Bila Anda browsing di situs-situs traveling tentang tempat-tempat
favorit untuk berpesiar, sangat mungkin Anda menemukan kategori "sin
city" (kota dosa). Ada sepuluh kota 'paling berdosa' di dunia ini,
tempat di mana kaum hedonis difasilitasi dalam melampiaskan nafsu
bejat mereka, mulai dari minuman keras, judi, hingga mencari pelacur.
Kota dosa urutan 10 adalah Berlin, urutan 9 adalah Macau, urutan
pertama adalah Pattaya. Dan, Manama, ibu kota Bahrain yang berpenduduk
mayoritas muslim itu, berada di urutan ke delapan!
Sebuah situs traveling menulis, bahwa tiap akhir pekan, laki-laki dari
Arab Saudi akan berbondong-bondong datang ke Bahrain, mengendarai
mobil-mobil mewah, melewati jembatan King Fahad. Jembatan sepanjang 16
mil itu juga sering dijuluki jembatan "Johnny Walker", merek minuman
keras. Tak heran, karena laki-laki Saudi kebanyakan melewati jembatan
itu dengan tujuan untuk berpesta pora menenggak minuman keras yang
konon dibatasi di Arab Saudi. Masih menurut situs traveling itu,
pelacur juga mudah didapat di Manama. Sungguh sebuah kota yang
bergelimang dosa.
Dan, menurut Anda, bagaimana perasaan rakyat Bahrain? Bahrain adalah
sebuah negara di Timur Tengah dengan budaya Islam yang sangat kental.
Penduduknya adalah muslim, yang kebetulan 60%-nya bermazhab Syiah.
Kaum muslim, apapun mazhabnya, bila hidup di tengah kebejatan dan
kebobrokan yang dipertontonkan secara terang-terangan seperti yang
terjadi di 'kota dosa' itu, pastilah akan merasa terhina. Ketika rasa
terhina rakyat Bahrain mencapai puncaknya, mereka bangkit untuk
menuntut pergantian rezim.
Ketika gelombang protes rakyat Bahrain semakin memuncak, para lelaki
dari Arab Saudi juga datang berbondong-bondong melewati jembatan
Johnny Walker itu. Namun, kali ini mereka datang dengan membawa
senjata. Moncong senjata diarahkan kepada para demonstran yang
bertangan kosong.
Tepat tanggal 14 Maret, sekitar 1000 tentara Saudi memasuki Manama
dengan tujuan untuk membantu rezim Al Khalifa dalam membungkam
demonstrasi rakyat Bahrain. Mereka menyerbu kampus Bahrain University,
menembaki sekitar 350 pemuda muslim yang berdemo menuntut demokrasi,
dengan gas air mata dan peluru karet. Mereka juga merangsek ke
lapangan Pearl tempat berkumpulnya para demonstran dan kembali
menyerang tanpa kenal ampun. Puluhan orang gugur dan ratusan lainnya
terluka.
Serbuan pasukan dari Arab Saudi ini terjadi hanya dua hari setelah
Menhan AS, Robert Gates, menemui Raja Bahrain, Hamad bin Isa Al
Khalifa di Manama. Sebagian besar analisis politik yang saya baca
menyebutkan bahwa dalam kunjungan ini keduanya memang saling
bersepakat untuk mempertahankan rezim Al Khalifa di Bahrain dengan
cara apapun, termasuk dengan membunuhi rakyat Bahrain. Tentu saja, AS
tetap beretorika dan menyatakan 'menyesalkan kekerasan yang terjadi di
Manama."
AS dan Uni Eropa telah memertontonkan kemunafikan paling dahsyat:
mengirim pasukan ke Libya untuk 'membebaskan' rakyat Libya dari
Qaddafi serta mendorong terjadinya demokratisasi di Libya; namun pada
saat yang sama, membiarkan (dan bahkan mendukung) raja-raja Arab
membungkam tuntutan demokrasi di Bahrain. Kemunafkan mereka sudah
bukan rahasia lagi. Standar ganda Barat dalam menghadapi Bahrain dan
Libya hanyalah pengulangan dari sekian banyak standar ganda yang
mereka pertontonkan sepanjang sejarah.
Namun yang menyedihkan adalah sikap kaum muslimin: mengapa hanya
karena kebetulan penduduk Bahrain mayoritasnya Syiah, lalu mereka
dianggap tak patut dibela? Tidakkah sikap seperti ini setali tiga uang
dengan sikap AS dan sekutunya?[Irib]
©Dina Y. Sulaeman
sumber : http://bahteraummat.wordpress.com/2011/03/24/bahrain-perjuangan-di-%E2%80%9Ckota-dosa%E2%80%9D/
--
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
No comments:
Post a Comment