Thursday, March 17, 2011

Re: [Milis_Iqra] Re: Pujian dalam Hujatan bagi Wahabi

[Sutarno] Lha gimana mau bersatu mbak, kalau sudah ada ulama' yang memprakarsai untuk persatauan islam saja sudah dicap ahli bidah, dikafirkan,dibilangnya liberal dll, gak usah diikuti.


(whe~en)
Mas tarno, buknkah salah satu syarat ibadah agar diterima adalah sesuai dengan tuntunan?
Soal bid'ah..... liberal, kafir
Mohon dijawab dengan jujur, Rasulullah sendiri mengajarkan arti bid'ah dan memberitahukan bahwa bid'ah itu sesat, tidak diterima, ancamannya neraka. (Mohon maaf, tidak saya tulis lagi dalilnya karena saya anggap mas Tarno sudah tahu)
Kalau ada yang mau mempersatukan Islam, namun memakai cara bid'ah, apakah itu Islam mas?
kalau tidak Islam, kenapa justru yang menolak yang dimasalahkan?
kenapa yang dipermasalahkan justru bukan yang cara2nya bertentangan dengan Allah dan Rasulullah?
Apakah dia pembawa risalah baru?

trus bagaimana dengan firman Allah berikut mas Tarno?
mohon maaf, saya benar2 ingin dijelaskan tanpa bermaksud berdebat

QS Al Baqarah (2) : 42
Dan janganlah kamu campur adukkan yang hak dengan yang bathil dan janganlah kamu sembunyikan yang hak itu, sedang kamu mengetahui.

jadi kenapa justru orang yang tidak menyembunyikan yang haq, justru yang dimusuhi mas?
Kenapa umat islam harus mengidolakan Iran? kenapa harus mengidolakan Ahmadinejad? kenapa harus mendukung ustadz ABB?
ini contohnya

jika tidak begitu maka dianggap berbeda dan SALAH?

Saya tidak sedang mengungkit masalah lalu, namun ini menjadi pembelajaran, bahwa, yang tidak mengidolakan Ahmadinejad, tidak mengidolakan Syiah, mendapat perlakuan seperti saya, dibilang narsis, kelainan psikologi, dsb?
Maaf jika contohnya itu, namun itulah contoh terdekat yang disaksikan rekan2 sendiri dan saya alami.

kalau memang Bid'ah, kenapa tidak dibilang bid'ah?
kalau memang kafir, kenapa tidak dibilang kafir?
kalau liberal kenapa tidak dibilang liberal?

Apakah mau disembunyikan yang berarti menentang perintah Allah di QS 2 : 42?

Mas Tarno,
apakah mas tarno akan menyembunyikan kenyataan bahwa ada berita yang bisa dibaca oleh ribuan orang secara online bahwa di negara yang "harus diidolakan oleh umat Islam" tidak ada satupun masjid Sunni?
padahal sama2 Islam?
Cukupkah hanya mengidolakan teknologi mas?
bagaimana dengan syariat?

Mohon maaf saya kasih tanda petik karena terkesan itu dipaksakan oleh beberapa orang?

Kalau mereka memakai cara2 bid'ah. liberal, dsb yang tidak sesuai dengan ajaran Allah dan RasulNya, bisa tidak ya mas jika mereka tidak usah memaksakan bahwa kegiatan tersebut harus diikuti dan jika tidak mengikuti dicap wahabi, salafy, kaku, dsb?

demikian pertanyaan pertanyaan saya mas Tarno.

regards
whe~en




2011/3/18 Sutarno Sutarno <Sutarno.Sutarno@id.flextronics.com>

 


From: milis_iqra@googlegroups.com [mailto:milis_iqra@googlegroups.com] On Behalf Of whe.en9999@gmail.com
Sent: Thursday, March 17, 2011 8:29 PM


To: milis_iqra@googlegroups.com
Subject: Re: [Milis_Iqra] Re: Pujian dalam Hujatan bagi Wahabi

 

saya benar2 heran, kenapa mas Tarno mempermasalahkan sikap salafy / wahabi, karena sebenarnya merekapun setahu saya banyak alirannya, ada yang keras dalam artian kaku, namun ada yang tidak sekaku yang satunya. Alhamdulillah saya menemukan yang alirannya tidak sekaku yang mas Tarno temui, jadi saya tidak menjudge mereka karena keimanan mereka.

[Sutarno] Iya mbak kemungkinan yang saya temui disini mungkin aliran yang keras, sampai saya minta sumbangan pembangunan masjid pun tidak dikasih,diajak kerja bakti membangun masjid pun tidak mau,tapi dia sholat berjamaah dimasjid itu juga L


Yang saya pertanyakan lagi justru koq mas Tarno mempertanyakan ulama2 sekelas syaikh Al Bani, syaikh Bin Baz dsb, padahal keilmuan mereka diakui dunia.
Banyak ilmu dari beliau2 yang bisa kita pelajari, namun koq malah dipertanyakan yach?

[Sutarno] Iya, karena mungkin saya belum belajar sama kitab –kitab beliau jadi saya nanya saja

Koq yang sering "menurut saya", tidak mewajibkan hijab, dsb tidak dipertanyakan ya?[Sutarno]  saya pun tidak mengidolakan beliau kok mbak.lha wong orang pasti punya pendapat.



Kalau sudah begini mas Nandang, saya yakin umat Islam tidak akan bisa bersatu, karena yang sesuai dengan Al Qur'an dan Assunnah justru akan dipertanyakan tapi yang "semau mereka" tidak.

[Sutarno] Lha gimana mau bersatu mbak, kalau sudah ada ulama' yang memprakarsai untuk persatauan islam saja sudah dicap ahli bidah, dikafirkan,dibilangnya liberal dll, gak usah diikuti.



Halah, cape nulisnya :-)
Bagaimana mas Nandang?

Regards
Whe-en

Sent from my BlackBerry®



--
~~~~~
Whe~en
http://wheen.blogsome.com/
 
"Tuhanku, lapangkanlah untukku dadaku, dan mudahkanlah untukku urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, supaya mereka mengerti perkataanku." (QS 20 : 25-28)
"Ya Allah jadikan Aku hamba yang selalu bersyukur dan penyabar"

--
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
 
Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
 
Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-

No comments:

Post a Comment