Wednesday, June 16, 2010

Re: [Milis_Iqra] Sunni atau Syiah, Kita Semua Muslim

assalamu'alaikum,

tidak ada sunni,
tidak ada syiah
yang ada ISLAM


Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama (Allah); (tetaplah
atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu.
Tidak ada perubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus;
tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui,[30:30]

On 6/15/10, Abu Khalisah <ahid.muhamad@gmail.com> wrote:
> Ya !! Bagi umat islam yang masih terpanggil hatinya untuk saling bersatu
> padu, cukuplah satu hadist dibawah ini sebagai panggilan Rosullullah SAW
> untuk menyatukan seluruh umat Islam.
>
> (*)Dari Abu Hurairah Radliyallaahu 'anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu
> 'alaihi wa Sallam bersabda: "Janganlah kalian saling hasut, saling najsy
> (memuji barang dagangan secara berlebihan), saling benci, saling berpaling,
> dan janganlah sebagian di antara kalian berjual beli kepada orang yang
> sedang berjual beli dengan sebagian yang lain, dan jadilah kalian
> hamba-hamba Allah yang bersaudara. Muslim adalah saudara muslim lainnya, ia
> tidak menganiaya, tidak mengecewakannya, dan tidak menghinanya. Takwa itu
> ada disini -beliau menunjuk ke dadanya tiga kali- Sudah termasuk kejahatan
> seseorang bila ia menghina saudaranya yang muslim. Setiap muslim bagi muslim
> lainnya adalah haram baik darahnya, hartanya dan kehormatannya."
> ( Riwayat Muslim.)
>
> Pada 15 Juni 2010 14:44, Armansyah <armansyah.skom@gmail.com> menulis:
>
>> Sunni atau Syiah, Kita Semua Muslim
>> http://www.commongroundnews.org/article.php?id=23161&lan=ba&sid=1&sp=0
>>
>> Oxford, Inggris – BBC World belum lama ini menyiarkan Perdebatan Doha
>> tentang usulan "Konflik Sunni-Syiah merusak reputasi Islam sebagai sebuah
>> agama damai ". Topik tersebut sudah waktunya dibicarakan; sebuah topik
>> yang
>> sangat penting saat ini, karena ia adalah sebuah pertanyaan yang hanya
>> dapat
>> diajukan sekarang. Bukan karena perpecahan Sunni-Syiah merupakan sebuah
>> fenomena baru: ia adalah sebuah perpecahan yang telah berumur dan memiliki
>> sejarah panjang, yang muncul sebagai sebuah perpecahan politis, yang
>> kemudian menjadi bernuansa keagamaan. Tetapi sekarang merupakan saat
>> ketika
>> unsur politisnya telah menyebabkan perpecahan tersebut menjadi begitu
>> dahsyat.
>>
>> Saya mengakui hal itu, tetapi saya berbicara berlawanan dengan usulan di
>> Doha tersebut, karena perusakan terhadap reputasi Islam lebih disebabkan
>> oleh sensasionalisme media, dan pemusatan perhatian atas kekerasan Muslim
>> secara umum, daripada kekerasan Sunni-Syiah. Tetapi usulan tersebut bagi
>> saya membawa ke pertanyaan lain: di tengah konflik Sunni-Syiah yang ada di
>> beberapa kantung dunia Muslim, apa yang dapat kita gambarkan tentang Islam
>> sesungguhnya atau apa yang sesungguhnya bukan Islam?
>>
>> Mari kita terbuka: umat Muslim tidak selalu bersepakat tentang segala hal.
>> Kaum Sunni sendiri memiliki empat mazhab yang diakui, dan Syiah memiliki
>> tradisi khusus pembentukan keortodoksan. Dalam kedua pengelompokan
>> tersebut,
>> ada konsep penghormatan terhadap perbedaan pendapat, yang harus dirayakan
>> dan dihargai dalam setiap kelompok. Dalam diskusi-diskusi antara
>> Sunni-Syiah, konsep tersebut mengambil nada yang berbeda.
>> Perbedaan-perbedaan tersebut ditenggang rasa dengan keengganan, tetapi
>> dengan sebuah persyaratan penting: kedua kelompok tersebut sama-sama
>> Muslim.
>>
>> Para teolog Islam Sunni sejak lama telah menetapkan "posisi yang dapat
>> dipercaya" bagi umat Sunni bahwa umat Syiah sesungguhnya adalah sebuah
>> masyarakat Muslim. Status "yang dapat dipercaya" adalah sejenis kedudukan
>> ortodoks tertentu; sesuatu yang sulit untuk ditentukan, mengingat
>> keragaman
>> dalam Islam Sunni. Tetapi dalam isu ini, hal tersebut telah ditetapkan,
>> dan
>> telah menjadi bagian dari keortodoksan sejarah yang begitu mencirikan
>> Islam
>> Sunni. Di pihak Syiah, hal yang sama umumnya berlaku: umat Sunni mungkin
>> disalahpahami, kata para ulama, dan pandangan-pandangan mereka tentang
>> Islam
>> mungkin salah, tetapi mereka tetap Muslim.
>>
>> Dengan pertumbuhan gerakan Wahhabi di Najd Arab Saudi,
>> ketegangan-ketegangan tersebut semakin nyata (tidak hanya bagi kaum Syiah,
>> tetapi bagi kaum Muslim bukan-Wahhabi), tetapi tidak pernah sampai menjadi
>> kekerasan ekstrim seperti yang kita saksikan sekarang. Bahkan para
>> penguasa
>> Wahhabi yang paling puritan sekalipun tidak melarang umat Syiah datang ke
>> Mekkah dan Madinah untuk menunaikan haji.
>>
>> Beberapa tahun lalu, semakin menjadi jelas bagi para pemimpin Kerajaan
>> Hashemit dari Yordania bahwa pemisahan yang telah sama-sama dianut kaum
>> Sunni dan Syiah terancam bahaya penyalahgunaan oleh pihak-pihak luar untuk
>> membenarkan kekerasan, seperti yang telah menimpa umat Kristen. Namun,
>> tidak
>> seperti dunia Kristen tempat perang-perang keagamaan sejati berlangsung –
>> seperti yang terjadi antara umat Kristen dan Protestan – dunia Muslim
>> menempuh jalur yang tak pernah dilalui sebelumnya. Dengan melihat ideologi
>> al Qaeda sebagai sebuah ancaman bagi ko-eksistensi Sunni dan Syiah di Irak
>> dan di mana pun, para cendikiawan Muslim, baik yang beraliran Sunni maupun
>> Syiah, berkumpul bersama untuk menghalangi ideologi tersebut.
>>
>> Para cendikiawan tersebut menciptakan sebuah kerangka tempat ratusan
>> cendikiawan paling terkemuka dari dunia Muslim, Sunni, dan Syiah, termasuk
>> al-Habib Ali al-Jifri dari Yayasan Tabah Abu Dhabi, memutuskan bahwa
>> "cukup
>> sampai di sini". Mereka menyatakan bahwa kaum Sunni dan Syiah adalah umat
>> Muslim, dan bahwa kekerasan seharusnya tidak pernah terjadi di antara
>> mereka. Itu merupakan sebuah kerangka kesatuan untuk mengalahkan nihilisme
>> bernaluri pembunuh yang dijual al Qaeda. Kerangka itu disebut Pesan Amman
>> (
>> www.ammanmessage.com), dan ditandatangani pada bulan Juli 2005. Sejak saat
>> itu, ratusan lagi telah menandatangani deklarasi tersebut secara online.
>>
>> Beberapa bulan kemudian, al Qaeda menyatakan perang habis-habisan terhadap
>> umat Syiah Irak, tidak pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah Muslim. Dua
>> bulan setelah itu, ia menetapkan Amman sebagai sasaran dalam sebuah
>> pembunuhan massal besar-besaran terhadap orang-orang tak berdosa. Tetapi
>> itu
>> gagal menghentikan momentum. Banyak orang dari seluruh dunia
>> menandatangani
>> Pesan Amman yang asli, dan mengembangkan versi lokal mereka. Para pemimpin
>> Politik di dunia Sunni dan Syiah berbicara dengan jelas, baik dari
>> kalangan
>> Wahhabi Arab Saudi atau umat Syiah Iran yang setia: keduanya mungkin
>> berbeda
>> satu sama lain, tetapi mereka tidak akan membiarkan siapa pun, entah al
>> Qaeda entah siapa pun, Muslim atau non-Muslim, mengadu domba Sunni melawan
>> Syiah, atau sebaliknya.
>>
>> Secara pribadi, saya tidak begitu tertarik dengan apakah Islam
>> didefinisikan sebagai sebuah agama damai, atau agama perang, atau apa pun
>> juga. Yang lebih penting adalah bahwa kita memperoleh definisi yang
>> memenuhi
>> syarat dan memiliki kewenangan. Banyak yang mencoba untuk merebut
>> kewenangan
>> tersebut: para ahli Amerika, ekstremis radikal, Anda boleh pilih. Tetapi
>> apa
>> yang harus kita lakukan adalah menyadari siapa yang telah memiliki
>> kewenangan itu.
>>
>> Definisi-definisi tersebut diuraikan oleh para ahli beragama Islam
>> sendiri:
>> para cendikiawan, ulama, ahli fiqih dan spiritualis, yang memperbarui
>> sikap
>> mereka melalui Pesan Amman dan berkata kepada satu sama lain: "Kita
>> mungkin
>> berbeda satu dengan yang lain, tetapi perbedaan-perbedaan itu seharusnya
>> tidak pernah menjadi penyebab kekerasan." Al Qaeda di Irak membalas dengan
>> mencoba memaksakan otoritas keagamaan mereka sendiri.
>>
>> Bagi kita semua, pilihannya sederhana. Apakah kita mengakui bahwa para
>> radikal penuh kekerasan tersebut dapat menggambarkan Islam dengan amarah
>> berdarah mereka? Atau akankah kita mengirimkan pesan kepada mereka bahwa
>> tak
>> peduli betapa kerasnya usaha mereka – di Amman, di dunia Muslim, di New
>> York, di London, di Madrid, atau di mana pun – para ekstremis kriminal
>> tidak
>> akan pernah memiliki otoritas untuk mendefinisikan apapun?
>>
>> Saya tahu apa yang akan saya katakan keapda mereka: "Anda akan kalah.
>> Peradaban akan menang."
>>
>> Perdebatan Doha diarsipkan di
>> http://clients.mediaondemand.net/thedohadebates.
>>
>> ###
>>
>> * Dr. H. A. Hellyer adalah peneliti pada University of Warwick, anggota
>> Pusat Kajian Islam Oxford, dan direktur pendiri Visionary Consultants
>> Group,
>> (www.visionaryconsultantsgroup.com), sebuah konsultan hubungan dunia
>> Muslim-Barat. Artikel ini disebarluaskan oleh Kantor Berita Common Ground
>> (CGNews) dan dapat dibaca di www.commongroundnews.org.
>>
>> Sumber: The National, 1 Mei 2008, www.thenasional.ae
>> Telah memperoleh hak cipta.
>>
>> --
>> Salamun 'ala manittaba al Huda
>>
>>
>>
>> ARMANSYAH
>>
>> --
>>
>> -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
>> Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
>> dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
>>
>> Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang
>> berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
>>
>> Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
>> Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
>> Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
>> Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
>>
>> -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
>
> --
> -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
> Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
> dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
>
> Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang
> berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
>
> Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
> Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
> Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
> Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
> -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-

--
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125

Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63

Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-

No comments:

Post a Comment