Saturday, September 26, 2009

[Milis_Iqra] Isa al-Masih

---------- Forwarded message ----------
From: "ARMAN (GMAIL)" <armansyah.skom@gmail.com>
Date: Thu, 4 Oct 2007 08:30:49 +0700
Subject: MENGAPA ISA ITU BUKAN YESUS KRISTUS (Jawaban) Bag. 1
To: milis_iqra@googlegroups.com


Dengan Nama Allah yang Maha Pengasih dan Penyayang.


- Keselamatan atas mereka yang mengikuti petunjuk -

Posting ini merupakan jawaban atas pernyataan dari salah seorang rekan
dari Kristiani (Sdr. Rizal Lingga : nyomet123@yahoo.com ) atas posting
beliau di Milis_Iqra dengan judul "Mengapa Isa itu bukan Yesus
Kristus". ; Jawaban ini dibuat secara bertahap dan satu persatu
digulirkan sehingga mudah untuk dipelajari serta dianalisa dan bisa
lebih memberikan hikmah terhadap kebenaran (InsyaAllah).

Posting ini juga bisa dianggap sebagai pelengkap dari buku saya
"Rekonstruksi Sejarah Isa al-Masih : Sebuah pelurusan sejarah &
Jawaban untuk Dinasti Yesus" yang InsyaAllah akan segera terbit
setelah Ramadhan ini.; Lebih jauh dan lengkap tentang apa dan siapa
sosok Nabi Isa al-Masih putera Maryam serta bagaimana perjalanan
dakwah beliau ditengah komunitas bangsa Israel sejak awal sampai ia
di-isukan wafat dalam penyaliban atau bahkan dimitoskan diangkat
kelangit oleh penganut Kristiani maupun oleh sebagian penganut Islam,
silahkan membaca buku saya tersebut.

Palembang, 04 Oktober 2007
ARMANSYAH


--------------------------------------------------------------------------------

1. Penamaan :
al-Qur'an menyebut nama beliau dengan al-Masih 'Isa putera Maryam
Bible menyebut nama beliau dengan Yesus Kristus putera Allah Bapa

Mana yang benar ?

Jawab :

A.

Istilah Yesus Kristus atau Jesus Christ yang sekarang dijumpai didalam
Bible bukanlah nama aslinya, karena nama itu adalah hasil terjemahan
kedalam bahasa Yunani (Gerika) dari bahasa aslinya yang diterapkan
oleh para penerjemah kitab Bible agar lebih mudah diterima dan
diucapkan oleh masyarakat yang berbahasa Yunani pada abad pertama dan
kedua, disamping itu, masyarakat Gerika pada saat itu gemar sekali
pada mitologi, kepercayaan, penyembahan berhala kepada dewa 'Zeus' dan
juga 'Dionysius' atau sejenisnya, sehingga nama tersebut diterjemahkan
dalam bentuk yang sudah dikenal dan mudah bagi lidah masyarakat
mereka, yaitu 'Iesous,' kemudian dari bentuk inilah diperoleh sebutan
'Jesus' dalam bahasa Inggris atau 'Yesus' dalam bahasa Indonesia.

Anda ingat cerita mengenai Barnabas dan Paulus di Likaonia ?

Ketika orang banyak melihat apa yang telah diperbuat Paulus, mereka
itu berseru dalam bahasa Likaonia: "Dewa-dewa telah turun ke
tengah-tengah kita dalam rupa manusia." Barnabas mereka sebut Zeus dan
Paulus mereka sebut Hermes, karena ia yang berbicara. - Kisah Para
Rasul pasal 14 ayat 11 dan 12

Jika reaksi dari penduduk Yunani semacam ini yang menganggap Barnabas
dan Paulus sebagai dewa berbentuk manusia, maka hal ini menandakan
bahwa keduanya mengalami kesulitan praktis dalam menyebarkan ajaran
tentang Messias Israel. Bagi orang-orang Yunani yang Polytheisme,
penggambaran tentang sosok sang Messias Israel, haruslah sesuai dengan
salah satu dewa mereka, dan mungkin sekali mereka siap untuk menerima
ajaran Tauhid dalam penggambaran seperti ini. Sebab bagi pemahaman
mereka, tetap ada ruang untuk lebih dari satu. Ajaran Nabi putera
Maryam mengenai Tauhid, adalah suatu bentuk penghapusan semua
dewa-dewa yang beragam itu. Ajaran ini yang tidak bisa diterima oleh
mereka. Tugas menciptakan cara hidup yang diajarkan oleh konsep Tauhid
di Yunani tanpa menyesuaikan diri dengan lingkungannya, pastilah
sangat berat karena itu dimulailah pengadopsian sosok sang Messias
dari tokoh dewa yang sudah ada dan agar tetap tampil beda
disesuaikanlah namanya menjadi Iesous seperti yang telah diterangkan
dimuka.

Nama Yesus sendiri dalam bahasa Yahudi adalah Yaohushua ( ) diucapkan
'yao-hóo-shua' - tekanan pada suku kata kedua, dengan pengucapan huruf
hidup pada suku kata pertama seperti pada pengucapan kata 'how' dalam
bahasa Inggris. Arti dari Yaohushua ini adalah kuasa Yaohu
menyelamatkan. Yaohu sendiri berasal dari kata Yáohu UL, yaitu sebutan
untuk Allah dalam bahasa Yahudi sehingga nama itu bisa diartikan Nabi
yang akan menyelamatkan umatnya (yaitu Bangsa Israel) dengan kuasa
Allah (seperti yang juga bisa dirujuk ke Injil Matius pasal 1 ayat 21
: karena dialah yang akan menyelamatkan umatnya dari dosa mereka.)

Tetapi patut diingat juga bahwa bahasa yang digunakan oleh beliau pada
waktu itu adalah bahasa Aram (yaitu bahasa ibunya bangsa semit kuno),
maka nama Yaohushua tersebut dalam bahasa Aramnya adalah Eesho (bukan
Esau). Istilah Aram Eesho sama dengan istilah Arab 'Isa, karena antara
bahasa Arab dengan bahasa Aram merupakan satu rumpun.

Jadi, dalam hal ini, penggunaan nama 'Isa yang dijumpai dalam
al-Qur'an, jauh lebih tepat dibanding dengan istilah Yesus yang ada
dalam al-Kitab Kristen (Bible).

Catatan tambahan : untuk mempelajari khusus tentang nama Yaohushua
ini lebih jauh maka saya persilahkan anda atau siapa saja untuk
membacanya lebih lengkap di "Introduction to the Restored Name King
James Version" http://www.eliyah.com/Scripture/preface.htm yang juga
sudah diterima sebagai salah satu modul resmi aplikasi Electronic
Bible : e-sword (www.e-sword.net) karya Rick Meyers.


B.

Istilah putera Allah Bapa, sebenarnya hanyalah kiasan semata, karena
sosok yang disebut sebagai Tuhan Bapa dalam terminologi Perjanjian
Lama maupun Perjanjian Baru, adalah konsepsi Tuhan yang Maha Tunggal
atau Tuhan yang Laam Yaalid Waalam Yuulad, bukan Tuhan yang berbilang.
Dengan demikian maka istilah anak Allah bukan merupakan istilah yang
sebenarnya. Bagaimanapun, Eesho alias Yesus alias 'Isa adalah anak
seorang manusia bernama Maryam dengan sebuah takdir atau ketentuan
yang sudah ditetapkan kepadanya dengan tidak mengandung unsur-unsur
ketuhanan sedikitpun.

Mari kita kembali pada pembahasan sebelumnya mengenai kelahiran 'Isa
yang diriwayatkan oleh Lukas 1:30 :

Kata malaikat itu kepadanya: "Jangan takut, hai Maria, sebab engkau
beroleh kasih karunia di hadapan Allah. (Lukas 1:30)

Disini malaikat Gabriel telah memberitahukan kepada Maria bahwa
dirinya telah memperoleh kasih karunia dari Allah. Apakah kasih
karunia dari Allah itu ?

Jawabannya ada pada ayat berikutnya :
"Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak
laki-laki dan hendaklah engkau menamai dia Yesus." (Lukas 1:31)

Jadi kasih karunia tersebut berupa hamilnya Maria yang disebutkan pada
ayat ke-35 bahwa "...kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau"
yang dilanjutkan pada ayat ke-37 :"Sebab bagi Allah tidak ada yang
mustahil."

Lagi-lagi ini memiliki pengertian yang serupa dengan al-Qur'an yang
sudah pernah kita bahas pada email terdahulu dimana disana disebutkan
bahwa :

"Ketika Malaikat berkata:"Wahai Maryam, sesungguhnya Allah mengabarkan
kepadamu bahwa engkau akan dapat satu kalimah daripadaNya, namanya
Almasih, 'Isa putra Maryam." (QS. 3:45)

"Allah berfirman : 'Demikianlah Allah menciptakan apa yang
dikehendaki-Nya. Apabila Allah berkehendak menetapkan sesuatu, maka
Allah hanya cukup berkata kepadanya:"Jadilah", lalu jadilah dia." (QS.
3:47)

"Demikianlah Tuhanmu berfirman : 'Hal itu adalah mudah bagi-Ku, karena
Kami hendak menjadikannya suatu tanda untuk manusia dan sebagai suatu
rahmat dari Kami, dan hal itu adalah suatu perkara yang sudah
ditetapkan". (QS. 19:21)

Ayat yang cukup sering dijadikan dasar fondasi akan ketuhanan Yesus
oleh umat Kristiani beberapa diantaranya adalah sebagai berikut :

Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan
Firman itu adalah Allah.; Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah.
Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatupun
yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan. - Kitab Injil
Yohanes 1:1-3

Serta

Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita
telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya
sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran. - Kitab
Injil Yohanes 1:14

Sejauh mana kebenaran ayat-ayat diatas dalam mendukung ke-Tuhanan Yesus ?
Mari kita analisa ...

Point pertama, bahwa kalimat yang terdapat pada Injil Yohanes
tersebut, bukanlah merupakan ucapan atau kesaksian dari Yesus sendiri,
melainkan hanyalah kalimat dari Yohanes sipenulis Injil, sementara
Yohanes penulis Injil ini pun berdasarkan hasil penelitian dari banyak
sarjana alkitab sendiri, sangat diragukan bukanlah Yohanes bin Zabdi
murid Yesus yang masuk dalam kelompok 12 murid utama.

Point berikutnya, hal yang unik dalam alkitab Indonesia ayat dari
Injil Yohanes pasal 1 ayat 14 diatas tampaknya baik-baik saja dan
tidak ada yang salah, tetapi coba kita samakan dengan alkitab
berbahasa Inggris versi King James Version akan anda temukan beberapa
kalimat berada dalam tanda kurung, yang mengindikasikan bahwa kalimat
ini tidak pernah ada pada versi alkitab tertua.

"And the Word was made flesh, and dwelt among us, (and we beheld his
glory, the glory as of the only begotten of the Father,) full of grace
and truth." (John 1:14)

Kenapa para penterjemah Alkitab Indonesia meninggalkan penulisan tanda
kurung tersebut ? Jelas bahwa agar ayat ini bisa lebih leluasa untuk
dipakai sebagai penopang ketuhanan Yesus tanpa mendapat pertanyaan
yang bersifat kritis.

Tapi ya sudahlah, terlalu bertele-tele jika harus membahas masalah ini
saja sebab berdasarkan pengalaman, rekan-rekan Kristen kitapun akan
mengeluarkan argumen yang panjang-panjang untuk menjawabnya yang
intinya tidak akan menghasilkan suatu komitmen.

Untuk itu mari kita memulai pembahasan :

Pada pasal 1:1-3, disebut oleh Yohanes bahwa pada mulanya adalah
firman, dan firman itu bersama Allah, dan firman itu adalah Allah.

Firman ini mulanya sama sebagaimana permulaan dengan Allah asalnya.
Semua benda dibuat oleh-Nya. Dan tanpa Dia, tidak akan ada benda
apapun yang terciptakan.

Sekarang, apa yang dimaksud dengan Firman atau dalam Bible berbahasa
Inggris disebut dengan Word ini ?

Jika kita analisa, isi Kalimat sambungannya belum merupakan kalimat
jawaban tetapi berupa kalimat penambahan, yaitu bahwa "Firman atau
Word" tadi bersama dengan Tuhan (The Word was with God).


Kedua kalimat ini disambungkan dengan kata "With" atau "Beserta/bersama".
Sekarang :

Jika ada orang berkata "Armansyah bersama Rizal Lingga", maka susunan
kalimat ini semua orang dapat mengerti bahwa Armansyah tetaplah
Armansyah itu sendiri dan dia Rizal Lingga.

Jadi berdasarkan ayat Bible tersebut yang menyatakan bahwa "The Word
was with God", langsung dapat dimengerti bahwa "The Word" bukanlah
"God" (Firman bukanlah Allah), begitupula sebaliknya, lihat kembali
analogi yang sudah saya berikan diatas.

Jika pada kalimat berikutnya disebut bahwa "The Word was God", maka
kita tidak bisa mengambil arti bahwa "Word" itulah Tuhan, melainkan
kita kembalikan pada kalimat sebelumnya, bahwa "The Word was with
God", jika tidak, maka kita akan menemukan satu pertentangan yang
tajam dalam satu ayat, dimana disebut pada awal bahwa si A bersama
dengan B (meaning A # B) lalu pada kalimat berikutnya mengatakan bahwa
A = B, ini suatu kontradiksi.

Untuk itu, mari kita hilangkan kontradiksi ini dengan cara yang
terbaik sebagaimana saya sebutkan diatas.

Sejenak kita melakukan lompatan pembahasan dahulu kepada ayat ke-14
dari pemberitaan Yohanes.

"And the Word was made flesh, and dwelt among us, (and we beheld his
glory, the glory as of the only begotten of the Father,) full of grace
and truth." (John 1:14)

Dan "The Word" dijadikan bentuk Jasmani (flesh = tubuh berdaging =
jasmani), lalu The Word yang sudah menjadi jasmani ini tinggal
diantara manusia ("us" disini merefer pada manusia atau human being).

Kita kembalikan lagi pembahasan Yohanes, dimana dikatakan bahwa The
Word pada 1:1 yang bersama dengan Tuhan itu telah menjadi jasmani yang
tinggal ditengah-tengah manusia pada 1:14.

Sebagaimana yang sudah kita bahas, bahwa The Word # Yahweh, untuk itu
kita juga tidak bisa langsung mengatakan bahwa "The Word" tersebut
adalah inkarnasi dari Yahweh dalam wujud jasmani manusia, sebab Yahweh
bukanlah "The Word" itu sendiri.

Lalu apa "The Word" itu sebenarnya ? Jawabnya tidak lain bahwa "The
Word" itu merupakan ketetapan atau keputusan yang dibuat oleh Allah
dan bukan Allah itu sendiri. Dimana sang "The Word" akan diberikan
kepada Maria bahwa dia akan melahirkan seorang anak laki-laki yang
suci tanpa bapak jasmani karena sebab kuasa Allah yang maha tinggi,
sebab bagi Allah tidak ada sesuatu yang mustahil.

Dia mampu menjadikan sesuatu yang sebelumnya tidak ada, lalu
diadakan-Nya (lihat Yohanes 1:3, Surah al-Kahfi 51, ar-Ruum 8 dsb),
dibentukNya dunia dan seluruh alam raya ini dengan kekuasaanNya,
apakah kita mesti harus ragu dengan kebijaksanaanNya ?

Menganggap bahwa kelahiran 'Isa almasih itu sebagai suatu keistimewaan
tersendiri dan dinisbatkan sebagai kelahiran Tuhan, rasanya cenderung
hanya memperikutkan kita kepada tradisi-tradisi masa lalu, kepercayaan
Mesir kuno, Babilon, Persi atau Yunani.

Ayat lainnya yang juga dijadikan oleh kaum Kristiani alasan untuk
mempertuhankan al-Masih adalah :

"Tetapi jikalau Aku melakukannya dan kamu tidak mau percaya kepadaku,
percayalah akan pekerjaan-pekerjaan itu, supaya kamu boleh mengetahui
dan mengerti, bahwa Bapa di dalam aku dan aku di dalam Bapa." (Yohanes
10:38)

Ayat ini bisa kita tarik benang merah dengan ayat yang terdapat
didalam Yohanes 17:21 dan 23 :

"Supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, di
dalam aku dan aku di dalam Engkau, agar mereka juga di dalam kita,
supaya dunia percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus aku. "

"Aku di dalam mereka dan Engkau di dalam aku supaya mereka sempurna
menjadi satu, agar dunia tahu, bahwa Engkau yang telah mengutus aku
dan bahwa Engkau mengasihi mereka, sama seperti Engkau mengasihi aku."

Kalimat "Bapa dalam aku", dan muridnya pun jadi satu dengan Allah dan
Yesus mempunyai pengertian bahwa Allah selalu menyertai Yesus dan para
muridnya dimana dan kapan saja, ini BUKAN suatu pernyataan bahwa Allah
= Yesus atau Allah = murid-murid.

Selain itu, untuk menambah kelengkapan penjelasan bahwa anak Tuhan
yang dipakaikan terhadap Yesus hanyalah satu kiasan, kita tarik lagi
benang merah antar ayat-ayat Bible.

Kalimat anak Tuhan ini juga bisa kita temukan dalam berbagai ayat
Bible lainnya yang merujuk pada pribadi atau golongan selain dari
Yesus.


Daud disebut sebagai anak Allah yang sulung berdasarkan Mazmur 89:27
Yakub alias Israil adalah anak Allah yang sulung berdasarkan Keluaran
4:22 dan 23
Afraim adalah anak Allah yang sulung berdasar pada Yeremia 31:9
Adam disebut sebagai anak Allah berdasar Lukas 3:38


Selanjutnya tercatat pula adanya anak-anak Allah dalam :
Kitab Kejadian 6:2 dan 6:4,
Kitab Job 1:6 dan Job 2:1 serta Job 38:7


Bahkan salah satu kriteria untuk menjadi anak-anak Allah adalah
sebagaimana diriwayatkan oleh Matius pasal 5 ayat 9 dan juga Yohanes
pasal 1 ayat 12:

"Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut
anak-anak Allah."


"Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi
anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya".


Dengan demikian maka sebagai kesimpulan akhir dari semua ini adalah :
Bahwa yang disebut selaku anak Allah itu merupakan manusia yang
dicintai atau diridhoi Allah yang lazim juga dikenal sebagai para
kekasih Allah atau mereka yang taat kepada perintah-perintah Tuhan.

Dalam hal ini, Allah menyatakan firman-Nya di Qur'an sebagai berikut :

"Dan mereka berkata: 'Allah mempunyai anak.", Mahasuci Dia ! Bahkan
Dia-lah yang mempunyai apa-apa yang dilangit dan dibumi."
(QS. 2:116)


Mereka berkata:"Allah mempunyai anak". Maha Suci Allah; Dia-lah Yang
Maha Kaya; kepunyaan-Nya apa yang ada di langit dan apa yang di bumi.
Kamu tidak mempunyai pengetahuan tentang ini. Pantaskah kamu
mengatakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui? (QS. 10:68)


Dan telah berkata orang-orang Yahudi dan Nasrani: "Kami ini adalah
anak-anak Allah dan kekasih-kekasih-Nya". Tanyalah: "Kalau begitu,
kenapa Allah menyiksa kamu karena dosa-dosamu ?" Kamu adalah manusia
(biasa) yang telah diciptakan-Nya." (QS. 5:18)


"Katakan: Dialah Allâh yang Esa. Allâh tempat bergantung. Tidak
beranak dan tidak diperanakkan. Dan tidak ada bagi-Nya kesetaraan
dengan apapun."


Wassalamu'alaykum Wr. Wb.,
Salamun 'ala manittaba al Huda

ARMANSYAH
http://armansyah.swaramuslim.net
http://arsiparmansyah.wordpress.com
http://rekonstruksisejarahisaalmasih.wordpress.com


Catatan : Posting ini boleh diteruskan kemana saja selama itu
bermanfaat bagi kemaslahatan umat Islam dan pencerahan kepada semua
orang yang membutuhkannya dengan tetap menyertakan sumber
pengambilannya dengan lengkap agar siapapun yang ingin secara langsung
mendiskusikan ataupun melakukan sanggahan-sanggahan dapat menghubungi
penulis secara langsung dan tidak membuatnya bingung yang bisa jadi
menghalangi semangat pembelajarannya terhadap kebenaran yang sudah
sampai.

Copyright hanya ada pada ALLAH, sumber semua kebenaran.


--------------------------------------------------------------------------------


----- Original Message -----
From: "rizal lingga" <nyomet123@yahoo.com>
To: <Milis_Iqra@googlegroups.com>
Subject: [Milis_Iqra] MENGAPA ISA ITU BUKAN YESUS KRISTUS


--
Salamun 'ala manittaba al Huda

ARMANSYAH

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125

Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63

Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

No comments:

Post a Comment