Wednesday, April 29, 2009

[Milis_Iqra] Re: Jilbab Buka-tutup



2009/4/29 Ndy Ndy212 <nugraha212@gmail.com>


 
Memang tidak ada niat menggugurkan kewajiban utk memakai jilbab, kan sudah beberapa kali saya bilang, orang tsb tidak mampu.
Baiklah, utk menyingkat waktu, saya tuliskan beberapa ciri2 orang yg tidak mampu berdasarkan apa yg saya lihat langsung sehari-hari/ maupun yg saya lihat di TV/berita :
1. Pakaiannya sudah tidak layak. Kalau utk sholat, bisa memakai mukena.
2. Banyak orang yg hidup di bawah garis kemiskinan, hanya mengandalkan pakaian bekas, misalnya pakaian suatu partai tertentu berbentuk kaos oblong yg berlogo partai tertentu.
3. Orang itu sudah berusaha, namun jangankan membeli pakaian yg layak, untuk makan sehari-hari pun sulit.

Nah, alasan saya menulis semua hal di atas bukan berarti saya tidak setuju wanita utk memakai jilbab, namun kalau dihadapkan dengan kenyataan2 seperti di atas bagaimana ? Ini pertanyaan lho, bukan merupakan debat/diskusi :)

[Dani] A Hend, kalau ditanyakan hal demikian, saya tidak bisa menjawab, karena itu diluar kewenangan saya, dan itu menjadi urusan Allah. Saya tidak suka menjudge sesuatu dia akan masuk neraka atau surga, kan sudah saya sampaikan ayatnya?

Barang siapa yang ingkar maka dia sendirilah yang menanggung (akibat) ke-ingkarannya itu; dan barang siapa yang beramal saleh maka untuk diri mereka sendirilah mereka menyiapkan (tempat yang menyenangkan), agar Allah memberi pahala kepada orang-orang yang beriman dan beramal saleh dari karunia-Nya. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang ingkar. [QS Ar-rum : 44-45]

Apakah dia mengingkari? ataukah dia dengan alasan tidak mampu ? selam kita sudah memberitahu dan membantu, itu sudah diluar jangkauan apakah dia mau ikut atau tidak, bila di banding dengan jaman Rasulullah banyak sahabat lebih miskin di banding apa yang sering kita lihat atau yang digambarkan A Hend tersebut di-atas.

=====================================
"Barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah, niscaya Allah akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan Allah akan memberikan rizki kepadanya dari arah yang tidak disangka-sangkanya." (Q.S. Ath Thalaq: 2-3).

Saya tahu ayat itu, tapi apakah salah satu di antara kita belum pernah ada yg menyaksikan bagaimana meninggalnya orang yg sewaktu hidupnya serba kekurangan ? Bisa jadi karena Alloh mencintai umat itu, maka tidak dijadikan-Nya umat itu untuk hidup berkecukupan, bisa jadi ujian, atau kelak pahalanya/kebahagiaannya akan diberikan di akhirat kelak.

[Dani] A Hend, ucapan tersebut diatas lahir dari haqqul yaqin atau perandaian? karena diawali dengan "Bisa jadi Allah dst... Surga itu adalah haq dan neraka itu adalah haq, jika bicara masalah agama, seya selalu menghindar dari kata-kata "Bisa jadi, Seandainya, kemungkinan" karena kata-kata itu menurut saya adalah asumsi, padahal Surga dan neraka adalah sesuatu yang benar adanya. Coba kalau saya boleh bertanya, Darimana mana  A Hendy tahu "kelak pahalanya/kebahagiaannya akan diberikan di akhirat kelak? " saya pikir hal ini hanya asumsi? asumsi itu tidak memiliki nilai kebenaran yang haqiqi, karena lahir bukan atas dasar dalil yang qoth'i/pasti, sedangakan yang sudah pasti saja masih sering di bantah....


So, syaratnya Taqwa, jika si Wanita tadi Rajin, apakah sudah bisa dikatakan taqwa?

Rajin apa dulu nih ? Kalau disebut rajin sholat, kemungkinan iya, orang itu bertakwa. Kenapa disebut kemungkinan? Sebab hanya Alloh dan dia sendiri yg tahu isi hatinya, utk apa dia sholat, apakah sudah sesuai dgn perintah Alloh atau apa ?

[Dani] Sekali lagi ada kata "Kemungkinan" dan ini asumsi, saya menghindari kata-kata  "Bisa jadi, Seandainya, kemungkinan" karena bukan lahir dari dalil yang qoth'i. Jika memang benar-benar bertaqwa secara kaffah maka dia kan berusaha semampunya unutk menunaikan kewajiban itu. Apakah nilai ketaqwaan seseorang dinilai dari seringnya sholat dan puasa A Hend?

 










--
http://adanipermana.co.cc
http://it-database.blogspot.com

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125

Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63

Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
  Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
  Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
     Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

No comments:

Post a Comment