Friday, November 12, 2010

[Milis_Iqra] Umair Bin Wahab: Tunduk Pada Kebenaran, Berserah Diri dan Tidak Sombong

Umair Bin Wahab: Tunduk Pada Kebenaran, Berserah Diri dan Tidak
Sombong

PostDateIconFriday, 12 November 2010 18:43 | PostAuthorIconWritten by
Shodiq Ramadhan | PDF Print E-mail

* Lintas Berita

Oleh: Bernard Abdul Jabbar (DPP Hizb Dakwah Islam)

Umair bin Wahab dahulu adalah seorang penyembah berhala yang musyrik,
tidak mengenal Allah, bahkan dia ingkar dengan kalimat "Laa ilaha
illallah Muhammad Rasulullah" (Tiada Tuhan selain Allah Muhammad
adalah utusan Allah). Banyak di antara orang-orang kafir Quraisy yang
telah masuk Islam, sedang dia sendiri enggan untuk memeluk Islam.

Para kerabatnya terbunuh pada perang Badar, maka dia bersama Shafwan
bin Umayah berkumpul di Bait Al Atiq (Ka'bah), sedangkan Rasulullah
SAW berada di Madinah tidak mengetahui sedikitpun tentang keduanya,
tetapi Allah SWT Maha Mengetahui. Mereka berkumpul di bawah kain
penutup Ka'bah dan bemusyawarah secara rahasia, tidak ada orang ketiga
yang mendengar kecuali Allah.

Allah SWT berfirman :
"Tidakkah kamu perhatikan bahwa sesungguhNya Allah mengetahui apa yang
ada di langit dan apa yang ada di bumi? Tiada pembicaraan rahasia
antara tiga orang, melainkan Dialah yang keempatNya. Dan tiada
(pembicaraan antara) lima orang, melainkan Dialah yang keenamNya. Dan
tiada (pula) pembicaraan antara (jumlah) yang kurang dan atau lebih
banyak, melainkan Dia ada bersama mereka di manapun mereka berada.
" (Qs. Al Mujaadilah (58): 7)

Umair berkata kepada Shafwan, "Aku ingin sekali ada seseorang yang
menjamin keluarga dan hartaku. Aku sendiri yang pergi menemui Muhammad
di Madinah, lalu aku bunuh dia." Shafwan berkata, "Aku yang akan
menjamin keluargamu dan merawat anak-anakmu. Darahmu adalah darahku,
kebinasaanmu adalah kebinasaanku."

"Rahasiakanlah urusan ini," kata Umair. "Akan Aku rahasiakan hal ini,"
jawab Shafwan.

Umair berkata, "Aku akan pergi menemui Muhammad, dan akan aku katakan
kepada orang-orang bahwa aku akan menemui para tawanan perang
(artinya: tawanan perang Badar). Jumlah mereka 70 orang dan masih
berada di Madinah. Jangan kau beritahukan hal ini kepada siapapun."

Tetapi Allah SWT yang Maha Mengetahui, tidak tersamar bagi-Nya sesuatu
yang tersembunyi. Umair bin Wahab pergi sembari mengambil pedangnya
dan memberinya racun berwarna biru, sehingga pedangnya berwarna biru
karena racun tersebut. Dia keluar dan berjalan di malam hari dan
sampai di Madinah sebelum matahari terbenam. Lalu Umar bin Khaththab
melihatnya. Umar sendiri telah diberi firasat tentang keimanan, yang
dengan kedua matanya ia bisa menyambar syetan-syetan di antara gembong
kaum penentang.

Maka Umar mengatakan kepada para sahabatnya, "Aku melihat syetan
menyelinap pada orang ini." Yang dimaksud adalah Umair bin Wahab. Lalu
Umar menemuinya seraya berkata, "Mau kemana engkau, hai Umair?" Umair
menjawab, "Aku datang untuk menebus tawanan dari Muhammad."

Maka ia memegang Umar dengan pakaian dan kainnya, dan segera
mengikutinya menuju Muhammad SAW sebagai jaminan. Pedang ada bersama
orang itu, tetapi Allah bersama Umar. Kematian ada bersama orang itu,
tetapi kebenaran bersama Umar.

Maka Umar membawanya menemui Rasulul1ah SAW Beliau sendiri tidak
membawa senjata, sedang Umair membawa pedang yang beracun, tetapi:
Perhatian Allah tidak membutuhkan berlipat-lipat baju besi dan tidak
pula kuda perang yang tinggi

Rasulullah SAW bersabda, "Wahai Umair! Angin apa yang membawamu
kemari?"

"Aku datang hanya karena kerabatku yang kalian tawan pada perang
Badar. Aku ingin menebus mereka," jawab Umair.

Rasulullah SAW besabda, "Tidak, demi Dzat yang jiwaku ada di tangan-
Nya! Engkau telah duduk bersama Shafwan bin Umayah pada malam ini,
hari ini di bawah kain penutup ka'bah. Lalu engkau berkata kepada
Shafwan, ."Aku ingin sekali membunuh Muhammad, tetapi keluarga dan
anak-anakku ...'. Lalu Shafwan berkata kepadamu, Pergilah, aku yang
akan menjamin dirimu dan anak-anakmu. Lalu engkau membubuhi pedangmu
dengan racun selama sebulan, kemudian engkau datang untuk membunuhku.
Allah tidak akan menguasakan kepadamu untuk melakukan hal itu."

Lalu bangkitlah Umair seraya berkata : "Aku bersaksi bahwa tidak ada
sesembahan selain Allah dan engkau adalah Rasul Allah." Allah SWT
berfirman, "Maka apakah ini sihir? Ataukah kamu tidak melihat?" (Qs.
Ath-Thuur (52): 15) Apakah ini perdukunan ataukah kebenaran yang
nyata, yang dibawa oleh wahyu bersama Jibril AS.

Allah SWT berfirman, "Demi bintang ketika terbenam. Kawanmu (Muhammad)
tidak sesat dan tidak pu1a keliru. Dan tiadalah yang diucapkannya itu
(AlQur'an) menurut kemauan hawa nafsunya. Ucapannya itu tiada lain
hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadaNya). Yang diajarkan kepadaNya
oleh (Jibril) yang sangat kuat. "(Qs. An ¬Najm (53): 1-5)

Beberapa Pelajaran yang Dapat Dipetik dari Kisah ini

Pertama, keutamaan Umar dan firasat yang telah Allah berikan
kepadanya. Ibnu (putranya) Umar berkata, "Kami ceritakan bahwa
ketenangan turun pada lisan Umar."

Kedua, ilmu Allah dan betapa luas (karunia)-Nya. Allah SWT berfirman,
''Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang gaib, tidak ada yang
mengetahuinya kecuali Dia sendiri dan Dia mengetahui apa yang di
daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan
Dia mengetahunya (pula), dan tidak jatuh sebutir biji pun dalam
kegelapan bumi dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering melainkan
tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh) " (Qs. Al An'aam (6):
59)

Ketiga, mu'jizat yang diberikan kepada beliau SAW, dan sungguh Allah
telah mengajari beliau.

Keempat, barangsiapa yang mengaku mengetahui sesuatu yang ghaib
sungguh telah berdusta, kecuali para nabi dan rasul. Allah SWT
berfirman, "Katakanlah, Tidak ada seorang pun di langit dan di bumi
yang mengetahui perkara yang gaib, kecuali Allah', dan mereka tidak
mengetahui bila mereka akan dibangkitkan. " (Qs. An¬Naml (27): 65)

Kelima, keutamaan yang dimiliki Umair, karena ketika ia mengetahui
kebenaran, dirinya tunduk dan berserah diri serta tidak sombong. Maka,
jadilah dia salah seorang pahlawan Islam. []

--
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125

Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63

Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-

No comments:

Post a Comment