Allah menganugrahkan al hikmah kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan
barang siapa yang dianugrahi al hikmah itu, ia benar-benar telah
dianugrahi karunia yang banyak. Dan hanya orang-orang yang berakallah
yang dapat mengambil pelajaran (dari firman Allah).
On 1/21/11, Nandang Sudrajat <aendangzr@yahoo.co.id> wrote:
> oke deh....biar tdaik melebar,agar bisa kembali ke topik saja,....
>
> tapi yg ini belum di jawab juga
>
> (wheen)"karena logika logika yang ada diciptakan oleh manusia,akal
> diciptakan oleh Allah"
>
> disitu ada penciptaan yg disampaikan mba wheen, bantu saya memahaminya dasar
> nya apa?
>
> terima kasih
>
>
> --- Pada Jum, 21/1/11, whe - en <whe.en9999@gmail.com> menulis:
>
>
> Dari: whe - en <whe.en9999@gmail.com>
> Judul: Re: [Milis_Iqra] kajian ilmiah dan bedah buku
> Kepada: milis_iqra@googlegroups.com
> Tanggal: Jumat, 21 Januari, 2011, 2:41 PM
>
>
> betul mas
> saya mengesampingkan akal jika dibandingkan dengan wahyu (Al Qur'an dan as
> sunnah)
> kan sudah saya tulis :-) :-)
>
> Mengesampingkan jangan diartikan tidak menggunakan akal sama sekali yach.
> Ini maksudnya.
>
> prioritasnya sudah saya tulis
> 1. Wahyu (al qur'an dan assunnah)
> 2. Akal
> 3. Logika
>
> dalilnya sudah saya quote dibawah kan kenapa saya memprioritaskan wahyu?
>
> biar tidak melebar lagi, ini dalam hal ibadah kan mas yang kita bicarakan?
> biar batasannya jelas loch ya.
>
> regards//
> whe~en
>
>
> 2011/1/21 Nandang Sudrajat <aendangzr@yahoo.co.id>
>
>
>
>
>
>
> (wheen)
>
> Mas nandang
> saya teruskan ya:
> ini dalilnya kenapa saya mengedepankan wahyu.
>
> (Nandang)
> saya tidak mengatakan kepada mba wheen ,bahwa mba wheen mengesampingkan
> akal, justru ini karena pendapat mba wheen sendiri yg tidak konsisten yaitu
> seperti quote :
>
> (wheen)
>
> 1.jangan salah sangka bahwa saya mengesampingkan akal,
>
>
>
> (Nandang)
> pada hal mba wheen sendiri yg mengatakanya loh ....ini quote nya :
>
>
> 2."Buat saya, agama ini didasarkan kepada wahyu bukan akal, jadi saya
> memilih mengesampingkan akal dulu mas Nandang,
>
> dan dalam kalimat pembukaan (diatas)sekarang mengatakan lagi
> seperti pernyataan di awal
> 3." ini dalilnya kenapa saya mengedepankan wahyu."
>
> jadi ada tiga pernyataan yg berbeda ,1.menyatakan mengesampingkan akal dulu
> 2.jgn salah sangka ,saya
> mengesampingkan akal
> 3.ini dalilnya kenapa
> mengedepankan wahyu
>
>
> hehehehe saya jadi bingung......
>
> kemudian saya sampaikan adil dalam memandang pemahaman agama,adil dgn
> memakai kaidah umum untuk yg umum dan adil untuk memakai kaidah khusus untuk
> yg khusus.jadi saya pun tidak mengatakan saya mengedapankan akal baru dalil
> seperti Contohnya,
> Ketika anda safar, boleh mengusap atas sepatu ketika berwudhu. Tentu dalam
> kasus ini saya ucapkan sami'na wa atha'na,sebelum akal bisa mengetahuinya
> namun insya allah apa yg diajarkan rasulullah tidak akan berentangan dgn
> akal. apa yg saya sampaikan ini tentu tidak bertentangan dgn Q.S. Al Ahzab:
> 36 dan tidak bertentangan sedikitpun dgn ucapan imam safii yg mba wheen
> kutip.hanya saja saya menempatkan akal menurut kaidahnya supaya adil.
>
> agar tidak membingungkan sblm saya meminta bagaimana pendapat mba wheen
> tentang keseinmbangan hidup di dunia dan akhrat, pertanyaan tentang
> persakisian 2 wanita sama dgn 1 laki laki , ada baiknya mba wheen menjawab
> pertanyaan yg belum terjawab sebelumnya yaitu
>
> ini pernyataan mba wheen
> (wheen)"Dalam beragama harus berakal, namun tidak
> berlogika"....(nandang)saya mohon dalilnya
>
>
>
>
> (wheen)"karena logika logika yang ada diciptakan oleh manusia,akal
> diciptakan oleh Allah" .....(nandang)saya mohon dalilnya juga
>
> demikian terima kasih.....
>
>
>
>
>
> (nandang)
> yg ini juga sepertinya mba wheen harus menyampaikan dasar atau dalilnya ke
> saya
>
>
> --- Pada Jum, 21/1/11, whe - en <whe.en9999@gmail.com> menulis:
>
>
>
> Dari: whe - en <whe.en9999@gmail.com>
> Judul: Re: [Milis_Iqra] kajian ilmiah dan bedah buku
> Kepada: milis_iqra@googlegroups.com
> Tanggal: Jumat, 21 Januari, 2011, 12:08 PM
>
>
>
>
>
> Mas nandang
> saya teruskan ya:
> ini dalilnya kenapa saya mengedepankan wahyu.
>
>
> As-Sunnah atau Al-Hadits merupakan wahyu kedua setelah Al-Qur'an.
> Sebagaimana disebutkan dalam sabda Rasulullah: "Ketahuilah, sesungguhnya aku
> diberi Al-Qur`an dan (sesuatu) yang serupa dengannya." -yakni As-Sunnah-,
> (H.R. Abu Dawud, Imam Ahmad)
>
> Para ulama juga menafsirkan firman ALLAH: "…dan supaya mengajarkan kepada
> mereka Al-Kitab dan Al-Hikmah" (QS. Al Baqarah:129)
>
> Perintah Al-Qur`an agar berhukum dengan As-Sunnah diantaranya:
> Dan tidaklah patut bagi laki-laki maupun perempuan mu'min, apabila ALLAH dan
> Rasul-Nya menetapkan suatu ketetapan dalam urusan mereka, mereka memilih
> pilihan lain. Barangsiapa mendurhakai ALLAH dan Rasul-Nya, sungguh, dia
> telah nyata-nyata sesat." (Q.S. Al Ahzab: 36)
>
> Hadits yang memerintahkan agar mengikuti Nabi SAW : "Aku tinggalkan dua
> perkara untuk kalian. Selama kalian berpegang teguh dengan keduanya tidak
> akan tersesat selama-lamanya, yaitu Kitabullah dan Sunnahku. Dan tidak akan
> terpisah keduanya sampai keduanya mendatangiku di haudh (telaga di surga)."
> (HR. Malik)
>
> Dan saya juga setuju dengan ucapan Imam Syafi'i di akhir kitabnya,
> Ar-Risalah berkata, "Tidak halal menggunakan qiyas tatkala ada hadits
> (shahih)."
>
> Kaidah Ushul menyatakan, "Apabila ada hadits (shahih) maka gugurlah
> pendapat",
>
> dan juga kaidah "Tidak ada ijtihad apabila ada nash yang (shahih)". Dan
> perkataan-perkataan di atas jelas bersandar kepada Al-Qur'an dan As-Sunnah
> lihat QS Al Ahzab 36
>
> regards
> Whe~en
>
>
> 2011/1/21 whe - en <whe.en9999@gmail.com>
>
> PR saya banyak sekali ya mas Nandang
> lach soal keseimbangan dunia akherat bahasannya banyak banget mas, beneran
> mau dibahas ya?
>
> Soal wahyu, akal dan logika sudah saya jawab di thread sebelah mas,
> (Subject: Re: [Milis_Iqra] Berani Bermain Air Harus Berani Basah)
> yang lainnya Insya Allah menyusul ya mas
>
> ini saya copikan lagi
> Subject: Re: [Milis_Iqra] Berani Bermain Air Harus Berani Basah
>
> Eh dibantu jawab sama mas dani :-)
> Terimakasih ya mas.
>
> Jadi begini maksud saya mas Nandang. (sebenarnya untuk jawaban hati dan
> logika sich)
> Ketika logika kita menemukan sesuatu yang bertentangan,
> jangan menganggap bahwa hadits bertentangan dengan Al Qur'an, atau
> sebaliknya.
> namun, akal kitalah yang belum mampu menjangkau pemahamannya karena
> keterbatasan ilmu dan sebagainya.
> Inilah maksud saya mengesampingkan akal dan mendahulukan wahyu.
>
> Kita cari dulu dalil dalil pendukungnya.
> kalau kita tidak mampu, baik keterbatasan ilmu atau waktu, saya memilih
> sami'na wa atha'na dulu.
>
> Kalau akal kita saja tidak mampu menjangkau apalagi di-logikakan, tambah
> jauh menurut saya...
> begitu mas Nandang.
> Jadi urutan buat saya tetap wahyu dulu baru akal baru logika.
> Logika akan saya kesampingkan dibanding akal
> akal akan saya kesampingkan dibanding wahyu.
>
> semoga cukup jelas maksud saya ya mas nandang,
>
> regards//
> Whe~en
>
>
> 2011/1/21 Nandang Sudrajat <aendangzr@yahoo.co.id>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
> (Wheen)
>
> Mas Nandang,
> sebenarnya saya serba salah niii.... heheheheh, antara ngejelasin dan tidak
> situasi saya.
> mohon maaf mungkin agak lambat ya diskusinya,
> dan tanpa bermaksud apapun, jangan juga salah sangka saya sok sibuk atau
> bagaimana ya.
>
> saya tidak bermaksud menghindar, cuma this morning was my first exercise in
> this year :-)
> jadi saya juga harus mandi lagi sebelum ngejar ada meeting :-D
> Jadi kalau sekiranya koq balasan saya kurang berkenan, bukan karena mau
> saya, hanya karena rush saja.
>
> (Nandang)
> tidak perlu minta maaf mba, saya juga mengisi diskusi ini tentu dengan
> selingan pekerjaan sama dengan mba wheen.dan saya bisa memahami kesibukan
> mba wheen, karena saya punya makna yang lebih tentang wanita dgn segala
> karakter dan kebiasanya........hehehehehe
>
> (wheen)
>
> jangan salah sangka bahwa saya mengesampingkan akal,
>
> (Nandang)
> pada hal mba wheen sendiri yg mengatakanya loh ....ini quote nya :
>
>
> "Buat saya, agama ini didasarkan kepada wahyu bukan akal, jadi saya memilih
> mengesampingkan akal dulu mas Nandang,
>
> (Wheen)
>
> karena mas nandang kan dari awal membicarakan logika bukan akal
> Ada beda pengertian antara akal dan logika menurut saya.
>
> (Nandang)
> memang bahasan akal dan logika itu seringkali beda tapi namun pemahaman yang
> berkembang secara umum logika adalah akal.kalau kita mengacu kepada asal
> katanya yang berasal dari yunani kuno.
>
> Logika berasal dari kata Yunani kuno (logos) yang berarti hasil pertimbangan
> akal pikiran yang diutarakan lewat kata dan dinyatakan dalam bahasa. Logika
> adalah salah satu cabang filsafat.
> Sebagai ilmu, logika disebut dengan logike episteme (Latin: logica scientia)
> atau ilmu logika (ilmu pengetahuan) yang mempelajari kecakapan untuk
> berpikir secara lurus, tepat, dan teratur. Ilmu disini mengacu pada
> kemampuan rasional untuk mengetahui dan kecakapan mengacu pada kesanggupan
> akal budi untuk mewujudkan pengetahuan ke dalam tindakan. Kata logis yang
> dipergunakan tersebut bisa juga diartikan dengan masuk akal
>
>
> (wheen)
>
> Dalam beragama harus berakal, namun tidak berlogika.
>
> (nandang)
> yang ini sepertinya mba wheen harus sampaikan dasarnya atau dalilnya
>
> (wheen)
>
> Bukankah fungsi perasaan/hati/qalbu sama dengan akal?
> tapi tidak sama dengan fungsi logika,
>
> (Nandang)
> kelihatanya kalau ini yg dibahas akan panjang, coba dari mba wheen terlebih
> dahulu ceritakan maksud tidak samanya dimana?
>
> (wheen)
>
> karena logika logika yang ada diciptakan oleh manusia,
> akal diciptakan oleh Allah.
>
> (nandang)
> yg ini juga sepertinya mba wheen harus menyampaikan dasar atau dalilnya ke
> saya
>
>
> saya tetap setia .....heheheh.....menunggu pencerahan dari mba wheen ,bukan
> hanya topik bagaimana menurut mba wheen yg dimaksud dgn
> 1.keseimbangan dunia dan akherat, tapi juga
> 2.topik tulang rusuk yg bengkok dengan pertanyaan terakhirnya,"lemah akal
> adalah persaksian 2 wanita adalah sama dengan 1 persaksian laki laki adalah
> sebagai akibat dari sesuatu dan sesuatu itu apa dan bagaimana?
>
> demikian terima kasih
>
>
>
> --- Pada Jum, 21/1/11, whe - en <whe.en9999@gmail.com> menulis:
>
>
>
> Dari: whe - en <whe.en9999@gmail.com>
> Judul: Re: [Milis_Iqra] kajian ilmiah dan bedah buku
> Kepada: milis_iqra@googlegroups.com
> Tanggal: Jumat, 21 Januari, 2011, 8:47 AM
>
>
>
>
>
> Mas Nandang,
> sebenarnya saya serba salah niii.... heheheheh, antara ngejelasin dan tidak
> situasi saya.
> mohon maaf mungkin agak lambat ya diskusinya,
> dan tanpa bermaksud apapun, jangan juga salah sangka saya sok sibuk atau
> bagaimana ya.
>
> saya tidak bermaksud menghindar, cuma this morning was my first exercise in
> this year :-)
> jadi saya juga harus mandi lagi sebelum ngejar ada meeting :-D
> Jadi kalau sekiranya koq balasan saya kurang berkenan, bukan karena mau
> saya, hanya karena rush saja.
>
> Back to the discussion
> jangan salah sangka bahwa saya mengesampingkan akal,
> karena mas nandang kan dari awal membicarakan logika bukan akal
> Ada beda pengertian antara akal dan logika menurut saya.
>
> Dalam beragama harus berakal, namun tidak berlogika.
> Bukankah fungsi perasaan/hati/qalbu sama dengan akal?
> tapi tidak sama dengan fungsi logika,
> karena logika logika yang ada diciptakan oleh manusia,
> akal diciptakan oleh Allah.
>
> Demikian dari saya.
>
> whe~en
>
>
> 2011/1/20 <aendangzr@yahoo.co.id>
>
>
> Sebelm mas ical menjawab pertanyaan2 mba wheen yg bgitu
> banyak.....hehehehe....ada baiknya saya nimbrung lagi, sekalian menjawab apa
> yg ditanya mba wheen....
>
> Rupanya beberapa teman disini sepakat bahwa tidak salah dalam memahami agama
> lewat akal. Prinsip islam adalah adil. Bgitu juga dalam memahami nya.adil
> adalah menempatkan sesuatu pada tempatnya.adil rasanya ketika kita memahami
> agama dalam konteks umum dengan kaidah umum,dan adil rasanya ketika kita
> memahami agama dalam kontek khusus dgn kaidah yg khusus pula. Memahami agama
> secara umum dgn menggunakan logika adalah kaidah umum, bahkan allah dgn
> bebarapa firmanya menantang manusia untuk menggunakanya
>
> "dan dia menundukan malam dan siang,matahari dan bulan untukmu dgn perintah
> Nya, Sesungguhnya pada yg demikan itu benar benar ada tanda tanda(kekuasaan
> Allah) bagi kaum yg berakal"(QS. An-hal:12)
>
> Sebaliknya Allah mencela orang yg tidak berakal
>
> "Dan mereka berkata,sekiranya kami mendengarkan atau menggunakan akal untuk
> memikirkan(peringatan itu) niscaya tidaklah kami termasuk penghuni penghuni
> neraka yang menyala nyala(QSal mulk:10)
>
> Dan yg membedakan islam dgn agama lainya terutama kristen adalah dgn akal
> Tercermin dalam surat al ikhlas.
> Bgitulah akal dgn bimbingan Allah bisa membedakan yg haq dan bathil.
>
> Mengenai sami'na wa atha'na tentu adil rasanya kalau kita menempatkan pada
> hal yg khusus seperti Contohnya,
> Ketika anda safar, boleh mengusap atas sepatu ketika berwudhu. Tentu dalam
> kasus ini saya saya ucapkan sami'na wa atha'na,sebelum akal bisa
> mengetahuinya namun insya allah apa yg diajarkan rasulullah tidak akan
> berentangan dgn akal.
>
> Kembali ke topik kajian kita yaitu keseimbangan dunia dan akhirat seperti
> telah saya sampaikan dan saya ringkas konsepnya adalah
> 1.Tujuan kita diciptakan adalah untuk beribadah
> 2.Saya tidak setuju dgn hadits dari ibnu asakir yg sering dugunakan umum
> untuk mencapai keseimbangan dunia dan akherat karena derajatnya palsu dan
> bertentangan dgn surat Al jumu'ah 62:10 dan karena dari hadits tsb hanya
> akan menimbulkan interpretasi ada pemisahan dunia dan akherat
> 3.Saya lebih memilih ayat tentang mencari akhirat dan jgn lupakan dunia
> seperti QS28 : 77 untuk kseimbangan dunia dan akherat
> 4.Dan dari QS 28 : 77 mba wheen sendiri sebenarnya telah menyampaikan
> seperti quote dibawah ini
>
>
> "Tadi saya susulin bahwa ayat ini bercerita tentang qorun kan ya mas?
> Yang tidak menyeimbangkan dirinya sebagai makhluk Allah maupun sosial
>
> 5.Dan dari qorun ini kita belajar seperti yg sudah saya sampaikan kalau kita
> mengejar akherat insya allah dunia ikut,kalau kitamengejar dunia insya allah
> akherat ketinggalan
>
> Bila mba wheen mau jelas tentang konsep saya ini bisa me-reviwe lagi ke
> tulisan saya sblmnya.
>
> Nah seperti biasa mba wheen blm menjelaskan lebih terkonsep bagaimana hidup
> seimbang dunia dan aherat ini,jadi sekarang bagian mba wheen yg cerita deh
>
> Demikian ,bila salah mohon rekan koreksi karena ini tasir "apa aja
> boleh...hahahahah
>
> Akhirnya saya sampaikan disclaimer atau wallahu'alam........
>
> Sent from BlackBerry® on 3
>
>
>
> From: whe.en9999@gmail.com
> Sender: milis_iqra@googlegroups.com
> Date: Thu, 20 Jan 2011 11:38:36 +0000
>
>
>
> To: <milis_iqra@googlegroups.com>
> ReplyTo: milis_iqra@googlegroups.com
> Subject: Re: [Milis_Iqra] kajian ilmiah dan bedah buku
>
> Hmmm, kelihatannya bahasannya jadi agak lain ya mas Icay.
>
> Boleh saya bertanya dulu?
> 1. Bagaimana mas Icay memahami Al Qur'an?
> Dari apa yang diajarkan Rasulullah atau dari mengartikan sendiri?
> 2. Tata cara mas Icay sholat darimana asalnya? Dan berapa rakaat, adakah di
> Al qur'an?
> 3. Mas Icay pernah makan ikan laut? Atau ikan air tawar?
> setahu saya di Al qur'an bangkai diharamkan.
>
> Setelah itu terjawab, saya tahu harus menjawab bagaimana ke mas icay.
>
> Terimakasih
> Whe-en
>
> Sent from my BlackBerry®
> powered by Sinyal Kuat INDOSAT
>
>
> From: "Icay" <ikhwan.cahya@gmail.com>
> Sender: milis_iqra@googlegroups.com
> Date: Thu, 20 Jan 2011 16:52:48 +0700
> To: <milis_iqra@googlegroups.com>
> ReplyTo: milis_iqra@googlegroups.com
> Subject: RE: [Milis_Iqra] kajian ilmiah dan bedah buku
>
>
>
> Maap mb wheen, ikutan nimbrung..
>
> "Seperti yang saya jelaskan, QS28 : 77 tersebut tidak bisa dipisahkan dari
> ayat sebelum dan sesudahnya karena bercerita tentang kisah qorun."
> Diayatnya kan gak ada kata2 qorun.. mengapa dihubung2kan? Dijaman kapan
> qorun itu hidup?
>
> Alquran berulang-ulang memberikan perintah kepada manusia untuk menggunakan
> akalnya, dan akal itu digunakan untuk berlogika.. semua ilmu yang ada
> didalam alquran itu bisa dijelaskan dengan logis oleh logika manusia. Karena
> jika tidak demikian tidak ada manfaatnya alquran jika tidak bisa dipahami
> dengan akal.. (alquran sebagai petunjuk harus bisa dipahami oleh yang diberi
> petunjuk)
> Konsep sami'na wa atha'na yang mb wheen maksud mungkin dalam hal ibadah..
> namun jika diteliti lagi ibadah itu juga bisa dijelaskan dengan logika,
> namun mungkin saat ini kemampuan otak manusialah yang belum mampu
> memikirkannya. Karena tingkat ilmu pengetahuan manusia bertambah sesuai
> tingkat peradabannya. Seperti zarrah yang dulu diartikan biji sawi, sekarang
> mungkin diartikan atom, nantinya mungkin juga berubah lagi sesuai tingkat
> pengetahuan manusia.
>
> Salam,
>
> From: milis_iqra@googlegroups.com [mailto:milis_iqra@googlegroups.com] On
> Behalf Of whe.en9999@gmail.com
> Sent: 20 Januari 2011 16:17
> To: milis_iqra@googlegroups.com
> Subject: Re: [Milis_Iqra] kajian ilmiah dan bedah buku
>
> Mas Nandang,
> Lalu konsep sami'na wa atha'na ditaruh di mana jika mas Nandang selalu
> mengedepankan logika dalam beragama.
>
> Contohnya,
> Ketika anda safar, boleh mengusap atas sepatu ketika berwudhu,
> Jika agama adalah logika, apakah mas Nandang akan menggantinya dengan
> mengusap bagian bawah khuf karena yang terkena najis kan bagian bawahnya
> bukan atasnya?
> Dan kemungkinan masih banyak yang lainnya lagi.
>
> Ketika dirasa agama bertentangan dengan logika, mana yang akan mas Nandang
> pilih? Logika dulukah?
>
> Buat saya, agama ini didasarkan kepada wahyu bukan akal, jadi saya memilih
> mengesampingkan akal dulu mas Nandang,
> Ini perbedaan kita ya mas, semoga ga perlu dibahas lebih seru hehhe
>
> Kembali ke kesimbangan.
> Kan saya sudah menulis ternyata banyak sekali yang dibahas, makanya saya
> minta mas Nandang memulai darimana, dari manusia sebagai makhluk atau fungsi
> sosial.
> Melaksanakan perintah Allah yang wajib bisa dikatakan meendekati
> keseimbangan karena ada ibadah dan muamalah disana.
> Yang wajib kan bukan zakat saja.
>
> Seperti yang saya jelaskan, QS28 : 77 tersebut tidak bisa dipisahkan dari
> ayat sebelum dan sesudahnya karena bercerita tentang kisah qorun.
>
> Jadi mengartikannyapun tidak bisa terpisah mas Nandang, itu menurut saya.
> :-)
> Kalau terpisah bisa sangat beda maknanya wong jadi lepas dari history nya
> qorun
>
> Demikian dari saya
> Whe-en
> Sent from my BlackBerry®
> powered by Sinyal Kuat INDOSAT
>
>
>
>
> From: Nandang Sudrajat <aendangzr@yahoo.co.id>
>
> Sender: milis_iqra@googlegroups.com
>
> Date: Thu, 20 Jan 2011 16:21:25 +0800 (SGT)
>
> To: <milis_iqra@googlegroups.com>
>
> ReplyTo: milis_iqra@googlegroups.com
>
> Subject: Re: [Milis_Iqra] kajian ilmiah dan bedah buku
>
>
>
>
>
>
>
> (wheen)
>
> Mas nandang :-)
> Agama kan bukan logika matematika.
> ketika memberikan rahmat dan Anugerah Allah tidak memakai hitungan
> matematika ini.
> (mendingan memakai perasaan dech ngebahasnya heheheheh, soalnya ga masuk
> kalo pake logika :-))
>
>
>
> (nandang)
>
> allah menciptakan semua hukum alam, manusia hanya menemukan apa yang sudah
> disediakan oleh Nya.Gravitasi Bumi adalah hukum alam, Kekekalan Energi
> adalah hukum alam, Elektromagnetik, Nuklir, ekosistem, sosial-politik,
> budaya, ekonomi, dan semua hukum di sekitar kita adalah hukum alam. Yang
> sekaligus hukum Tuhan. Semua berada di dalam Grand Law, yang bekerja
> berdasar hukum keseimbangan. dan matematika adalah bagian dari hukum yang
> telah allah ciptakan sendiri,penemunya salah satunya adalah al jabar. jadi
> kenapa agama tidak boleh didekati dengan logika?
>
>
>
> (wheen)
>
> Bukankah soal menafkahkan harta di jalan Allah yang wajib sudah diatur?
> ada zakat yang ketentuannya sudah diatur
>
>
>
> (Nandang)
>
> betul sudah diatur ...walaupun saya sendiri dari sisi fiqih masih banyak
> belum faham...hehehehe....
>
>
>
> apakah dengan menjalankan aturan yg wajib sudah diatur sudah bisa dikatakan
> seimbang dalam kehidupan dunia dan akherat.
>
>
>
> kalau dilihat dari awal tujuan penciptaan manusia adalah......
>
>
>
> diciptakan jin dan manusia tiada lain hanyalah utk beribadah kepada
> Allah…Qs.adz dzaariyaat(51):56
>
>
>
> Syaikhul islam berkata,"Makna ibadah adalah taat kepada Allah dengan
> menjalankan apa yang telah diperintah-NYa melalui lisan2 para rosul
>
> Beliau berkata lagi,"Ibadah adalah hal yang mencangkup segala perkataan dan
> perbuatan, baik yang zhahir maupun yang batin yang dicintai dan di ridhoi
> oleh Allah."
>
>
>
> kalau ayat ini dianggap kaidah berarti apa apa yang dilakukan diluar tujuan
> penciptaan allah yatu " beribadah kepada Allah " adalah bisa dianggap
> melangar perintah Allah.
>
>
>
> Barangsiapa yang taat kepada-NYA, maka Dia akam membalasnya dengan imbalan
> yang paling sempurna ;dan barangsiapa yang berbuat maksiat kepada-NYA, maka
> Dia akan mengazabnya dg azab yang paling pedih
>
>
>
> lalu orang sering menghubungkan keseimbangan dunia dan akhirat adalah dgn
> hadits yg menurut beberapa sumber tadi saya sebutkan dgn hadits palsu :
>
>
>
> Sabda Nabi Muhammad saw Kerjakanlah (urusan) duniamu seakan-akan kamu akan
> hidup selama-lamanya. Dan laksanakanlah amalan akhiratmu seakan-akan kamu
> akan mati besok. (H.R. Ibnu Asakir)
>
>
>
> padahal menurut alquran surat al jumu'ah
>
>
>
> [62:10] Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka
> bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu
> beruntung.
>
>
>
> Jelas bahwa ayat tersebut mengajarkan untuk mendahulukan shalat, baru
> mencari rizqi. Bukan berbarengan.
>
> poin ayat ayat diatas saya tekan kan pada kata ibadah,
>
> penciptaan manusia adalah untuk beribadah, dan mendahulukan ibadah sebelum
> mencari karunia. artinya untuk mendapat anugrah dan karunia yg utama adalah
> ibadah
>
>
>
> kembali kepada ayat yg saya tanya kepada mba wheen,
>
>
>
> Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan)
> negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan)
> duniawi
>
>
>
> Ayat tersebut mengajarkan, untuk kehidupan akhirat, Allah memerintahkan
> dengan kata "carilah", sedangkan untuk kehidupan dunia, Allah hanya
> mengingatkan "jangan lupa".
>
>
>
> Jadi kalau ada pertanyaan bagaimana seimbangnya kehidupan dunia dan akhirat
> ini, barangkali utamakan dahulu beribadah kepada Allah. Toh manusia tidak
> perlu disuruh untuk mencari dunia, karena mencari dunia sudah menjadi
> naluri.jangan sampai memisahkan dunia dan akhirat.mengejar akhirat insya
> Allah dunia ikut,mengejar dunia insya allah akhirat ketinggalan.
>
>
>
> demikian tafsir "apa saja boleh" hahahahaha
>
>
>
> terima kasih
>
>
>
>
>
>
> --- Pada Kam, 20/1/11, whe - en <whe.en9999@gmail.com> menulis:
>
> Dari: whe - en <whe.en9999@gmail.com>
> Judul: Re: [Milis_Iqra] kajian ilmiah dan bedah buku
> Kepada: milis_iqra@googlegroups.com
> Tanggal: Kamis, 20 Januari, 2011, 1:08 PM
> Mas nandang :-)
> Agama kan bukan logika matematika.
> ketika memberikan rahmat dan Anugerah Allah tidak memakai hitungan
> matematika ini.
> (mendingan memakai perasaan dech ngebahasnya heheheheh, soalnya ga masuk
> kalo pake logika :-))
>
> Bukankah soal menafkahkan harta di jalan Allah yang wajib sudah diatur?
> ada zakat yang ketentuannya sudah diatur
>
> ada sedekah, dsb.
>
> sekarang gantian donk mas heheheh maksa dikit
> Mas nandang yang kasih masukan ke saya untuk kewajiban seorang muslim agar
> seimbang dan besarnya kewajiban itu
>
> saya tunggu ya mas nandang heheheh
>
> regards//
> whe~en
> 2011/1/20 Nandang Sudrajat <aendangzr@yahoo.co.id>
>
>
>
>
>
> tidak mau saya yang mulai ah.....ilmunya belum sampai....
>
> begini saja....supaya tidak bingung, dalam matematika keseimbangan
> dilambangkan dengan "sama dengan" betul gak yah ?
>
> sementara dari ayat yg saya sampaikan ada kalimat "bagianmu"
>
> seberapa ukuranya (kalau itu materi)atau apa parameternya(kalau non
> materi) "bagianmu itu" agar terjadi keseimbangan dunia dan akhirat?
>
> jangan sampai malam maksiat ,siang tobat......seperti umumnya saya
> mendengar ...hehehehe
>
> --- Pada Kam, 20/1/11, whe.en9999@gmail.com <whe.en9999@gmail.com> menulis:
>
>
> Dari: whe.en9999@gmail.com <whe.en9999@gmail.com>
>
>
> Judul: Re: [Milis_Iqra] kajian ilmiah dan bedah buku
> Kepada: milis_iqra@googlegroups.com
> Tanggal: Kamis, 20 Januari, 2011, 11:27 AM
>
>
>
> (Mas Nandang)
> maka sekali lagi saya bertanya lebih spesifik ,disana disampaikan informasi
> "bagianmu" apakah kata ini ada hubunganya dengan keseimbanga dunia dan
> akherat atau sebailknya malah bertentangan.?
>
> (Whe-en)
> Hehheh, maksudnya kesitu ya, saya tadi sempat bingung, jangan2 melenceng
> dari topik ternyata disambungin.
>
> Tadi saya susulin bahwa ayat ini bercerita tentang qorun kan ya mas?
> Yang tidak menyeimbangkan dirinya sebagai makhluk Allah maupun sosial.
>
> Kewajiban qorun sebagai makhluk Allah tidak ditunaikan karena menolak
> menggunakan hartanya (bagian kenikmatan dari dunia) untuk persiapan
> kehidupan akherat.
>
> Kewajiban qorun sebagai makhluk sosial juga tidak ditunaikan dengan empati
> membagi hartanya untuk sesama.
>
> Jawaban itu cukup ga ya mas? Hehhehh
>
> Sedangkan keinginan saya untuk membahas keseimbangan kehidupan muslim
> ternyata banyak bahasan mas Nandang, jadi bingung mau darimana?
> Dari kewajiban muslim kepada Allah
> Kewajiban muslim kepada rasulullahn kepada keluarga, tetangga, kepada
> pemimpin, dsb
>
> Bagaimana kalau mas Nandang yang memulai :-)
>
> Whe-en
>
> Sent from my BlackBerry®
> powered by Sinyal Kuat INDOSAT
>
>
>
>
> From: Nandang Sudrajat <aendangzr@yahoo.co.id>
>
> Sender: milis_iqra@googlegroups.com
>
> Date: Thu, 20 Jan 2011 12:06:29 +0800 (SGT)
>
> To: <milis_iqra@googlegroups.com>
>
> ReplyTo: milis_iqra@googlegroups.com
>
> Subject: Re: [Milis_Iqra] kajian ilmiah dan bedah buku
>
>
>
>
>
>
>
> hehehehe....mba wheen insya allah selalu bisa jawab.
>
>
>
> ini tafsir "apa aja boleh nya" hehehehehe
>
>
>
> ketika kita bicara mencari keseimbangan dunia dan akhirat yg selalu di umum
> muncul adalah hadits ygn seperti mba wheen kutip dari tafsir depag ini,
>
>
>
> Sabda Nabi Muhammad saw Kerjakanlah (urusan) duniamu seakan-akan kamu akan
> hidup selama-lamanya. Dan laksanakanlah amalan akhiratmu seakan-akan kamu
> akan mati besok. (H.R. Ibnu Asakir)
>
>
>
> padahal menurut beberapa sumber hadits ini derajatnya "palsu"
> http://my-islam-way.blogspot.com/2010/02/meraih-kebahagiaan-muslimah-di-atas_25.html
>
>
>
> maka saat saya bertanya kepada mba wheen saya bertanya dengan Al-Qashash: 77
>
>
>
> dari segi tafsir "apa saja boleh" hehehehe.....sepertinya hadits ini tidak
> masuk akal juga, bagaimana mungkin ketika kita mencari dunia seolah olah
> kita akan hidup selamanya, seolah olah boleh bgitu saja melupakan akherat.
> bagimana kalau baru satu jam kita mencari dunia, sejam kemuidan kita ingat
> akhirat, disusul lagi sedetik kemudian ingat dunia,sedetik kemudian ingat
> akhirat,akan jadi kacau apa yg sedang kita perbuat.
>
> sepertinya ini memisahkan dunia dan akhirat.padahal dunia disiapkan untuk
> bekal akherat.
>
>
>
> kembali ke ayat yg saya tanyakan "dan janganlah kamu melupakan bagianmu dari
> (kenikmatan) duniawi
>
>
>
> maka sekali lagi saya bertanya lebih spesifik ,disana disampaikan informasi
> "bagianmu" apakah kata ini ada hubunganya dengan keseimbanga dunia dan
> akherat atau sebailknya malah bertentangan.?
>
>
>
> terima kasih
>
>
> --- Pada Kam, 20/1/11, whe - en <whe.en9999@gmail.com> menulis:
>
>
> Dari: whe - en <whe.en9999@gmail.com>
> Judul: Re: [Milis_Iqra] kajian ilmiah dan bedah buku
> Kepada: milis_iqra@googlegroups.com
> Tanggal: Kamis, 20 Januari, 2011, 9:06 AM
>
> Hmmm..... mas Nandang,
> semakin lama semakin sulit pertanyaannya, heheheheh
> saya khawatir ilmu saya tidak sampai jika harus menjelaskan hal tersebut
> (tetep kepede-an dan menjawab hehehe :-D )
>
> kita bahas sedikit dulu ya mas,
> Insya Allah bersambung
> silahkan kalau mau langsung menambahi.
>
> Dari tafsir dibawah, kita boleh menikmati apa yang ada di dunia (kenikmatan
> duniawi) sepanjang tidak bertentangan dengan perintah Allah dan rasul-Nya.
> lihat point 2 ya :-)
> Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan)
> negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan)
> duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah
> berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi.
> Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.(QS.
> 28:77) ::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
>
>
>
>
> Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Qashash 77
> Pada ayat ini Allah SWT menerangkan empat macam nasihat dan petunjuk yang
> ditujukan kepada Karun oleh kaumnya. Barangsiapa mengamalkan nasihat dan
> petunjuk itu akan memperoleh kesejahteraan di dunia dan di akhirat kelak.
>
> 1. Orang yang dianugerahi oleh Allah SWT kekayaan yang berlimpah-limpah,
> perbendaharaan harta yang bertumpuk-tumpuk serta nikmat yang banyak,
> hendaklah ia memanfaatkan di jalan Allah, patuh dan taat pada perintah-Nya,
> mendekatkan diri kepada-Nya untuk memperoleh pahala sebanyak-banyaknya di
> dunia dan di akhirat. Sabda Nabi saw artinya:
> Manfaatkan yang lima sebelum datang (lawannya) yang lima; mudamu sebelum
> tuanmu, sehatmu sebelum sakitmu, kayamu sebelum miskinmu, waktu senggangmu
> sebelum kesibukanmu dan hidupmu sebelum matimu. (H.R. Baihaki dari Ibnu
> Abbas)
>
> 2. Janganlah seseorang itu meninggalkan sama sekali kesenangan dunia baik
> berupa makanan, minuman dan pakaian serta kesenangan-kesenangan yang lain
> sepanjang tidak bertentangan dengan ajaran yang telah digariskan oleh Allah
> SWT, karena baik untuk Tuhan, untuk diri sendiri maupun keluarga, semuanya
> itu mempunyai hak atas seseorang yang harus dilaksanakan. Sabda Nabi
> Muhammad saw Kerjakanlah (urusan) duniamu seakan-akan kamu akan hidup
> selama-lamanya. Don laksanakanlah amalan akhiratmu seakan-akan kamu akan
> mati besok. (H.R. Ibnu Asakir)
>
> 3. Seseorang harus berbuat baik sebagaimana Allah SWT berbuat baik
> kepadanya, membantu orang-orang yang berkeperluan, pembangunan mesjid.
> madrasah, pembinaan rumah yatim piatu di panti asuhan dengan harta yang
> dianugerahkan Allah kepadanya dan dengan kewibawaan yang ada padanya,
> memberikan senyuman yang ramah tamah di dalam perjumpaannya dan lain
> sebagainya.
>
> 4. Janganlah seseorang itu berbuat kerusakan di atas bumi, berbuat jahat
> kepada sesama makhluk Allah, karena Allah SWT tidak menyukai orang-orang
> yang berbuat kerusakan. Allah SWT tidak akan menghormati mereka, bahkan
> Allah tidak akan memberikan rida dan rahmat-Nya.
>
>
>
>
>
> http://c.1asphost.com/sibin/Alquran_Tafsir.asp?pageno=4&SuratKe=28
> regards
> whe~en
>
>
>
> 2011/1/20 Nandang Sudrajat <aendangzr@yahoo.co.id>
>
>
>
>
>
> tidak apa apa kan mba wheen.....membedah buku duluan.....heeeeee
>
>
>
> bagaimana dengan ayat ini,
>
>
>
> "Dan carilah apa yang telah Dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan)
> negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bagianmu dari (kenikmatan)
> duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah
> Berbuat Baikkepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi.
> Sesungguhnya Allah tidak Menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan."
> (Al-Qashash: 77)
>
>
>
> apa tafsirnya ini,"janganlah kamu melupakan bagianmu dari (kenikmatan)
> duniawi "
>
>
>
> dgn alquran dan alquran ,alquran dan sunnah, kalau tidak ......apa aja
> boleh....hehehehe
>
>
>
>
>
>
> --- Pada Kam, 20/1/11, whe - en <whe.en9999@gmail.com> menulis:
>
>
> Dari: whe - en <whe.en9999@gmail.com>
> Judul: Re: [Milis_Iqra] kajian ilmiah dan bedah buku
> Kepada: milis_iqra@googlegroups.com
> Tanggal: Kamis, 20 Januari, 2011, 7:23 AM
>
>
>
> Heheheheh
> mas nandang ini ada ada saja.
> Bukunya kan belum dibedah, jadi sama dengan saya juga, saya belum tahu isi
> bukunya mas nandang.
> Lha wong bukunya saya juga belum punya, biasanya kan dijual di tempat kajian
> pada saat kajian diadakan.
>
> Kalau menurut mas Nandang bagaimana?
>
> Kalau menurut saya, seimbangnya awam, selebritis, ustadz, kyai, bhiksu,
> pendeta pasti berbeda beda.
> Namun jika barometernya ajaran Islam, kemungkinan besar yang dibahas adalah
> keseimbangan manusia sebagai makhluk ciptaan Allah dan sebagai makhluk
> sosial.
> bagaimana manusia menyeimbangkan diri dalam menunaikan antara hak dan
> kewajiban manusia sebagai makhluk Allah dan Hak dan kewajiban manusia
> sebagai makhluk sosial
>
> Insya Allah kalau ada waktu kita cari sama2 ya mas artikel keseimbangan ini.
> Atau jika rekan rekan berkenan silahkan posting disini.
>
> whe~en
>
> 2011/1/20 <aendangzr@yahoo.co.id>
> Sebelum mengikuti bedah buku,
> Mungkin mba wheen bisa kasih gambaran menjalani hidup seimbang itu
> bagaimana?
> sering saya mendengar dari kalangan awam,selebritis,ustadz,kiai,ulama,bahkan
> dari kalangan biksu dan pendeta semua mengatakan "hidup itu yg pentng
> seimbang"
> Sent from BlackBerry® on 3
>
>
>
> -----Original Message-----
> From: whe.en9999@gmail.com
> Sender: milis_iqra@googlegroups.com
> Date: Wed, 19 Jan 2011 21:32:38
> To: milis_iqra@googlegroups.com<milis_iqra@googlegroups.com>
> Reply-To: milis_iqra@googlegroups.com
> Subject: [Milis_Iqra] kajian ilmiah dan bedah buku
>
> Dari milis sebelah
> Semoga bermanfaat
> ___
> bismillahirrahmanirrahim
> assalamu'alaykum warahmatullahi wabarakatuh
>
> hadirilah kajian ilmiah dan bedah buku: jangan berlebihan! bagaimana
> menjalani hidup yang seimbang, karya manshur bin muhammad al-muqrin,
>
> bersama ustadz jazuli lc,
>
> insyaallah hari kamis, 27 januari 2011, pukul 15.30-selesai,
>
> di masjid ukhuwah islamiyah, universitas indonesia, depok
>
> gratis, terbuka untuk umum ikhwan dan akhwat
>
> cp 085 725 169 469 & 089 983 78 444
>
> kajian ini diadakan oleh forum remaja masjid ui dan didukung oleh pustaka
> at-tazkia
>
> sumber: http://pustakaattazkia.com/info-bedah-buku.htmlsemoga bermanfaat
>
> barakallahu fikum
>
> wassalamu'alaykum warahmatullahi wabarakatuh
>
>
> ---
> Whe-en
>
> Sent from my BlackBerry®
> powered by Sinyal Kuat INDOSAT
> --
> -
>
>
>
> --
>
> ~~~~~
>
>
>
>
> --
>
> ~~~~~
>
> Whe~en
> http://wheen.blogsome.com/
>
> "Tuhanku, lapangkanlah untukku dadaku, dan mudahkanlah untukku urusanku, dan
> lepaskanlah kekakuan dari lidahku, supaya mereka mengerti perkataanku." (QS
> 20 : 25-28)
> "Ya Allah jadikan Aku hamba yang selalu bersyukur dan penyabar"
>
> --
> -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
> Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
> dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
>
> Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang
> berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
>
> Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
> Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
> Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
> Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
> -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
>
>
>
> --
> -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
> Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
> dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
>
> Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang
> berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
>
> Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
> Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
> Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
> Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
> -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
> --
> -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
> Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
> dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
>
> Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang
> berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
>
> Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
> Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
> Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
> Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
> -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
> --
> -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
> Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
> dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
>
> Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang
> berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
>
> Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
> Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
> Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
> Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
> -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
>
>
>
> --
>
> ~~~~~
>
> Whe~en
> http://wheen.blogsome.com/
>
> "Tuhanku, lapangkanlah untukku dadaku, dan mudahkanlah untukku urusanku, dan
> lepaskanlah kekakuan dari lidahku, supaya mereka mengerti perkataanku." (QS
> 20 : 25-28)
> "Ya Allah jadikan Aku hamba yang selalu bersyukur dan penyabar"
>
> --
> -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
> Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
> dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
>
> Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang
> berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
>
> Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
> Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
> Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
> Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
> -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
>
> --
> -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
> Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
> dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
>
> Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang
> berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
>
> Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
> Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
> Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
> Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
> -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
> --
> -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
> Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
> dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
>
> Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang
> berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
>
> Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
> Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
> Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
> Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
> -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
>
>
>
> --
> -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
> Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
> dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
>
> Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang
> berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
>
> Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
> Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
> Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
> Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
> -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
> --
> -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
> Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
> dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
>
> Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang
> berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
>
> Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
> Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
> Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
> Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
> -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
> --
> -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
> Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
> dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
>
> Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang
> berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
>
> Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
> Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
> Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
> Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
> -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
>
>
>
>
>
> --
>
> ~~~~~
> Whe~en
> http://wheen.blogsome.com/
>
> "Tuhanku, lapangkanlah untukku dadaku, dan mudahkanlah untukku urusanku, dan
> lepaskanlah kekakuan dari lidahku, supaya mereka mengerti perkataanku." (QS
> 20 : 25-28)
> "Ya Allah jadikan Aku hamba yang selalu bersyukur dan penyabar"
>
> --
> -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
> Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
> dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
>
> Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang
> berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
>
> Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
> Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
> Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
> Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
> -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
>
>
>
>
> --
> -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
> Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
> dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
>
> Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang
> berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
>
> Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
> Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
> Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
> Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
> -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
>
>
> --
>
>
>
>
> ~~~~~
> Whe~en
> http://wheen.blogsome.com/
>
> "Tuhanku, lapangkanlah untukku dadaku, dan mudahkanlah untukku urusanku, dan
> lepaskanlah kekakuan dari lidahku, supaya mereka mengerti perkataanku." (QS
> 20 : 25-28)
> "Ya Allah jadikan Aku hamba yang selalu bersyukur dan penyabar"
>
>
>
> --
>
> ~~~~~
> Whe~en
> http://wheen.blogsome.com/
>
> "Tuhanku, lapangkanlah untukku dadaku, dan mudahkanlah untukku urusanku, dan
> lepaskanlah kekakuan dari lidahku, supaya mereka mengerti perkataanku." (QS
> 20 : 25-28)
> "Ya Allah jadikan Aku hamba yang selalu bersyukur dan penyabar"
>
> --
> -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
> Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
> dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
>
> Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang
> berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
>
> Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
> Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
> Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
> Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
> -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
>
> --
> -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
> Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
> dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
>
> Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang
> berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
>
> Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
> Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
> Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
> Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
> -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
>
>
> --
>
> ~~~~~
> Whe~en
> http://wheen.blogsome.com/
>
> "Tuhanku, lapangkanlah untukku dadaku, dan mudahkanlah untukku urusanku, dan
> lepaskanlah kekakuan dari lidahku, supaya mereka mengerti perkataanku." (QS
> 20 : 25-28)
> "Ya Allah jadikan Aku hamba yang selalu bersyukur dan penyabar"
>
> --
> -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
> Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
> dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
>
> Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang
> berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
>
> Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
> Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
> Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
> Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
> -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
>
> --
> -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
> Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
> dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
>
> Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang
> berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
>
> Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
> Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
> Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
> Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
> -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
--
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
No comments:
Post a Comment