Saturday, September 26, 2009

[Milis_Iqra] Fwd: Makna Tuhan tidak beranak

Makna Tuhan tidak beranak
Oleh : Armansyah

Sumber :
http://arsiparmansyah.wordpress.com/2008/09/12/makna-tuhan-tidak-beranak/
http://armansyah.swaramuslim.com/more.php?id=59_0_1_0_M

Allah tidak beranak dan tidak diperanakkan menurut ajaran Islam adalah dalam
pengertian maupun sifat seperti apapun. Islam tidak menyetujui konsep
Inkarnasi dimana Tuhan bisa menjelma menjadi makhluk. Dalam ajaran Islam,
Tuhan tidak pernah terlahir ataupun hadir dalam bentuk daging seperti yang
didoktrinkan oleh ajaran Kristen terhadap Yesus Kristus.

Menyangkut penggunaan isitilah Wallad dalam bahasa al-Qur'an yang
diterjemahkan sebagai anak biologis Tuhan, sebenarnya tidak menyimpang dari
kenyataan yang berlaku didunia Kristen itu sendiri sehubungan dengan status
Yesus.

Bahwa ayat-ayat Perjanjian Baru sendiri memberikan kesaksian tentang doktrin
kedagingan Yesus sebagai bagian dari ilahiahnya adalah sebuah fakta yang
membenarkan penggunaan istilah Wallad oleh al-Qur'an :

Mari kita baca Kisah Para Rasul 2:31 : "Karena itu ia telah melihat ke depan
dan telah berbicara tentang kebangkitan Mesias, ketika ia mengatakan, bahwa
Dia tidak ditinggalkan di dalam dunia orang mati, dan bahwa daging-Nya tidak
mengalami kebinasaan".

Ketika kemudian ada pihak Kristen menyangkal bahwa penunjukan Allah dalam
al-Qur'an terhadap adanya makna anak biologis terhadap Yesus oleh kaum
Kristiani adalah sesuatu yang salah, maka secara otomatis orang-orang
seperti ini telah mengingkari akan konsepsi ketuhanan dalam wujud daging
yang diperanakkan oleh manusia (artinya daging diperanakkan oleh daging)
yang lalu dagingnya itu sendiri kekal (tidak menjadi binasa).
Al-Qur'an sama sekali tidak bercerita mengenai adanya hubungan seksual
antara Tuhan dengan Maria, bahkan dalam kasus awal dari kehamilan perawan
suci itu sendiripun al-Qur'an memberikan kesaksian pula bahwa semua itu sama
sekali tidak melibatkan Allah secara langsung, artinya al-Qur'an sebagaimana
juga dengan ayat-ayat Perjanjian Baru, menceritakan bahwa hamilnya Maryam
didahului oleh datangnya malaikat Jibril untuk menyampaikan apa yang sudah
dikehendaki Allah kepadanya, yaitu mengandung tanpa adanya percampuran
dengan laki-laki ( Parthenogenesis ), dengan demikian tuduhan bahwa
al-Qur'an menganggap Maryam sebagai permaisuri Tuhan dan Yesus adalah anak
biologis hasil persetubuhan Tuhan dengan Maryam sama sekali diluar konteks
pembicaraan al-Qur'an yang benar.

Konsep "Kun Faya kun" didalam teologi Islam memiliki relasi jelas dengan
hukum-hukum kausalitas yang berlaku sehingga segala sesuatunya terjadi
dengan proses-proses yang alamiah sehingga dengan semua tahapan-tahapan
panjang tersebut kehendak Allah tetap terjadi.

Baik Islam atau Kristen, keduanya tidak menolak doktrin kemahakuasaan Tuhan
diatas segala-galanya, namun keduanya juga sepakat bahwa keberadaan Isa
al-Masih atau Yesus diatas dunia ini melalui tahapan-tahapan persalinan dan
kehamilan yang wajar oleh seorang wanita sebagaimana halnya wanita-wanita
lain diatas dunia ini, begitupula misalnya dengan terjadinya alam semesta,
kedua agama sepakat bahwa alam semesta tidak dijadikan Allah dengan sekali
jadi tanpa adanya tahapan yang panjang.; Kedua contoh ini hanya segelintir
dari fakta-fakta bahwa Tuhanpun dibalik doktrinal serba Maha-Nya tetap
bermain diatas hukum-hukum alam yang Dia buat sendiri.

Maha Segala-galanya apakah bisa berarti bebas bertindak suka-suka tanpa ada
keteraturan, tanpa ada keseimbangan dan tanpa ada tujuan serta hikmah
pembelajaran dibaliknya ?

Kalau memang sesuatu itu sudah menjadi rencana Allah, maka pasti akan
terjadi dengan sendirinya tanpa ada satupun yang bisa menghalanginya tanpa
Dia sendiri harus bertindak suka-suka dengan doktrin kemaha kuasaan-Nya.

1 Korintus 14:33 Sebab Allah tidak menghendaki kekacauan …

Ini, adalah sesuatu yang make sense buat siapapun, dengan demikian maka
semuanya menimbulkan satu pembelajaran kepada manusia terhadap nilai-nilai
kebenaran, sebab kebenaran itu sendiri tidak mungkin sesuatu yang bersifat
kacau dan tidak teratur.

Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk
menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang
dalam kebenaran. 2 Timotius 3:16

Isa al-Masih dalam Islam disebut sebagai Kalimat Allah yang diberikan kepada
Maryam.
Ini tidak berarti bahwa Isa Al-Masih adalah sabda alias firman yang menjelma
menjadi manusia dalam pengertian Tuhan mewujud kebentuk manusia melalui
perawan maria.

Isa = Kalimat Allah adalah berarti kehadiran dan kelahiran beliau as sebagai
ketetapan Allah terhadap Maryam ( surah 3 Ali Imron 45 )

Lebih jauh, dalam hal pembahasan istilah " Kalimat " didalam al-Qur'an,
terdapat beberapa kategori :
1. "Kalimat" bisa berartikan "Ujian" ; Dasarnya adalah al-Qur'an Surah
al-Baqarah (2) ayat ke-124 :

"Dan tatkala Ibrahim DIUJI oleh Tuhannya dengan beberapa UJIAN, maka
dilaksanakannya dengan sempurna."

Konteks ayat diatas dalam bahasa al-Qur'an-nya adalah :
"Wa 'idzibtala Ibrahim marobbuhu bi KALIMATI faatammahunna …"

2. "Kalimat" bisa berartikan "Ketetapan" ; Dasarnya adalah al-Qur'an Surah
az-Zumar (39) ayat ke-71 :

"Tetapi berlakulah ketetapan siksa atas orang-orang kafir"

Konteks ayat diatas dalam bahasa al-Qur'an-nya adalah :
"Qolu bala walakin haqqot KALIMAT alazabi 'alal kafirin"

Lebih jauh lagi, al-Qur'an secara langsung mengadakan pembantahan mengenai
status keTuhanan 'Isa putra Maryam ini melalui ayat :

"Hai Ahli Kitab ! Janganlah kamu melampaui batas dalam agamamu, dan
janganlah kamu berkata atas Allah kecuali yang benar. Sesungguhnya al-Masih,
'Isa putera Maryam itu, tidak lain melainkan utusan Allah dan Kalimah-Nya
yang Dia berikan kepada Maryam dengan tiupan ruh daripadaNya. Maka
berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-rasul-Nya dan janganlah kamu berkata:
"Tritunggal", Hentikanlah ! Baik bagimu. Allah itu adalah Tuhan Yang Maha
Esa, Maha Suci Dia dari mempunyai anak, kepunyaanNya-lah semua yang dilangit
dan semua yang dibumi; Cukuplah Allah sebagai Pelindung." (QS. 4:171)

Sehingga nyatalah keterangan al-Qur'an dalam hal ini bahwa Kalimatullah itu
tidak berarti Allah itu sendiri sebagaimana yang tertulis dalam Yohanes
1:1-3 dan 1:14 dan al-Qur'an sama sekali tidak mendukung doktrin keTuhanan
'Isa al-Masih.

Adapun juga kalimat "peniupan ruh daripadaNya" sebagaimana yang telah
terjadi pada Maryam itu pada konteks ayat diatas adalah sama kejadiannya
dengan tiupan ruh dari-Nya yang diberikan kepada Nabi Adam as.

"Tatkala Tuhanmu berkata kepada malaikat: 'Sesungguhnya Aku akan menciptakan
menusia dari tanah !, maka apabila telah Kusempurnakan kejadiannya dan
Kutiupkan kepadanya ruhKu; maka hendaklah kamu tunduk bersujud kepadanya !"
-Qs. 38: 71-72

Kemudian, Isa Rasul Allah atau Isa utusan Allah, ya memang demikian adanya,
sama seperti Muhammad pun utusan Allah, Musapun utusan Allah, Ibrahimpun
utusan Allah dan itu sama sekali tidak merubah status mereka masing-masing
sebagai utusan Tuhan.


--
Inna min khiyarikum ahsanakum akhlâqan
Sesungguhnya orang pilihan di antara kalian adalah orang yang berakhlak baik

Salamun 'ala manittaba al Huda
Khud al hikmah walau min lisani al kafir


ARMANSYAH
http://arsiparmansyah.wordpress.com
http://armansyah.swaramuslim.com
http://dunia-it-armansyah.blogspot.com/

--
Salamun 'ala manittaba al Huda

ARMANSYAH

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125

Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63

Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

No comments:

Post a Comment