Wednesday, February 9, 2011

Re: [Milis_Iqra] Membunuh Ahmadiyah untuk Menjilat Tuhan

Dari judulnya yg provakatif dan sumbernya kompas, makin jelaslah apa isinya. Komando Pastur?

2011/2/9 awung <awungs@gmail.com>
Mohon maaf kalau tidak berkenan dengan tulisan tsb.

Awalnya saya juga kurang nyaman membaca judul tsb, hanya bedanya saya tetap membaca dan berusaha menyelami maksud penulis. Karena saya fikir ini bagus sebagai bahan renungan maka saya ambil dan saya posting. Namun om wiradharma dan om andri ternyata terjebak dengan judul sehingga langsung berkesimpulan (mungkin?) tanpa meneruskan membacanya....

Salam,

2011/2/9 andri subandrio <subandrio.andri@gmail.com>
Mohon maaf mas Awung, kata menjilat Tuhan itu kata dari ma Awung sendiri atau dari Kompas?


2011/2/8 awung <awungs@gmail.com>

Membunuh Ahmadiyah untuk Menjilat Tuhan

Heboh, kasus Ahmadiyah kembali meruyak. Sebanyak 3 orang jemaah Ahmadiyah Banten tewas (Mulyadi, Tarno dan Roni), seperti yang diberitakan oleh Kompas.com tanggal 6 Februari 2011 lalu. Jika anda ingin tahu selengkapnya soal kejadian tersebut maka anda bisa membaca selengkapnya di Kompas.com.

Yang menjadi pertanyaan adalah kenapa Ahmadiyah selalu dipersoalkan?

Jawabannya adalah karena Ahmadiyah meyakini bahwa Mirza Gulam Ahmad adalah sebagai Nabi baru setelah Nabi Muhammad. Mirza diyakini sebagai titisan Nabi Isa yang saat akan disalib ditarik Tuhan ke langit. Dan ia akan kembaIi turun ke bumi di akhir zaman untuk menumpas segala kejahatan dan kembali membela Islam.

Akan tetapi itu adalah model keyakinan lslam Syiah. Sedangkan Syiah bukanlah kaum mayoritas dalam Islam. Tetapi yang mayoritas adalah kelompok Islam Suni.

Apa perbedaannya?

Islam Sunni meyakini bahwa konsep Kilafah (Kepemimpinan), ditunjuk berdasarkan sistem musyawarah mufakat dari umat Islam. Dan contohnya adalah dengan terpilihnya Abu Bakar, Usman bin Affan, Umar bin Khattab dan Ali bin Abu Thalib, yang merupakan 4 kahlifah utama dalam sejarah politik Islam.

Sedangkan dari pihak Syiah, yang berhak memimpin umat, sebagi wali atau imam dari seluruh umat Islam adalah orang-orang yang segaris keturunan dengan Nabi. Karena mereka berpendapat bahwa Nabi dan para pemimpin Islam haruslah orang yang mahsum, yang memiliki dimensi keilahian secara bathiniah. Dan itu hanya mungkin jika orang tersebut segaris keturunan dengan Nabi Muhammad. Karena itulah kalifah pertama yang berhak meneruskan kepemimpinan Nabi Muhammad menurut mereka adalah Ali bin Abu Thalib. Karena dia adalah saudara sepupu dari Nabi Muhammad dan sekaligus juga tinggal serumah dengan Nabi sejak kecil. Dengan kata lain Ali juga tahu persis bagaimana Islam yang sebenarnya ketimbang dari para Sahabat Nabi lainnya.

Dan sebagai akibat dari keyakinan mereka ini, maka kempemimpinan Abu Bakar, Umar bin Khattab dan Usman bin Affan tidak diakuinya. Karena mereka bukanlah keturunan Nabi. Tetapi yang diakuinya hanya kepemimpinan Ali, untuk selanjutnya juga diteruskan oleh keturunan Ali, yang dalam konsep kilafah sekte Syiah Imamiyah jumlahnya sampai 12. Dan imam yang ke 12 itulah yang disebut sebagai Imam Mahdi, yaitu imam yang terakhir (ke-12). Dan itu diyakini sebagai kemuculan Nabi Isa di akhir zaman. Dan oleh paham Ahmadiyah itulah yang mewujud pada diri Mirza Gulam Ahmad.

Itulah awal cikal bakal terbentuknya perpecahan dalam tubuh Islam.
Hingga Islam langsung terpecah menjadi 2 golongan (Sunni dan Syiah).

Nah, yang menolak paham Ahmadiyah ini adalah kelompok Sunni, yang di Indonesia secara legal formal diwakili oleh MUI melalui fatwanya bahwa paham Ahmadiyah sudah tidak masuk dalam keyakinan Islam lagi. Dengan kata lain sudah melenceng dari koridor teologis Islam. Dan sebagai akibatnya, muncullah berbagai kecaman dari umat Islam versi Suni ini terhadap kelompok Ahmadiyah. Hingga kecaman itu tidak hanya sekedar hujatan tetapi juga berlanjut dalam bentuk tidakan anarkis dan sadis (pemebunuhan).

Problem Tafsir

Lagi-lagi menurut saya inilah akibat dari problem tafsir. Problem perbedaan pemahaman. Apa sesungguhnya Islam itu? Apa batasannya? Siapa yang tergolong Islam? Kaum Suni atau Syiah? Atau paham-paham Islam yang lain?

Secara literatur, hadis dibawah ini bisa dijadikan salah satu sumber kajian:

  • "Rasulullah SAW bangkit dan memberikan khutbah, dalam khutbahnya beliau berkata, 'Millah ini akan terbagi ke dalam 73 golongan, seluruhnya akan masuk neraka, (hanya) satu yang masuk surga, mereka itu Al-Jamaa'ah, Al-Jamaa'ah. Dan dari kalangan umatku akan ada golongan yang mengikuti hawa nafsunya, seperti anjing mengikuti tuannya, sampai hawa nafsunya itu tidak menyisakan anggota tubuh, daging, urat nadi (pembuluh darah) maupun tulang kecuali semua mengikuti hawa nafsunya." (HR. Sunan Abu Daud).

Lalu siapa yang termasuk ke dalam golongan yang satu tersebut?

Sejauh pemahaman saya, setiap kelompok mengklaim mereka sebagai kelompok yang satu, sebagai kelompok yang benar seperti yang dimaksud Nabi Muhammad. Tapi dalam sejarah Islam, justru yang dominan adalah diklaim oleh kelompok yang menamakan dirinya Ahluhsunnah wal Jamaah, yang bila ditarik kembali keujung mereka ini adalah kelompok Islam Suni. Dengan kata lain, dalam pandangan saya, kelompok Islam Syiah kalau hegemoni oleh Islam Suni, terutama dalam hal ini di Indonesia.

Lebih kurang, begitulah nasib kaum Ahmadiyah. Mereka adalah minoritas dalam tubuh Islam di Indonesia. Apalagi secara legal formal sudah disahkan oleh MUI bahwa mereka sudah keluar dari Islam, maka jadilah Ahmadiyah sebagai kelompok yang terdakwah.

Dan sikap saya atas masalah ini adalah, beginilah akibatnya bila manusia sudah gemar mengklaim Kebenaran, yang sejatinya adalah wewenang mutlak dari Tuhan. Tapi manusia yang sudah keracunan virus dogmatisme agama sangat mudah melempar tuduhan. Sangat mudah menghakimi keyakinan orang lain. Bahkan juga membredel umat yang menganutnya hingga menggunakan tangan kekuasaan.

Meminjam analisis Michel Fouchault (The Archaeology of Knowledge), apa yang menjadi ukuran kebenaran dalam realitas sosial adalah identik dengan kekuasaan. Karena kebenaran (pengetahuan) dan kekuasan bagai dua sisi mata uang. Siapa yang berkuasa maka itulah yang menguasai kebenaran atau yang mengklaim kebenaran. Sedangkan Tuhan? Tidak pernah turun ke bumi untuk mengadili semuanya. Tapi manusia sudah berani latah menghakimi keyakinan orang lain.

Lebih kurang itulah tafsir saya atas fenomena Ahmadiyah.
Bagaimana menurut anda?

Read more: Membunuh Ahmadiyah untuk Menjilat Tuhan - blogernas http://www.blogernas.co.cc/2011/02/membunuh-ahmadiyah-untuk-menjilat-tuhan.html#ixzz1DJ6UZojJ

--
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
 
Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
 
Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-



--
Wassalaamu'alaikum

Thank you

Best regards

Andri Subandrio

--
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
 
Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
 
Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-

--
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
 
Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
 
Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-

--
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
 
Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
 
Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-

No comments:

Post a Comment