Sunday, May 30, 2010

[Milis_Iqra] kajima - Penjajah Gaya Baru

kajima - PENJAJAH GAYA BARU

A. Analisa Fakta
Bangsa jepang dari dahulu sampai sekarang, tidak jauh berbeda, sama
saja.

jepang dahulu, menjajah bangsa lain termasuk Indonesia dengan cara
mengeksploitasi hasil Sumber Daya Alam (SDA) habis-habisan secara
gratis, menindas warga, memperkosa para wanita & tindakan keji
lainnya. Hal ini dilakukan oleh tentara jepang.

jepang sekarang, tidak mengeksploitasi alam lagi, tetapi
mengeksploitasi Sumber Daya Manusia (SDM) secara tidak manusiawi,
khususnya SDM lokal, yang dilakukan oleh pengusaha-pengusaha jepang.
Memang para pengusaha jepang tidak secara gratis dalam mengeksploitasi
SDM tersebut, tetapi mereka membayar murah SDM-SDM lokal, dibanding
dengan SDM asing lain, apalagi jika dibandingkan dengan SDM jepang
sendiri, sangat jauh sekali perbedaannya. Sebagai contoh dan ilustrasi
adalah yang terjadi pada pt. kajima Indonesia sebagai berikut :
1. Sistem absen & gaji di kajima bukan berdasarkan awal bulan ke
akhir bulan, tetapi
berdasarkan pertengahan bulan ke pertengahan bulan, yaitu absen
dihitung dari tangal 16 di
bulan sekarang sampai tanggal 15 bulan berikutnya dan pemberian
gaji kepada karyawan
diberikan setiap tanggal 25. Penghasilan yang didapat karyawan
adalah gaji pokok ditambah
overtime. Gaji pokok dan overtime ini didapat jika karyawan
bekerja dari tanggal 15 bulan
sekarang sampai tanggal 16 bulan berikutnya dan mendapat gaji
tanggal 25 bulan berikutnya.
Akan tetapi, penjajahan model baru terjadi, jika karyawan
diberhentikan kerjanya atau
kontrak kerja habis sampai tanggal 30/akhir bulan. Kenapa bisa
terjadi penjajahan model
baru….? Ya, karyawan jika habis kontrak kerja tanggal 30/akhir
bulan, maka karyawan hanya
mendapat overtime saja, tidak dengan gaji pokok, dengan alasan
tidak sampai tanggal 16
bulan berikutnya. Inilah yang dinamakan penjajahan model baru,
yang seorang karyawan tidak
dibayar atau tidak digaji selama 15 hari bekerja dengan alasan
tidak sampai tanggal 16 bulan
berikutnya.
Jadi nilai tukang harian di kajima lebih berharga dari pada
seorang staff,
mengapa…? Karena jika tukang harian, tanggal berapapun habis masa
kerjanya, ia tetap
mendapat penghasilan sesuai dengan jumlah hari ia kerja. Akan
tetapi seorang staff, jika habis
masa kontrak tanggal 30/akhir bulan, maka ia tidak akan mendapat
gaji pokok akan tetapi
hanya mendapat overtime saja.
Dari bukti & fakta di atas, jelaslah jika di kajima terjadi
penjajahan model baru secara
tersembunyi. Bukankah dulu bangsa jepang menjajah kita dengan cara
memperkerjakan rakyat
tanpa dibayar/digaji…? Dengan kejamnya si jepang memaksa rakyat
untuk kerja rodi tanpa
dibayar/digaji.
Jadi berhati-hatilah wahai saudaraku, jika bekerja di perusahaan
penjajah kajima. Jangan
mau jadi budak mereka di Negara kita yang kita cintai ini. Jika
perlu, jangan mau bekerja di
perusahaan ini. Jika sudah terlanjur bekerja, buat perjanjian dari
awal, jangan sampai kita tidak
digaji/dibayar jika kontrak kerja kita habis tanggal 30 akhir
bulan. Jika mereka melanggar,
laporkan pada Polisi, dengan tuduhan penipuan, pemerasan &
penganiayaan tenaga
kerja.

2. SDM (yang dimaksud disini adalah level staf/ professional
berpendidikan D3/S1) lokal
jika bekerja di kajima mendapat gaji pokok & tunjangan antara
Rp. 900.000, - s/d Rp 2000.000 dengan jam kerja 08.00 – 16.00
WIB. Jika mereka lembur
sampai jam 22.00, maka mereka akan mendapat penghasilan maksimal
Rp. 5.000.000,-. Ini berlaku jika
sistem overtime. Jika yang berlaku adalah sistem lumpsum,
maksimal penghasilan adalah
Rp.6.000.000,-.

3. SDM (yang dimaksud disini adalah level staf/ professional
berpendidikan D3/S1) asing
non jepang jika bekerja di perusahaan kajima mendapat gaji dan
tunjangan (lumpsum) di
atas Rp.30.000.000,- (Tiga puluh juta rupiah). Mereka rata –
rata kerja hanya sampai jam
20.00, padahal kemampuan/skill mereka sama atau bahkan ada yang
di bawah
kemampuan/skill SDM lokal. Dan yang lebih parah lagi, ada yang
tidak mahir dalam
komputer. Padahal yang namanya SDM professional, harusnya mahir
dalam komputer.

4. SDM jepang, jika bekerja di kajimaa mendapat gaji di atas Rp.
100.000.000,- (Seratus
juta rupiah). Padahal pendidikan mereka belum tentu D3/S1/setara
Bahkan, konon katanya,
ada yang di jepang bekerja sebagai tukang, ketika, bekerja di
Indonesia menjadi
chief/manager.


Dari ilustrasi/contoh nyata tersebut di atas betapa kita tahu bahwa
jepang, hanya menghargai diri sendiri, tidak menghargai orang lain.
Mereka hanya memikirkan diri sendiri.
Dasar penjajah. Namanya penjajah, ya tetap saja penjajah.

Semoga Allaah Bangkrutkan kajima dengan segera.


B. Kesimpulan :

Jika A = B dan A = C maka B = C
A = jepang dahulu, B = kajima, C = penjajah
Anda setuju dengan konklusi tersebut……….?


BERSAMBUNG

--
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125

Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63

Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-

No comments:

Post a Comment