Friday, December 10, 2010

Re: [Milis_Iqra] Mungkin inilah yang menyebabkan rakyat jogja begitucinta dengan pemimpinnya...

On Thu, 2010-12-09 at 09:21 +0000, whe.en9999@gmail.com wrote:
> (Artikel)
> Sultan yang jadi gubernur karena penetapan, ternyata lebih
> bijaksana dan sangat mengayomi rakyatnya, jauh berbeda dari pemimpin
> lain yang dipilih langsung oleh rakyatnya. Tanya mengapa????????
>
> (Whe-en)
> Menurut pendapat saya,
> Sultan HB X, sudah dipersiapkan benar2 menjadi pemimpin oleh HX IX, begitupun dengan raja2 yang lain, selalu dipersiapkan untuk menjadi pemimpin, tahu problem rakyatnya dan tahu bgmn menyelesaikannya,dipersiapkan dekat dengan rakyat, dipersiapkan mengayomi dan melindungi, dipersiapkan mengutamakan yang dipimpinnya.
>
> Nach, apakah semua calon pemimpin yang menjadi pemimpin memang sudah dipersiapkan baik mental, ilmu, jiwa dan kesiapannya sebagai pemimpin dari lahir seperti Sultan dan calon Sultan?
>
> Jika iya jawabannya, pasti rakyat yang utama.
>
> Bagaimana menurut mas Amir?
> :-)
Menurut saya tidak semua pemimpin benar-benar dipersiapkan oleh lingkungannya menjadi seorang pemimpin.
Untuk kasus Sulta HB X iya, karena raja keraton harus mempersiapkan suksesi kepemimpinan kalau beliau wafat sehingga memang akan ada didikan kepemimpinan sejak kecil
Tapi ada beberapa pemimpin yang memang lahir dari gejolak yang ada di
masyarakat, pemimpin yang alami karena memang "born to be leader"
walaupun mencari pemimpin yang seperti itu sangatlah sulit (kalau
sekarang sih saya melihat itu di sosok ahmadinedjat). Tapi tetap saya
merindukan ada sosok pemimpin seperti khalifah Umar bin Abdul Aziz di
Indonesia, tapi kapan ya??? yang ada sekarang di Indonesia hanya
pemimpin dan politisi karbitan.

> Whe-en
>
> Sent from my BlackBerry®
> powered by Sinyal Kuat INDOSAT
>
> -----Original Message-----
> From: Muhammad Amir Rosyidi <rosyid2007@gmail.com>
> Sender: milis_iqra@googlegroups.com
> Date: Thu, 09 Dec 2010 16:01:06
> To: milist iqro<Milis_Iqra@googlegroups.com>
> Reply-To: milis_iqra@googlegroups.com
> Subject: [Milis_Iqra] Mungkin inilah yang menyebabkan rakyat jogja begitu
> cinta dengan pemimpinnya...
>
>
> Kakak Sepupu Saya Dilamar Sri Sultan HB X (Mengapa Banyak Orang
> Mencintai Sultan HB X)
> Weits, jangan dulu berprasangka dengan tulisan saya. Judul ini adalah
> mimpi kakak sepupu saya ketika Sultan HB X dinobatkan menjadi Sultan
> Yogya pada tahun 1989 menggantikan ayahnya. Kakakku bercerita bahwa dia
> dilamar oleh Sri Sultan HB X tadi malam. Tentu saja kami tidak percaya
> karena kami tahu ia hanya membual. Tapi dia sumpah-sumpah sambil berkata
> "sungguh………… aku tidak bohong, dalam mimpi!". Ini dikatakannya tanpa
> merasa berdosa.
>
> Aku yang waktu itu masih anak bawang (aku baru duduk di semester awal,
> sedang kakakku sudah disemester akhir dan kami sama-sama kuliah di
> Yogya), penasaran dengan mimpi kakakku. Ketika kutanya sebabnya dia
> dengan santai menjawab, karena aku jatuh cinta kepada HB X. Ketika
> kukejar dengan pertanyaan kenapa jatuh cinta? , kakakku hanya menjawab,
> "tidak tahu, perasaanku mengatakan dia orang baik. Nah lho, tahu dari
> mana kalau HB X ini orang baik. Wong melihat aja Cuma dari kejauhan.
> Biyung…biyung. Kakakku tidak perduli dengan komentarku. Dia Cuma
> menjawab, " siapa yang bisa melarang orang jatuh cinta?". Wah susah juga
> menghadapi orang yang sedang keyungyung campur keblinger, pikirku waktu
> itu.
>
> Gara-gara kakakku yang jatuh cinta setengah mati, plus setengah sendiri
> (jatuh cinta sendirian), aku jadi rajin membaca dan mengamati tingkah
> polah Sultan HB X. Ketika ada seminar di kampusku dan pembicaranya
> adalah beliau, aku penasaran ikut, seperti apa sih pemikiran beliau?.
> Ketika saya akan masuk ke lokasi kampus, di pintu parkir saya lihat
> mobil mercedez dengan nomor AB X HB. Saya lalu berpikir, wah ini pasti
> Sri Sultan. Saya putuskan untuk melihat, bagaimana sang Raja Yogya ini
> memperlakukan supirnya?. Ternyata jauh…. Dari yang saya bayangkan.
> Sultan membuka pintu sendiri dan turun sambil menenteng tasnya. What????
> Aku jadi terkesima. Ketika sang supir selesai memarkir mobil, saya
> dekati dan menanyakan apakah Sang Sultan selalu begitu?. Jawabannya.
> "Ooooh, nggih mbak. Kanjeng Sultan nggih mekathen, merakyat saesthu". La
> dalah akupun dengan cepat-cepat masuk ke ruang seminar karena seminar
> sudah dimulai.
>
> Shoping Centre Yogya semakin hari semakin kumuh. Penjual buku bekas dan
> pasar induk buah dan sayur bercampur baur. Pemko Yogyapun ingin
> menertibkan pasar itu, menatanya sehingga menjadi taman dan memindahkan
> pasarnya ke daerah gamping. Pedagang tidak setuju. Mereka beranggapan
> kepindahan mereka ke gamping akan mengurangi pengunjung karena lokasi
> yang baru agak jauh dari pusat kota. Pemko Yogya berkali-kali melakukan
> mediasi, hasilnya buntu. Pedagang yang patah arang akhirnya mengadu
> kepada Sri Sultan. Sultanpun mendengarkan jeritan rakyatnya dan
> memberikan solusi jitu. Bangun dulu pasar gamping itu, bangun sarana
> jalannya, buat line biskota dan kobutri (salah satu jenis angkutan di
> Yogya pada masa itu, bentuknya seperti angkot dan berwarna kuning), lalu
> baru pedagangnya dipindahkan pelan-pelan. Solusi ini diterima kedua
> pihak, baik pedagang maupun pihak pemko Yogya. Terbukti, pasar
> gampingpun ramai, dan sekarang bekas komplek shoping centre itu sudah
> menjadi taman pintar, yang rapi, bersih dan menyatu dengan situs benteng
> Vreedenburg.
>
> Lalu ada juga wacana menjadikan jalan Malioboro sebagai lokasi
> pedestrian yang tidak boleh dilalu kendaraan apapun. Kali ini siapa yang
> protes? Tukang becak dan sais andong. Merekapun mengadu pada Sri Sultan
> HB X dan HB X mendengarkan suara wong cilik. Beliau mengeluarkan
> pernyataan yang memihak mereka sehingga tukang becak dan sais andongpun
> lega.
>
> Ini hanya beberapa contoh kecil, berupa tindakan kecil HB X saya ingat
> ketika saya masih tinggal di Yogya. Sesudah saya selesai sekolah dan
> bekerja, saya tetap rajin mengunjungi Yogya. Bukan karena nostalgia
> semata, tapi juga karena banyak keluarga besar saya yang tinggal disana.
> Termasuk kakak sepupu saya yang bermimpi itu. Hal lainnya adalah, saya
> merasa tentram di Yogya.
>
> Saya jadi mengerti mengapa kakak saya jatuh cinta padanya. Begitu juga
> saya jadi mengerti mengapa ketika Jakarta (presiden SBY dn
> konco-konconya) ngotot mengatakan gubernur Yogya harus dipilih, banyak
> rakyat Yogya yang tidak terima, bahkan menantang referendum segala. Ini
> karena Sultan yang jadi gubernur karena penetapan, ternyata lebih
> bijaksana dan sangat mengayomi rakyatnya, jauh berbeda dari pemimpin
> lain yang dipilih langsung oleh rakyatnya. Tanya mengapa????????
>
> link :
> http://sosbud.kompasiana.com/2010/12/09/kakak-sepupu-saya-dilamar-sri-sultan-hb-x-mengapa-banyak-orang-mencintai-sultan-hb-x/
>
>
>
>
> --
> -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
> Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
> dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
>
> Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
>
> Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
> Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
> Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
> Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
> -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
>


--
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125

Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63

Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-

No comments:

Post a Comment