Wednesday, February 2, 2011

Re: [Milis_Iqra] Akankah Kita Memberontak ?

Bagaimana yah kalau pemimpinya seperti presiden uganda idi amin yg mungkin masih solat ,seorang presiden muslim yg terkenal kejam membantai sekitar 100 rbu sampai 300rb orang,bahkan dia kanibal.pendeta di bunuh gereja di jadikan masjid.
Bagaimana juga yah kalau presiden kita dari kalangan ahmadiyah yg sholatnya masih sama dgn kita dan ada juga yg masih mengakui nabinya adalah muhammad saw

Sent from BlackBerry® on 3

-----Original Message-----
From: abafarhan <abafarhan@gmail.com>
Sender: milis_iqra@googlegroups.com
Date: Thu, 3 Feb 2011 05:13:46
To: <milis_iqra@googlegroups.com>
Reply-To: milis_iqra@googlegroups.com
Subject: Re: [Milis_Iqra] Akankah Kita Memberontak ?

saya pernah baca sejarah bahwa terjadi pemberontakan pada masa
pemerintahan khalifah Utsman,..dan begitu pula pada masa pemerintahan
Ali ,..apa benar begitu??

On 2/2/11, Dani Permana <adanipermana@gmail.com> wrote:
> Oh sekarang dengan kata "memberontak" atau bughot.... =))
>
> Jadi makzul dan diperangi, gimana urusannya ?
>
> Thanks,
> Dani Permana
> Sent from my Windows Mobile® phone.
>
> -----Original Message-----
> From: whe.en9999@gmail.com
> Sent: Wednesday, February 02, 2011 11:19 PM
> To: milis_iqra@googlegroups.com
> Subject: [Milis_Iqra] Akankah Kita Memberontak ?
>
> Akankah Kita Memberontak ?
>
> Kategori Manhaj | 28-05-2008 | 7 Komentar
>
> Para pembaca yang budiman, Alloh menurunkan Al-Qur'an dan mengutus Nabi-Nya
> yang mulia untuk membimbing serta memberi petunjuk kepada para hamba-Nya ke
> jalan yang lurus. Alloh berfirman yang artinya, "Sesungguhnya Al Quran ini
> memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih lurus dan memberi kabar
> gembira kepada orang-orang mukmin yang mengerjakan amal shalih, bahwa bagi
> mereka pahala yang besar." (Al-Isro': 9)
>
> Alloh juga berfirman menjelaskan tentang Nabi-Nya, "Dan sesungguhnya kamu
> benar-benar memberi petunjuk kepada jalan yang lurus." (As-Syuuro: 52). Oleh
> karena itulah, orang yang di dalam hidupnya senantiasa berpegang teguh
> dengan Al-Qur'an dan sunnah (jalan hidup) Nabi Shollallohu 'alaihi wassalam
> tidak akan pernah tersesat. Hal ini berdasarkan wasiat Rosululloh
> Shollallohu 'alaihi wassalam, "Telah aku tinggalkan kepada kalian dua
> perkara, yang jika kalian berpegang teguh dengan kedua perkara tersebut maka
> kalian tidak akan pernah tersesat untuk selamanya, (dua perkara itu adalah)
> Kitabulloh (Al-Qur'an) dan Sunnahku." (HR. Imam Malik, Hakim, dll hasan)
>
> Standar Kebenaran
>
> Kita tidak dibenarkan dalam menjalankan agama ini hanya berdasarkan
> pertimbangan akal dan perasaannya semata, tanpa berpedoman dengan Al-Qur'an
> dan hadits-hadits Nabi Shollallohu 'alaihi wa sallam. Jika kebenaran hanya
> diukur dengan pertimbangan akal dan perasaan semata maka Alloh tidak perlu
> menurunkan Kitab-Kitab-Nya dan mengutus para Rosul-Nya karena setiap manusia
> sudah mempunyai akal dan perasaan. Jika ini terjadi maka standar kebenaran
> akan sulit untuk ditentukan karena akal dan perasaan manusia juga
> berbeda-beda. Akal dan perasaan laki-laki berbeda dengan wanita, anak kecil
> berbeda dengan orang yang sudah dewasa dan begitu seterusnya, sehingga
> rusaklah tatanan kehidupan manusia. Jadi jalan yang paling selamat adalah
> dengan mengikuti Al-Qur'an dan Sunnah Nabi Sholallohu 'alaihi wassalam
> sesuai dengan yang dikehendaki oleh Alloh dan Rosul-Nya.
>
> Hubungan Rakyat Dengan Penguasa
>
> Para pembaca yang budiman, bagaimana Islam mengatur hubungan rakyat dengan
> penguasan merupakan masalah yang sangat penting untuk diketahui. Karena
> dengan hal tersebut, setiap muslim dapat bertindak benar dan lurus untuk
> mewujudkan kedamaian dan kemaslahatan yang luas. Begitu pula sebaliknya,
> seorang muslim bersikap dalam hal ini akan menimbulkan dampak negatif yang
> besar. Mengingat begitu besar dampak yang akan ditimbulkan, maka sangat
> tidak mungkin jika Islam mendiamkan permasalahan ini. Oleh karena itu, di
> bawah ini akan sedikit kami sampaikan bagaimana sebenarnya Islam mengatur
> permasalahan penting ini.
>
> Sikap Seorang Muslim Terhadap Pemerintah
>
> Sikap yang benar yang diajarkan oleh syariat Islam adalah mentaatinya. Alloh
> berfirman yang artinya, "Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan
> taatilah Rasul (Nya), dan pemimpin di antara kamu." (An-Nisa': 59). Sikap
> taat ini tetap disyari'atkan, siapapun orang yang memimpin selama dia adalah
> seorang muslim. Hal ini berdasarkan wasiat Rosululloh Shollallohu 'alaihi
> wassalam, "Aku memberi wasiat kepada kalian untuk bertaqwa kepada Alloh yang
> Maha Tinggi dan Maha Mulia, serta selalu mendengar dan taat walaupun yang
> memerintah kalian adalah seorang budak." (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi, hadits
> hasan shohih)
>
> Syariat islam menegaskan bahwa ketaatan seorang muslim terhadap pemimpinnya
> adalah pada semua keadaan. Tentang hal ini Rosululloh Shollallohu 'alaihi
> wassalam bersabda, "Wajib bagi kalian untuk tetap mendengar dan taat (kepada
> penguasa) baik kalian dalam keadaan sulit, mudah, senang ataupun benci.
> Serta (wajib pula mendengar dan taat) dalam keadaan ia tidak memperdulikan
> kalian." (HR. Muslim). Keadaan ini hanya dikecualikan tatkala seseorang
> diperintah oleh pemimpinnya untuk berbuat kemaksiatan, maka tidak boleh
> ditaati. Hal ini berdasarkan sabda Rosululloh Shollallohu 'alaihi wassalam,
> "Seorang muslim wajib untuk tetap mendengar dan taat (kepada pemimpinnya)
> terkait perintah yang disukai ataupun yang tidak kecuali jika ia diperintah
> untuk berbuat kemaksiatan. Apabila ia diperintah untuk berbuat maksiat, maka
> tidak boleh mendengar dan taat." (HR. Bukhori dan Muslim)
>
> Pemberontakan Dalam Islam
>
> Para pembaca yang budiman, perlu untuk kita ketahui bersama bahwa
> pemberontakan di dalam Islam hukumnya adalah harom berdasarkan ijma'
> (kesepakatan) kaum muslimin. Tentang hal ini, Imam Nawawi berkata,
> "Memberontak dan memerangi pemerintah, hukumnya adalah harom berdasarkan
> kesepakatan kaum muslimin, meskipun pemerintah tersebut fasiq dan dzalim."
> (Syarh Shohih Muslim). Inilah yang telah diajarkan oleh Islam, yaitu selalu
> mendengar dan mentaati pemerintah walaupun mereka adalah orang yang fasiq
> dan dholim.
>
> Banyak hadits yang menjelaskan tentang hal ini, diantaranya adalah hadits
> dari Abu Hunaidah Wail bin Hujr, ia berkata: Salamah bin Yazid Al-Ju'fi
> bertanya kepada Rosululloh, "Wahai Nabi Alloh, bagaimana pendapatmu jika
> kami dipimpin oleh orang yang selalu menuntut haknya kepada kami dan tidak
> mau untuk memenuhi hak kami, apakah yang engkau perintahkan kepada kami?"
> Mendengar pertanyaan ini beliau berpaling. Kemudian Salamah mengulangi
> pertanyaannya lagi. Maka Rosululloh bersabda, "Tetaplah mendengar dan taat
> kepada mereka! Sesungguhnya mereka akan dimintai pertanggungjawaban atas
> kewajiban mereka dan kamu pun akan dimintai pertanggungan jawab atas
> kewajibanmu." (HR. Muslim)
>
> Dalam hadits yang lain beliau bersabda, "Sepeninggalku nanti akan muncul
> pemimpin yang mementingkan diri sendiri dan (kamu melihat padanya) hal-hal
> yang kamu anggap mungkar." Para sahabat bertanya, "Wahai Rosululloh, apakah
> yang engkau perintahkan kepada kami?" Beliau menjawab, "Tunaikanlah haknya
> dan mohonlah kepada Alloh yang menjadi hakmu." (HR. Bukhori dan Muslim).
> Para pembaca yang budiman, perlu diulangi sekali lagi bahwa inilah sikap
> yang diajarkan oleh Islam berkaitan dengan hubungan antara rakyat dengan
> pemimpinnya, yaitu tetap mentaatinya walaupun ia seorang yang dholim dan
> gemar melakukan perbuatan kemaksiatan. Rosululloh Shollallohu 'alaihi
> wassalam bersabda, "Barangsiapa dipimpin oleh seorang penguasa, kemudian ia
> melihat penguasa tersebut terjatuh ke dalam perbuatan maksiat, hendaklah ia
> membenci perbuatan kemaksiatan tersebut, namun janganlah hal itu menyebabkan
> tidak taat." (HR. Muslim)
>
> Bahkan seandainya kezholiman penguasa sampai taraf menyiksa dan merampas
> harta para rakyatnya -kita berlindung kepada Alloh dari hal ini-, kita pun
> masih diperintah untuk mentaatinya. Rosululloh Shollallohu 'alaihi wassalam
> bersabda, "Meskipun punggungmu dipukul dan hartamu dirampas (oleh penguasa),
> maka kalian untuk wajib tetap mendengar dan mentaatinya." Ketika menghadapi
> hal semacam ini jalan yang bisa kita tempuh hanyalah bersabar dan
> menyerahkan urusan mereka kepada Alloh yang Maha Perkasa. Rosululloh
> Sholallohu 'alaihi wassalam bersabda, "Barangsiapa yang membenci tindakan
> penguasanya hendaklah ia bersabar." (HR. Bukhori dan Muslim)
>
> Para pembaca yang budiman, mungkin hadits-hadits di atas terasa begitu
> menyesakkan dada bagi sebagian orang -semoga Alloh melindungi kita dari hal
> tersebut-, namun inilah jalan yang diajarkan oleh Alloh dan dituntunkan oleh
> Nabi kita yang mulia. Tentunya kita telah yakin bersama bahwa Rosululloh
> Shollallohu 'alaihi wassalam adalah suri teladan yang terbaik. Alloh
> berfirman yang artinya, "Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu
> suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat)
> Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah."
> (Al-Ahzab: 21). Oleh karena itu jalan yang terbaik adalah meniti jalan
> beliau. Yang juga patut kita perhatikan adalah Alloh tidaklah menetapkan
> suatu hukum kecuali ada hikmah agung di balik itu semua, yang semuanya
> tentunya untuk kemaslahatan para hamba-Nya. Sehingga tatkala kita menjumpai
> hukum-hukum syariat yang secara sekilas tampak bertentangan dengan akal dan
> perasaan kita, janganlah kita sampai berburuk sangka kepada Alloh, akan
> tetapi hendaknya ditanamkan pada diri kita bahwa hukum-hukum yang Alloh
> tetapkan adalah untuk kemaslahatan para hamba-Nya. Sehingga seorang muslim
> sejati itu menerima dengan penuh kelapangan hati yang telah ditetapkan oleh
> Alloh dan dituntunkan oleh Nabi-Nya yang mulia.
>
> Alloh berfirman yang artinya, "Sesungguhnya jawaban orang-orang mukmin, bila
> mereka dipanggil kepada Allah dan rasul-Nya agar rasul menghukum (mengadili)
> di antara mereka ialah ucapan 'Kami mendengar, dan kami patuh.' Dan mereka
> itulah orang-orang yang beruntung." (An-Nur: 51)
>
> "Maka demi Tuhanmu, mereka (pada hakekatnya) tidak beriman hingga mereka
> menjadikan kamu hakim terhadap perkara yang mereka perselisihkan, kemudian
> mereka tidak merasa dalam hati mereka sesuatu keberatan terhadap putusan
> yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya." (An-Nisa': 65)
>
> Saudara-saudara yang semoga selalu mendapatkan bimbingan dari Alloh, kalau
> kita perhatikan dengan seksama tentunya dapat kita peroleh kesimpulan
> bahwasanya pemberontakan atau usaha untuk menurunkan penguasa yang sah
> tidaklah menghasilkan kecuali kekacauan, kerusuhan, pertumpahan darah serta
> hari-hari yang dicekam oleh ketakutan. Oleh karena itu, benarlah petunjuk
> agama ini yang melarang pemberontakan karena ini hanya akan menimbulkan
> bahaya yang lebih besar.
>
> Nasehat Kepada Pemerintah
>
> Para pembaca yang budiman, sikap kaum muslimin yang diperintah untuk selalu
> taat terhadap pemerintah walaupun mereka adalah termasuk orang yang zholim
> -sebagaimana hal ini telah diajarkan oleh agama kita-, tidaklah meharuskan
> kita ketika melihat pemimpin melakukan perbuatan kemaksiatan atau kezholiman
> kemudian membiarkannya begitu saja. Namun yang diajarkan oleh agama kita
> adalah memberikan nasehat kepada mereka. Rosululloh Sholallohu 'alaihi
> wassalam bersabda, "Agama adalah nasehat." Para sahabat bertanya, "Untuk
> siapa wahai Rosululloh." Maka di antara jawaban beliau, "…Untuk para
> pemimpin kaum muslimin…" (HR. Muslim)
>
> Rosululloh Sholallohu 'alaihi wassalam bersabda, "Barang siapa yang ingin
> menyampaikan nasehat kepada penguasa, janganlah ia menyampaikannya di depan
> umum, akan tetapi menyendirilah dengannya. Jika ia mau menerima nasehat
> tersebut, maka itulah (yang diharapkan), jika tidak maka sesungguhnya ia
> telah melaksanakan kewajibannya." (Hadits Shohih Riwayat Imam Ahmad). Dari
> hadits ini dapat kita ketahui bersama bahwa menasehati pemerintah dengan
> cara turun ke jalan-jalan (baca: demonstrasi) serta membongkar aib mereka di
> depan umum tidaklah dibenarkan di dalam Islam.
>
> Para pembaca yang budiman, jika kita saja yang statusnya sebagai orang
> bawahan, tidak suka jika aib kita dibeberkan kita di depan umum, maka
> bagaimana dengan para penguasa yang memiliki kedudukan? Tentu sulit bagi
> mereka untuk menerima nasehat tersebut. Alangkah bagusnya firman Alloh
> tatkala memerintahkan Nabi Musa dan Harun pada saat mereka diperintahkan
> untuk memberi nasehat kepada Fir'aun, "Maka berbicaralah kamu berdua
> kepadanya dengan kata-kata yang lemah lembut, mudah-mudahan ia ingat atau
> takut." (Thoha: 44). Kalau Fir'aun saja, yang termasuk orang yang paling
> kafir, tatkala menasehatinya diperintahkan dengan cara yang lemah lembut,
> lalu bagaimana dengan para pemimpin yang statusnya masih di bawah Fir'aun
> atau bahkan masih termasuk seorang muslim?!
>
> Mudah-mudahan Alloh menjadikan kita semua termasuk orang-orang yang di dalam
> hidupnya selalu berada di dalam bimbingan Al-Qur'an dan Sunnah-sunnah Nabi
> Sholallohu 'alaihi wassalam. Kita juga berdo'a kepada Alloh agar menjadikan
> para pemimpin kita termasuk para pemimpin yang taat kepada Alloh dan para
> pemimpin yang memenuhi hak-hak rakyatnya. Wallohu a'lam.
>
> ***
>
> Penulis: Ibnu 'Ali Sutopo Yuwono
> Artikel www.muslim.or.id
> Sent from my BlackBerry®
> powered by Sinyal Kuat INDOSAT
>
> --
> -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
> Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
> dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
>
> Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang
> berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
>
> Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
> Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
> Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
> Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
> -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
>
> --
> -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
> Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
> dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
>
> Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang
> berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
>
> Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
> Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
> Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
> Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
> -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-

--
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125

Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63

Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-

--
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125

Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63

Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-

No comments:

Post a Comment