Terimakasih atas pencerahannya... Mudah-mudahan Allah Subhanahu wa
ta'ala Memberikan Petunjuk-Nya kepada kita semua dan melindungi kita
dari kesalahan dan kejahatan diri kita sendiri. Dan semoga kita tetap
berada dalam Petuntuk-Nya.
Memang benar kenyataannya sekarang ada banyak golongan yang merasa
bangga dengan masing-masing golongan. Dan sesuai dengan hadist
Rasulullah Shalallahu alaihi wassalam. Dan hanya ada satu jalan yang
benar, yaitu AlQuran menurut pemahaman Rasulullah dan As Sunnah
menurut pemahaman para sahabat.
dan bahwa (yang Kami perintahkan) ini adalah jalan-Ku yang lurus, maka
ikutilah dia; dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain),
karena jalan-jalan itu mencerai-beraikan kamu dari jalan-Nya. Yang
demikian itu diperintahkan Allah kepadamu agar kamu bertakwa.[6:153]
Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) di
antara orang-orang muhajirin dan Ansar dan orang-orang yang mengikuti
mereka dengan baik, Allah rida kepada mereka dan mereka pun rida
kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang
mengalir sungai-sungai di dalamnya; mereka kekal di dalamnya
selama-lamanya. Itulah kemenangan yang besar[9:100]
wallahu a'lam.
On 6/16/10, whe - en <whe.en9999@gmail.com> wrote:
> Wa'alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh
> Mas Dang,
> Silahkan bangun,
> Silahkan lihat kenyataan,
> Ada sunni, ada syiah dan masih banyak lagi aliran lain.
>
> Jika anda tidak bisa menerima kenyataan yang ada bahwa memang Islam di dunia
> memang terbagi dalam bergolongan golongan,
> bagaimana mungkin anda menerangkan kepada golongan yang berbeda bahwa Islam
> itu satu?
>
> Bagaimana mungkin hampir semua saudara muslim saya menutup mata bahwa memang
> ada perbedaan. Ada golongan golongan.
> Bagaimana mungkin menyatukan jika sudah menganggap satu?
> Allahpun menyatakan bahwa memang ada beberapa golongan, bagaimana mungkin
> rekan rekan mengingkarinya?
>
> QS Al A'raaf (7) : 168
> Dan Kami bagi-bagi mereka di dunia ini menjadi beberapa *golongan*; di
> antaranya ada orang-orang yang saleh dan di antaranya ada yang tidak
> demikian. Dan Kami coba mereka dengan yang baik-baik dan yang buruk-buruk,
> agar mereka kembali .
>
> Lha wong Rasulullah sendiri sudah bersabda ada 73 golongan,
> Bagaimana mungkin anda bicara cuma ada satu,
> Bagaimana mungkin rekan rekan mendahului Allah dan Rasul-Nya dengan
> mengatakan sebaliknya dari apa yang diucapkan Rasul.
>
> QS Al Hujuraat (49) : 1
> Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu *mendahului* Allah dan Rasulnya
> dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha
> Mengetahui.
>
> Sangat disayangkan sikap rekan rekan semua kepada saya.
> Penuh curiga dan tidak tabbayun maksud saya
> Saya merasa bahwa ketika saya menyampaikan kenyataan, rekan rekan seakan
> akan menghujat saya, saya memecah belah umat,
> padahal saya cuma menyampaikan hal yang jelas jelas ada di belahan dunia
> ini.
> Saya cuma ingin bicara soal kenyataan yang ada, sayangnya atas nama
> khilafah, atas nama persatuan, kenyataan itu rekan rekan tutupi, ibarat tabu
> untuk dibicarakan.
>
> Saya merasa sebagian rekan rekan ingin membodohi umat dengan strategi ini,
> atas nama khilafah, atas nama persatuan, seakan akan tidak diijinkan
> membahas hal yang jelas jelas menjadi permasalahan umat.
> Siapa yang mendahului rasul kalau begitu?
> siapa yang ingin memecah belah kalau begitu?
>
> silahkan mengkaji hadits Rasulullah berikut, Kalau rasul saja sudah
> mengemukakan ada 73 golongan dan hanya satu golongan yang benar, kenapa
> membahas untuk mengetahui mana yang benar seakan diserang habis habisan.
> Bagaimana bisa memilih satu yang benar diantara yang 73 jika sikap muslim
> menganggapnya tabu dibicarakan?
>
> Maaf jika saya menulis demikian,
> Karena saya sangat kecewa dengan sikap beberapa rekan yang menutup mata soal
> ilmu dan kebenaran, yang dibungkus atas nama persatuan, atas nama Allah,
> menjadikan kita tidak bisa belajar dan tidak bisa menerima kenyataan bahwa
> di dunia kita memang ada beberapa golongan.
>
> silahkan jika ada yang mau mengkonfrontasi hadits dibawah,
> saya pribadi menerimanya dengan lapang dada, bahwa memang ada golongan
> golongan di agama Islam,
> bagaimana sikap kita, tergantung rekan rekan semua menyikapi
> apakah ingin belajar mana yang benar, atau menganggap semua sama padahal
> Rasulullah sudah memperingatkan kita.
> Sekali lagi, hadits tersebut membuat saya ingin belajar mana yang benar mana
> yang salah.
>
>
> KEDUDUKAN HADITS
> TUJUH PULUH DUA GOLONGAN UMAT ISLAM
>
> oleh
> Yazid bin Abdul Qadir Jawas
> ------------------------------
>
> *TAQDIM*
> Akhir-akhir ini, kita sering mendengar ada beberapa khatib dan penulis yang
> membawakan hadits tentang tujuh puluh dua golongan umat Islam masuk neraka
> dan satu golongan umat Islam masuk surga adalah hadits lemah, dan yang benar
> kata mereka adalah tujuh puluh dua golongan masuk surga dan satu golongan
> saja yang masuk neraka, yaitu golongan zindiq. Mereka melemahkan hadist
> tersebut karena tiga hal :
>
> 1. Karena sanad-sanadnya ada kelemahan.
> 2. Karena jumlah bilangan golongan yang celaka itu berbeda-beda, misalnya
> : satu hadits mengatakan 72 golongan masuk neraka, di hadits lain
> disebutkan
> 71 golongan dan di lain hadits disebutkan 70 golongan lebih tanpa
> menentukan
> batasnya.
> 3. Karena makna (isi) hadits tersebut tidak cocok dengan akal, semestinya
> kata mereka ; umat Islam ini menempati surga atau minimal menjadi separoh
> penghuni ahli surga.
>
> Dalam tulisan ini Insya Allah saya akan menjelaskan kedudukan sebenarnya
> hadits ini serta penjelasan dari para Ulama Ahli Hadits, sehingga dengan
> demikian akan hilang kemusykilan yang ada, baik dari segi sanadnya maupun
> dari segi maknanya.
>
> *JUMLAH HADITS TENTANG TERPECAHNYA UMAT*.
> Kalau kita kumpulkan hadits-hadits tentang terpecahnya umat menjadi 73
> golongan dan satu golongan yang masuk surga, lebih kurang ada lima belas
> hadits yang diriwayatkan oleh lebih dari sepuluh ahli hadits dari 14 (empat
> belas) sahabat Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam, yaitu ; Abu
> Hurairah, Mu'awiyah, Abdullah bin 'Amr bin Al-'Ash, Auf bin Malik, Abu
> Umamah, Ibnu Mas'ud, Jabir bin Abdillah, Sa'ad bin Abi Waqqash, Abu Darda',
> Watsilah bin Al-Asqa', Amr bin 'Auf Al-Muzani, Ali bin Abi Thalib, Abu Musa
> Al-Asy'ariy, dan Anas bin Malik.
>
> Sebagian dari hadit-hadits tersebut ialah :
>
> *"Artinya :Dari Abu Hurairah ia berkata : "Telah bersabda Rasulullah
> Shallallahu 'alaihi wa sallam. Kaum Yahudi telah terpecah menjadi 71 (tujuh
> puluh satu) golongan atau 72 (tujuh puluh dua) golongan dan Kaum Nashrani
> telah terpecah menjadi 71 (tujuh puluh satu) golongan atau 72 (tujuh puluh
> dua) golongan dan ummatku akan terpecah menjadi 73 (tujuh puluh tiga)
> golongan".*
>
> *Keterangan *:
> Hadits ini diriwayatkan oleh :
>
> 1. Abu Dawud : Kitabus Sunnah, 1 bab Syarhus Sunnah 4 : 197-198 nomor
> hadits 4596. Dan hadits di atas adalah lafadz Abu Dawud.
> 2. Tirmidzi : Kitabul Iman, 18 bab Maa ja'a fi 'Iftiraaqi Hadzihil Ummah,
> nomor 2778 dan ia berkata : Hadits ini HASAN SHAHIH. (lihat
> Tuhfatul-Ahwadzi
> VII : 397-398).
> 3. Ibnu Majah : 36 Kitabul Fitan, 17 bab Iftiraaqil Umam, nomor 3991.
> 4. Imam Ahmad dalam Musnadnya 2 : 332 tanpa menyebutkan kata Nashara.
> 5. Hakim dalam kitabnya : Al-Mustadrak : Kitabul Iman 1 : 6 dan ia
> berkata : Hadits ini banyak sanadnya dan berbicara masalah pokok-pokok
> agama.
> 6. Ibnu hibban dalam kitab Mawaariduzh-Zhan'aam: 31 Kitabul Fitan, 4 bab
> Iftiraaqil Umam, halaman 454 nomor 1834.
> 7. Abu Ya'la Al-Mushiliy dalam kitabnya Al-Musnad : Musnad Abu Hurairah.
> 8. Ibnu Abi 'Ashim dalam kitab "As-Sunnah", bab 19-bab Fima Akhbara Bihin
> Nabi Anna Ummatahu Sataf Tariqu juz I hal. 33 nomor 66.
> 9. Ibnu Baththah Fil Ibanatil Kubra : bab Dzikri Iftiraaqil Umma
> Fiidiiniha, Wa'alakam Tartaraqul Ummah ?. juz I hal. 228 nomor 252.
> 10. Al-Aajurriy dalam kitabnya "Asy-Syari'ah" bab Dzikri Iftiraaqil Umam
> halaman 15.
>
> Semua ahli hadits tersebut di atas meriwayatkan dari jalan Muhammad bin 'Amr
> dari Abu Salamah dari Abu Hurarirah dari Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam.
>
> *RAWI HADITS*
> A. Muhammad bin 'Amr bin Alqamah bin Waqqash Al-Alilitsiy.
>
> - Imam Abu Hatim berkata : Ia baik haditsnya, ditulis haditsnya dan dia
> adalah seorang Syaikh (guru).
> - Imam Nasa'i berkata : Ia tidak apa-apa (yakni boleh dipakai), dan
> pernah ia berkata bahwa Muhammad bin 'Amr adalah orang yang tsiqah.
> - Imam Dzahabi berkata : Ia seorang Syaikh yang terkenal dan haditsnya
> hasan.
> - Al-Hafizh Ibnu Hajar Al-Asqalani berkata : Ia orang yang benar, hanya
> ada beberapa kesalahan.
>
> (*Lihat : Al-Jarhu wat Ta'dil 8 : 30-31, Mizanul I'tidal III : 367,
> Tahdzibut Tahdzib IX : 333-334, Taqribut Tahdzib II : 196*).
>
> B. Abu Salamah itu Abdur-Rahman bin Auf.
> Beliau adalah rawi Tsiqah, Abu Zur'ah berkata : Ia seorang rawi Tsiqah.
> (Lihat
> : Tahdzibut Tahdzib XII : 127. Taqribut Tahdzib II : 430).
>
> *DERAJAT HADITS*.
> Hadits ini derajatnya : HASAN, karena ada Muhammad bin 'Amr, tetapi hadits
> ini menjadi SHAHIH karena banyak SYAWAHIDNYA.
>
> - Tirmidzi berkata : Hadits ini HASAN SHAHIH
> - Hakim berkata : Hadits ini SHAHIH menurut syarat Muslim dan keduanya
> (yaitu : Bukhari, Muslim) tidak mengeluarkannya, dan Imam Dzahabi
> menyetujuinya. (Mustadrak Hakim : Kitabul 'Ilmi juz I hal. 128).
> - Ibnu Hibban dan Asy-Syathibi dalam Al-'Itisham 2 : 189 menshahihkan
> hadits ini.
> - Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani menshahihkan hadits ini dalam
> kitab Silsilah Hadits Shahih No. 203 dan Shahih Tirmidzi No. 2128.
>
> *"Artinya :Dari Abu Amir Abdullah bin Luhai, dari Mu'awiyah bin Abi Sufyan,
> bahwasanya ia (Mu'awiyah) pernah berdiri dihadapan kami, lalu ia berkata :
> Ketahuilah, sesungguhnya Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam pernah
> berdiri di hadapan kami, kemudian beliau bersabda : Ketahuilah sesungguhnya
> orang-orang sebelum kami dari ahli kitab (Yahudi dan Nashrani) terpecah
> menjadi 72 (tujuh puluh dua) golongan, dan sesungguhnya umat ini akan
> terpecah menjadi 73 (tujuh puluh tiga) golongan. (Adapun) yang tujuh puluh
> dua akan masuk neraka dan satu golongan akan masuk surga, yaitu
> "Al-Jama'ah".*
>
> *Keterangan *:
> Hadits ini diriwayatkan oleh :
>
> 1. Abu Dawud : Kitabus Sunnah, bab Syarhus Sunnah 4 : 198 nomor 4597. Dan
> hadits di atas adalah lafadz Abu Dawud.
> 2. Darimi 2 : 241 bab Fii Iftiraaqi Hadzihil Ummah.
> 3. Imam Ahmad dalam Musnadnya 4 : 102
> 4. Hakim dalam kitab Al-Mustadrak 1: 128.
> 5. Al-Aajurriy dalam kitab "Asy-Syari'ah" hal : 18
> 6. Ibnu Abi'Ashim dalam kitab As-Sunnah 1 : 7 nomor 1 dan 2.
> 7. Ibnu Baththah Fil Ibanati Kubra 1 : 221, 223 nomor 245 dan 247.
> 8. Al-Laalikai dalam kitab 'Syarhu Ushuulil i'tiqad Ahlis Sunnah wal
> Jama'ah 1 : 101-102 nomor 150 tahqiq Dr Ahmad Sa'ad Hamdan.
> 9. Ashbahaani dalam kitab "Al-Hujjah Fi Bayaanil Mahajjah" fasal
> Fidzikril Ahwa' al Madzmumah al Qismul Awwal hal 177 nomor 107.
>
> Semua Ahli Hadits tersebut di atas meriwayatkan dari jalan :
> Shafwah bin 'Amr, ia berkata : Telah memberitakan kepadaku Azhar bin
> Abdullah Al-Hauzani dari Abu 'Amr Abdullah bin Luhai dari Mu'awiyah.
>
> *RAWI HADITS*
> 1. Shafwah bin 'Amir bin Haram as-Saksakiy : Ia dikatakan Tsiqah oleh
> Al-'Ijliy, Abu Hatim, Nasa'i, Ibnu Sa'ad, ibnul Mubarak dan lain-lain.
>
> - Dzahabi berkata : Mereka para ahli hadits mengatakan ia orang Tsiqah.
> - Ibnu Hajar berkata : Ia orang Tsiqah.
>
> (*Lihat : Tahdzibut Tahdzib IV : 376. Al-Jarhu wat Ta'dil IV : 422. Taribut
> Tahdzib I : 368, Al-Kasyif II : 27*).
>
> 2. Azhar bin Abdullah Al-Haraazi. Ia dikatakan Tsiqah oleh Al-I'jiliy dan
> Ibnu Hibban.
>
> - Imam Dzahabi berkata : Ia seorang tabi'in dan haditsnya hasan.
> - Ibnu Hajar berkata : Ia Shaduq (orang yang benar) dan ia dibicarakan
> tentang nashb.
>
> (*Lihat : Mizanul I'tidal I:173. Taqribut Tahdzib I:52. Ats-Tsiqat oleh
> Al-'Ijily hal.59** dan Ast-Tsiqat oleh Ibnu hibban IV : 38*).
>
> 3. Abu 'Amir Al-Hauzani ialah Abu Amir Abdullah bin Luhai.
>
> - Abu Zur'ah dan Daraquthni berkata : ia tidak apa-apa yakni boleh
> dipakai.
> - Al'Ijily dan Ibnu Hibban mengatakan dia orang Tsiqah.
> - Dzahabi dan Ibnu Hajar berkata : Ia orang Tsiqah.
>
> (*Liha: Al-Jarhu wa Ta'dil V : 145. Tahdzibut Tahdzib V : 327.
> Taqribut-Tahdzib 1 : 444 dan Al-kasyif II : 109*).
>
> *DERAJAT HADITS*
> Derajat hadits ini : HASAN, karena ada rawi Azhar bin Abdullah, tetapi
> hadits ini menjadi SHAHIH dengan SYAWAHIDNYA.
>
> - Hakim berkata : Sanad-sanad hadits (yang banyak) ini harus dijadikan
> hujjah untuk menshahihkan hadits ini. Dan Imam Dzahabi
> menyetujuinya. (*lihat
> : Al-Mustadrak I : 128*).
> - Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata : Hadits ini Shahih Masyhur (lihat
> : Silsilah Hadits Shahih I : 359 oleh Syaikh Al-Albani).
>
> *"Artinya : Dari Auf bin Malik ia berkata : Telah bersabda Rasulullah
> Shallallahu 'Alaihi wa Sallam : "Sesungguhnya umatku akan terpecah menjadi
> 73 (tujuh puluh tiga) golongan, satu golongan masuk surga, dan tujuh puluh
> dua golongan masuk neraka". Beliau ditanya : "Ya Rasulullah, Siapakah satu
> golongan itu ?". Beliau menjawab ; "Al-Jama'ah".*
>
> *Keterangan*.
> Hadits ini diriwayatkan oleh :
>
> 1. Ibnu Majjah : Kitabul Fitan, bab Iftiraaqil Umam II:1322 nomor 3992.
> 2. Ibnu Abi 'Ashim 1:32 nomor 63
> 3. Al-Laaikaaiy Syarah Ushul I'tiqaad Ahlis Sunnah Wal Jama'ah 1:101.
>
> Semuanya meriwayatkan dari jalan 'Amr bin 'Utsman, telah menceritakan kepada
> kami 'Abbad bin Yusuf, telah menceritakan kepadaku Sahfwan bin 'Amr dari
> Rasyid bin Sa'ad dari 'Auf bin Malik.
>
> *RAWI HADITS*.
>
> 1. 'Amr bin 'Utsman bin Sa'id bin Katsir Dinar Al-Himshi. Nasa'i dan Ibnu
> Hibban mengatakan : Ia orang Tsiqah (lihat : Tahdzibut Tahdzib
> VIII:66-67).
> 2. 'Abbad bin Yusuf Al-Kindi Al-Himshi. Ibnu 'Adiy berkata : Ia
> meriwayatkan dari Shafwan dan lainnya hadits-hadits yang ia menyendiri
> dalam
> meriwayatkannya. Ibnu Hajar berkata : Ia maqbul (yakni bisa diterima
> haditsnya bila ada mutabi'nya). (Lihat Mizanul I'tidal II:380. tahdzibut
> Tahdzib V:96-97. Taqribut Tahdzib I:395).
> 3. Shafwan bin 'Amr : Tsiqah (Taqribut Tahdzib I:368).
> 4. Rasyid bin Sa'ad : Tsiqah (Tahdzib III:225. Taqribut tahdzib I:240).
>
> *DERAJAT HADITS*
> Derajat hadits ini : HASAN karena ada 'Abbad bin Yusuf, tetapi harus mejadi
> SHAHIH dengan beberapa SYAWAHIDNYA.
>
> Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani mengatakan hadits ini SHAHIH dalam
> Shahih Ibnu Majah II:36 nomor 3226 cetakan Maktabul Tarbiyah Al'Arabiy
> Liduwalil Khalij cet: III tahun 1408H.
>
> Hadits tentang terpecahnya umat menjadi 73 golongan diriwayatkan juga oleh
> Anas bin Malik dengan mempunyai 8 (delapan) jalan (sanad) di antaranya dari
> jalan Qatadah diriwayatkan oleh Ibnu Majah No. 3993. Imam Bushiriy berkata :
> Isnadnya Shahih dan rawi-rawinya tsiqah. Hadits ini dishahihkan oleh
> Al-Albani dalam Shahih Ibnu Majah No. 3227. (Lihat : 7 sanad yang lain dalam
> Silsilah Hadits Shahih 1:360-361.
>
> Imam Tirmidzi meriwayatkan dalam kitabul Iman, bab Maaja' Fiftiraaqi Hadzihi
> Ummah No. 2779 dari shahabat Abdullah bin 'Amr bin Al-Ash dan Imam
> Al-Lalikaiy juga meriwayatkan dalam kitabnya Syarah Ushulil I'tiqad Ahlis
> Sunnah wal Jama'ah I:99 No. 147 dari shahabat dan dari jalan yang sama,
> degan ada tambahan pertanyaan, yaitu : Siapakah golongan yang selamat itu ?.
> Beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam menjawab :
>
> "MAA ANAA 'ALAIYHI WA-ASH-HAABII"
> *"Artinya : Ialah golongan yang mengikuti jejak-Ku dan jejak para
> shahabat-Ku".*
>
> *RAWI HADITS*
> Dalam sanad hadits ini ada rawi yang lemah yaitu : Abdur Rahman bin Ziyad
> bin An'um Al-ifriqy. Ia dilemahkan oleh Yahya bin Ma'in, Imam Ahmad, Nasa'i
> dan selain mereka. Ibnu Hajar Al-Asqalani berkata : Ia lemah
> hapalannya.(Tahdzib VI:157-160. Taqribut Tahdzib I:480).
>
> *DERAJAT HADITS*
> Imam Tirmidzi mengatakan hadist ini HASAN, karena banyak syawahidnya. Bukan
> beliau menguatkan rawi ini, karena dalam bab Adzan beliau melemahkan rawi
> ini. (Lihat : Silsilah Al-Hadits Shahihah No. 1348 dan Shahih Tirmidzi No.
> 2129).
>
> *KESIMPULAN*.
> Kedudukan hadits-hadits di atas setelah diadakan penelitian oleh para Ahli
> Hadits, maka mereka berkesimpulan bahwa hadits-hadits tentang terpecahnya
> umat ini menjadi 73 (tujuh puluh tiga) golongan, 72 (tujuh puluh dua)
> golongan masuk neraka dan satu golongan masuk surga adalah HADITS SHAHIH
> yang memang datangnya dari Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam, dan
> tidak boleh seorangpun meragukan tentang keshahihan hadits-hadits tersebut,
> kecuali kalau dia dapat membuktikan secara ilmu hadits tentang kelemahan
> hadits-hadits tersebut.
>
> *SEBAGIAN YANG MELEMAHKAN*.
> Ada sebagian orang yang melemahkan hadits-hadits tersebut, karena melihat
> jumlah yang berbeda-beda, yakni ; di suatu hadits tersebut 70, di hadits
> lain disebut 71, di hadits lain lagi disebutkan 72 terpecahnya dan satu
> masuk surga. Oleh karena itu saya akan terangkan tahqiqnya, berapa jumlah
> firqah yang binasa itu.?.
>
> 1. Di hadits 'Auf bin Malik dari jalan Nu'aim bin Hammad, yang
> diriwayatkan oleh Bazzar I:98 No. 172 dan Hakim IV:130 disebut 70 lebih
> dengan tidak menentukan jumlahnya yang pasti. Tetapi sanad hadits ini
> LEMAH
> karena ada Nu'aim bin Hammad. Ibnu Hajar berkata : Ia banyak salahnya.
> Nasa'i berkata :Ia orang yang lemah. (Lihat : Mizanul I'tidal IV:267-270.
> Taqribut Tahdzib II:305 dan Silsilah Hadits Dha'ifah dan Maudhu'ah oleh
> Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani).
> 2. Di hadits Sa'ad bin Abi Waqqash dari jalan Musa bin "Ubaidah ar-Rabazi
> yang diriwayatkan oleh Al-Ajurriy Fisy-"Syari'ah", Bazzar fi "Kasyfil
> Atsar"
> No.284 dan Ibnu Baththah Fil "Ibanatil Kubra" No. 242,245,246, disebut 71
> golongan sebagaimana Bani Israil. Tetapi sanad hadits ini LEMAH karena
> Musa
> bin 'Ubaidah adalah rawi LEMAH. (lihat : Taqribut-Tahdzib II : 286).
> 3. Di hadits 'Amr bin Auf dari jalan Katsir bin Abdillah, dan dari Anas
> dari jalan Al-Walid bin Muslim yang diriwayatkan oleh Hakim I:129 dan
> Imam
> Ahmad, disebut 72 golongan. Tetapi sanad ada dua rawi di atas (Taqribut
> Tahdzib II:132, Mizanul I'tidal IV:347-348 dan Taqribut Tahdzib II:336).
> 4. Di hadits Abu Hurairah, Mu'awiyah 'Auf bin Malik, Abdullah bin 'Amr
> bin 'Ash, Ali bin Abi Thalib dan sebagian dari jalan Anas bin Malik yang
> diriwayatkan oleh para Imam ahli hadits disebut 73 golongan, yaitu ; 72
> golongan masuk neraka dan 1 (satu) golongan masuk surga, dan derajat
> hadits-hadits ini adalah shahih sebagaimana sudah dijelaskan di atas.
>
> *TARJIH*.
> Hadits-hadist yang menerangkan tentang terpecahnya ummat menjadi 73 (tujuh
> puluh tiga) golongan adalah lebih banyak sanadnya dan lebih kuat dibanding
> hadits-hadits yang menyebut 70,71 atau 72.
>
> *MAKNA HADITS*.
> Sebagian orang menolak hadits-hadits yang shahih karena mereka lebih
> mendahulukan akal ketimbang wahyu, padahal yang benar adalah wahyu yang
> berupa nash Al-Qur'an dan Sunnah yang shahih lebih tinggi dan lebih utama
> dibanding dengan akal manusia, karena manusia ini adalah lemah, jahil
> (bodoh), zhalim, sedikit ilmunya, sering berkeluh kesah, sedangkan wahyu
> tidak ada kebathilan di dalamnya (41:42).
>
> Adapun soal makna hadits masih musykil (*sulit dipahami*) maka janganlah
> cepat-cepat kita menolak hadits-hadits shahih, karena betapa banyaknya
> hadits-hadits shahih yang belum kita pahami makna dan maksudnya .!!
>
> Yang harus digaris bawahi adalah bahwa Allah dan Rasul-Nya lebih tahu
> daripada kita. Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam menerangkan bahwa
> umatnya akan mengalami perpecahan dan perselisihan dan akan menjadi 73
> (tujuh puluh tiga) firqah, semuanya ini telah terbukti. Yang terpenting bagi
> kita sekarang ini ialah berusaha mengetahui tentang kelompok-kelompok yang
> binasa dan golongan yang selamat serta ciri-ciri mereka berdasarkan
> Al-Qur'an, As-Sunnah As-Shahihah dan penjelasan para shahabat dan para Ulama
> Salaf, agar kita menjadi golongan yang selamat dan menjauhkan diri dari
> kelompok-kelompok sesat yang kian hari kian berkembang.
>
> Wallahu 'alam.
> http://groups.yahoo.com/group/assunnah/message/2494
> Kedudukan Hadits 72 Golongan sudah pernah di kirim ke mailing list assunnah,
> dan bisa dilihat di http://www.assunnah.or.id
>
>
>
> On 6/16/10, Dang <naoneuy@gmail.com> wrote:
>>
>> assalamu'alaikum,
>>
>> tidak ada sunni,
>> tidak ada syiah
>> yang ada ISLAM
>>
>>
>> Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama (Allah); (tetaplah
>> atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu.
>> Tidak ada perubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus;
>> tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui,[30:30]
>>
>> On 6/15/10, Abu Khalisah <ahid.muhamad@gmail.com> wrote:
>> > Ya !! Bagi umat islam yang masih terpanggil hatinya untuk saling bersatu
>> > padu, cukuplah satu hadist dibawah ini sebagai panggilan Rosullullah SAW
>> > untuk menyatukan seluruh umat Islam.
>> >
>
>
>
>
> Whe~en
>> http://wheen.blogsome.com/
>>
>> "Tuhanku, lapangkanlah untukku dadaku, dan mudahkanlah untukku urusanku,
>> dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, supaya mereka mengerti
>> perkataanku."
>> (QS 20 : 25-28)
>> "Ya Allah jadikan Aku hamba yang selalu bersyukur dan penyabar"
>
> --
> -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
> Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
> dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
>
> Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang
> berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
>
> Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
> Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
> Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
> Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
> -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
--
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
No comments:
Post a Comment