Monday, January 24, 2011

RE: [Milis_Iqra] Sahal Mahfudz: Kritik Boleh, Tapi Jangan Bikin Gaduh

 

From: milis_iqra@googlegroups.com [mailto:milis_iqra@googlegroups.com] On Behalf Of whe - en

mas Dani,
terimakasih sudah copy paste artiklenya.

Memang di artikel tersebut tidak mengingkari hadits yang disampaikan juga oleh mas dani yaitu:

Dari Iyadh bin Ghunaim radhiallohu ‘anhu berkata, bersabda Rasul sholallohu ‘alaihi wa sallam:

“Barangsiapa yang ingin menasehati penguasa maka janganlah melakukannya dengan terang-terangan di hadapan umum. Akan tetapi dengan cara mengambil tangan penguasa tersebut dan menyendiri. Jika ia menerimanya maka inilah yang diharapkan, jika tidak menerimanya maka ia telah melakukan kewajibannya.” (HR. Ahmad, Ibnu Abi Ashim, Al-Hakim, dan Baihaqi. Dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Adz-Dzilal)

Namun jika kita baca lebih teliti, bukankah uraiannya bertentangan dengan hadits tersebut mas dani? Karena uraiannya adalah memperkuat bolehnya menasehati pemimpin secara terang terangan di muka umum

[Dani Permana] Bertentangannya dari sisi mananya, bisa more detail?


[Wheen]
Pertanyaan saya ke mas dani:
bagaimanakah pendapat mas dani tentang artikel yang mas dani rujukkan kepada kita tersebut? mengingat mas Dani juga yang menyampaikan dalil diatas pertama kali?
a.  Apakah bukti bukti penguat tersebut bisa menggugurkan hadits diatas?

[Dani Permana] Sesuatu gugur karena ada dalil yang melebihi kredibilitas hadist diatas, jika tidak ada maka hadist tersebut bisa dipakai.

b.  Apakah bukti bukti tersebut memang bisa diterima yang berarti ada exception dalam melaksanakan hadits diatas?

[Dani Permana] tergantung, jika Mb WN bisa sedikit memberikan masukan perbedaan antara Kritik dan Nasehat? Karena subject email berbicara tentang “Kritik Boleh …..dsb” jika kritik dan nasehat disamakan maka pembahasan hadist tersebut tidak akan pernaha sama, mohon pendapatnya…

No comments:

Post a Comment