Wednesday, February 2, 2011

Re: [Milis_Iqra] Akankah Kita Memberontak ?

saya pernah baca sejarah bahwa terjadi pemberontakan pada masa
pemerintahan khalifah Utsman,..dan begitu pula pada masa pemerintahan
Ali ,..apa benar begitu??

On 2/2/11, Dani Permana <adanipermana@gmail.com> wrote:
> Oh sekarang dengan kata "memberontak" atau bughot.... =))
>
> Jadi makzul dan diperangi, gimana urusannya ?
>
> Thanks,
> Dani Permana
> Sent from my Windows Mobile® phone.
>
> -----Original Message-----
> From: whe.en9999@gmail.com
> Sent: Wednesday, February 02, 2011 11:19 PM
> To: milis_iqra@googlegroups.com
> Subject: [Milis_Iqra] Akankah Kita Memberontak ?
>
> Akankah Kita Memberontak ?
>
> Kategori Manhaj | 28-05-2008 | 7 Komentar
>
> Para pembaca yang budiman, Alloh menurunkan Al-Qur'an dan mengutus Nabi-Nya
> yang mulia untuk membimbing serta memberi petunjuk kepada para hamba-Nya ke
> jalan yang lurus. Alloh berfirman yang artinya, "Sesungguhnya Al Quran ini
> memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih lurus dan memberi kabar
> gembira kepada orang-orang mukmin yang mengerjakan amal shalih, bahwa bagi
> mereka pahala yang besar." (Al-Isro': 9)
>
> Alloh juga berfirman menjelaskan tentang Nabi-Nya, "Dan sesungguhnya kamu
> benar-benar memberi petunjuk kepada jalan yang lurus." (As-Syuuro: 52). Oleh
> karena itulah, orang yang di dalam hidupnya senantiasa berpegang teguh
> dengan Al-Qur'an dan sunnah (jalan hidup) Nabi Shollallohu 'alaihi wassalam
> tidak akan pernah tersesat. Hal ini berdasarkan wasiat Rosululloh
> Shollallohu 'alaihi wassalam, "Telah aku tinggalkan kepada kalian dua
> perkara, yang jika kalian berpegang teguh dengan kedua perkara tersebut maka
> kalian tidak akan pernah tersesat untuk selamanya, (dua perkara itu adalah)
> Kitabulloh (Al-Qur'an) dan Sunnahku." (HR. Imam Malik, Hakim, dll hasan)
>
> Standar Kebenaran
>
> Kita tidak dibenarkan dalam menjalankan agama ini hanya berdasarkan
> pertimbangan akal dan perasaannya semata, tanpa berpedoman dengan Al-Qur'an
> dan hadits-hadits Nabi Shollallohu 'alaihi wa sallam. Jika kebenaran hanya
> diukur dengan pertimbangan akal dan perasaan semata maka Alloh tidak perlu
> menurunkan Kitab-Kitab-Nya dan mengutus para Rosul-Nya karena setiap manusia
> sudah mempunyai akal dan perasaan. Jika ini terjadi maka standar kebenaran
> akan sulit untuk ditentukan karena akal dan perasaan manusia juga
> berbeda-beda. Akal dan perasaan laki-laki berbeda dengan wanita, anak kecil
> berbeda dengan orang yang sudah dewasa dan begitu seterusnya, sehingga
> rusaklah tatanan kehidupan manusia. Jadi jalan yang paling selamat adalah
> dengan mengikuti Al-Qur'an dan Sunnah Nabi Sholallohu 'alaihi wassalam
> sesuai dengan yang dikehendaki oleh Alloh dan Rosul-Nya.
>
> Hubungan Rakyat Dengan Penguasa
>
> Para pembaca yang budiman, bagaimana Islam mengatur hubungan rakyat dengan
> penguasan merupakan masalah yang sangat penting untuk diketahui. Karena
> dengan hal tersebut, setiap muslim dapat bertindak benar dan lurus untuk
> mewujudkan kedamaian dan kemaslahatan yang luas. Begitu pula sebaliknya,
> seorang muslim bersikap dalam hal ini akan menimbulkan dampak negatif yang
> besar. Mengingat begitu besar dampak yang akan ditimbulkan, maka sangat
> tidak mungkin jika Islam mendiamkan permasalahan ini. Oleh karena itu, di
> bawah ini akan sedikit kami sampaikan bagaimana sebenarnya Islam mengatur
> permasalahan penting ini.
>
> Sikap Seorang Muslim Terhadap Pemerintah
>
> Sikap yang benar yang diajarkan oleh syariat Islam adalah mentaatinya. Alloh
> berfirman yang artinya, "Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan
> taatilah Rasul (Nya), dan pemimpin di antara kamu." (An-Nisa': 59). Sikap
> taat ini tetap disyari'atkan, siapapun orang yang memimpin selama dia adalah
> seorang muslim. Hal ini berdasarkan wasiat Rosululloh Shollallohu 'alaihi
> wassalam, "Aku memberi wasiat kepada kalian untuk bertaqwa kepada Alloh yang
> Maha Tinggi dan Maha Mulia, serta selalu mendengar dan taat walaupun yang
> memerintah kalian adalah seorang budak." (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi, hadits
> hasan shohih)
>
> Syariat islam menegaskan bahwa ketaatan seorang muslim terhadap pemimpinnya
> adalah pada semua keadaan. Tentang hal ini Rosululloh Shollallohu 'alaihi
> wassalam bersabda, "Wajib bagi kalian untuk tetap mendengar dan taat (kepada
> penguasa) baik kalian dalam keadaan sulit, mudah, senang ataupun benci.
> Serta (wajib pula mendengar dan taat) dalam keadaan ia tidak memperdulikan
> kalian." (HR. Muslim). Keadaan ini hanya dikecualikan tatkala seseorang
> diperintah oleh pemimpinnya untuk berbuat kemaksiatan, maka tidak boleh
> ditaati. Hal ini berdasarkan sabda Rosululloh Shollallohu 'alaihi wassalam,
> "Seorang muslim wajib untuk tetap mendengar dan taat (kepada pemimpinnya)
> terkait perintah yang disukai ataupun yang tidak kecuali jika ia diperintah
> untuk berbuat kemaksiatan. Apabila ia diperintah untuk berbuat maksiat, maka
> tidak boleh mendengar dan taat." (HR. Bukhori dan Muslim)
>
> Pemberontakan Dalam Islam
>
> Para pembaca yang budiman, perlu untuk kita ketahui bersama bahwa
> pemberontakan di dalam Islam hukumnya adalah harom berdasarkan ijma'
> (kesepakatan) kaum muslimin. Tentang hal ini, Imam Nawawi berkata,
> "Memberontak dan memerangi pemerintah, hukumnya adalah harom berdasarkan
> kesepakatan kaum muslimin, meskipun pemerintah tersebut fasiq dan dzalim."
> (Syarh Shohih Muslim). Inilah yang telah diajarkan oleh Islam, yaitu selalu
> mendengar dan mentaati pemerintah walaupun mereka adalah orang yang fasiq
> dan dholim.
>
> Banyak hadits yang menjelaskan tentang hal ini, diantaranya adalah hadits
> dari Abu Hunaidah Wail bin Hujr, ia berkata: Salamah bin Yazid Al-Ju'fi
> bertanya kepada Rosululloh, "Wahai Nabi Alloh, bagaimana pendapatmu jika
> kami dipimpin oleh orang yang selalu menuntut haknya kepada kami dan tidak
> mau untuk memenuhi hak kami, apakah yang engkau perintahkan kepada kami?"
> Mendengar pertanyaan ini beliau berpaling. Kemudian Salamah mengulangi
> pertanyaannya lagi. Maka Rosululloh bersabda, "Tetaplah mendengar dan taat
> kepada mereka! Sesungguhnya mereka akan dimintai pertanggungjawaban atas
> kewajiban mereka dan kamu pun akan dimintai pertanggungan jawab atas
> kewajibanmu." (HR. Muslim)
>
> Dalam hadits yang lain beliau bersabda, "Sepeninggalku nanti akan muncul
> pemimpin yang mementingkan diri sendiri dan (kamu melihat padanya) hal-hal
> yang kamu anggap mungkar." Para sahabat bertanya, "Wahai Rosululloh, apakah
> yang engkau perintahkan kepada kami?" Beliau menjawab, "Tunaikanlah haknya
> dan mohonlah kepada Alloh yang menjadi hakmu." (HR. Bukhori dan Muslim).
> Para pembaca yang budiman, perlu diulangi sekali lagi bahwa inilah sikap
> yang diajarkan oleh Islam berkaitan dengan hubungan antara rakyat dengan
> pemimpinnya, yaitu tetap mentaatinya walaupun ia seorang yang dholim dan
> gemar melakukan perbuatan kemaksiatan. Rosululloh Shollallohu 'alaihi
> wassalam bersabda, "Barangsiapa dipimpin oleh seorang penguasa, kemudian ia
> melihat penguasa tersebut terjatuh ke dalam perbuatan maksiat, hendaklah ia
> membenci perbuatan kemaksiatan tersebut, namun janganlah hal itu menyebabkan
> tidak taat." (HR. Muslim)
>
> Bahkan seandainya kezholiman penguasa sampai taraf menyiksa dan merampas
> harta para rakyatnya -kita berlindung kepada Alloh dari hal ini-, kita pun
> masih diperintah untuk mentaatinya. Rosululloh Shollallohu 'alaihi wassalam
> bersabda, "Meskipun punggungmu dipukul dan hartamu dirampas (oleh penguasa),
> maka kalian untuk wajib tetap mendengar dan mentaatinya." Ketika menghadapi
> hal semacam ini jalan yang bisa kita tempuh hanyalah bersabar dan
> menyerahkan urusan mereka kepada Alloh yang Maha Perkasa. Rosululloh
> Sholallohu 'alaihi wassalam bersabda, "Barangsiapa yang membenci tindakan
> penguasanya hendaklah ia bersabar." (HR. Bukhori dan Muslim)
>
> Para pembaca yang budiman, mungkin hadits-hadits di atas terasa begitu
> menyesakkan dada bagi sebagian orang -semoga Alloh melindungi kita dari hal
> tersebut-, namun inilah jalan yang diajarkan oleh Alloh dan dituntunkan oleh
> Nabi kita yang mulia. Tentunya kita telah yakin bersama bahwa Rosululloh
> Shollallohu 'alaihi wassalam adalah suri teladan yang terbaik. Alloh
> berfirman yang artinya, "Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu
> suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat)
> Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah."
> (Al-Ahzab: 21). Oleh karena itu jalan yang terbaik adalah meniti jalan
> beliau. Yang juga patut kita perhatikan adalah Alloh tidaklah menetapkan
> suatu hukum kecuali ada hikmah agung di balik itu semua, yang semuanya
> tentunya untuk kemaslahatan para hamba-Nya. Sehingga tatkala kita menjumpai
> hukum-hukum syariat yang secara sekilas tampak bertentangan dengan akal dan
> perasaan kita, janganlah kita sampai berburuk sangka kepada Alloh, akan
> tetapi hendaknya ditanamkan pada diri kita bahwa hukum-hukum yang Alloh
> tetapkan adalah untuk kemaslahatan para hamba-Nya. Sehingga seorang muslim
> sejati itu menerima dengan penuh kelapangan hati yang telah ditetapkan oleh
> Alloh dan dituntunkan oleh Nabi-Nya yang mulia.
>
> Alloh berfirman yang artinya, "Sesungguhnya jawaban orang-orang mukmin, bila
> mereka dipanggil kepada Allah dan rasul-Nya agar rasul menghukum (mengadili)
> di antara mereka ialah ucapan 'Kami mendengar, dan kami patuh.' Dan mereka
> itulah orang-orang yang beruntung." (An-Nur: 51)
>
> "Maka demi Tuhanmu, mereka (pada hakekatnya) tidak beriman hingga mereka
> menjadikan kamu hakim terhadap perkara yang mereka perselisihkan, kemudian
> mereka tidak merasa dalam hati mereka sesuatu keberatan terhadap putusan
> yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya." (An-Nisa': 65)
>
> Saudara-saudara yang semoga selalu mendapatkan bimbingan dari Alloh, kalau
> kita perhatikan dengan seksama tentunya dapat kita peroleh kesimpulan
> bahwasanya pemberontakan atau usaha untuk menurunkan penguasa yang sah
> tidaklah menghasilkan kecuali kekacauan, kerusuhan, pertumpahan darah serta
> hari-hari yang dicekam oleh ketakutan. Oleh karena itu, benarlah petunjuk
> agama ini yang melarang pemberontakan karena ini hanya akan menimbulkan
> bahaya yang lebih besar.
>
> Nasehat Kepada Pemerintah
>
> Para pembaca yang budiman, sikap kaum muslimin yang diperintah untuk selalu
> taat terhadap pemerintah walaupun mereka adalah termasuk orang yang zholim
> -sebagaimana hal ini telah diajarkan oleh agama kita-, tidaklah meharuskan
> kita ketika melihat pemimpin melakukan perbuatan kemaksiatan atau kezholiman
> kemudian membiarkannya begitu saja. Namun yang diajarkan oleh agama kita
> adalah memberikan nasehat kepada mereka. Rosululloh Sholallohu 'alaihi
> wassalam bersabda, "Agama adalah nasehat." Para sahabat bertanya, "Untuk
> siapa wahai Rosululloh." Maka di antara jawaban beliau, "…Untuk para
> pemimpin kaum muslimin…" (HR. Muslim)
>
> Rosululloh Sholallohu 'alaihi wassalam bersabda, "Barang siapa yang ingin
> menyampaikan nasehat kepada penguasa, janganlah ia menyampaikannya di depan
> umum, akan tetapi menyendirilah dengannya. Jika ia mau menerima nasehat
> tersebut, maka itulah (yang diharapkan), jika tidak maka sesungguhnya ia
> telah melaksanakan kewajibannya." (Hadits Shohih Riwayat Imam Ahmad). Dari
> hadits ini dapat kita ketahui bersama bahwa menasehati pemerintah dengan
> cara turun ke jalan-jalan (baca: demonstrasi) serta membongkar aib mereka di
> depan umum tidaklah dibenarkan di dalam Islam.
>
> Para pembaca yang budiman, jika kita saja yang statusnya sebagai orang
> bawahan, tidak suka jika aib kita dibeberkan kita di depan umum, maka
> bagaimana dengan para penguasa yang memiliki kedudukan? Tentu sulit bagi
> mereka untuk menerima nasehat tersebut. Alangkah bagusnya firman Alloh
> tatkala memerintahkan Nabi Musa dan Harun pada saat mereka diperintahkan
> untuk memberi nasehat kepada Fir'aun, "Maka berbicaralah kamu berdua
> kepadanya dengan kata-kata yang lemah lembut, mudah-mudahan ia ingat atau
> takut." (Thoha: 44). Kalau Fir'aun saja, yang termasuk orang yang paling
> kafir, tatkala menasehatinya diperintahkan dengan cara yang lemah lembut,
> lalu bagaimana dengan para pemimpin yang statusnya masih di bawah Fir'aun
> atau bahkan masih termasuk seorang muslim?!
>
> Mudah-mudahan Alloh menjadikan kita semua termasuk orang-orang yang di dalam
> hidupnya selalu berada di dalam bimbingan Al-Qur'an dan Sunnah-sunnah Nabi
> Sholallohu 'alaihi wassalam. Kita juga berdo'a kepada Alloh agar menjadikan
> para pemimpin kita termasuk para pemimpin yang taat kepada Alloh dan para
> pemimpin yang memenuhi hak-hak rakyatnya. Wallohu a'lam.
>
> ***
>
> Penulis: Ibnu 'Ali Sutopo Yuwono
> Artikel www.muslim.or.id
> Sent from my BlackBerry®
> powered by Sinyal Kuat INDOSAT
>
> --
> -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
> Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
> dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
>
> Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang
> berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
>
> Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
> Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
> Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
> Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
> -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
>
> --
> -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
> Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
> dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
>
> Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang
> berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
>
> Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
> Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
> Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
> Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
> -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-

--
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125

Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63

Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-

No comments:

Post a Comment