Tuesday, February 22, 2011

Re: [Milis_Iqra] Mengungkap Kebohongan Pendeta Yosua Muhammad Yasin

Saya tidak menunjuk person per person mas Nandang, cuma mencontohkan apabila mas Nandang tidak mau memandang ulama2 jaman dulu yang telah bersusah payah meneliti hadits, keshahihan riwayatnya belasan tahun, belajar ke berbagai daerah dan negara untuk satu hadits, kemudian menggantinya dengan perkataan mas Nandang sendiri atau perkataan orang2 jaman sekarang, seperti pernyataan mas Nandang beberapa waktu lalu kurang lebih bahwa beberapa ulama jaman sekarang lebih pantas sebagai contoh perilaku, apakah ini bukan berarti mas Nandang ingin mengggantikan sunnah dengan perkataan orang lain?

Silahkan dijawab sendiri, karena semua kalimat mas Nandang dari pertama soal keberatan larangan menafsirkan Al Qur'an sesuai kemauan sendiri sampai karena jaman kita jauh dari Rasulullah dibaca juga oleh banyak orang.

Contoh lain sudah saya jelaskan Ahmadiyah yang menafsirkan sendiri sesuai kemauan pendirinya. Inkar sunnah yang menafsirkan tidak memakai sunnah Rasul, saya pikir saya cukup jelas menjelaskan bahwa saya tidak menunjuk person per person, apalagi yang membawa dua aliran tersebut mas Nandang sendiri, yang lebih mengagetkan ketika mas Nandang mensejajarkan ahlussunnah dengan ahmadiyah dan inkar sunnah dalam menafsirkan Al Qur'an, semua bisa membacanya sendiri juga.

Terimakasih
Regards
Whe-en

Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT


From: aendangzr@yahoo.co.id
Sender: milis_iqra@googlegroups.com
Date: Tue, 22 Feb 2011 14:09:54 +0000
To: <milis_iqra@googlegroups.com>
ReplyTo: milis_iqra@googlegroups.com
Subject: Re: [Milis_Iqra] Mengungkap Kebohongan Pendeta Yosua Muhammad Yasin

Astagfirullah .........Kepada mba wheen dan mas tarno, sepertinya perlu klarifikasi siapa yg dimaksud dgn kalimat2 yg sangat tendensius itu,agar tidak terjadi kesalah pamahaman. Apalagi dalam kalimat mba wheen seperti ini " mas Nandang gantikan dengan sunnah mas Nandang atau orang lain yang mas Nandang pandang lebih pintar dari Rasulullah, padahal jelas2 dilarang Allah mendahului Allah dan RasulNya"

Dan maaf sepertinya mas tarno mengamini apa yg ditulis mba wheen.

Bagi saya ini tulisan yg aneh dan menjudge terlalu jauh padahal kita belum benar benar saling kenal.

Demikian,terima kasih bila mau klariikasi dari kedua rekan saya ini, karena milis ini mungkin dibaca oleh banyak orang.

Salam

Sent from BlackBerry® on 3


From: whe.en9999@gmail.com
Sender: milis_iqra@googlegroups.com
Date: Tue, 22 Feb 2011 13:23:11 +0000
To: <milis_iqra@googlegroups.com>
ReplyTo: milis_iqra@googlegroups.com
Subject: Re: [Milis_Iqra] Mengungkap Kebohongan Pendeta Yosua Muhammad Yasin

(Mas Tarno)
Tapi kenapa pada zaman seperti ini orang yang seperti itu banyak pengikutnya ?

(Whe-en)
Thx jempolnya ya mas? Di layar saya gede beneran :-D
Kita tanya yang ngikuti saja bagaimana mas? Saya kan ga tau alasan mereka memilih mengikuti orang yang hapal Al qur'an juga tidak, bahasa arab ga fasih tapi mengartikan Al Qur'an dan hadits, dsb.

Nek saya ya milih orang yang hapal Al Qur'an dibawah 10 tahun, belasan tahun berguru ke ulama di berbagai negara, belasan tahun mempelajari dan meneliti hadits :-)

(Mas Tarno)
Bukankah Sekarang ini banyak orang yang baru belajar langsung menyalahkan Ulama-ulama terdahulu,ada yang bilang ulama ini salah, ulama ini perlu diluruskan.,padahal belajarnya dari internet.Gimana Mbak when ya,hukumnya belajar lewat intertnet,kan gak ada gurunya ?,

(Whe-en)
Semoga saya bukan termasuk yang demikian ya mas, btw, jangan minta saya berfatwa donk mas, berat banget.
Masalah hukum biar yang ilmunya mumpuni yang menentukan.

Btw, apa salahnya belajar lewat internet mas Tarno? Sebenarnya internet kan cuma sarana, sama seperti buku, cuma masalahnya yang dipelajari bener ga?
Sama seperti guru juga karena bisa online bertanya dan dijawab. Bisa streaming juga, siaran langsung, tanya jawab langsung.

Cuma tidak ada interaksi secara fisik, jadi kalau menurut saya kurang silaturahmi.
Masih menurut saya, belajar lewat internet tetep harus diimbangi ta'lim langsung.

Tapi tetep internet mempermudah kita belajar mas.

Menurut mas Tarno sendiri bagaimana?

Regards
Whe-en

Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT


From: "Sutarno Sutarno" <Sutarno.Sutarno@id.flextronics.com>
Sender: milis_iqra@googlegroups.com
Date: Tue, 22 Feb 2011 19:44:30 +0800
To: <milis_iqra@googlegroups.com>
ReplyTo: milis_iqra@googlegroups.com
Subject: RE: [Milis_Iqra] Mengungkap Kebohongan Pendeta Yosua Muhammad Yasin

Para ulama jaman dulu, hapal Al qur'an di usia dibawah 10 tahun, berguru ke berbagai ulama, membutuhkan waktu belasan tahun untuk menafsirkan Al Qur'an dan hadits, koq bisa2nya diganti oleh orang yang dengan instan, tidak hapal Al qur'an, tidak fasih bahasa arab, dengan alasan ijtihaj, disalahkan, ketinggalan jaman, kolot dsb”

 

Tapi kenapa pada zaman seperti ini orang yang seperti itu banyak pengikutnya ?

Bukankah Sekarang ini banyak orang yang baru belajar langsung menyalahkan Ulama-ulama terdahulu,ada yang bilang ulama ini salah, ulama ini perlu diluruskan.,padahal belajarnya dari internet.Gimana Mbak when ya,hukumnya belajar lewat intertnet,kan gak ada gurunya ?,

 


From: milis_iqra@googlegroups.com [mailto:milis_iqra@googlegroups.com] On Behalf Of whe.en9999@gmail.com
Sent: Tuesday, February 22, 2011 6:35 PM
To: milis_iqra@googlegroups.com
Subject: Re: [Milis_Iqra] Mengungkap Kebohongan Pendeta Yosua Muhammad Yasin

 

(Nandang)
ya benar, setahu saya juga semua mengaku sumbernya dari rasulullah bahkan ahmadiyah dan inkar sunah pun demikian, tapi nyatanya tetap saja berbeda sesuai penafsiranya.

(Whe-en)
Ahmadiyah tidak bersumber pada Rasulullah tapi pada MGA, dan inkar sunnah juga tidak bersumber dari Rasulullah tapi menafsirkan sendiri, namanya saja inkar, mengingkari,
Jadi really really surprise kalau ahlussunnah dan syiah disejajarkan dengan ahmadiyah dan inkar sunnah.

Yang lebih surprise lagi, Allah memuji orang orang terdahulu, para sahabat yang pertama2 masuk Islam, namun mas Nandang sama sekali tidak memandang sebelah matapun kepada para khalifah dan shahabat, yang diajar langsung oleh Rasulullah.

Mas Nandang lupa bahwa ada gulungan2 tulisan peninggalan mereka, yang dengan susah payah diteliti dan dikumpulkan ulama2 belasan tahun agar berguna buat umat, yang ingin mas Nandang gantikan dengan sunnah mas Nandang atau orang lain yang mas Nandang pandang lebih pintar dari Rasulullah, padahal jelas2 dilarang Allah mendahului Allah dan RasulNya.

Bagi saya, orang yang menafsirkan Al Qur'an dan hadits menurut kemauan sendiri berbeda dengan yang diajarkan oleh Rasulullah adalah orang2 yang sesungguhnya mengaku dirinya nabi tapi malu mengakuinya.

Tidak semua ulama yang punya ilmu berani menafsirkan sendiri, mereka akan merujuk kitab kitab yang shahih.

Para ulama jaman dulu, hapal Al qur'an di usia dibawah 10 tahun, berguru ke berbagai ulama, membutuhkan waktu belasan tahun untuk menafsirkan Al Qur'an dan hadits, koq bisa2nya diganti oleh orang yang dengan instan, tidak hapal Al qur'an, tidak fasih bahasa arab, dengan alasan ijtihaj, disalahkan, ketinggalan jaman, kolot dsb

Demikian mas Nandang pendapat saya.

Regards
Whe-en

Sent from my BlackBerry
powered by Sinyal Kuat INDOSAT


From: Nandang Sudrajat <aendangzr@yahoo.co.id>

Sender: milis_iqra@googlegroups.com

Date: Tue, 22 Feb 2011 16:19:39 +0800 (SGT)

To: <milis_iqra@googlegroups.com>

ReplyTo: milis_iqra@googlegroups.com

Subject: Re: [Milis_Iqra] Mengungkap Kebohongan Pendeta Yosua Muhammad Yasin

 

(whe~en)
hati hati mas nandang, jangan sampai mas nandang menuduh yang bisa menimbulkan fitnah

 

(Nandang)

saya hanya berdasarkan fakta yang ada, buktinya memang menjadi berkelompok kelompok

 

(wheen)

Setahu saya, Ahlussunnah tidak menafsirkan Al Qur'an sesuai kemauan kelompok, namun berdasarkan riwayat yang diajarkan Rasulullah kepada para sahabatnya. Jadi sumbernya Rasulullah
saya kurang mengerti untuk syi'ah, namun setahu saya, dari Jalur Ali Bin AT mereka mengakui riwayat2 dari Rasulullah, jadi tidak serta merta menurut kemuan sendiri, kalau demikian karena saya tidak tahu pasti, berarti sumbernya juga Rasulullah

 

(Nandang)

ya benar, setahu saya juga semua mengaku sumbernya dari rasulullah bahkan ahmadiyah dan inkar sunah pun demikian, tapi nyatanya tetap saja berbeda sesuai penafsiranya.


(wheen)

sekarang tinggal mas Nandang menilai sendiri,
ketika Ahmadiyah menafsirkan sendiri termasuk ada nabi sesudah Rasulullah, bisakah ajaran mereka masih lurus?
Untuk Ingkar sunnah, saya pernah posting perintah Allah untuk taat pada rasul, ketika tidak mereka laksanakan, apakah ajarannya masih lurus?
demikian juga dengan yang lain.
silahkan menilai sendiri

 

(nandang)

untuk beberapa kelompok saya sudah menilainya dan saya tidak ikut kelompok mereka.

 

(wheen)

maaf mas nandang,
saya ingin bertanya,
kelihatannya mas Nandang sangat tidak setuju untuk tidak menafsirkan Al Qur'an menurut kemauan sendiri, apakah mas nandang ingin menjadi Nabi seperti Mirza Ghulam Ahmad?

 

(Nandang)

ini pertanyaanya serius?

jawabanya adalah saya sangat ingin jadi nabi.

namun saya sangat tidak punya kapasitas,qalbunya pun tidak bersih, banyak salah daripada benarnya pendek kata tidak mungkin layauuu, apalagi kenabian sudah ditutup apalagi jadi nabi seperti mirza ghilam ahmad.....males ahh...

 

(wheen)

maaf saya cuma bertanya, karena setahu saya di al Qur'an dijelaskan yang diberi amanah untuk menerangkan Al qur'an adalah Rasulullah, bukan mas Nandang. bukan saya, bukan yang lain

 

(Nandang)

tapi sekarang rasulullah sudah wafat, kalau demikian siapa dong yg diberi amanah untuk menerangkan?

 

terima kasih

salam

--- Pada Sel, 22/2/11, whe - en <whe.en9999@gmail.com> menulis:


Dari: whe - en <whe.en9999@gmail.com>
Judul: Re: [Milis_Iqra] Mengungkap Kebohongan Pendeta Yosua Muhammad Yasin
Kepada: milis_iqra@googlegroups.com
Tanggal: Selasa, 22 Februari, 2011, 2:49 PM

(Nandang) bagaimana kalau menafsirkan alquran sesuai selera kelompok dan kepentinganya, seperti suni menafsirkan sesuai kelompoknya, syiah,ahmadiyah,islam liberal,inkar sunah dsb menafsrikan sesuai kelompoknya.?

(whe~en)
hati hati mas nandang, jangan sampai mas nandang menuduh yang bisa menimbulkan fitnah.
Setahu saya, Ahlussunnah tidak menafsirkan Al Qur'an sesuai kemauan kelompok, namun berdasarkan riwayat yang diajarkan Rasulullah kepada para sahabatnya. Jadi sumbernya Rasulullah
saya kurang mengerti untuk syi'ah, namun setahu saya, dari Jalur Ali Bin AT mereka mengakui riwayat2 dari Rasulullah, jadi tidak serta merta menurut kemuan sendiri, kalau demikian karena saya tidak tahu pasti, berarti sumbernya juga Rasulullah

sekarang tinggal mas Nandang menilai sendiri,
ketika Ahmadiyah menafsirkan sendiri termasuk ada nabi sesudah Rasulullah, bisakah ajaran mereka masih lurus?
Untuk Ingkar sunnah, saya pernah posting perintah Allah untuk taat pada rasul, ketika tidak mereka laksanakan, apakah ajarannya masih lurus?
demikian juga dengan yang lain.
silahkan menilai sendiri.

maaf mas nandang,
saya ingin bertanya,
kelihatannya mas Nandang sangat tidak setuju untuk tidak menafsirkan Al Qur'an menurut kemauan sendiri, apakah mas nandang ingin menjadi Nabi seperti Mirza Ghulam Ahmad?
maaf saya cuma bertanya, karena setahu saya di al Qur'an dijelaskan yang diberi amanah untuk menerangkan Al qur'an adalah Rasulullah, bukan mas Nandang. bukan saya, bukan yang lain.

regards
whe~en

2011/2/22 Nandang Sudrajat <aendangzr@yahoo.co.id>

(wheen)

Menurut saya lagi, tidak ada yang melarang al Qur'an ditafsirkan.
Yang dilarang kan menafsirkan menurut kemauan sendiri,

(Nandang)

bagaimana kalau menafsirkan alquran sesuai selera kelompok dan kepentinganya, seperti suni menafsirkan sesuai kelompoknya, syiah,ahmadiyah,islam liberal,inkar sunah dsb menafsrikan sesuai kelompoknya.?

--- Pada Sel, 22/2/11, whe - en <whe.en9999@gmail.com> menulis:


Dari: whe - en <whe.en9999@gmail.com>
Judul: Re: [Milis_Iqra] Mengungkap Kebohongan Pendeta Yosua Muhammad Yasin
Kepada: milis_iqra@googlegroups.com

Tanggal: Selasa, 22 Februari, 2011, 2:13 PM

 

sama sama mas Nandang,
kalau belajar di thread memang susah mas kadang kadang, saya juga merasakan, mau nanya siapa yang ditanya, yang bisa ditanya kadang malah ngeledek, dsb.
tapi kalau datang di kajian, bawa Al Qur'an, bawa tafsir, saya merasanya lebih mudah mas nandang.

Menurut saya lagi, tidak ada yang melarang al Qur'an ditafsirkan.
Yang dilarang kan menafsirkan menurut kemauan sendiri,
contohnya di thread tetangga lesbian menikah, mengklaim secara Islam, itu kan akibat menafsirkan menurut mereka sendiri.

Dan tadi sudah ada pernyataan dari mas nandang, tidak ada hubungan antara QS Albaqarah 185 dan Al Qomar 17 dengan menafsirkan menurut selera.

Mas nandang,
saya garis bawahi dulu pernyataan mas nandang bahwa tidak ada hubungannya antara menafsirkan Al Qur'an dengan selera sendiri dengan QS Al Baqarah 185 dan Al Qamar 17.



regards
whe~en

2011/2/22 Nandang Sudrajat <aendangzr@yahoo.co.id>

oh ternyata mudah yah?

soalnya dari bebeapa tread kesanya belajar alquran itu susah,dan kesanya tidak boleh menafsirkan alquran.

 

terima kasih mba wheen.

 

salam

--- Pada Sel, 22/2/11, whe - en <whe.en9999@gmail.com> menulis:


Dari: whe - en <whe.en9999@gmail.com>
Judul: Re: [Milis_Iqra] Mengungkap Kebohongan Pendeta Yosua Muhammad Yasin
Kepada: milis_iqra@googlegroups.com

Tanggal: Selasa, 22 Februari, 2011, 1:41 PM

 

[Al Qamar:17] Dan demi sesungguhnya! Kami telah MUDAHKAN Al-Quran untuk menjadi peringatan dan pengajaran, maka adakah sesiapa yang mahu mengambil peringatan dan pelajaran (daripadanya)?

[Al Qamar:22] Dan demi sesungguhnya! Kami telah MUDAHKAN Al-Quran untuk menjadi peringatan dan pengajaran, maka adakah sesiapa yang mahu mengambil peringatan dan pelajaran (daripadanya)?

[Al Qamar:32] Dan demi sesungguhnya! Kami telah MUDAHKAN Al-Quran untuk menjadi peringatan dan pengajaran, maka adakah sesiapa yang mahu mengambil peringatan dan pelajaran (daripadanya)?

[Al Qamar:40] Dan demi sesungguhnya! Kami telah MUDAHKAN Al-Quran untuk menjadi peringatan dan pengajaran, maka adakah sesiapa yang mahu mengambil peringatan dan pelajaran (daripadanya)?

==

Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan Al quran untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran?(QS. 54:17)

::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::

 

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Qamar 17
(17)


Pada ayat ini Allah menerangkan bahwa Dia yang menurunkan Alquran dengan mempermudah pembacaan dan pengertiannya yang penuh mengandung ibarat dan tamsil untuk dijadikan pelajaran bagi orang yang hendak merenungkannya.
Dalam ayat yang lain yang bersamaan maksudnya Allah berfirman:


Artinya:
Dan tetaplah memberi peringatan, karena sesungguhnya peringatan itu bermanfaat bagi orang-orang yang beriman.
dan seperti firman Nya:



Artinya:
Ini adalah sebuah Kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah supaya mereka memperhatikan ayat-ayatnya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai pikiran.
(Q.S. Az Zariyat: 55)
dan firman Nya:


Artinya:
Maka sesungguhnya telah Kami mudahkan Alquran itu dengan bahasamu, agar kamu dapat memberi kabar gembira dengan Alquran itu kepada orang-orang yang bertakwa, dan agar kamu memberi peringatan dengannya kepada kaum yang membangkang.
(Q.S. Shad: 29)
Dahhak telah meriwayatkan bahwa Ibnu `Abbas berkata: "Andaikata Allah tidak memudahkan Alquran bagi lidah manusia niscaya tidak seorang pun dari manusia yang dapat berbicara dengan pembicaraan Allah".


Pada akhir ayat ini Allah SWT memperingatkan manusia adakah terdapat orang-orang yang mengambil dari isi Alquran dengan mengamalkan perintah Nya dan menjauhi larangan Nya.


Tafsir / Indonesia / Jalalain / Surah Al Qamar 17
(17)

(Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan Alquran untuk pelajaran) Kami telah memudahkannya untuk dihafal dan Kami telah mempersiapkannya untuk mudah diingat (maka adakah orang yang mengambil pelajaran?) yang mau mengambilnya sebagai pelajaran dan menghafalnya. Istifham di sini mengandung makna perintah yakni, hafalkanlah Alquran itu oleh kalian dan ambillah sebagai nasihat buat diri kalian. Sebab tidak ada orang yang lebih hafal tentang Alquran selain daripada orang yang mengambilnya sebagai nasihat buat dirinya.

http://c.1asphost.com/sibin/Alquran_Tafsir.asp?SuratKe=54

2011/2/22 whe - en <whe.en9999@gmail.com>

Mas nandang,
saya garis bawahi dulu pernyataan mas nandang bahwa tidak ada hubungannya antara menafsirkan Al Qur'an dengan selera sendiri dengan QS Al Baqarah 185 dan Al Qamar 17.


sebenarnya bukan kapasitas saya menerangkan tafsir karena saya bukan ahlinya.
Semoga artikel dibawah ini bermanfaat buat mas nandang, satu dulu QS Al Baqarah 185, karena saya ada kegiatan di luar ruangan.
dan terkadang sepengetahuan saya, kita tidak bisa menafsirkan sepotong sepotong menurut kemauan kita sendiri.

TAFSIR SURAT AL-BAQARAH AYAT : 185 ( Ramadhan Bulan Al-Quran )
Jumat, 28 Agustus 09

Setelah Allah Taala mewajibkan kepada orang-orang yang beriman untuk berpuasa pada hari-hari yang telah ditentukan sebagaimana pada ayat sebelumnya, maka dalam ayat yang mulia ini Allah menjelaskan Hari-hari yang telah ditentukan tersebut. Yang mana ia adalah hari-hari pada bulan Ramadhan. Di dalamnya Allah menurunkan al-Quran, sebagai petunjuk bagi manusia, dan sebagai pembeda antara yang haq dan yang bathil. Allah berfirman

{185}

 

(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) al-Qur'an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang haq dan yang batil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah dia berpuasa pada bulan itu, dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu dia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjukNya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur." (QS. Al-Baqarah : 185).

Tafsir Ayat : 185

{ } "(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan, (permulaan) al-Qur'an", yaitu puasa yang diwajibkan atas kalian adalah bulan Ramadhan yaitu bulan yang agung, bulan di mana kalian memperoleh di dalamnya kemuliaan yang besar dari Allah Taala, yaitu al-Qur'an al-Karim yang mengandung petunjuk bagi kemaslahatan kalian, baik untuk agama maupun dunia kalian, dan sebagai penjelas kebenaran dengan sejelas-jelasnya, sebagai pembeda antara yang benar dan yang batil, petunjuk dan kesesatan, orang-orang yang bahagia dan orang-orang yang sengsara, maka patutlah keutamaan ini bagi bulan tersebut, dan hal ini adalah merupakan kebajikan Allah terhadap kalian, dengan menjadikan bulan ini sebagai suatu musim bagi hamba yang diwajibkan padanya berpuasa.

Lalu ketika Allah menetapkan hal itu, menjelaskan keutamaannya dan hikmah Allah Taala dalam pengkhususannya itu, Dia berfirman, { } "Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu" ini merupakan keharusan berpuasa atas orang yang mampu, sehat lagi hadir, dan ketika nasakh itu memberikan pilihan antara berpuasa dan tebusan (khususnya), ia mengulangi kembali keringanan bagi orang sakit dan musafir agar tidak diduga bahwa keringanan tersebut juga dinasakh, Allah berfirman, [ ] "Allah menghendaki kemudahan bagimu dan tidak menghendaki kesukaran bagimu" maksudnya, Allah Taala menghendaki hal yang memudahkan bagi kalian jalan yang menyampaikan kalian kepada ridhaNya dengan kemudahan yang paling mudah dan meringankannya dengan keringanan yang paling ringan.

Oleh karena itu, segala perkara yang diperintahkan oleh Allah atas hamba-hambaNya pada dasarnya adalah sangat mudah sekali, namun bila terjadi suatu rintangan yang menimbulkan kesulitan, maka Allah akan memudahkannya dengan kemudahan lain, yaitu dengan menggugurkannya atau menguranginya dengan segala bentuk pengurangan, dan hal ini adalah suatu hal yang tidak mungkin dibahas perinciannya, karena perinciannya adalah merupakan keseluruhan syariat dan termasuk di dalamnya segala macam keringanan-keringanan dan pengurangan-pengurangan.
{ } "Dan hendaknya kamu mencukupkan bilangannya" ayat ini wallahu 'alam agar orang tidak berfikir bahwa puasa itu dapat dilakukan hanya dengan separuh bulan saja, Allah menolak pemikiran seperti itu dengan memerintahkan untuk menyempurnakan bilangannya, kemudian bersyukur kepada Allah saat telah sempurna segala bimbingan, kemudahan dan penjelasanNya kepada hamba-hambaNya, dan dengan bertakbir ketika berlalunya perkara tersebut, dan termasuk di dalam hal ini adalah bertakbir ketika melihat hilal bulan Syawwal hingga selesainya khutbah 'id.

Pelajaran dari Ayat :

  • Penjelasan tentang Hari-hari yang ditentukan dalam ayat sebelumnya yang disebutkan secara tidak jelas hari apa yang dimaksud yang mana hari tersebut adalah hari-hari pada bulan Ramadhan.
  • Keutamaan bulan Ramadhan, yang mana Allah Taala mewajibkan kepada hambaNya pada bulan ini, dan cukuplah hadits Nabi shallallahu alaihi wasallam untuk menjelaskan keutamaan bulan Ramadhan, beliau bersabda, Apabila telah tiba bulan Ramadhan maka dibukalah pintu-pintu surga, dan ditutuplah pintu-pintu neraka, dan setan-setan dibelenggu. (HR. Muslim), sabda beliau yang lain, Barang siap berpuasa pada bulan Ramadhan dengan penuh keimanan dan mengharap pahala (dari Allah) maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu. Dan barang siapa melakukan Shalat (tarawih) pada bulan ramadhan dengan penuh keimanan dan mengharap pahala (dari Allah) maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu). (HR. Bukhari)
  • Allah Taala menurunkan al-Quran pada bulan yang mulia ini, sehingga bulan tersebut juga disebut sebagai Syahrul Quran (bulan Al-Quran), sebagai petunjuk bagi manusia, dan pembeda antara yang haq dan yang bathil. Dan menurut dhahirnya ayat bahwa yang dimaksud Al-Quran diturunkan pada bualn mulia ini adalah Permulaan diturunkannya alquran. Adapun atsar yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas radhiallahu anhuma bahwasanya al-Quran diturunkan dari Lauhul mahfudz ke Baitil izzah di bulan Ramadhan, yang di ambil oleh malaikat Jibril lalu diturunkan kepada rasulullah shallallahu alaihi wasallam, yang dikeluarkan oleh Al-Hakim dan Al-Baihaqi adalah atsar yang dhaif, sebagaimana hal itu diungkapkan oleh Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah dalam menafsiri ayat ini.
  • Wajibnya berpuasa di bulan Ramadhan atas orang-orang yang mukallaf, setelah masuknya bulan Ramadhan, baik masuknya bulan tersebut diketahui dengan cara melihat hilal atau dengan menggenapkan 30 hari bulan Syaban ketika mendung. dan tidak wajib berpuasa sebelum jelas masuknya bulan Ramadhan. Dan yang dimaksud mukallaf ia adalah seorang muslim, berakal, baligh, dan bagi seorang wanita terbebas dari haid dan nifas.
  • Adanya rukhshah (keringanan) untuk tidak berpuasa bagi orang yang sakit yang khawatir semakin lama sembuhnya atau semakin parah, dan bagi musafir dengan safar yang dibolehkan baginya untuk mengqashar shalat.
  • Wajibnya mengqadha bagi orang yang tidak berpuasa karena udzur yang dibolehkan syariat, di hari-hari yang lainnya.
  • Mudahnya syariat Islam, dan meniadakan kesulitan dan kesempitan. Rasulullah shallallahu alaihi wasallam juga menegaskan dalam sabdanya, Agama Allah ini mudah, sabda beliau yang lain dalam kitab Shahih Bukhari, Permudahlah dan jangan mempersulit, berilah kabar gembira dan jangan membuat lari.
  • Disyariatkannya takbir pada malam ied dan siang harinya. Dan takbir ini adalah merupakan bagian dari rasa syukur terhadap nikmat hidayah Islam.
  • Ketaatan adalah merupakan bentuk perwujudan rasa syukur. Barang siapa tidak mentaati Allah dan rasul-Nya berarti ia tidak bersyukur dan tidak termasuk golongan orang-orang yang bersyukur.



Sumber :
1. Tafsir as-Sadiy
2. Tafsir al-Quran al-Karim, karya Syaikh Ibnu Utsaimin.
3. Aisar at-Tafasir. 
http://www.alsofwah.or.id/?pilih=lihatquran&id=123

 

2011/2/22 Nandang Sudrajat <aendangzr@yahoo.co.id>

(wheen)

Sebelum lebih jauh,
saya ingin tanya dulu mas Nandang
1.  apa hubungan menafsirkan sesuai selera dengan kemudahan dari Allah dalam Al Baqarah :185

 

(nandang)

tidak ada hubunganya,yg ingin saya tanyakan apakah yg dimaksud "kemudahan dan tidak menghendaki kesukaran" termasuk dalam menafsrikan alquran?

 

(wheen)


2.  apa hubungannya dengan menafsirkan sesuai selera sendiri dengan Al Qur'an mudah dipelajari dalam Al Qomar :17

 

(Nandang)

tidak ada hubunganya,yg ingin saya tanyakan apakah "Alquran benar mudah dipelajari " sehubungan dengan pernyataan rekan kita "Saya sebagai muslim tidak bisa.
Harus ada gurunya."

mungkinkah kitab lain lebih mudah dan tidak perlu guru?

 

mudah mudahan mba wheen bisa memberi penjelasan tentang dua ayat tsb (Al Baqarah :185 dan Al Qomar :17) kepada saya yg sedang bertanya.

 

terima kasih

salam






--- Pada Sel, 22/2/11, whe - en <whe.en9999@gmail.com> menulis:


Dari: whe - en <whe.en9999@gmail.com>
Judul: Re: [Milis_Iqra] Mengungkap Kebohongan Pendeta Yosua Muhammad Yasin
Kepada: milis_iqra@googlegroups.com

Tanggal: Selasa, 22 Februari, 2011, 10:03 AM

Sebelum lebih jauh,
saya ingin tanya dulu mas Nandang
1.  apa hubungan menafsirkan sesuai selera dengan kemudahan dari Allah dalam Al Baqarah :185
2.  apa hubungannya dengan menafsirkan sesuai selera sendiri dengan Al Qur'an mudah dipelajari dalam Al Qomar :17

regards
whe~en

2011/2/22 Nandang Sudrajat <aendangzr@yahoo.co.id>

kalau demikian bagaimana dengan maksud ayat dibawah ?

 

ALLAH MENGHENDAKI KEMUDAHAN BAGIMU, DAN TIDAK MENGHENDAKI KESUKARAN BAGIMU ( AL BAQARAH 2 : 185 ).

SESUNGGUHNYA TELAH KAMI MUDAHKAN AL QURAN UNTUK DIPELAJARI, MAKA ADAKAH ORANG-ORANG YANG MENGAMBIL PELAJARAN ( AL QOMAR 54 : 17 )

--- Pada Sel, 22/2/11, whe - en <whe.en9999@gmail.com> menulis:


Dari: whe - en <whe.en9999@gmail.com>
Judul: Re: [Milis_Iqra] Mengungkap Kebohongan Pendeta Yosua Muhammad Yasin
Kepada: milis_iqra@googlegroups.com
Tanggal: Selasa, 22 Februari, 2011, 9:18 AM

Alhamdulillah,
terimakasih jawabannya pak triyono,
kalau boleh saya simpulkan pernyataan bapak, baik muslim atau non muslim tidak boleh menafsirkan al qur'an sesuai selera masing masing karena menafsirkan Al Qur'an ada ilmunya tersendiri?

Jika demikian, saya setuju dengan pernyataan bapak.

regards
whe~en

2011/2/22 Slamet Triyono <triyono66@gmail.com>

Untuk menafsirkan Al-Qur'an ada ilmu tersendiri. Ada kaidah dan
hukum-hukumnya yang harus di pelajari. Saya sebagai muslim tidak bisa.
Harus ada gurunya.

Pada tanggal 22/02/11, whe - en <whe.en9999@gmail.com> menulis:

> pak Triyono,
> boleh saya bertanya agar tidak salah persepsi?
> soal pernyataan bapak "Jangan biarkan mereka menafsirkan Al-qur'an dengan
> seleranya apalagi
> itu dilakukan seorang non muslim"
>
> pertanyaan saya:
> 1.  Apakah ini berarti bapak membuat pernyataan bahwa Al qur'an tidak boleh
> ditafsirkan menurut selera sendiri baik itu oleh muslim atau non muslim?
> 2.  Ataukah hanya non muslim yang tidak boleh menafsirkan Al Qur'an menurut
> selera mereka?
>
> terimakasih
> whe~en
>
> 2011/2/22 Slamet Triyono <triyono66@gmail.com>
>
>>


 



--

~~~~~

 



--

~~~~~

Whe~en
http://wheen.blogsome.com/
 
"Tuhanku, lapangkanlah untukku dadaku, dan mudahkanlah untukku urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, supaya mereka mengerti perkataanku." (QS 20 : 25-28)
"Ya Allah jadikan Aku hamba yang selalu bersyukur dan penyabar"

 

--
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
 
Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
 
Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-

 

--
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
 
Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
 
Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-

Legal Disclaimer: The information contained in this message may be privileged and confidential. It is intended to be read only by the individual or entity to whom it is addressed or by their designee. If the reader of this message is not the intended recipient, you are on notice that any distribution of this message, in any form, is strictly prohibited. If you have received this message in error, please immediately notify the sender and delete or destroy any copy of this message

No comments:

Post a Comment