Tuesday, September 20, 2011

Re: [Milis_Iqra] Fw: [ Annahl ] Kesalahan-kesalahan Makmum dalam Shalat



Pada 20 September 2011 13:35, sugi arti <bunda.sugi@gmail.com> menulis:


Pada 19 September 2011 22:30, suyanto Yanto <suyantont10@gmail.com> menulis:



Pada 19 September 2011 11:20, Agus Rasyidi <rasidi@wicaksana.co.id> menulis:
 
----- Original Message -----
Sent: Monday, September 19, 2011 11:14 AM
Subject: [ Annahl ] Kesalahan-kesalahan Makmum dalam Shalat

Seri : Fiqih
 
Kesalahan-kesalahan Makmum dalam Shalat
 

Termasuk di antara manfaat yang dapat dipetik dari sholat berjamaah ialah saling memberikan pengajaran ilmu syari antar jamaah satu dengan yang lainnya. Salah satu contohnya: Terkadang seorang salah dalam tatacara sholat maka jamaah lain yang tahu kemudian membenarkannya. Inilah rohmat yang Alloh turunkan kepada umat ini lewat syariat sholat berjamaah. Berikut ini akan kami sampaikan beberapa kesalahan yang seringkali terjadi dalam praktek sholat berjamaah sebagai bentuk nasihat kepada kaum muslimin secara umum.

Tidak Memperhatikan Kerapian dan Kelurusan Shof

Para pembaca yang semoga dirahmati Alloh, Rosululloh shollallohu 'alaihi wasallam telah bersabda yang artinya,"Sebaik-baik shof bagi laki-laki adalah yang paling depan, sedangkan shof yang paling buruk adalah yang paling akhir. Sedangkan shof yang terbaik bagi wanita adalah paling belakang dan yang paling buruk adalah yang paling depan." (HR. Muslim). Tapi sungguh sangat disayangkan sebagian kaum muslimin tidak berlomba-lomba untuk mendapatkan kebaikan ini, bahkan mereka malah menghindari dan enggan untuk memposisikan diri pada shof yang pertama, dengan mereka mempersilahkan orang lain untuk berada di shaf depan. Kaidah Fiqhiyah mengatakan:"Mengutamakan orang lain dalam masalah ibadah adalah terlarang" .kerapian tentang shof ini benar tapi tidak perlu menggunakan kata terlarang, karena shof yang lurus hanya berlaku dimasjid diluar masjidil Haram di mekah, kalau lurus tambah salah mereka harus melingkari ka'bah


Sugi
Kalo cermat membaca, kata terlarang diatas kaitannya terhadap mengutamakan orang lain dalam masalah ibadah, bukan tentang shaf

Kesalahan lain yang banyak muncul adalah tidak meluruskan ataupun merapatkan shof. Rosululloh bersabda yang artinya, "Luruskan shof-shof kalian, karena lurusnya shof termasuk kesempurnaan sholat." (HR. Bukhori Muslim) ini juga benar, tapi kalau semua urusan sepele contoh tentanng lurusnya shof saja pakai dalil HR ini HR itu, Sabda Ini sabda itu akirnya semua ketergantungan dengan dalil, padahal kalau umat Islam sadar akal pikiran yang dia terima dari Allah cukuplah membantu untuk bertindak layak, patut, pantas, seperti mengkodisikan shof harus lurus menurut HR.....  sebenarnya cukup diingatkan saja luruskan shofnya! tentu ,kalau tidak lurus bukan shaf, itu barisan ular berenang,

Sugi
Saya baru tahu bahwa urusan shaf adalah urusan yang sepele..?? setahu saya karena begitu pentingnya masalah shaf ini sehingga Rasulullah salallahu alaihi wassalam selalu mengingatkan tentang merapatkan dan meluruskan shaf
saya heran jika ada orang mengaku cinta kepada Allah dan cinta Rasul tetapi alergi dengan dalil..setahu saya hukum asal dalam melakukan ibadah adalah haram sampai ada dalil yang memerintahkannya, nah jadi lucu kalo kita tidak pernah tahu dalil dari ibadah yang kita lakukan dan hanya mendewakan akal,
kalo saja agama ini berdiri cukup dengan akal maka saya bingung mengapa wudhu nya orang yang memakai sepatu cukup mengusap bagaian atas dan bukan bagian bawah..padahal bagian bawah yang paling kotor.

Ya...ya tapi maaf sebelumnya lho Mas Sugi, ini sangat bagus diskusi seperti ini, saling menambah wawasan lho, bukan menjadi bahan bantahan karena aku mengalami sendiri dan melihat keaneragaman perbedaan itu memang harus diterima, tapi terkadang mengartikan perbedaan itu menjadi runcing, kan perbedaan bagi agama setidaknya akan membawa keindahan bagi kerukunan umat beragama dan yang ada didalam agama itu sendir, ya kaan?, mengenai mendewakan akal atau pikiran atau logka, lha gitu malah tambah salah besar artinya sombong, congkak, yang kita maksud adalah kita hargai pemberian Allah itu kita manfaatkan seoptimal mungkin untuk menyingkat waktu demi kepentingan bersama, juga kalau aturan sudah baku didalam fikih ya harus kita sepakati ,seperti wudlu yang ku lihat dari berbagai negara hampir semua sama atau anggaplah sama,kalu wudlu pakai sepatu tidak dilepas, barangkali itu pasti bukan muslim, karena ada kasus seperti itu, ini kulihat sendiri pada suatu hari hujan ada sesorang berteduh di serambi mesjid Agung memang mesjid itu terbuka, nah saking dia basah kuyub langsung masuk kemesjid tidak buka sepatu, lantas kami tegur ternyata dia minta maaf karena ketidak tahuannya karena selama kebaktian di gereja gak pernah buka sepatu katanya, lha itu contoh kasus, lebih jelas lagi para  sahabat rasullulloh dan penyusun kitab suci Al Quran, itu sudah pasti beliau-beliau itu  berilmu dan berakal pada zamannya dan beriman, lha kita ini di uji karena kehidupan ini dinamis sangat cepat, contoh kalau aku disuruh ukur air yang ada di botol atau diember, mungkin bagi orang yang sok ilmiah dia kerjakan dengan berbagai rumus, rumus sudut,rumus lingkaran, jari-jari,trapesium dsb, dikali-dikalikan satu jam baru selesai, tapi kalau mau jujur mensyukuri atas diberi-Nya akal dan pikir, cari saja alat ukur yang sudah ada angkanya yng sudah baku kebenaranya liter misalkan,kemudian kita tuang air itu dialat ukur, dua menit selesai  dah tahu jumlahnya,itu lho mas maksudnya.( ingat agama tanpa ilmu lumpuh, ilmu tanpa agama buta) ini bisa diterima bagi orang yang cerdas mengartikan perumpamaan, ya gak mas?
wassalam

Mendahului Maupun Menyertai Gerakan Imam

Rosululloh shollallohu 'alaihi wasallam bersabda yang artinya, "Tidakkah orang yang mengangkat kepalanya mendahului imam merasa takut kalau Alloh merubah kepalanya menjadi kepala keledai." (HR. Bukhori, Muslim) Intinya semua pemimpin kalau dilanggar atau didahului tindakannya oleh pengikutnya adalah bukan tim, bukan jamaah, bukan makmum dan tindakan itu tak pantaslah dan tak sopan.melanggar etika

"Sesungguhnya ubun-ubun orang yang merunduk dan mengangkat kepalanya mendahului imam berada di dalam genggaman setan." (HR. Thobroni dengan status hasan)

Adapun larangan membarengi gerakan imam maka dasarnya adalah sabda Rosululloh shollallohu 'alaihi wasallam,"Sesungguhnya imam itu dijadikan untuk diikuti. Jika imam telah ruku' maka ruku'-lah kalian dan jika imam bangkit maka bangkitlah kalian." (HR. Al Bukhori). Dari hadits ini diambil kesimpulan terlarangnya mengakhirkan atau melambatkan gerakan dari imam. Adapun yang diperintahkan adalah mengikuti atau mengiringi gerakan imam. Kalau ini sangat benar itu namanya patuh, taat, pada pipmpinan dalam hal perbuatan baik.apapun bentuknya.

Sibuk Dengan Berbagai Macam Doa Sebelum Takbirotul Ihrom

Sering kali kita lihat sebagian kaum muslimin sebelum sholat menyibukkan melafalkan niat. Sebagian mereka membaca surat An Naas dengan dalih untuk menghilangkan was-was setan. Begitu juga ada makmum yang mengatakan: Sami'na wa 'Atho'na ketika mendengar perintah untuk meluruskan shof dari imam: Sawwuu shufuufakum! Padahal perintah dari imam tadi butuh pelaksanaan, bukan butuh jawaban. Sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk rosululloh shollallohu 'alaihi wa sallam. Hendaklah kaum muslimin bersegera meninggalkan segala macam tatacara ibadah yang tidak bersumber dari beliau.Ya kalau memang itu larangan  baik dari Allah Dan Rasul ya jangan dilakukan ! tapi kalau Allah dan Rasul tdk melarang biarkan saja. dan ingat banyak ayat al Qur'an mengatakan bagi orang yang mengada-ada atau melebih-lebih kan perintah Allah justru akan mendatangkan mudharat dan sia-sia

Sibuk Dengan Sholat Sunah Padahal Telah Iqomah

Terkadang kita jumpai seseorang yang malah sibuk dengan sholat nafilah/sunnah ketika iqomat telah dikumandangkan atau yang lebih parah malah memulai sholat sunnah baru dan tidak bergabung dengan sholat wajib. Hal ini menyelisihi sabda Rosululloh shollallohu 'alaihi wasallam yang artinya: "Apabila iqomah sudah dikumandangkan, maka tidak ada sholat kecuali sholat wajib." (HR. Muslim) , lah ini benar kalau orang melakukan seperti itu sama dengan mencari pahala tidak pada tempatnya, sama halnya sudah waktu nya  bekerja dia masih santai makan atau merokok, sudah waktunya makan dia masih pura-pura cari kesibukan.

Menarik Orang Lain di Shof Depannya Untuk Membuat Shof Baru

Hadits-hadits yang menjelaskan masalah ini bukan termasuk hadits yang yang shohih, maka perbuatan ini tidak boleh dilakukan bahkan dia wajib bergabung dengan shof yang ada jika memungkinkan. Jika tidak maka boleh dia sholat sendiri di shof yang baru, dan sholatnya dianggap sah karena Alloh tidaklah membebani seorang kecuali sesuai kemampuannya (Lihat Silsilah Al Hadits Ash Shohihah wal Maudu'at). Wallohu A'lam.

Source : Kesalahan-kesalahan Makmum dalam Shalat

--
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
 
Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
 
Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-

--
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
 
Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
 
Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-

--
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
 
Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
 
Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-

--
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
 
Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
 
Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-

No comments:

Post a Comment