Friday, May 20, 2011

Re: [Milis_Iqra] Bisa menjadi Mualaf Yahudi itu gak gampang lo

Hai Ahli Kitab, sesungguhnya telah datang kepadamu Rasul Kami,
menjelaskan kepadamu banyak dari isi Al Kitab yang kamu sembunyikan,
dan banyak (pula yang) dibiarkannya. Sesungguhnya telah datang
kepadamu cahaya dari Allah, dan kitab yang menerangkan.

Dengan kitab itulah Allah menunjuki orang-orang yang mengikuti
keridaan-Nya ke jalan keselamatan, dan (dengan kitab itu pula) Allah
mengeluarkan orang-orang itu dari gelap gulita kepada cahaya yang
terang benderang dengan seizin-Nya, dan menunjuki mereka ke jalan yang
lurus.

[Al Maa'idah 15-16]

On 5/20/11, Majelis Tasbih <majelistasbih@gmail.com> wrote:
>
>
> Michael: Kebenaran Itu Hanya Ditemukan Dalam Islam
>
> Cetak | Kirim | RSS Selasa, 17/02/2009 18:57 WIB
>
> Michael DavidShapiro adalah seorang Yahudi Rusia. Dulu, ia tidak
> terlalu yakin dengan adanya Tuhan. Cita-citanya menjadi seorang bintang
> penyayi rock, tapi sekarang ia bekerja sebagai sekretaris dan tinggal di
> sebuah apartemen.
>
> Pencarian jati dirinya dimulai ketika ia berusia 19 tahun. Suatu
> malam, berniat ke dapur dan bertemu dengan rekannya seorang kulit hitam. Ia
> bertanya pada rekannya itu,"Bolehkah saya menyimpan vodka di kulkas malam
> ini?". Tak diduga, pertemuan itulah yang mengubah hidup Michael secara
> drastis.
>
> Teman kulit hitam yang dijumpainya di dapur adalah seorang Muslim
> dan dia adalah Muslim pertama yang pernah Michael jumpai. Dengan rasa ingin
> tahu yang tinggi, Michael mengajak lelaki kulit hitam itu berbincang-bincang
> tentang agama Islam. Tentang semua hal yang pernah Michael dengar seperti
> salat lima waktu, jihad dan sosok Nabi Muhammad saw.
>
> Kemudian, teman mereka bernama Wade, seorang Kristiani bergabung
> dalam perbincangan itu. Jadilah mereka bertiga malam itu berdialog dengan
> Yahudi, Kristiani dan Muslim. "Ternyata kami menemukan banyak perbedaan dan
> banyak persamaan antara ketiga agama itu," kata Michael.
>
> Setelah perbincangan itu, minat Michael yang selama ini hanya
> berkutat pada sex, narkoba dan pesta-pesta jadi berubah total. Ia mulai
> berminat untuk mencari kebenaran, mencari Tuhan, mencari bagaimana cara
> menjadi pengikutNya.
>
> Ketika itu, kata Michael, ia memulai dengan mengajukan
> pertanyaan-pertanya an sederhana pada dirinya sendiri seperti 'berapa
> sebenarnya jumlah Tuhan?'. Michael berpikir bahwa jumlah Tuhan pasti cuma
> satu. Tuhan akan lebih kuat jika cuma satu. Karena jika Tuhan dua, kalau ada
> salah satunya yang berbeda pendapat maka akan terjadi pertentangan dan
> pertikaian. "Maka saya berpikir bahwa Tuhan itu satu," kata Michael.
>
> Ia juga memikirkan tentang eksistensi Tuhan dan menganalisa
> keyakinan atheist dan keyakinan theist-theist lainnya. Saya teringat akan
> kata bijak "Setiap disain pasti ada disainernya". Bertolak dari kata bijak
> itu, mata saya terbuka bahwa Tuhan itu ada. "Saya tidak bisa menjelaskannya
> mengapa, saya hanya bisa merasakannya," ujar Michael.
>
> Hal-hal baru yang ditemukannya, membuat Michael berpikir bahwa ia
> harus bertanggungjawab untuk mematuhi Sang Pencipta dan itu artinya ia harus
> memeluk satu agama. Pertanyaan lain pun menyusul, 'darimana ia akan memulai?
> karena secara harfiah jumlah agama bisa ribuan dan ia perlu memperkecil
> jumlah itu. Langkah pertama yang Michael lakukan adalah mengelompokan
> agama-agama monoteis dan itu sejalan dengan keyakinannya bahwa Tuhan itu
> satu. Ia mencoret Budha dan Hindu dari daftarnya dan melingkari tiga agama
> monoteis yaitu Islam, Kristen dan Yudaisme.
>
> Karena ia seorang Yahudi. Michael mulai mempelajari Yudaisme
> terlebih dulu, mulai dari konsep Tuhan, nabi-nabi, 10 larangan Tuhan, Taurat
> dan tentang 'roh keyahudian', satu hal yang menarik perhatian dan membuat
> Michael ragu. Ia berpikir, ide tentang 'roh keyahudian' tidak universal
> karena 'jika seseorang dilahirkan sebagai Yahudi, maka orang itu punya jiwa
> Yahudi dan harus menjadi pengikut Yudaisme. Bagi Michael, ide semacam itu
> diskriminatif. Ia berpendapat bahwa semua manusia diciptakan sama. "Mengapa
> seseorang yang dilahirkan dalam agama tertentu harus tetap memeluk agama itu
> meski jika seseorang itu menemukan bahwa keyakinan yang dianutnya salah?"
> itulah pertanyaan yang muncul di benak Michael dan ia tidak sejalan dengan
> konsep tersebut.
>
> Hal lainnya yang membuat Michael ragu dengan Yudaisme, tidak ada
> konsep yang jelas tentang neraka dalam Yudaisme. Jika konsep itu tidak ada,
> kenapa seseorang harus berbuat baik atau melakukan dosa? "Jika saya tidak
> takut akan hukuman yang berat, jadi kenapa saya harus bermoral," pikir
> Michael.
>
> Michael akhirnya meninggalkan Yudaisme dan beralih belajar
> kekristenan. Agama ini juga membuat Michael mundur karena konsep trinitas
> dalam kristen yaitu bapak, putera dan roh kudus. Ia berpendapat, bagaimana
> bisa Kristen mengklaik percaya hanya pada satu Tuhan, jika menganut konsep
> trinitas.
>
> Michael juga menganggap sejarah Yesus dalam Kristen aneh dan tak
> masuk akal. Dalam doktrin Kristen, Yesus adalah anak Tuhan yang harus
> dibunuh untuk menyelamatkan manusia dari "dosa asal" yang dilakukan Nabi
> Adam. Dalam Kristen, Yesus mati untuk menebus dosa-dosa manusia.
>
> Doktrin itu membuat Michael berpikir bahwa dalam agama Kristen
> seluruh umat manusia itu dilahirkan sebagai pendosa, yang melakukan
> perbuatan yang salah. Itu artinya, seorang bayi yang baru dilahirkan sudah
> berdosa karena melakukan hal-hal yang salah. "Doktrin yang aneh. Karena dosa
> satu orang, maka semua manusia harus menderita. Pesan moral apa yang
> disampaikan oleh doktrin semacam itu? Pemikiran seperti ini tidak masuk
> logika saya," ujar Michael.
>
> Michael lalu mempelajari Islam. Ia menemukan bahwa Islam berarti
> patuh dan berserah diri. Prinsip dalam Islam adalah Tuhan yang Esa, salat
> lima waktu sebagai wujud ketaatan pada Tuhan, menunaikan zakat, puasa di
> bulan Ramadhan dan pergi haji jika mampu secara finansial. Konsep yang buat
> Michael tidak terlalu sulit untuk dipahami.
>
> Apa yang Michael pelajari tentang Islam tidak ada yang bertentangan
> dengan logikanya, termasuk kitab suci al-Quran dengan keajaiban-keajaiban
> yang mengagumkan dan ajaran-ajaran yang tak lekang oleh waktu. Michael
> menemukan fakta-fakta ilmiah yang sudah dijelaskan dalam kitab suci al-Quran
> sejak 1400 tahun yang lalu.
>
> Dari sekian banyak hal yang Michael pelajari tentang Islam lewat
> buku-buku dan riset. Satu hal yang paling membuatnya tertarik adalah kata
> "Islam" yang dijadikan nama agama Islam disebut beberapa kali dalam
> al-Quran.
>
> "Dari studi-studi yang sudah saya lakukan sebelumnya, saya tidak
> menemukan satu kalipun kata 'Yudaisme' ditemukan dalam Kitab Perjanjian Lama
> atau kata 'Kekristenan' dalam Kitab Perjanjian Baru. Saya heran mengapa saya
> tidak menemukan dua kata itu dalam dua kitab tersebut!" tukas Michael.
>
> Ia lalu berpikir lebih dalam menemukan jawabannya. Kata Judaism bisa
> dipisah menjadi "Juda-ism". Begitu juga dengan Christianity bisa dipenggal
> menjadi "Chris-ianity". Siapakah Juda? Juda adalah salah satu pemimpin suku
> Yahudi. Jadi nama agama Judaisme diambil dari nama orang. Hal yang sama buat
> Kekristenan yang diambil dari kata Christ nama untuk Yesus.
>
> Michael akhirnya sampai pada kesimpulan bahwa Christianity dan
> Judaism tidak disebut-sebut dalam kitab suci karena kedua nama itu datangnya
> dari manusia dan bukan dari Tuhan. Sedangkan Islam adalah nama agama yang
> datangnya dari Tuhan.
>
> "Oleh sebab itu ajaran Kristen dan Yudaisme tidak kredibel.
> Setidaknya dari perspektif saya, kedua ajaran tersebut tidak murni, tidak
> logis dan tidak lengkap," kata Michael.
>
> Ia melanjutkan,"Islam adalah satu-satunya nama agama yang
> disebut-sebut dalam al-Quran. Ini punya arti yang besar buat saya."
>
> "Saya sadar, bahwa saya harus mengikuti ajaran Islam. Kemudian saya
> memilih menjadi seorang Muslim. Saya telah menemukan kebenaran. Saya sudah
> keluar dari kegelapan dan menemukan cahaya ... cahaya Islam," tandas
> Michael. (ln/readingislam/ iol)
>
>
>
> www.clickuang.webs.com
>
>
> --
> -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
> Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
> dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
>
> Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang
> berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
>
> Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
> Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
> Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
> Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
> -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-

--
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125

Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63

Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-

No comments:

Post a Comment