On Wed 04/13, Novareza Klifartha < novareza@... > wrote:From: Novareza Klifartha [mailto: novareza@...]To: assunnah@yahoogroups.comDate: Wed, 13 Apr 2005 23:55:44 +0700Subject: [assunnah] Ucapan Rasulullah SAW sebelum dan sesudah makanAssalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuhSaya ingin menanyakan/memastikan beberapa hal sbb:1. Ucapan apa saja kah yang disunnahkan/ditetapkanoleh Rasulullah pada saat sebelum makan?Hal yang terlihat sepele semacam ini saya ingin memastikansaja, karena dari sebagian besar hadits shahih menyatakan"bacalah Bismillah..." dan mencukupkannya demikian.Dalam sebuah riwayat shahih:"Rasulullah SAW bersabda: Kalau seandainya dia mengucapkanBismillah, tentu sudah cukup bagi kalian."Sedangkan realitasnya banyak orang yangmengucapkan do'a-do'a panjang (apakah itu bagian dari ijma',bagaimanakah hukumnya? atau malah menjadi bid'ah?)2. Ada sebuah hadits dari Abu Sa'id al-Khudri berkata:Rasulullah SAW ketika selesai makan, Rasulullah SAW mengucapkan:"Alhamdulillahilladzi Ath'amanaa Wa Saqaanaa Wa Ja'alanaaMinal Muslimiin (Segala puji bagi Allah yang telah memberi kamimakan dan memberi kami minum serta menjadikan kami termasukgolongan orang-orang yang muslim)" namun di dalam buku"Mukhtashar as-Syamail al-Muhammadiyah" yang dialihbahasakan keedisi Indonesia, "Figur Rasulullah saw. Menurut Ulama Salaf" olehImam at-Tirmidzi, ditahqiq oleh Syaikh Al-Albani, dimasukkan dalamgolongan hadits dhaif.Pertanyaannya, apakah hadits dhaif dapat dijadikan hujjah dalamIslam, jika ya mengapa dan jika tidak mengapa banyakdiikutsertakan dalam bahasan-bahasan tersebut.Mohon maaf sebelumnya atas beberapa pertanyaan yang mungkin sangatsederhana karena keterbatasan ilmu saya dalam banyak hal.Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh
RE: [assunnah] Ucapan Rasulullah SAW sebelum dan sesudah makan waalikum salam...Berikut kami sampaikan hal tersebut yang disadur dari: kitab Al Masaa-il (masalah-masalah agama) jilid 3, halaman 121-128, karya Abdul Hakim bin Amir Abdat, penerbit Darul Qolam.1. Penjelasan hadith point ke 2 adalah sebagai berikut:Sanad hadits ini adalah Mudltharib (goncang), karena ada rawi yang tidak diketahui pasti namanya, kemudian jalur periwayatannya juga Mudltharib, ditambah lagi ada seorang rawi (Ismail bin Ribah, yang namanya juga diragukan kebenarannya) yang majhul (tidak dikenal keadaannya). Hal ini telah diterangkan oleh Imam Ibnul Madini, Abu Hatim dan Adz-Dzahabi. Demikian juga keadaan bapaknya, adalah seorang rawi yang majhul. Al-Hafidz Ibnu Hajar mengatakan, "Dia ini mudltharib". Imam Adz-Dzahabi mengatakan, "Hadits ini gharib (asing) munkar".Dengan demikian, derajat hadits ini adalah sanadnya dla'if (lemah). Dengan demikian, bacaan doa setelah makan di atas tidak boleh diamalkan, karena tidak sah datang dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam.2. Saya ambilkan 1 hadth doa sebelum makan yang diamalkan oleh rosulullah sebagai berikut : Dari seorang laki-laki yang pernah menjadi pelayan Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, bahwa ia mendengar Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam mengucapkan, "Bismillah" apabila dihidangkan makanan kepadanya dan apabila telah selesai beliau mengucapkan, "Allahumma ath'amta wasqaita wagnaita wahadhaita wahyaita falakalhamdu alaamagtaita" (Ya Allah, Engkaulah yang memberi makan, minum, kecukupan, harta dan lain-lain, petunjuk dan kehidupan, maka bagi-Mu-lah segala puji atas apa-apa yang Engkau telah berikan (kepadaku)". (Hadits shahih riwayat Ahmad, Nasa'i dan Ibnu Sunniy). Dalam hadits ini terdapat dalil yang shahih lagi tegas tentang ucapan tasmiyyah (menyebut nama Allah) ketika akan makan, yaitu ucapan Bismillah saja, tanpa tambahan Arrahmanirrahim sebagaimana yang biasa diucapkan oleh kebanyakan saudara-saudara kita. Karena ucapan Bismillah itulah yang dicontohkan oleh Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam. Sedangkan menambah sesuatu di dalam perkara ibadah yang tidak ada keterangannya dari Al-Qur'an dan Hadits yang sah (shahih atau hasan), agama kita menamakannya bid'ah !! Walaupun menurut pikiran kita ucapan itu bagus dan baik !! Kalau benar menambah kalimat Arrahmanirrahim itu baik dan bagus sebagaimana yang kita sangka, maka kenapakah Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam tidak pernah memerintahkan atau mencontohkannya meskipun satu kali? Ataukah Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam tidak mengetahui yang baik dan bagus? Maukah kita berkata demikian itu ?! Kita berlindung kepada Allah subhanallahu wa Ta'ala dari berpikiran yang sesat dan menyesatkan itu. wallahualam bishawab...
Sent from BlackBerry® on 3
--
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
No comments:
Post a Comment