> dzikir kepada Kami dan mengikuti hawa nafsunya serta urusannya
>> >>> kacau-balau.
>> >>> (QS. Al-Kahfi: 28)
>> >>>
>> >>>
>> >>>
>> >>> Demikianlah, melepaskan pandangan secara bebas mengakibatkan tiga
>> bencana
>> >>> ini.
>> >>>
>> >>>
>> >>>
>> >>> Membiarkan pandangan lepas adalah maksiat kepada Allah dan dosa,
>> >>> sebagaimana
>> >>> firmanNya pada Al-Qur'an surat An-Nur ayat 30 dan 31 yang telah
>> >>> disebutkan.
>> >>>
>> >>>
>> >>>
>> >>> Allåh subhanahu wa ta'ala berfirman, yang artinya:
>> >>>
>> >>>
>> >>>
>> >>> Dia mengetahui (pandangan) mata yang khianat, dan apa yang
>> disembunyikan
>> >>> oleh hati. (QS Al-Mukmin: 19)
>> >>>
>> >>>
>> >>>
>> >>> Membiarkan pandangan lepas menyebabkan hati menjadi gelap, sebagaimana
>> >>> menahan pandangan menyebabkan hati bercahaya.
>> >>>
>> >>>
>> >>>
>> >>> Bila hati telah bersinar, maka seluruh kebaikan dari segala penjuru
>> akan
>> >>> masuk ke dalamnya. Sebaliknya apabila hati telah gelap, maka berbagai
>> >>> keburukan dan bencana akan masuk ke dalamnya, dari segala penjuru.
>> >>>
>> >>>
>> >>>
>> >>> Seorang yang shalih berkata,
>> >>>
>> >>>
>> >>>
>> >>> "Barangsiapa mengisi lahirnya dengan mengikuti sunnah, mengisi
>> >>> batinnya
>> >>> dengan muraqabah (merasa diawasi Allah), menjaga pandangannya dari
>> >>> yang
>> >>> diharamkan, menjaga dirinya dari yang syubhat (belum jelas halal
>> >>> haramnya),
>> >>> dan hanya memakan yang halal, firasatnya tidak akan meleset."
>> >>>
>> >>>
>> >>>
>> >>> Mari kita lanjutkan ulasan selanjutnya mengenai empat racun hati yang
>> >>> sangat
>> >>> berbahaya bagi kehidupan hati kita. Dia adalah banyak makan dan minum.
>> >>> Hal
>> >>> ini telah menjadi perhatian Råsulullåh (shållallåhu 'alaihi wa sallam)
>> >>> dan
>> >>> para ulama'. Banyak para ulama' yang mengulas masalah ini dan
>> >>> memasukkannya
>> >>> ke dalam buku-buku mereka mengenai tazkiyatun nufus. Bagaimana hadits
>> >>> Råsulullåh (shållallåhu 'alaihi wa sallam) dan penjelasan para sahabat
>> >>> dan
>> >>> para ulama'?
>> >>>
>> >>>
>> >>>
>> >>> 3. Banyak Makan dan Minum
>> >>>
>> >>>
>> >>>
>> >>> Nafsu perut adalah termasuk perusak yang amat besar. Nafsu ini pula,
>> yang
>> >>> menyebabkan Adam dikeluarkan dari Surga. Dari nafsu perut pula, muncul
>> >>> nafsu
>> >>> kemaluan dan kecenderungan kepada harta benda. Yang akhirnya disusul
>> >>> dengan
>> >>> berbagai bencana yang banyak. Semua ini berasal dari kebiasaan
>> >>> memenuhi
>> >>> tuntutan perut.
>> >>>
>> >>>
>> >>>
>> >>> Sedikit makan itu melembutkan hati, menguatkan daya pikir, serta
>> >>> melemahkan
>> >>> hawa nafsu dan sifat marah. Sedangkan banyak makan, akan mengakibatkan
>> >>> sebaliknya.
>> >>>
>> >>>
>> >>>
>> >>> Allåh subhanahu wa ta'ala berfirman,
>> >>>
>> >>>
>> >>>
>> >>> Makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah
>> >>> tidak
>> >>> menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan." (QS Al-A'raf: 31)
>> >>>
>> >>>
>> >>>
>> >>> Dari Miqdam bin Ma'di Karib rådhiyallåhu 'anhu berkata, Aku mendengar
>> >>> Råsulullåh (shållallåhu 'alaihi wa sallam) bersabda, (yang artinya):
>> >>>
>> >>>
>> >>>
>> >>> "Janganlah manusia memenuhi sebuah tempat yang lebih buruk dari
>> perutnya.
>> >>> Cukuplah bagi manusia beberapa suapa (tiga sampai sembilan), untuk
>> >>> menegakkan tulang punggungnya. Jika tidak bisa, maka sepertiga untuk
>> >>> makan,
>> >>> sepertiga untuk minum dan sepertiga untuk bernafas." (HR. Tirmidzi,
>> Ibnu
>> >>> Majah, dan Al-Hakim, shahih)
>> >>>
>> >>>
>> >>>
>> >>> Ibnu Abbas rådhiyallåhu 'anhumaa berkata,
>> >>>
>> >>>
>> >>>
>> >>> "Allah (subhanahu wa ta'ala) menghalalkan makan dan minum, selama
>> >>> tidak
>> >>> berlebih-lebihan dan tidak ada unsur kesombongan."
>> >>>
>> >>>
>> >>>
>> >>> Berlebihan dalam makan, dapat mengakibatkan banyak hal buruk. Ia
>> >>> menggerakkan anggota tubuh untuk melakukan maksiat, serta
>> >>> menjadikannya
>> >>> merasa berat untuk taat dan ibadah. Cukuplah dua hal ini sebagai suatu
>> >>> keburukan.
>> >>>
>> >>>
>> >>>
>> >>> Dari Utsman bin Za'idah råhimahullåh berkata,
>> >>>
>> >>>
>> >>>
>> >>> "Sufyan Ats-Tsauri (råhimahullåh) berkirim surat kepadaku: 'Apabila
>> >>> engkau
>> >>> ingin badanmu sehat dan ringan tidurmu, maka sedikitkanlah makanmu'."
>> >>>
>> >>>
>> >>>
>> >>> Sebagian salaf berujar,
>> >>>
>> >>>
>> >>>
>> >>> Sebagian pemuda Bani Israil berta'abud (berpuasa sambil berkhalwat).
>> Bila
>> >>> telah datang masa berbuka, salah seorang dari mereka berkata, "Jangan
>> >>> makan
>> >>> banyak-banyak, sehingga minum kalianpun banyak. Lalu tidur kalian juga
>> >>> banyak, akhirnya kalian banyak merugi."
>> >>>
>> >>>
>> >>>
>> >>> 'Aisyah meriwayatkan, sejak masuk Madinah, keluarga Råsulullåh
>> >>> (shållallåhu
>> >>> 'alaihi wa sallam) belum pernah merasa kenyang oleh roti gandum selama
>> >>> tiga
>> >>> hari berturut-turut, sampai beliau wafat. (HR. Bukhari dan Muslim)
>> >>>
>> >>>
>> >>>
>> >>> Amir bin Qais berkata,
>> >>>
>> >>>
>> >>>
>> >>> "Berhati-hatilah engkau dari banyak makan. Karena hal itu menyebabkan
>> >>> kerasnya hati."
>> >>>
>> >>>
>> >>>
>> >>> Abu Sulaiman Ad-Darimi berkata, "Kunci dunia adalah kenyang, sedangkan
>> >>> kunci
>> >>> akhirat adalah lapar."
>> >>>
>> >>>
>> >>>
>> >>> Al-Harits bin Kaladah -salah seorang pakar kedokteran Arab pada masa
>> lalu
>> >>> berkata,
>> >>>
>> >>>
>> >>>
>> >>> "Menjaga diri dari makanan (melebihi yang diperlukan), merupakan
>> pangkal
>> >>> penyakit.
>> >>>
>> >>>
>> >>>
>> >>> Al-Harits berkata pula,
>> >>>
>> >>>
>> >>>
>> >>> Yang membunuh manusia dan membinasakan binatang-binatang buas di dunia
>> >>> ini,
>> >>> ialah memasukkan makanan di atas makanan sebelum selesai pencernaan.
>> >>>
>> >>>
>> >>>
>> >>> Ibrahim bin Adham berkata,
>> >>>
>> >>>
>> >>>
>> >>> "Barangsiapa memelihara perutnya, akan terpeliharalah diennya
>> (agamanya).
>> >>> Dan barangsiapa mampu menguasai rasa laparnya, akan memiliki akhlak
>> yang
>> >>> terpuji. Sesungguhnya, kemaksiatan kepada Allah itu jauh dari seorang
>> >>> yang
>> >>> lapar dan dekat dengan seorang yang kenyang."
>> >>>
>> >>>
>> >>>
>> >>> 4. Banyak Bergaul Dengan Sembarang Orang
>> >>>
>> >>>
>> >>>
>> >>> Ini merupakan penyakit berbahaya yang mengakibatkan banyak keburukan.
>> Ia
>> >>> dapat menghilangkan nikmat dan menebarkan permusuhan. Ia juga
>> menanamkan
>> >>> kedengkian yang dahsyat, serta mengakibatkan kerugian dunia dan
>> akhirat.
>> >>>
>> >>>
>> >>>
>> >>> Dalam bergaul, hendaknya kita mengklasifikasikan (membagi) manusia
>> >>> menjadi
>> >>> dua kelompok, yang baik dan buruk. Ketidakmampuan kita membedakan dua
>> >>> kelompok ini, dapat membawa bencana.
>> >>>
>> >>>
>> >>>
>> >>> Allåh subhanahu wa ta'ala berfirman, yang artinya,
>> >>>
>> >>>
>> >>>
>> >>> Dan (ingatlah) hari (ketika itu) orang yang zhalim menggigit dua
>> >>> tangannya,
>> >>> seraya berkata, "Aduhai kiranya (dulu) aku mengambil jalan
>> >>> bersama-sama
>> >>> Rasul. Kecelakaan besarlah bagiku; kiranya aku (dulu) tidak menjadikan
>> >>> fulan
>> >>> itu teman akrab(ku). Sesungguhnya dia telah menyesatkan aku dari
>> >>> Al-Qur'an,
>> >>> ketika Al-Qur'an itu telah datang kepadaku." Dan adalah syetan itu
>> tidak
>> >>> mau
>> >>> menolong manusia. (Al-Furqan: 27 - 29)
>> >>>
>> >>>
>> >>>
>> >>> Allåh subhanahu wa ta'ala berfirman pula, yang artinya:
>> >>>
>> >>>
>> >>>
>> >>> Teman-teman akrab para hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi
>> >>> sebagian
>> >>> yang
>> >>> lain, kecuali orang-orang yang bertaqwa. (Az-Zukhruf: 67)
>> >>>
>> >>>
>> >>>
>> >>> Råsulullåh (shållallåhu 'alaihi wa sallam) bersabda,
>> >>>
>> >>>
>> >>>
>> >>> Perumpamaan teman yang baik dan teman yang buruk, adalah seperti
>> penjual
>> >>> minyak wangi dan peniup api (pandai besi), adakalanya memberi anda
>> >>> (minyak
>> >>> wangi), atau anda membeli darinya, atau anda mendapat bau wangi
>> darinya.
>> >>> Adapun peniup api (pandai besi), adakalanya membakar pakaian anda,
>> >>> atau
>> >>> anda
>> >>> mendapatkan bau yang kuran gsedap darinya. (HR. Bukhari dan Muslim)
>> >>>
>> >>>
>> >>>
>> >>> Råsulullåh (shållallåhu 'alaihi wa sallam) bersabda, yang artinya:
>> >>>
>> >>>
>> >>>
>> >>> Seseorang itu mengikuti agama sahabatnya. Maka, hendaklah kalian
>> >>> memperhatikan siapa sahabat kalian. (Hadits hasan, diriwayatkan Ahmad,
>> >>> Abu
>> >>> Dawud, At-Tirmidzi)
>> >>>
>> >>>
>> >>>
>> >>> Råsulullåh (shållallåhu 'alaihi wa sallam) bersabda, yang artinya:
>> >>>
>> >>>
>> >>>
>> >>> Janganlah anda berteman melainkan dengan orang mukmin dan janganlah
>> >>> memakan
>> >>> makananmu, kecuali orang bertaqwa. (HR. Ahmad, At-Tirmidzi dan Abu
>> Dawud
>> >>> dengan sanad yang hasan)
>> >>>
>> >>>
>> >>>
>> >>> Berkata Umar bin Khathab rådhiyallåhu 'anhu,
>> >>>
>> >>>
>> >>>
>> >>> "Janganlah anda berjalan bersama orang fajir (yang bergelimangan dalam
>> >>> dosa), karena dia akan mengajarkan kepada anda perbuatan dosanya."
>> >>>
>> >>>
>> >>>
>> >>> Berkata Muhammad bin Wasi',
>> >>>
>> >>>
>> >>>
>> >>> "Tiadalah tersisa dari kenikmatan dunia, selain shalat berjama'ah dan
>> >>> berjumpa dengan teman (yang shalih)."
>> >>>
>> >>>
>> >>>
>> >>> Berkata Bilal bin Sa'ad,
>> >>>
>> >>>
>> >>>
>> >>> "Saudaramu yang selalu mengingatkanmu akan kedudukanmu di sisi Allah
>> >>> adalah
>> >>> lebih baik bagimu, daripada saudaramu yang selalu memberimu dinar
>> (harta
>> >>> benda)."
>> >>>
>> >>>
>> >>>
>> >>> Berkata sebagian salaf,
>> >>>
>> >>>
>> >>>
>> >>> "Orang yang paling lemah (tercela), yaitu orang yang tidak mau mencari
>> >>> teman
>> >>> (yang baik). Dan yang lebih lemah (tercela) daripadanya, ialah orang
>> >>> -yang
>> >>> apabila telah mendapatkan teman (yang baik)- ia menyiakannya."
>> >>>
>> >>>
>> >>>
>> >>> Alangkah bahagianya, apabila kita diberi rezki oleh Allah berupa teman
>> >>> yang
>> >>> shalih. Teman yang selalu mengingatkan dan menasihati kita untuk tetap
>> >>> istiqamah, sehingga kita selamat dari api neraka dan masuk ke dalam
>> >>> surga.
>> >>> Itulah teman yang baik dan bermanfaat di dunia dan akhirat.
>> >>>
>> >>>
>> >>>
>> >>> Semoga Allah senantiasa menyelamatkan hati kita dari segala racun dan
>> >>> kotorannya, sehingga kita selalu bersih dan bersinah sampai berjumpa
>> >>> denganNya. Amin, ya rabbal 'alamin.
>> >>>
>> >>>
>> >>>
>> >>> Maraji'
>> >>>
>> >>>
>> >>>
>> >>> 1. Al-Misbahul Munir Fi Tahdzib Tafsir Ibn Katsir, Jama'ah Minal
>> Ulama',
>> >>> Isyraf Asy-Syaikh Shafiyyur Rahman Al-Mubarakafuri, Daar As-Salam,
>> >>> Riyadh.
>> >>>
>> >>>
>> >>>
>> >>>
>> >>>
>> >>> 2. Tazkiyatun Nufus, Syaikh Ahmad Farid, Edisi revisi hanya memuat
>> >>> hadits-hadits shahih. Cetakan tahun 1419H / 1998M, Daar Al-Aqidah
>> >>> Litturats,
>> >>> Iskandariyah.
>> >>>
>> >>>
>> >>>
>> >>> 3. Tazkiyah An-Nafs, Syaikh Ahmad Farid, Edisi lama (belum direvisi),
>> >>> terjemahan Indonesia. Penterjemah Imtihan Asy-Syafi'i, Pustaka Arafah.
>> >>>
>> >>>
>> >>>
>> >>> 4. Jami' Al-Ulum Wal Hikam, Ibnu Rajab, tahqiq Syu'aib Al-Arnauth dan
>> >>> Ibrahim Bajis, Muassasah Ar-Risalah, Beirut.
>> >>>
>> >>>
>> >>>
>> >>> 5. Al-Mukhtar Lil Hadits Fi Syahri Ramadhan, Majmu'ah Thalabatil Ilmi,
>> >>> Rabithah Alam Islami.
>> >>>
>> >>>
>> >>>
>> >>> Penulis: Al-Ustadz Abdullåh Al-Hadråmi
>> >>>
>> >>> Dikutip dari majalah As-Sunnah 09/VII/1421H
>> >>>
>> >>> http://www.assunnah-qatar.com/artikel/tazkiyatun-nufus.feed
>> >>>
>> >>>
>> >>> --
>> >>> ~~~~~
>> >>>
>>
>>
>>
>>
>> --
>>
>> ~~~~~
>>
>> Whe~en
>> http://wheen.blogsome.com/
>>
>> "Tuhanku, lapangkanlah untukku dadaku, dan mudahkanlah untukku urusanku,
>> dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, supaya mereka mengerti
>> perkataanku."
>> (QS 20 : 25-28)
>> "Ya Allah jadikan Aku hamba yang selalu bersyukur dan penyabar"
>>
>>
>>
>> --
>>
>> -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
>> Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
>> dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
>>
>> Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang
>> berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
>>
>> Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
>> Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
>> Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
>> Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
>> -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
>>
>>
>> --
>>
>> -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
>> Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
>> dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
>>
>> Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang
>> berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
>>
>> Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
>> Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
>> Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
>> Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
>>
>> -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
>>
>> --
>>
>> -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
>> Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
>> dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
>>
>> Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang
>> berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
>>
>> Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
>> Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
>> Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
>> Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
>> -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
>>
>>
>> --
>>
>> -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
>> Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
>> dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
>>
>> Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang
>> berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
>>
>> Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
>> Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
>> Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
>> Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
>>
>> -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
>>
>> --
>>
>> -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
>> Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
>> dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
>>
>> Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang
>> berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
>>
>> Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
>> Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
>> Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
>> Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
>> -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
>>
>>
>> --
>>
>> -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
>> Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
>> dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
>>
>> Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang
>> berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
>>
>> Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
>> Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
>> Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
>> Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
>>
>> -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
>>
>> --
>>
>> -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
>> Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
>> dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
>>
>> Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang
>> berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
>>
>> Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
>> Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
>> Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
>> Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
>>
>> -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
>>
>>
>>
>> --
>>
>> -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
>> Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
>> dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
>>
>> Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang
>> berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
>>
>> Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
>> Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
>> Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
>> Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
>>
>> -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
>>
>> --
>>
>> -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
>> Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
>> dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
>>
>> Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang
>> berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
>>
>> Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
>> Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
>> Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
>> Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
>>
>> -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
>>
>>
>>
>> --
>>
>> -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
>> Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
>> dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
>>
>> Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang
>> berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
>>
>> Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
>> Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
>> Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
>> Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
>>
>> -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
>>
>> --
>>
>> -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
>> Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
>> dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
>>
>> Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang
>> berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
>>
>> Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
>> Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
>> Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
>> Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
>> -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
>>
>>
>> --
>>
>> -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
>> Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
>> dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
>>
>> Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang
>> berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
>>
>> Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
>> Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
>> Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
>> Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
>>
>> -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
>>
>> --
>>
>> -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
>> Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
>> dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
>>
>> Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang
>> berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
>>
>> Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
>> Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
>> Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
>> Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
>> -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
>>
>>
>> --
>>
>> -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
>> Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
>> dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
>>
>> Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang
>> berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
>>
>> Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
>> Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
>> Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
>> Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
>>
>> -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
>>
>
> --
> -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
> Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
> dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
>
> Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang
> berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
>
> Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
> Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
> Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
> Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
> -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
--
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
No comments:
Post a Comment