TEHERAN, KOMPAS.com - Ketua badan tenaga atom Ali Akbar Salehi yang secara resmi Sabtu (18/12/2010) diangkat menjadi Menteri Luar Negeri
Salehi, yang mengawasi program nuklir Iran yang kontroversial itu, diangkat menjadi menteri luar negeri sementara setelah orang yang digantikannya Manouchehr Mottaki, dipecat oleh Presiden Mahmoud Ahmadinejad pada 13 Desember. "Prioritas utama
"Arab Saudi layak memiliki hubungan politik khusus dengan
Pernyataan Salehi tentang Arab Saudi itu adalah penting setelah kawat-kawat diplomatik Amerika Serikat yang disiarkan oleh laman internet WikiLeaks menunjukkan
Salehi, 61 tahun mengatakan Iran dan Uni Eropa juga akan "bermanfaat" jika Uni Eropa mengubah sikapnya terhadap Iran dari "konfrontasi menjadi pendekatan secepat mungkin."
"Kendatipun ada beberapa tindakan yang tidak adil oleh Uni Eropa, blok itu ingin memiliki hubungan yang terhormat dengan
Salehi juga menegaskan tentang pentingnya memperluas hubugan dengan Suriah,
Salehi diangkat menjadi ketua badan tenaga atom Iran 17 Juli 2009, menjadi kekuatan pendorong di belakang program atom
Salehi meraih gelar doktor dari perguruan tinggi terkenal Masssachusetts Institute of Technology (MIT). Ia pernah bertugas sebagai wakil
Media melaporkan bahwa Salehi akan menjadi menteri luar negeri sementara sampai parlemen menyetujui pengankatannya.
Sementara itu, wakil Presiden Mohammad Reza Rahimi mengatakan pengangkatan Salehi dilakukan pada saat
Dewan Keamanan PBB memberlakukam empat babak sanksi terhadap Iran 9 Juni, disusul dengan tindakan hukuman sepihak oleh
Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
Wednesday, April 20, 2011
[Milis_Iqra] Iran Prioritaskan Arab Saudi dan Turki
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment