http://rindurabb.blogspot.com/
Tahukah Anda bahwa reaksi Anda akan suatu kejadian bisa memperlihatkan
bagaimana diri Anda sebenarnya? Suatu cerita atau berita bisa
memberikan reaksi yang berbeda tergantung siapa Anda.
Berdasarkan pengetahuan kita akan sesuatu, manusia mempunyai 4 sifat:
1. Manusia yang tidak tahu bahwa dia tidak tahu
2. Manusia yang tahu bahwa dia tidak tahu
3. Manusia yang tidak tahu bahwa dia tahu
4. Manusia yang tahu bahwa dia tahu
Manusia yang tidak tahu bahwa dia tidak tahu adalah orang yang merasa
sudah menguasai segalanya. Tidak perlu belajar dan tidak perlu
menyelidiki lebih jauh. Kita sering menyebutnya sok tahu. Orang
seperti ini sangat sulit dibuat mengerti. Bukan karena dia bodoh tapi
karena dia tidak mau belajar dan tidak mau menerima nasihat. Anehnya,
orang seperti ini justru sangat gampang berprasangka buruk pada
sesamanya. Berita yang belum tentu benar bisa menjadi fakta menurut
dia. Mereka hidup dalam dunia bayang-bayang bahwa mereka lah yang
paling benar dan paling tahu segalanya padahal mereka sama sekali
tidak tahu apa-apa.
Manusia yang tahu bahwa dia tidak tahu adalah orang yang rendah hati.
Mereka senantiasa mau belajar. Mereka tidak mau memberikan komentar
akan suatu hal sebelum mereka tahu pasti duduk perkaranya. Mereka
selalu hati-hati melangkah sebelum mengetahui dengan jelas apa yang
akan mereka tuju.
Manusia yang tidak tahu bahwa dia tahu adalah orang yang rendah diri.
Mereka tidak bisa melihat kelebihan diri mereka. Mereka sering
menghukum diri sendiri dan memuji orang lain. Orang seperti ini
menganggap diri mereka tidak bisa melakukan apa-apa dengan benar.
Pujian dari orang lain atas pekerjaan mereka bisa mereka anggap
sebagai ejekan yang menyakitkan.
Manusia yang tahu bahwa dia tahu adalah orang yang percaya diri.
Mereka percaya pada kemampuannya karena mereka bisa mengukur
kemampuannya. Mereka selalu yakin bahwa mereka bisa mengejar impian
dan harapan mereka. Orang seperti ini selalu siap melakukan sesuatu
tanpa ragu-ragu karena mereka sudah bisa menghitung dengan pasti
hambatan yang mereka akan hadapi dan kekuatan yang mereka miliki.
Namun tetap hati2, karena seorang yang tidak tahu bahwa dia tidak tahu
juga kadang mempunyai kepercayaan diri yang tinggi. Bedanya, mereka
belum pernah melakukan pertanyaan yang jujur ke dalam diri mereka
tentang apa yang sesungguhnya dia tahu. Dalam kasus seperti ini,
terlalu PD atau tidak tahu diri mungkin adalah kata yang tepat.
Lalu kita ada di mana?
Sebagian besar manusia, kalau tidak bisa dikatakan seluruhnya,
mempunyai semua sifat di atas tetapi dengan porsi yang berbeda-beda.
Ada orang yang porsi sifat pertamanya yang dominan dan ada juga orang
yang sifat lainnya yang dominan.
Sayangnya orang yang sifat pertamanya dominan seringkali tanpa sadar
menyebabkan dirinya jadi bahan cemohan orang lain sementara orang yang
dominan sifat ketiganya sering membuat dirinya jadi bulan-bulanan
kemarahan dirinya sendiri.
Kita perlu selalu melihat diri kita dan mengevaluasi diri kita, sifat
dominan yang mana yang sering muncul dalam diri kita. Adalah beruntung
apabila kita mempunyai sifat dominan yang kedua dan keempat. Ketika
kita tahu bahwa kita tidak tahu, kita berusaha untuk belajar dan
belajar hingga suatu saat kita berani melangkah dengan cepat dan tepat
karena kita sudah tahu apa yang dulu tidak kita ketahui.
Ada kabar baik buat Anda, yaitu Anda bisa mengukur di golongan manakah
Anda biasa berdiri dan Anda bisa menggeser sifat dominan Anda ke arah
yang lebih baik:
1. Apabila Anda selalu siap mendengar input dari orang lain tanpa
perduli siapa dia maka yakinlah sifat pertama di atas bukan sesuatu
yang dominan di diri Anda. Kesediaan mendengar nasihat atau info dari
orang lain adalah bukti Anda jauh dari sifat pertama tadi.
2. Apabila Anda selalu ragu-ragu melakukan sesuatu dan selalu
melihat masalah di atas masalah maka sepertinya sifat ketiga sangat
dominan pada diri Anda. Anda perlu tahu bahwa potensi kemampuan Anda
tidak terbatas dan belajar akan mengasah kemampuan Anda dan akhirnya
mengubah diri Anda menjadi orang yang tahu kemampuan sendiri.
3. Apabila setiap menghadapi sesuatu, sebelum Anda bertindak lebih
jauh, Anda selalu bertanya pada diri Anda sejauh mana Anda tahu
tentang sesuatu itu maka Anda termasuk golongan sifat kedua atau
keempat. Dengan selalu bertanya, menilai, membedakan fakta dan opini
akan menyebabkan Anda bisa yakin sesuatu itu Anda tahu dengan pasti
atau Anda tidak tahu dengan pasti.
Nah siapakah Anda?
Selain hal2 di atas, mari Anda uji diri Anda lagi dengan pertanyaan2
singkat ini:
* Tahukah Anda bahwa cara wudhu Anda itu mengikuti hadits riwayat
yang mana atau hanya mengikuti ajaran orang tua atau seseorang?
* Tahukah Anda bahwa setiap gerakan sholat ada tuntunannya dalam
hadits shohih? Tahukah Anda hadits2 itu atau Anda sekedar mengikuti
orang lain?
* Tahukah Anda bahwa saat ini Anda betul2 sudah mengikuti tuntunan
Rasul dan bukan hanya ikut2an orang kebanyakan? Apa pun jawaban Anda,
tahukah Anda pegangan Anda?
Dengan bertanya dan menguji pertanyaan kita, kita akan mengarahkan
kita jadi insan yang tahu bahwa kita tahu.
Wallahu 'alam.
Ya Allah, tunjukilah kami jalan yang lurus.
Jalan orang yang Engkau beri nikmat.
Bukan jalan orang yang Engkau murkai, juga bukan jalan orang yang
sesat.
--
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
No comments:
Post a Comment