Maaf menggunakan tulisan merah supaya terlihat jelas
From: milis_iqra@googlegroups.com [mailto:milis_iqra@googlegroups.com] On Behalf Of awung
Anda bertanya tentang dasar ilmiah membenturkan hadits dengan alQuran, saya jawab saya tidak punya dasar ilmiah, karena yang saya sampaikan adalah pendapat saya sendiri yang memang belum teruji secara ilmiah tetapi saya yakini.
[Dani Permana] Disatu sisi Mas Awung berbicara tentang Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Tinggi, sedangkan yang namnya Ilmu pengetahuan adalah sifatnya ilmiah dan bisa di uji secara ilmiah berdasarkan fakta dan historical data. Namun disi lain Mas Awung berpendapat dengan pendapatnya sendiri, menurut saya pola berfikirnya seperti inkonsisten. (begitukah penilaian anda?)
On Behalf Of awung
Saya beriman kepada alQuran yang diturunkan oleh Allah sebagai satu2nya petunjuk yang lengkap, benar dan berfungsi sebagai furqon / pembeda / acuan kebenaran. Sehingga semua informasi/teori/hipotesa/hukum/fenomena apapun (termasuk hadits) jika ingin mengetahui itu benar atau tidak harus dibenturkan/diuji dengan keterangan dari alQuran.
[Dani Permana] Semua orang mengetahui bahwa "alQuran yang diturunkan oleh Allah sebagai satu2nya petunjuk yang lengkap….." nah cara Mas Awung membenturkan benar dan tidaknya saja yang saya pandang tidak memiliki aspek keilmiahan sama saya, logika yang dipakai hanya sebatas logika kondratiyah dan tidak ditunjang dengan aspek-aspek yang bisa menunjang logika kodratiyah tersebut. (saya bicara di forum bebas, saya rasa tidak perlu mrnggunakan kaidah2 ilmiah nanti malah kaku dan bertele2)
On Behalf Of awung
Beberapa prinsip yang saya pegang dalam memahami petunjuk alQuran:
- alQuran adalah petunjuk yang lengkap dan terperinci (seluruh aspek kehidupan, tetapi bukan ensiklopedia)
- alQuran tidak mengenal ruang dan waktu (berlaku sepanjang zaman di seluruh alam semesta)
- Tidak ada pertentangan di dalamnya
- Rahmatan lil a'lamin
[Dani Permana] Semua orang mengetahui bahwa Al Qur'an adalah memiliki hal-hal diatas, (tidak semua orang mempraktekkannya)
Kesalahan atas memahami fakta murtad dan ayat di atas berakibat kefahaman yang keliru, dan kebertentanangan itu lahir atas kesalahan mereka untuk memahami ayat di atas. "2/256".
[Awung] Ini penilaian subyektif
[Dani Permana] Jika demikian adanya, bisakah Mas Awung menjadikannya objektif? (tidak bisa karena itu adalah penilaian anda)
Jika kita mengkaji ayat di atas dan hadits-hadits yang digunakan "Hukum orang-orang Murtad", kita akan berkesimpulan bahwa tidak ada bertentangan sama sekali. Oleh karena itu ayat di atas tidak bisa digunakan sama sekali untuk menolak hukuman mati bagi orang murtad. Karena ayat di atas hanya terkait dengan pemaksaan terhadap orang kafir untuk masuk Islam. Jadi meskipun wajib bagi orang kafir untuk masuk Islam (lihat Qs. Ali-Imran [3]: 19, 85), mereka harus masuk Islam atas kesadaraan sendiri, dan bukan karena ada paksaan dari kita (misalnya dengan ancaman terhadap jiwa mereka jika tidak mau masuk Islam). Sedangkan hadits-hadits yang digunakan terkait dengan hukuman bagi orang Islam –baik dia sudah muslim sejak lahir, atau seorang muallaf– yang keluar dari Islam.
[Awung]
Dari ayat2 alQuran tentang murtad kesimpulan saya,Judgment kemurtadan adalah hak perogratif Allah karena itu sama sekali tidak ada petunjuk untuk menghakimi dan konsekwensi yang digambarkan Allah urusan pribadi di hari kebangkitan.
[Dani Permana] Jika demikian bukankah kita di berikan AKAL untuk menganalisa, coba antum analisa Ahmadiyah (Qodian) mengaku Islam, sedangkan Islam yang benar ada adalah Bersaksi bahwa Tiada Tuhan selain Allah dan Nabi Muhammad adalah ustusan-Nya AKAN TETAPI Islamnya Ahmadiyah adalah Bersaksi bahwa Tiada Tuhan selain Allah dan Mirza Ghulam Ahmad sebagai untusan-NYA. (sudah saya katakan judgment kemurtadan adalah hak perogratif Allah)
Mohon Analisanya wahai orang orang yang memiliki akal? (apakah anda tidak berakal?)
[Awung]Tentu kalau Allah menganggap ini perlu dihakimi mestinya ada petunjuknya dalam alQuran, lagipula masalah keyakinan adalah masalah qolbu tidak ada manusia yang dianugerahi dapat mengukur qolbu orang lain, sedangkan qolbunya sendri tidak tahu.
[Dani Permana] Saya pikir logika Mas Awung inconsistent dengan apa yang dikatakan diatas. Bukannya antum sendiri berkata bahwa ""alQuran yang diturunkan oleh Allah sebagai satu2nya petunjuk yang lengkap….." namun disisi lain berbicara masalah Qalbu… okelah saya ikuti…
Rasulullah bersabda "Aku ditus ke muka bumi bukan untuk membelah dada manusia"… hal ini berarti Rasulullah Muhammad pun menyerahkan masalah Qalbu tersebut kepada Allah, NAMUN disisi lain dalam penilaian, kita memiliki Wahyu yang bisa dijadikan dasar untuk membuat sebuah keputusan, apakah si A, si B dan atau Si C, murtad, kafir atau Munafik. (Saya katakan alQuran adalah petunjuk (manual instruction) yang lengkap tetapi bukan ensiklopedia. Manusia saja membuat manual instruction ciptaannya dibuat seringkas mungkin, sejelas mungkin, tidak perlu memasukkan yang hal2 yang tidak ada kaitannya. Apalagi Allah tentu sangat mengetahui petunjuk apa yang diperlukan oleh manusia)
[Awung]Kalau anda berpendapat hadits Siapa saja yang mengganti agamanya, bunuhlah (HR Bukhari dan Ahmad)." tidak bertentangan dengan alQuran ya silakan saja.
[Dani Permana] Koq nyerah… tadinya saya ingin berdiskusi lebih banyak dengan antum…(saya hanya mau menghindari debat, kalau kita diskusi tidak ada masalah).
Salam,
2011/2/9 Dani Permana <adanipermana@gmail.com>
[Awung]
Maaf Mas Awung jawabannya tidak selaras dengan pertanyaannya, dalam hal kasus dibawah yakni membenturkan ayat "2/256: Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); …." dengan hadist "Siapa saja yang mengganti agamanya, bunuhlah (HR Bukhari dan Ahmad)."
[Dani Permana]
Kesalahan atas memahami fakta murtad dan ayat di atas berakibat kefahaman yang keliru, dan kebertentanangan itu lahir atas kesalahan mereka untuk memahami ayat di atas. "2/256". Jika kita mengkaji ayat di atas dan hadits-hadits yang digunakan "Hukum orang-orang Murtad", kita akan berkesimpulan bahwa tidak ada bertentangan sama sekali. Oleh karena itu ayat di atas tidak bisa digunakan sama sekali untuk menolak hukuman mati bagi orang murtad. Karena ayat di atas hanya terkait dengan pemaksaan terhadap orang kafir untuk masuk Islam. Jadi meskipun wajib bagi orang kafir untuk masuk Islam (lihat Qs. Ali-Imran [3]: 19, 85), mereka harus masuk Islam atas kesadaraan sendiri, dan bukan karena ada paksaan dari kita (misalnya dengan ancaman terhadap jiwa mereka jika tidak mau masuk Islam). Sedangkan hadits-hadits yang digunakan terkait dengan hukuman bagi orang Islam –baik dia sudah muslim sejak lahir, atau seorang muallaf– yang keluar dari Islam.
Padahal dalam Firman Allah yang lain sudah dijelaskan
Barangsiapa yang murtad di antara kamu dari agamanya, lalu dia mati dalam kekafiran, maka mereka itulah yang sia-sia amalannya di dunia dan di akhirat, dan mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya. " ( Qs Al Baqarah : 217 )
" Bagaimana Allah akan menunjuki suatu kaum yang kafir sesudah mereka beriman, serta mereka telah mengakui bahwa Rasul itu (Muhammad) benar-benar rasul, dan keterangan-keteranganpun telah datang kepada mereka? Allah tidak menunjuki orang-orang yang zalim. Mereka itu, balasannya ialah: bahwasanya la'nat Allah ditimpakan kepada mereka, (demikian pula) la'nat para malaikat dan manusia seluruhnya, mereka kekal di dalamnya, tidak diringankan siksa dari mereka, dan tidak (pula) mereka diberi tangguh, kecuali orang-orang yang taubat, sesudah (kafir) itu dan mengadakan perbaikan. Karena sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. ( Qs Ali Imran : 86-89 )
" Sesungguhnya orang-orang kafir sesudah beriman, kemudian bertambah kekafirannya, sekali-kali tidak akan diterima taubatnya; dan mereka itulah orang-orang yang sesat. Sesungguhnya orang-orang yang kafir dan mati sedang mereka tetap dalam kekafirannya, maka tidaklah akan diterima dari seseorang diantara mereka emas sepenuh bumi, walaupun dia menebus diri dengan emas (yang sebanyak) itu. Bagi mereka itulah siksa yang pedih dan sekali-kali mereka tidak memperoleh penolong." ( Qs Ali Imran : 90-91 )
" Sesungguhnya orang-orang yang beriman kemudian kafir, kemudian beriman (pula), kamudian kafir lagi, kemudian bertambah kekafirannya, maka sekali-kali Allah tidak akan memberi ampunan kepada mereka, dan tidak (pula) menunjuki mereka kepada jalan yang lurus." ( Qs Ali Imran : 137 )
Saya memangdang bahwa Ahmadiyah (qodian) adalah sudah kafir karena menjadikan Mirza Ghulam Ahmad dijadikan Nabi setelah Muhammad Shallallhu 'alaihi wasallam, mereka sudah murtad dan Allah sudah memandang amalnya sia-sia sebagaimana Firman-Nya "Barangsiapa yang murtad di antara kamu dari agamanya, lalu dia mati dalam kekafiran, maka mereka itulah yang sia-sia amalannya di dunia dan di akhirat, dan mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya. " ( Qs Al Baqarah : 217 )"
Nah sekarang kesalahan fatal dalam memahami Hadist yang sifatnya umum, yakni ""Siapa saja yang mengganti agamanya, bunuhlah (HR Bukhari dan Ahmad)."" Kemudian di benturkan dengan ayat Al Qur'an yang tidak ada hubungannya sama sekali dengan hadist tersebut diatas sebagaimana sudah dijelaskan sebelumnya, buat saya tidak masuk di akal cara berlogikanya. Dalam sebuah kaidah "dalil yang sifatnya umum akan tetap pada keumumannya kecuali ada dalil sebagai pengkuhusan, maka dalil yang sifatnya khusus di dahulukan."
Islam tidak sembarang saja membunuh orang yang murtad yang kafir se-enaknya, semuanya telah diatur
Orang-orang kafir yang haram untuk dibunuh adalah tiga golongan:
1. Kafir dzimmi (orang kafir yang membayar jizyah/upeti yang dipungut tiap tahun sebagai imbalan bolehnya mereka tinggal di negeri kaum muslimin)
2. Kafir mu'ahad (orang-orang kafir yang telah terjadi kesepakatan antara mereka dan kaum muslimin untuk tidak berperang dalam kurun waktu yang telah disepakati)
3. Kafir musta'man (orang kafir yang mendapat jaminan keamanan dari kaum muslimin atau sebagian kaum muslimin)Sedangkan orang kafir selain tiga di atas yaitu kafir harbi, itulah yang boleh diperangi.
Berikut adalah dalil-dalinya..[Larangan Membunuh Kafir Dzimmi yang Telah Menunaikan Jizyah]
Allah Ta'ala berfirman,
"Perangilah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan tidak (pula) kepada hari kemudian dan mereka tidak mengharamkan apa yang telah diharamkan oleh Allah dan Rasul-Nya dan tidak beragama dengan agama yang benar (agama Allah), (yaitu orang-orang) yang diberikan Al Kitab kepada mereka, sampai mereka membayar jizyah dengan patuh sedang mereka dalam keadaan tunduk." (QS. At Taubah: 29)
Dari 'Abdullah bin 'Amr, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,"Barangsiapa membunuh seorang kafir dzimmi, maka dia tidak akan mencium bau surga. Padahal sesungguhnya bau surga itu tercium dari perjalanan empat puluh tahun. " (HR. An Nasa'i. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)
[Larangan Membunuh Kafir Mu'ahad yang Telah Membuat Kesepakatan untuk Tidak Berperang]
Al Bukhari membawakan hadits dalam Bab "Dosa orang yang membunuh kafir mu'ahad tanpa melalui jalan yang benar".Dari 'Abdullah bin 'Amr, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,
"Siapa yang membunuh kafir mu'ahad ia tidak akan mencium bau surga. Padahal sesungguhnya bau surga itu tercium dari perjalanan empat puluh tahun." (HR. Bukhari no. 3166)
[Larangan Membunuh Kafir Musta'man yang telah mendapat jaminan keamanan dari kaum muslimin]
Allah Ta'ala berfirman,
"Dan jika seorang di antara orang-orang musyrikin itu meminta perlindungan kepadamu, maka lindungilah ia supaya ia sempat mendengar firman Allah, kemudian antarkanlah ia ke tempat yang aman baginya. Demikian itu disebabkan mereka kaum yang tidak mengetahui." (QS. At Taubah: 6)
Dari 'Ali bin Abi Thalib, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,
"Dzimmah kaum muslimin itu satu, diusahakan oleh orang yang paling bawah (sekalipun)". (HR. Bukhari dan Muslim)
An Nawawi rahimahullah mengatakan, "Yang dimaksudkan dengan dzimmah dalam hadits di atas adalah jaminam keamanan. Maknanya bahwa jaminan kaum muslimin kepada orang kafir itu adalah sah (diakui). Oleh karena itu, siapa saja yang diberikan jaminan keamanan dari seorang muslim maka haram atas muslim lainnya untuk mengganggunya sepanjang ia masih berada dalam jaminan keamanan." (Syarh Muslim, 5/34)
Adapun membunuh orang kafir yang berada dalam perjanjian dengan kaum muslimin secara tidak sengaja, Allah Ta'ala telah mewajibkan adanya diat dan kafaroh sebagaimana firman-Nya,
"Dan jika ia (si terbunuh) dari kaum (kafir) yang ada perjanjian (damai) antara mereka dengan kamu, maka (hendaklah si pembunuh) membayar diat yang diserahkan kepada keluarganya (si terbunuh) serta memerdekakan hamba sahaya yang mukmin. Barang siapa yang tidak memperolehnya, maka hendaklah ia (si pembunuh) berpuasa dua bulan berturut-turut sebagai cara tobat kepada Allah. Dan adalah Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana." (QS. An Nisaa': 92)
Rujukan:
Biayyi 'Aqlin wa Diinin Yakuunu At Tafjiiru wa At Tadmiiru Jihaadan [?], Syeikh Abdul Muhsin bin Hamad Al Abbad Al Badr, http://islamspirit.com
Shahih At Targhib wa At Tarhib, Muhammad Nashiruddin Al Albani, Maktabah Al Ma'arif – Riyadh
Syarh Muslim, An Nawawi, Mawqi' Al Islam
Taisir Al Karimir Rahman fii Tafsiri Kalamil Mannan, Syeikh 'Abdurrahman bin Nashir As Sa'di, Muassasah Ar RisalahRegards,
Dani Permana" Always desire to learn something useful."
From: milis_iqra@googlegroups.com [mailto:milis_iqra@googlegroups.com] On Behalf Of awung
Sent: Tuesday, February 08, 2011 11:11 PM
To: milis_iqra@googlegroups.com
Subject: Re: [Milis_Iqra] Pemuda Muhammadiyah: Usut Penyerang Ahmadiyah
شَهْرُ رَمَضَانَ ٱلَّذِىٓ أُنزِلَ فِيهِ ٱلْقُرْءَانُ هُدًۭى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنَـٰتٍۢ مِّنَ ٱلْهُدَىٰ وَٱلْفُرْقَانِ ۚ فَمَن شَهِدَ مِنكُمُ ٱلشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ ۖ وَمَن كَانَ مَرِيضًا أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍۢ فَعِدَّةٌۭ مِّنْ أَيَّامٍ أُخَرَ ۗ يُرِيدُ ٱللَّهُ بِكُمُ ٱلْيُسْرَ وَلَا يُرِيدُ بِكُمُ ٱلْعُسْرَ وَلِتُكْمِلُوا۟ ٱلْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا۟ ٱللَّهَ عَلَىٰ مَا هَدَىٰكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ [٢:١٨٥]
2/185
(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Qur'an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang batil). Karena itu, barang siapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barang siapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur.Kata furqon dalam ayat ini dan beberapa ayat lain diterjemahkan sebagai pembeda antara yang hak dan yang batil, yang benar dan yang salah, yang logis dan yang tidak logis. Agar bisa membedakan mana yang benar mana yang salah harus ada acuan. alQuran adalah acuan kebenaran yang diturunkan oleh Allah. Jadi semua informasi apapun dari manapun kalau mau diuji kebenaranya harus di compare / dibenturkan dengan alQuran.
alQuran sebagai petunjuk/manual instruction untuk diin Islam jadi bukan hanya masalah agama tetapi seluruh aspek kehidupan. Contoh yang mungkin bisa meyakinkan ketika Copernicus/Galileo mengatakan bahwa matahari sebagai pusat orbit mereka harus mati/hidup dalam penjara, padahal jika pendapat ini dibenturkan ke alQuran 36/38 itu ternyata sesuai dengan informasi alQuran yang diturunkan 8 abad sebelumnya (?). Seharusnya para penemu teknologi dan ilmu pengetahuan termasuk ilmu sosial adalah para sarjana/ulama, doktor/ulul albab muslim, karena informasi detail semua aspek ilmu dan tekonlogi sudah tertulis dalam alQuran.
Salam,
2011/2/8 Dani Permana <adanipermana@gmail.com>
Mas awung, bisa dijelaskan dasar ilmiah membeturkan hadist dengan al Qur'an, terutama dalah hal dibawah?
Saya akan benturkan nantinya logika Mas Awung dengan ilmu yang ilmiah.
Thanks,
Dani Permana
Sent from my Windows Mobile® phone
From: awung <awungs@gmail.com>
Sent: Tuesday, February 08, 2011 2:53 AMSubject: Re: [Milis_Iqra] Pemuda Muhammadiyah: Usut Penyerang Ahmadiyah
Numpang pendapat:
Terlepas dari derajat hadits ini sendiri kita benturkan dengan alQuran terlihat sekali bertentangan
2/256:
آ إِكْرَاهَ فِى ٱلدِّينِ ۖ قَد تَّبَيَّنَ ٱلرُّشْدُ مِنَ ٱلْغَىِّ ۚ فَمَن يَكْفُرْ بِٱلطَّـٰغُوتِ وَيُؤْمِنۢ بِٱللَّهِ فَقَدِ ٱسْتَمْسَكَ بِٱلْعُرْوَةِ ٱلْوُثْقَىٰ لَا ٱنفِصَامَ لَهَا ۗ وَٱللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ [٢:٢٥٦]
Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. Karena itu barangsiapa yang ingkar kepada Thaghut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.
coba bandingkan dengan:
Siapa saja yang mengganti agamanya, bunuhlah (HR Bukhari dan Ahmad).
Ini tidak mungkin keluar dari mulut nabi sebab ayat 2/256 lah yang disampaikan melalui lisan nabi, sedangkan:
(Dan) dia (Muhammad) tidaklah mengucapkan sesuatu dari hawa nafsunya. Apa yang
diucapkannya itu hanyalah wahyu yang diwahyukan (An-Najm 3-4).
Salam,
Maaf kalau ada yang tidak berkenan2011/2/7 Nandang Sudrajat <aendangzr@yahoo.co.id>
ada yang tahu derajat hadits ini tidak yah?kalau ada sekalian syarah nya.
Siapa saja yang mengganti agamanya, bunuhlah (HR Bukhari dan Ahmad).
(Dan) dia (Muhammad) tidaklah mengucapkan sesuatu dari hawa nafsunya. Apa yang
diucapkannya itu hanyalah wahyu yang diwahyukan (An-Najm 3-4).
hukum yang mana yang mau diingkari yah ?
terima kasih
salam
--- Pada Sen, 7/2/11, whe - en <whe.en9999@gmail.com> menulis:
Dari: whe - en <whe.en9999@gmail.com>
Judul: [Milis_Iqra] Pemuda Muhammadiyah: Usut Penyerang Ahmadiyah
Kepada: Milis_Iqra@googlegroups.com
Tanggal: Senin, 7 Februari, 2011, 9:13 AM
"Tindakan kekerasan yang menyebabkan hilangnya nyawa tiga jemaah Ahmadiyah tersebut tidak saja melanggar hukum yang berlaku, tapi juga lebih jauh dari itu telah melanggar nilai-nilai kemanusiaan dan hak asasi manusia," kata Pemuda Muhammadiyah dalam siaran persnya, Senin, 7 Februari 2011.
====
Pemuda Muhammadiyah: Usut Penyerang Ahmadiyah
"Kelalaian pemerintah dalam menghukum para pelaku akan menjadi preseden buruk."
Senin, 7 Februari 2011, 09:01 WIB
Arfi Bambani Amri
BERITA TERKAIT
VIVAnews - Pemuda Muhammadiyah mengutuk penyerangan berdarah terhadap jemaah Ahmadiyah di Cikeusik, Pandeglang, Banten, pada Minggu 6 Februari 2011 kemarin. Aksi brutal itu menewaskan tiga orang dan membuat enam lainnya luka parah. Pemuda Muhammadiyah meminta pemerintah segera menangkap, mengadili, dan menghukum para pelakunya.
"Tindakan kekerasan yang menyebabkan hilangnya nyawa tiga jemaah Ahmadiyah tersebut tidak saja melanggar hukum yang berlaku, tapi juga lebih jauh dari itu telah melanggar nilai-nilai kemanusiaan dan hak asasi manusia," kata Pemuda Muhammadiyah dalam siaran persnya, Senin, 7 Februari 2011.
Dalam pernyataan yang diteken Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah Saleh P. Daulay itu, disebutkan bahwa jemaah Ahmadiyah adalah warga negara Indonesia yang juga memiliki hak untuk mendapatkan perlindungan. Pemerintah tidak boleh mengabaikan atau menganggap remeh tindakan kriminal atas mereka.
"Kelalaian Pemerintah dalam menghukum para pelaku akan menjadi preseden buruk dalam meningkatkan kualitas demokrasi dan hak asasi manusia di Indonesia," Saleh menegaskan.
Pemuda Muhammadiyah mengimbau umat Islam supaya jangan mudah terpancing melakukan aksi kekerasan. Agama Islam, kata Saleh, sesungguhnya adalah agama yang cinta damai dan menentang sikap yang didasarkan kebencian dan amarah.
Kemarin, sejumlah menteri terkait menggelar rapat mendadak untuk merespons tragedi berdarah ini. Rapat diikuti Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan Djoko Suyanto, Kapolri Jenderal Timur Pradopo, Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi, Menteri Agama Suryadharma Ali, dan Jaksa Agung Basrief Arief.
"Tindakan anarkis oleh siapapun terhadap sesama warga negara Indonesia tidak bisa dibenarkan. Apapun alasan yang melatarbelakanginya," kata Menteri Djoko. (kd)• VIVAnews
http://nasional.vivanews.com/news/read/203247-pemuda-muhammadiyah--usut-penyerang-ahmadiyah
--~~~~~
Whe~en
http://wheen.blogsome.com/
"Tuhanku, lapangkanlah untukku dadaku, dan mudahkanlah untukku urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, supaya mereka mengerti perkataanku." (QS 20 : 25-28)
"Ya Allah jadikan Aku hamba yang selalu bersyukur dan penyabar"
--
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
--
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
--
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=---
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
--
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-No virus found in this message.
Checked by AVG - www.avg.comVersion: 10.0.1204 / Virus Database: 1435/3429 - Release Date: 02/07/11
--
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
--
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
Version: 10.0.1204 / Virus Database: 1435/3433 - Release Date: 02/09/11--
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
--
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
No comments:
Post a Comment