kalah apanya ? kekayaannya? kemajuannya? sains?
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
Dan sungguh kamu akan mendapati mereka, manusia yang paling loba
kepada kehidupan (di dunia), bahkan (lebih loba lagi) dari orang-orang
musyrik. Masing-masing mereka ingin agar diberi umur seribu tahun,
padahal umur panjang itu sekali-kali tidak akan menjauhkannya dari
siksa. Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan.[2:96]
Sementara Iblis Menginginkan sebanyak-banyaknya manusia menjadi
pengkikutnya masuk NERAKA.!!!
Allah berfirman: "Sesungguhnya kamu termasuk mereka yang diberi tangguh."
Iblis menjawab: "Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya
benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang
lurus,
kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang
mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan
mendapati kebanyakan mereka bersyukur (taat).
Allah berfirman: "Keluarlah kamu dari surga itu sebagai orang terhina
lagi terusir. Sesungguhnya barang siapa di antara mereka mengikuti
kamu, benar-benar Aku akan mengisi neraka Jahanam dengan kamu
semuanya".
[7:15-18]
Dan sesungguhnya iblis telah dapat membuktikan kebenaran sangkaannya
terhadap mereka lalu mereka mengikutinya, kecuali sebahagian
orang-orang yang beriman.[34:20]
(Makanan surga) itukah hidangan yang lebih baik ataukah pohon zaqqum.
Sesungguhnya Kami menjadikan pohon zaqqum itu sebagai siksaan bagi
orang-orang yang dzalim.
Sesungguhnya dia adalah sebatang pohon yang ke luar dari dasar neraka Jahim.
Mayangnya seperti kepala syaitan-syaitan.
Maka sesungguhnya mereka benar-benar memakan sebagian dari buah pohon
itu, maka mereka memenuhi perutnya dengan buah zaqqum itu.
Kemudian sesudah makan buah pohon zaqqum itu pasti mereka mendapat
minuman yang bercampur dengan air yang sangat panas.
Kemudian sesungguhnya tempat kembali mereka benar-benar ke neraka
Jahim.[37:62-68]
Hai anak Adam, janganlah sekali-kali kamu dapat ditipu oleh syaitan
sebagaimana ia telah mengeluarkan kedua ibu bapakmu dari surga, ia
menanggalkan dari keduanya pakaiannya untuk memperlihatkan kepada
keduanya `auratnya. Sesungguhnya ia dan pengikut-pengikutnya melihat
kamu dari suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka.
Sesungguhnya Kami telah menjadikan syaitan-syaitan itu
pemimpin-pemimpin bagi orang-orang yang tidak beriman.
Dan tiadalah kehidupan dunia ini, selain dari main-main dan senda
gurau belaka. Dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi
orang-orang yang bertakwa. Maka tidakkah kamu memahaminya?[6:32]
Dan sesungguhnya pahala di akhirat itu lebih baik, bagi orang-orang
yang beriman dan selalu bertakwa.[12:57]
Mudahan-mudahan semua umat islam yang beriman dapat memahami apa
sebenarnya yang sedang terjadi....
On 6/14/10, Armansyah <armansyah.skom@gmail.com> wrote:
> Subhanallah, sebuah pesan dan nasehat yang mestinya bisa didengar dibaca dan
> dipahami oleh semua umat Islam yang hanya selalu dan selalu terjebak dalam
> fanatisme bermadzhab dan berkelompok. Bangga pada keyakinan kelompoknya yang
> mengatasnamakan dirinya sebagai penjalan Qur'an dan Sunnah sejati sehingga
> mengabaikan kebenaran yang bisa jadi sangat ada pada kelompok lain diluar
> dirinya, melupakan persatuan diantara sesama umat dan malah melecehkan
> sesama saudaranya seakidah yang berbeda kelompok padahal mereka jelas
> memiliki satu misi yang sama dalam percaturan dunia.
>
> Terimakasih sharing artikelnya pak Andri, minta izin buat saya repost di
> Facebook saya (http://www.facebook.com/armansyah)
>
> 2010/6/14 subandrio <subandrio.andri@gmail.com>
>
>> Di dari sumber : A Moeslem's life Blog
>> Minggu, 15 Maret 2009
>> mengapa kita kalah?
>>
>> Bismillahirrahmanirrahim
>>
>> Kita semua meyakini bahwa Islam adalah satu-satunya agama yang
>> mendapat ridho dari Allah swt (Al-Maidah:3). Kita juga percaya umat
>> Islam merupakan umat terbaik ciptaan Allah swt di dunia ini (Ali Imron:
>> 110). Bahkan bumi dan seisinyapun diwariskan kepada orang-orang yang
>> beriman (An-Nuur:55) . Tidak ada yang menyangkal hal tersebut.
>>
>> Namun kalau melihat realitas dalam percaturan kehidupan dan peradaban
>> dunia, kondisi umat Islam saat ini masih jauh dari idealitas seperti
>> di atas. Di banyak sudut bumi nasib umat islam memprihatinkan. Mereka
>> teraniaya secara fisik, sosial ekonomi dan hampir di semua aspek
>> kehidupan. Dominasi kekuatan barat yang kristen mencengkeram kuat dan
>> nyaris tidak terkalahkan. Timbul pertanyaan kemudian mengapa hal itu
>> terjadi?
>>
>> Sejak runtuhnya khilafah Utsmaniyyah 1924 oleh si Yahudi Mustafa Kemal
>> At-Taturk, sudah banyak tokoh-tokoh kaum muslimin mencoba menggapai
>> kemenangan kembali. Di mulai dari Jamaluddin Al-Afghani dengan ide pan-
>> Islamnya, kemudian Muhammad Abduh dan muridnya Rashid Ridho.
>> Selanjutnya perjuangan tersebut dilanjutkan oleh Abu 'Ala Al-Maududi,
>> Hasan Al-Banna dengan Ikhwannya, An-Nabani dengan Hizbiya ataupun
>> untuk skala nasional seperti Ahmad Dahlan, Hasyim Asy'ari maupun
>> Abdullah Said. Namun semuanya belum mampu membuat umat ini kembali
>> menjadi pemenang dalam percaturan peradaban dunia.
>>
>> Banyak argumentasi yang dikemukakan sebagai penyebab itu semua. Ada
>> yang mengatakan kekalahan umat Islam karena mereka meninggalkan al-
>> Qur'an dan as-Sunnah sebagai pegangan dalam kehidupan. Kaum muslimin
>> lebih memilih pola hidup dan isme-isme lain di luar Islam. Mereka
>> memberikan solusi kembali kepada al-Qur'an dan as-Sunnah jika kaum
>> muslimin ingin kembali menegakkan Islam sebagai ideologi dunia.
>>
>> Pendapat lainnya adalah ketertinggalan umat Islam dalam bidang sains
>> dan tehnologi menjadi penyebabnya. Termasuk juga terkungkungnya pola
>> pikir kaum muslimin yang selalu berorientasi kepada masa lalu; masa
>> Rasulullah dan para sahabat. Ide mereka kemudian rekatualisasi nilai-
>> nilai Islam sesuai dengan kehidupan modern, acuannya adalah barat.
>> Termasuk merubah mind set kaum muslimin agar mau meniru barat yang
>> modern dan maju baik dalam bidang kehidupan sosial maupun keagamaan.
>>
>> Sebagian lainnya mempunyai pendapat berbeda. Dalam pikiran mereka
>> kekalahan umat ini karena mereka tidak bisa bersatu. Umat Islam
>> terpecah dan gampang di pecah. Dalam menyikapi satu peristiwa sering
>> tidak sama persepsinya. Di tambah lagi tidak adanya satu kepemimpinan
>> umat Islam di seluruh dunia.
>>
>> Contoh terakhir tentang Palestina misalnya. Bagaimana mungkin satu
>> negara yang mayoritas Islam seperti Mesir malah lebih cenderung
>> mendukung Israel daripada saudaranya di Gaza yang sedang sekarat
>> karena agresi tentara zionis. Termasuk juga kasus terbaru yaitu kaum
>> muslimin yang ada di Sudan. Mereka mengajukan solusi sebagai jalan
>> keluar keterpurukan umat Islam adalah dengan kembali mendirikan
>> khilafah Islamiyyah.
>>
>> Kedua solusi di atas semuanya benar. Umat Islam memang harus kembali
>> kepada al-Qur'an dan Sunnah serta melepaskan keterikatannya kepada
>> ajaran-ajaran yang lain. Karenanya gerakan kembali kepada al-Qur'an
>> dan as-Sunnah yang sempat menjadi isu sentral kaum muslimin pada awal
>> abad 15 Hijriyah perlu di dengungkan kembali.
>>
>> Sayangnya, semua kelompok umat Islam juga telah mengaku berpegang
>> kepada al-Qur'an dan Sunnah. Mereka merasa kelompoknya paling benar
>> dalam melaksanakan perintah Allah swt dan contoh dari Rasulullah saw.
>> Sementara kelompok lainnya tidak semurni mereka.
>>
>> Karena merasa paling benar, akhirnya mereka merendahkan kelompok lain.
>> Jika tidak saling menahan diri maka yang terjadi adalah saling
>> menjelekkan, bahkan mengkafirkan saudaranya sendiri. Kalau begitu
>> apakah solusi yang kedua lebih tepat untuk dilaksanakan lebih dahulu?
>>
>> Kita semua menyadari bahwa diantara penyebab terpuruknya nasib umat
>> Islam adalah kenyataan bahwa sulitnya persatuan antar umat sendiri.
>> Setiap kelompok mempunyai pemimpin. Sayangnya tidak semua pemimpin mau
>> untuk di ajak mewujudkan satu persatuan umat Islam.
>>
>> Mereka khawatir ketika meleburkan kelompoknya dengan kelompok lain,
>> maka identitas kelompoknya hilang. Penyebab itu semua tentu saja
>> egoisme individu dan kolektif dalam kelompok tersebut. Kepentingan
>> individu dan kelompok lebih dominan daripada kepentingan umat secara
>> keseluruhan.
>>
>> Hal yang nyaris sama juga difikirkan Rasulullah saw melihat kondisi
>> masyarakat Makkah waktu itu. Beliau berfikir kenapa masyarakatnya
>> harus selalu berperang antara kabilah karena hal-hal sepele padahal
>> mereka dari keturunan yang sama? Bagaimana jalan keluarnya?
>>
>> Maka beliau memutuskan untuk menyepi dari keramaian dengan bertahanust
>> di Gua Hira. Bertahun-tahun lamanya Muhammad melakukan aktifitas
>> tersebut mencari jawaban untuk memecahkan problematikan masyarakatnya.
>>
>> Di tengah kesendirian itulah kemudian Allah swt memberikan jawaban
>> kepada beliau "Bacalah dengan nama Rabbmu yang menciptakan" sampai
>> akhir ayat. Demikianlah proses pemenangan Islam dimulai.
>>
>> Penyebab terpecah belahnya kaum muslimin adalah karena mereka berjuang
>> tidak untuk Islam, tetapi untuk kelompok masing-masing. Mereka tidak
>> "bacalah dengan Rabbmu" tetapi membaca nama kelompoknya sendiri-
>> sendiri. Akibatnya ketika di awal tidak membaca nama Allah swt yang
>> berbicara adalah ego dan kepentingan masing-masing. Dan ketika itu
>> terjadi, berarti kesombongan telah masuk ke dalam diri mereka. Tentu
>> saja mereka telah melampaui batas. "Ketahuilah. Sesungguhnya manusia
>> benar-benar melampui batas". (Al-Alaq ayat 6).
>>
>> Pertanyaannya kemudian adalah bagaimana cara untuk memenangkan dakwah
>> Islam?
>> Diposkan oleh abinehanafi di 19:01
>> Label: renungan
>>
>> --
>>
>> -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
>> Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
>> dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
>>
>> Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang
>> berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
>>
>> Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
>> Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
>> Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
>> Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
>>
>> -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
>
>
>
>
> --
> Salamun 'ala manittaba al Huda
>
>
>
> ARMANSYAH
>
> --
> -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
> Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
> dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
>
> Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang
> berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
>
> Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
> Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
> Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
> Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
> -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
--
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
No comments:
Post a Comment