Tuesday, June 15, 2010

Re: [Milis_Iqra] Saudi Izinkan Israel menggunakan wilayah udaranya untuk Serang Iran

Belum pak Amir,
saya cuma ingin dijelaskan saja koq maksud bapak apa biar ga salah mengerti :-) :-)
 
Pada intinya saya setuju dengan penjelasan bapak, sayangnya berapa banyak yang melihat dari sudut pandangnya sendiri sendiri
Jadi begitu mengidolakan seseorang,
dan ketika seperti kata bapak, orang tersebut tidak sesuai harapan kita, kecewa.
 
Dan ketika lebih mengidolakan seseorang, kita jadi menganggap pemikiran orang tersebutlah yang banar,
pada akhirnya kita rugi sendiri karena mata dan hati kita justru tertutup mempelajari ajaran islam yang benar karena terlanjur menyandarkan pada sosok atau orang tersebut ya pak?
 
Terimakasih untuk penjelasannya pak Amir

 
On 6/15/10, Muhammad Amir Rosyidi <rosyid2007@gmail.com> wrote:
Kalau yang saya tangkap dari pak kiainya itu kemaren, kita jangan
melihat person orangnya, tapi yang dilihat adalah ajaran Islamnya. Kalau
kita melihat ke person orangnya kita akan kecewa karena mungkin harapan
kita yang terlalu tinggi terhadap person tersebut dan ketika person
tersebut berbuat yang tidak sesuai Islam maka yang belajar jadi kecewa,
dan akhirnya menganggap Islam seperti yang orang lihat sekarang, Islam
itu teroris, Islam itu suka mengkafirkan islam lain, Islam itu
bla..bla..bla..
Kalau untuk masalah guru semua pasti kalau belajar harus punya guru
entah guru itu berupa buku, ulama, atau bahkan alam bisa menjadi guru.
Ya..disini saya melihat sih belajar dari banyak guru, banyak buku, alam,
tidak perlu melihat apa manhajnya, apa sukunya, dsbnya.
Dari semua pelajaran berbagai guru, berbagai ilmu, buku dan sebagainya
tentu kita tidak bisa melupakan fitrah yang Alloh telah berikan kepada
kita, 2 hal yang sangat bermanfaat bagi kita yaitu hati dan akal. Hati
digunakan untuk melihat cahaya/nur ilahi sedangkan akal untuk melihat
dari sisi multi disiplin keilmuan, sehingga dengan sikap tawadhu', sikap
merendahkan diri dihadapan Alloh, sikap ikhlas mencari kebenaran dalam
konsep beragama, dan ditambah dengan akal yang bisa digunakan untuk
menganalisa, maka ilmu dari berbagai mahdzab yang telah dipelajari orang
akan menemukan Islam yang sesungguhnya.
Itu menurut saya mbak wheen, apa yang saya tangkap dari omongan bapak
kiai waktu mengislamkan tetangga saya. Atau mungkin mbak wheen punya
pandangan lain? mohon pencerahannya..

On Tue, 2010-06-15 at 13:41 +0700, whe - en wrote:
> --

Whe~en
http://wheen.blogsome.com/

"Tuhanku, lapangkanlah untukku dadaku, dan mudahkanlah untukku urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, supaya mereka mengerti perkataanku." (QS 20 : 25-28)
"Ya Allah jadikan Aku hamba yang selalu bersyukur dan penyabar"

--
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
 
Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
 
Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-

No comments:

Post a Comment